Pemerkosa Wanita Tuna Wicara Divonis 9 Tahun Penjara

Kep. Selayar, Sulsel, Sergap – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Kamis (4/2/2013) menjatuhkan vonis sembilan tahun penjara kepada Herianto alias Heri Bin Nasir (23) terdakwa kasus pemerkosaan terhadap, Bunga (bukan nama sebenarnya) wanita penderita tunawicara berusia 20 tahun asal Desa Appatanah, Kecamatan Bontosikuyu. Terdakwa  dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana kejahatan pemerkosaan sebagaimana yang diatur dalam pasal 285 KUHP.

Herianto yang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan tersebut ditangkap aparat kepolisian atas laporan tindak pidana pemerkosaan terhadap Bunga, yang dilakukannya pada Kamis, 1 Nopember 2012 yang lalu di pantai Bonetaringang, Dusun Konawe, Desa Appatanah, Kecamatan Bontosikuyu.

Jaksa M. Uswah Ammar, SH, MH

Jaksa M. Uswah Ammar, SH, MH

“Majelis Hakim PN Kabupaten Kepulauan Selayar telah memvonis sesuai dengan tuntutan jaksa”, kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) M. Uswah Ammar, SH, MH saat ditemui usai sidang.

Putusan ini dijatuhkan majelis hakim dengan mempertimbangkan keterangan para saksi dan barang bukti yang diajukan di dalam persidangan. Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, baik dari keterangan saksi-saksi maupun keterangan terdakwa sendiri.

Maka unsur-unsur pembuktian tindak pidana sebagaimana yang didakwakan di dalam dakwaan tunggal berdasarkan ketentuan, pasal 285 “KUHP” telah terbukti secara sah dan meyakinkan.

Dalam kaitan itu, jaksa penuntut umum di dalam perkara ini, M. Uswah Ammar, SH. MH berkesimpulan, bahwa terdakwa Herianto alias Heri Bin Nasir telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Pemerkosaan” dan telah sepantasnya dijatuhi hukuman sesuai dengan perbuatannya.

Menurut Uswah, kesimpulan ini didasarkan pada unsur “setiap orang”  yang secara tegas menekankan, setiap orang atau siapa saja yang menjadi subyek hukum sebagai pelaku tindak pidana yang perbuatannya dapat dipertanggung jawabkan menurut hukum dan tidak terdapat alas an pembenar dan pemaaf terhadap perbuatan melawan hukum yang dilakukannya

Terlebih lagi, selama proses persidangan berlangsung, tidak ditemukan adanya alasan pembenar, alasan pemaaf maupun alasan penghapusan penuntutan, maka perbuatan terdakwa dinilai telah sesuai dengan apa yang didakwakan dan dapat dipertanggung jawabkan.

Dua pertimbangan lain, yakni hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Tiga hal yang memberatkan terdakwa, karena terdakwa telah melakukan perbuatan pemerkosaan terhadap saksi korban yang merupakan seorang penderita tunawicara (bisu,red).

Selain itu, di dalam kehidupan kesehariannya, terdakwa juga sering mengkonsumsi minuman beralkohol dan nonton film porno melalui telefon selular.

Sementara hal yang meringankan diantaranya, karena terdakwa mengakui terus terang perbuatannya, terdakwa senantiasa berlaku sopan selama berlangsungnya proses persidangan, terdakwa berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, terdakwa menyesali perbuatannya dan terdakwa juga adalah tulang punggung keluarga yang menghidupi  istri dan anaknya.

Atas vonis sembilan tahun penjara yang  memerintahkan terdakwa tetap dihukum sebagaimana yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Kepulauan Selayar, terdakwa menyatakan menerima.

Mengingat vonis ini jauh lebih ringan bila dibandingkan dengan ketentuan pasal 285 KUHP yang menegaskan, “Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dia di luar perkawinan, diancam karena perkosaan dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun”. (kontributor : fadly syarif)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s