Pengadilan Tipikor Sidangkan 3 Dosen Universitas Negeri Malang

Pengadilan Tipikor Jawa Timur di Surabaya

Pengadilan Tipikor Jawa Timur di Surabaya

Surabaya, Sergap – Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis dihadirkan menjadi saksi sidang proyek pengadaan alat laboratorium MIPA Universitas Negeri Malang. Anak buah Nazarudin ini menyeret tiga dosen UNM menjadi terdakwa sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Yulianis secara gamblang menyebutkan, tiga dosen yang menjadi terdakwa yakni Abdulloh Fuad (Ketua Panitia Lelang), Sutoyo (Sekretaris Panitia Lelang) dan Andoyo (PPK/perkara terpisah) ini pernah disebutkan mendapat sejumlah kucuran dana. Termasuk pada tanggal 29 Juli 2009 dan 30 Juli 2009 Fuad dan Sutoyo disebutkan menerima uang yang diajukan oleh Clara.

Sayangnya, Yulianis tidak mampu menjelaskan apakah dirinya melihat sendiri tiga terdakwa menerima uang panas tersebut. Direktur keuangan yang membawahi sekitar 30 PT milik mantan bendahara umum Partai Demokrat Nazarudin ini mengaku hanya melihat tulisan administrasi kucuran dana untuk tiga terdakwa.

“Saya tidak tahu apakah uang itu sampai dan diterima tiga terdakwa. Saya tidak pernah lihat ada tanda bukti,” kata Yulianis saat menjadi saksi di ruang sidang utama Tipikor PN Surabaya dipimpin Hakim Ketua Antonius Simbolon, Senin (18/2/2013).

Yulianis juga menegaskan bahwa yang bertugas mengurus proyek di Perguruan Tinggi (PT) di Jatim adalah Rosalindo Manulang (Rosa, anak buah Nazarudin) dan Clara. Rosa merupakan Direktur Marketing Grup Permai, sementara Clara adalah anak buah Rosa. Keduanya bertugas menggiring proyek ini. “Clara dan Rosa yang bertanggung jawab, dia yang mengurus di Jatim,” terang dia.

Proyek pengadaan yang bersumber dari anggaran APBN DIPA Kementerian Pendidikan RI tahun 2009 yang bernilai Rp 46 miliar. Proyek ini diduga telah merugikan negara sebanyak Rp 14,9 miliar.

Pemeriksaan kasus korupsi pengadaan alat pengembangan laboratorium Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan alam (F-MIPA) Universitas Negeri Malang (UM), berawal dari keterangan yang disampaikan oleh Rosa kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada saat dilakukan pengembangan penyidikan atas proyek-proyek yang ada kaitannya dengan pihak Nazarudin (yang dimenangkan PT khususnya yang dikoordinir pelaksanaannya oleh Rosa).

Saat itu KPK memeriksa Rosa dalam kasus korupsi dengan tersangka Angelina Sondakh. Keterangan Rosa menyebutkan bahwa ada sejumlah perguruan tinggi yang terlibat dalam kasus tersebut.

Maka pada tahap awal KPK melakukan penyelidikan lebih lanjut kepada lima perguruan tinggi. Diantaranya Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Banten, Universitas Jenderal Sudirman (UNSUD) Purwokerto, Universitas Sriwijaya (UNSRI) Pelembang dan Universitas Negeri Malang.

Setelah Angelina Sondakh diperiksa di pengadilan TIPIKOR Jakarta selaku terdakwa, terungkap bahwa tidak hanya lima perguruan tinggi negeri yang proyeknya dikeruk oleh politisi tersebut. Tetapi hal tersebut terjadi juga pada 11 perguruan tinggi lainnya.

Pengadaan barang di 16 perguruan tinggi yang diduga berhubungan dengan Nazarudin, Anggelina Sondakh, Rosalindo Manulang diantaranya yakni Universitas Sriwijaya Palembang, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, Universitas Negeri Jakarta, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Institut Pertanian Bogor, Universitas Pattimura, Universitas Negeri Papua, Universitas Sumatera Utara, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Udayana Bali, Universitas Negeri Jambi, Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto, Universitas Tadulako, dan Universitas Nusa Cendana. (ang)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s