Sih Winarti Sudah Bosan Dibodohi

Sih Winarti

Sih Winarti

Banyuwangi, Sergap – Sengketa tanah warisan seringkali membingungkan ahli warisnya. Ini semestinya tidak perlu harus terjadi, namun benar-benar sudah terjadi. Dalam kasus-kasus tanah warisan, bisa terjadi, tuannya mencari tanahnya, atau tanahnya mencari tuannya. Sebuah rekayasa tidak akan berlaku langgeng.

Peristiwa dengan pemicu tanah warisan, terjadi juga di Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Yang dialami oleh Sih Winarti, Mispan dan Supardi dan juga Bilal.

Pada hari Sabtu, tanggal 22 Desember 2012, Sih Winarti dilabrak oleh Menuk Brahmawati yang ditemani Gunawan di rumahnya di Glenmore. Di hari yang masih sangat pagi itu Menuk meminta solusi perihal tanah yang dibelinya dari Sih Winarti, Mispan dan Supardi.

Sesuai dengan data di Sertifikat Hak Milik (SHM), tanah seluas 470 m2, atas nama dirinya, sudah dibayar lunas Rp. 250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah) dihadapan notaris PPAT Misbah Imam Subari, SH, M.Hum, sampai dengan hari ini belum bisa memanfaatkan (menguasai) tanah tersebut. Padahal sudah beberapa tahun yang lalu dilunasinya. Demikian juga pak Gunawan sebagai perantara jual beli tanah tersebut, secara moral terbebani atas kasus tanah tersebut.

Labrakan Menuk Brahmawati di pagi hari itulah, yang membangkitkan Sih Winarti bersama kedua adiknya ­-Mispan dan Supardi- untuk berani mengurus tanah warisannya.

Bu Sih Winarti, Mispan dan Supardi, adalah putra kandung dari Almarhum Sih Noto, sedangkan Almarhum Sih Noto putra tunggal dari almarhum Pak Somo. Ketika Pak Somo meninggal dunia, benar-benar mempunyai tanah tinggalan yang belum pernah diperjualbelikan, belum pernah dihibahkan dan belum pernah pula diterimakan kepada ahli warisnya yang sebenar-benarnya. Tanah tinggalan almarhum Pak Somo tersebut tertulis dalam Buku Kerawangan Desa Sumberberas tahun 1965.

Bu Sih Winarti bersama kedua adiknya harus segera mengambil sikap, kalau lamban, maka mereka akan dipersalahkan oleh Bu Menuk dan Pak Gunawan, terkait tanah yang telah dibeli Bu Menuk dari dirinya seluar 470 m2.

Problem tanah yang dialami oleh Bu Sih Winarti bersama adiknya tersebut tentunya tidak bisa dilepaskan dari peran Pak Rochmanu, Kepala Desa Sumberberas saat itu. Maka siapakah aktor intelektual yang menghalalkan cara-cara yang tidak terpuji, sehingga tanah warisan Sih Winarti dan adik-adiknya terlanjur dikuasai oleh orang lain.

Tanah milik almarhum Pak Somo berubah menjadi nama Mbok Paikem berdasarkan buku Leter C Desa Sumberberas tahun 1980 (tanpa catatan keterangan tersebut terkait perubahan nama tersebut) merupakan upaya pembodohan yang mencolek mata orang banyak. Baik ditinjau dari hukum Negara yang berlaku, maupun hukum adat yang hidup di masyarakat.

Di sinilah tampak sekali peran penting, Rochmanu mantan Kepala Desa Sumberberas. Tidak terlihat perannya sebagai pemimpin yang melindungi rakyatnya. Namun patut diduga telah sengaja membodohi warganya. Tidak mendukung upaya pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana tertulis di UUD 1945. Sehingga terkesan Pak Rochmanu ketika menjabat Kepala desa Sumberberas hanyalah mencari keuntungan pribadi.

Nasib sial juga dialami oleh Pak Bilal. Ketika ia mengurus tanah warisannya yang seharusnya diterima dari almarhum Pak Saikin, juga mengalami kesulitan, karena tanah warisannya sudah dikuasai oleh seorang PNS Guru SD bernama Hariyati.

Dalam penelusurannya tanah warisan yang semestinya diterimanya tidak terbantu oleh kepala desa Sumberberas. “Kepala Desa Sumberberas (Rochmanu, red) mengaburkan permasalahan ini, dengan dalih merupakan rahasia negara”, kata Bilal kepada Tabloid Sergap. Sampai dengan berita ini ditayangkan, Rochmanu belum bisa ditemui untuk klarifikasi dan konfirmasi. (tim sergap bwi)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s