Massa Abangan Menangkan Syahri Mulyo di Pemilukada Tulungagung

Syahri Mulyo, SE

Syahri Mulyo, SE

Tulungagung, Sergap – Pasangan Syahri Mulyo-Maryoto Bhirowo (Sahto) berdasarkan hitung cepat (quick qount) hampir dipastikan menang dalam pemilu kepala daerah (pilkada) Tulungagung, Jawa Timur, yang dilaksanakan pada Kamis (31/1/2013), setelah merebut suara mayoritas pemilih di 16 kecamatan dari 19 kecamatan yang ada di wilayah tersebut. Kepastian ini disampaikan Direktur Media Survey Center Indonesia (MSCI), Helmi Panggabean, setelah melakukan perhitungan cepat di 150 tempat pemungutan suara (TPS) yang dipilih secara acak.

“Sahto hanya kalah di tiga kecamatan, yang masing-masing dimenangi oleh pasangan Bambang Adhyaksa-Anna Luthfi (Bangsa) dan pasangan Isman-Tatang Suhartono (Matang) yang menang di satu kecamatan,” kata Helmi menjelaskan kepada wartawan.

Enam belas kecamatan kantong suara bagi pasangan yang diusung PKNU, PDP, dan Partai Patriot tersebut adalah Kecamatan Tulungagung Kota, Ngantru, Ngunut, Pagerwojo, Pucanglaban, Rejotangan, Sendang, Sumbergempol, Tanggunggunung, Campurdarat, Boyolangu, Bandung, Gondang, Karangrejo, Kauman, serta Kedungwaru.

Sedangkan tiga kecamatan yang lolos dari “genggaman” Sahto masing-masing adalah Kecamatan Kalidawir dan Besuki yang berhasil dimenangi pasangan Bangsa, serta Kecamatan Pakel yang dimenangi pasangan Matang.

MSCI mengonfirmasi bahwa secara keseluruhan hasil perhitungan cepat yang mereka lakukan, pasangan nomor urut satu tersebut unggul jauh dari pasangan calon lain dengan akumulasi suara pemilih sebanyak 43,22 persen.

Diminta komentarnya, Syahri Mulyo mengatakan bahwa kemenangannya dalam Pemilukada Tulungagung ini tidak lepas dari dukungan massa PDI Perjuangan yang beralih mendukung mereka. “Ini menjadi faktor penentu kemenangan kami karena massa PDI Perjuangan yang beralih mendukung Sahto mencapai kisaran 80 persen,” tutur Syahri Mulyo ditemui di posko pemenangannya, Jumat (1/2/2013)

Ia mengklaim pergerakan massa “abangan” sebagai faktor penentu kemenangan karena massa Nahdliyin yang menjadi representasi lain sosiologis masyarakat Tulungagung sudah terpecah merata di empat pasangan kandidat peserta pilkada.

Sebagaimana diketahui, Syahri Mulyo yang menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan tidak mendapatkan rekomendasi ketika dirinya mencalonkan diri sebagai Bupati Tulungagung. Rekomendasi diberikan kepada Isman, yang menjabat sebagai Ketua DPRD Tulungagung. Bahkan karena Syahri ngotot tetap maju, akhirnya dia dipecat dari keanggotaan partai.

Menanggapi ini, Syahri menjelaskan bahwa persoalan pecat memecat dalam tubuh partai politik adalah hal biasa. Demikian juga pemecatan atas dirinya oleh DPC PDIP justru dianggap sebagai berkah sehingga bisa memenangkan Pemilukada. Mungkin akan lain ceritanya jika dirinya tidak dipecat.

“Kemungkinan saya tidak bisa menjadi kandidat calon Bupati Tulungagung apabila tidak dipecat. Makanya ketika nekat maju tapi dipecat partai itu risiko yang harus dihadapi seorang kader partai,” ucap Syahri.

