Perjuangan Ahli Waris Menuntut Keadilan

Sholikin anak mbok Atim

Sholikin anak mbok Atim

Lumajang, Sergap – Ada kejanggalan dalam keputusan Majelis Hakim Perdata yang digelar pada tahun 1995 di Pengadilan Negeri (PN) Lumajang, yang waktu itu menyidangkan penggugat  Atim (Ny. Warjo) dengan tergugat  Ariyah, saudara kandung tapi lain ibu, yang sama-sama warga Desa  Blukon Kecamatan Kota, Kabupaten Lumajang.

Kisah yang akhirnya sampai di meja hijau ini, berawal dari Pak Tori alias Samirin, warga Desa Blukon Kecamatan Kota, Kabupaten Lumajang  yang meninggal pada tahun 1942. Semasa hidupnya almarhum pernah menikah dua kali, yang pertama dengan  mBok Naam yang melahirkan anak perempuan bernama Ariyah yang  tidak mempunyai keturunan.

Setelah mBok Naam meninggal dunia, Pak Tori menikah lagi dengan  mBok Dani yang dikaruniai anak perempuan juga , bernama  Atim yang mempunyai anak yaitu Bawon dan Sholikin.

Almarhum P. Tori alias Samirin meniggalkan harta warisan yang antara lain adalah (1). Sebidang tanah tegal (tanah darat) seluas kurang lebih O,231 Ha, yang dikenal sebagai Pipil no.21, Persil No 36 dan terletak di Dusun Sadeng Lor, Desa Blukon, Kecamatan Kota Kabupaten Lumajang. (2). Sebidang tanah tegal (tanah darat) seluas  O,3O7 Ha, yang dikenal sebagai Pipil No.21  dan Persil No. 14 yang juga terletak di Dusun Sadeng Lor, Desa Blukon, Kecamatan Kota, Kabupaten Lumajang.  (3). Sebuah bangunan rumah ukuran 5m x 2Om dinding tembok dengan kerangka campur kayu, atap genteng , yang berdiri diatas tanah subyek. Dan barang-barang inilah yang disengketakan semenjak meninggalnya Pak Tori alias Samirin  pada tahun 1940  sampai sekarang,

Pada tanggal 31 Juli 1995, mBok Atim  melayangkan gugatan Perdata kepada Ariyah di PN Lumajang , karena mBok Atim merasa bahwa sesama ahli waris dari almarhum Pak Tori alias Samirin sangatlah tidak adil. Mengingat semua peninggalan atas nama Pak Tori alias Samirin dikuasai oleh Ariyah, bahkan pihak Pengadilan Negeri Lumajang dalam putusannya tanggal 9 Oktober 1995 yang diketuai oleh Suntoro Husodo, SH  memenangkan  pihak Ariyah (tergugat) tanpa mempertimbangkan rasa keadilan dalam perrtimbangannya.

Pada tahun 2012 yang lalu, mBok Ariyah meninggal. Anehnya, saat ini muncul nama Ewuk Handayani yang saat ini memegang  sertifikat atas sebagian dari tanah warisan Pak Tori alias Samirin. Mengapa bisa terjasi hal yang demikian?

Kepada Tabloid Sergap, hari Sabtu (2/2/2013) mBok Atim yang ditemani anak-anaknya , membenarkan bahwa sebagian  dari harta peninggalan almarhum P. Tori  alias Samirin sekarang ini telah dikuasai oleh Ewuk Handayani  tanpa ada keterangan yang jelas.

Pemerintahan Desa Blukon ternyata juga tidak bisa meluruskan permasalahan ini. Menurut keluarga mBok Atim seakan membiarkan saja semuanya ini terjadi. Bahkan patut diduga memihak kepada Ewuk Handayani.

Hal ini Nampak jelas, saat anak-anak mBok Atim meminta dibuatkan Surat Keterangan Waris, Kepala Desa Suhud Budi Santoso sangat dipersulit dengan alasan yang tidak masuk akal.  Padahal dalam surat putusan Pengadilan Negeri Lumajang disebutkan kalau mBok Atim ini adalah sah keturunan dari mendiang Ari Pak Tori alias Tori Samiri.

Patut diduga pula, Kepala Desa Blukon juga menahan akte miliknya mBok Atim. Karena saat mBok Atim menjual sebagian tanah miliknya delapan tahun yang lalu kepada  salah satu tetangganya dan saat akan mengurus balik nama akte tanah diminta oleh Kepala Desa Suhud Budi Santoso, dan sampai sekarang belum dikembalikan.Berkali-kali akte ini ditanyakan, selalu dijawab oleh Kepala Desa dengan jawaban yang berbelit-belit .

Sebelum  mengakhiri pembicaraan dengan media ini, Mbok Atim dan anak-anak nya mengharap kepada semua  penegak hukum di Lumajang , agar melihat permasalahan ini dengan  arif dan bijaksana,  sehingga bisa memutuskan  masalah ini  dengan adil tanpa ada rekayasa yang bisa merugikan  kepada ahli waris yang sah.

Sampai dengan berita ini ditulis, Kades Buklon, Suhud Budi Santosa, belum dapat dikonfirmasi. Telpon genggamnya tidak aktif. (tim)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s