Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Temukan Proyek Tak Beres

Suwito Saren Satoto jongkok memeriksa jalan makadam

Suwito Saren Satoto jongkok memeriksa jalan makadam

Blitar, Sergap – Sebagai wujud dari fungsi pengawasan, Komisi III DPRD Kabupaten Blitar sigap melakukan kontrol terhadap pelaksanaan proyek-proyek pembangunan di wilayah kerjanya. Salah satu caranya adalah dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di berbagai wilayah Kabupaten Blitar.

Banyaknya proyek yang tidak beres membuat rombongan Komisi III DPRD Kabupaten Blitar yang dipimpin oleh  Suwito Saren Satoto menjadi geram. Misalnya ketika Jumat (4/1/2013) sidak di Proyek Makadam Desa Glodok-Sidodadi dan Proyek Pengaspalan Jalan Poros antar Kecamatan, di Desa Karangrejo Kecamatan Garum yang merupakan jalur menuju G Kelud serta dan Proyek Jembatan PNPM Mandiri Desa Popoh-Ploso dan Jalan Makadam Desa Karangrejo Kecamatan Selopuro.

Hasilnya keempat proyek itu memang bermasalah. Proyek Jembatan PNPM misalnya, Komisi III mendapati sayap jembatan tersebut hampir ambrol, akibat timbunan tanah tempat plengsengan menempel ambles dan berlubang. Setidaknya ada tiga titik lubang disekitar plengsengan tersebut. Beberapa bagian lain juga terlihat retak-retak, padahal proyek tersebut belum selesai dibangun, baru mencapai 80 persen sejak dikerjakan awal September 2012 lalu.

Daroini, Ketua Tim Pengelola Kegiatan Proyek tersebut, mengungkapkan bahwa amblesnya timbunan sayap jembatan itu karena guyuran air hujan. “Ini dulu jurang yang dalam dan diuruk tanah. Rencana mau kami uruk penuh, tapi keburu hujan. Akhirnya ambles karena tidak kuat menahan air” jelasnya.

Selanjutnya Daroini menegaskan bahwa pihaknya akan memperbaiki plengsengan sayap jembatan yang rusak itu. Caranya dengan membuat pengaman di titik-titik yang ambles dan membongkar plengsengannya. “Kami akan buat pengaman atau sekur-sekur segitiga ke bawah. Yang jebol juga dibongkar dan di pasang sekur juga, biar kuat kami akan beri pasir dan batu”, katanya.

Kondisi proyek jalan di 3 lokasi lainnya, tak lebih baik. Pada Proyek Pengaspalan Jalan Poros antar Kecamatan, di Desa Karangrejo, Komisi III juga menemukan kualitas aspal yang sangat jelek. Aspal yang baru selesai 10 Nopember 2012 itu, dapat dicuwil hanya dengan jari tangan. “Aspalnya tidak lekat dengan batu di dalamnya, sangat tipis lagi. Tebalnya tak sampai satu centi” ungkap Suwito Saren Satoto.

Akibatnya jalan aspal baru dengan biaya DAU Rp. 72 Juta yang dikerjakan oleh CV Mojo Agung sudah banyak yang terkelupas.

Sementara pembangunan jalan makadam Glodok Sidodadi dan jalan makadam di Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, juga tidak sesuai aturan karena bebatuan makadam dinilai asal pasang.  Batu-batunya juga lebih banyak menggunakan batu utuh bulat, bukan batu pecahan seperti spesifikasi proyek. “Kalau jalan ini kena beban berat, apa tidak goyang semua batu-batunya. Pasti cepat rusak karena batunya bulat” jelas Suwito Saren Satoto. Kedua jalan Makadam ini dikerjakan oleh CV. Arga Kusuma Jaya, dengan biaya Rp. 206 juta lebih yang diambil dari DAU.

Suwito Saren Satoto menjelaskan, pihaknya harus melakukan sidak ke berbagai proyek tersebut karena banyak menerima laporan dari masyarakat. Mereka mengeluhkan banyaknya proyek di desa mereka yang tidak beres. “Kami menerima laporan dari warga, mereka mengirimkan surat bahwa proyek ini dan itu bermasalah, maka kami pantau langsung di lapangan. Hasilnya memang seperti  yang mereka laporkan”, terang politisi PDI Perjuangan ini. Komisi III berjanji akan segera memanggil dinas/SKPD terkait, supaya lebih tegas dalam mengawasi pengerjakan proyek sehingga tidak kecolongan. (oke) 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s