“Jiwa saya ini orang PDIP, maka islah dengan PDIP akan saya terima dengan tangan terbuka demi rakyat,” kata Syahri Mulyo. Syahri juga menambahkan kalaupun nantinya islah dengan PDIP tidak bisa dilakukan, maka tidak tertutup kemungkinan dirinya akan masuk ke Parpol lain. “Misalnya Gerindra atau lainya yang menjadi peserta Pileg 2014, itu bisa saya lakukan,” tandas Syahri.

Sedangkan untuk menjaga kelangsungan pemerintahannya mendatang setelah partai pengusungnya tidak lolos sebagai peserta Pileg 2014, jelas Syahri, dirinya akan berusaha meningkatkan hubungan dengan anggota DPRD baru nantinya. Karena dirinya yakin para anggota Dewan yang baru nantinya masih orang-orang yang menjadi sahabatnya semua. “Jadi komunikasi lebih intens kami yakini bisa menjaga kelangsungan pemerintahan lebih baik nantinya,” tutur Syahri.

Pada hari MInggu (3/1/2013), Syahri Mulyo didatangi oleh tokoh-tokoh PDI Perjuangan Jawa Timur. Mereka adalah Wakil Walikota Surabaya Bambang Dwi Hartono dan Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Wisnu Sakti Buana. Bersama mereka juga nampak beberapa pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Timur.

Wajah Syahri terlihat sumaringah mendapat kunjungan teman-teman lamanya. Pertemuan tersebut seperti pertemuan orang-orang yang lama berpisah. “Saya mengunjungi seorang penyelamat partai. Syahri bukan pengkhianat,” ujar Wawali Surabaya Bambang DH kepada wartawan.

Bambang DH menambahkan, kedatangannya ke rumah Syhari Mulyo sebagai bagian dari langkah evaluasi. Syahri yang telah dibuang partai justru membuka mata pengurus PDIP, jika langkah politik yang mereka ambil justru mengkhianati mekanisme partai.

“Perlu ada gerakan pembersihan rumah besar yang bernama PDI Perjuangan. Karena itu saya datang ke Mas Syahri yang menurut saya telah menyelamatkan muka partai di Tulungagung,” katanya.

Sementara itu, Supriyono Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung di Rumah Makan Batavia, menyatakan keprihatinannya terhadap kekalahannya dalam Pemilukada Tulungagung 2013 ini. Isman, calon yang diusung dari PDIP, hanya menempati urutan ke-3 dari empat pasangan calon bupati. “Kita sedang melakukan evaluasi terhadap kekalahan ini”, katanya.

Sayahri Mulyo bersama keluarga

Syahri Mulyo bersama keluarga

DATA PRIBADI

Nama : Syahri Mulyo, SE; Tempat dan tanggal lahir : Tulungagung 1 Mei 1967; Alamat : Jalan Raya Ngantru Km7, RT05/RW01 Desa Ngantru, Kecamatan Ngantru, Tulungagung.  Nama Istri : Wiwik Wijayanti;  Nama anak : 1). Dio Jordy Alvian. 2) Dennis Wafa Giovanni. 3). Dipa Sultan Bintang. 4). Delicia Adinda Maribel; Nama ayah : Dasar; Nama ibu : Tiyamah (almarhum).

RIWAYAT PENDIDIKAN

SDN Pojok II Ngantru, Tamat Tahun 1981; SMP Negeri II Tulungagung, Tamat Tahun 1984; SMA Negeri I Kediri, Tamat Tahun 1987; Universitas Merdeka Malang, Tamat Tahun 1992.

RIWAYAT PEKERJAAN

UD Dasar Cipta Mulya, Direktur (1996 –2012); PO Mega Mulya, Direktur (1996 –2012);  Anggota DRPD Tulungagung (1999 –2004); Anggota DPRD Jawa Timur (2004-2014)

RIWAYAT ORGANISASI

Wakil Bandahara, PAC PDI Perjuangan Kecamatan Ngantru Tulungagung (1999-2000); Bendahara DPC PDI Perjuangan Tulungagung (2000-2005); Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur (2005-2010). (tkr)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s