Gara-Gara Facebook Dituntut 18 Bulan Panjara

Venta-Resti

Yenike Venta Resti

Surabaya, Sergap – Gara-gara Facebook, Yenike Venta Resti (20th) didakwa pasal pencemaran nama baik, dan terancam untuk menghuni kamar berjeruji besi. Perbuatan terdakwa berawal dari laporan yang dilakukan Siti Anggraeni Hapsari, istri Siswandi yang merupakan selingkuhan terdakwa.

Siswandi yang merupakan pemilik Orkes Melayu Candra Buana itu, awalnya hendak mencari penyanyi baru untuk grup musiknya. Saai inilah Siswandi bertemu dengan Yenike Venta Resti. Namun yang terjadi selanjutnya adalah sebuah hubungan khusus, yang diketahui oleh Siti Anggraeni Hapsari setelah ia membuka HP suaminya.

Siti menemukan pesan singkat yang dikirim dari nomor Venta. Isinya ucapan hari ulang tahun dengan ucapan bernada pacaran. Salah satunya adalah, ”Happy Brtdday to you honey…looks the future, hopefull with good necessary in u’rlive..which give u bright n new colour..Semoga dg bertambahnya usia syg mendapat kebahagiaan yg sempurna, tetaplah jd orang yang sederhana dan slalu syg sm aku. Skali lg selamat ulang tahun syng, doaku menyertaimu I lv U”.

Membaca SMS ini, Siti jadi curiga ada hubungan gelap antara Siswandi dengan terdakwa. Tiap malam Siti bersama anak tertuanya selalu mengecek HP milik suaminya. “Dan ternyata di situ ditemukan SMS, seperti anak muda yang lagi kasmaran”, kata Siti dalam kesaksiannya.

Kecurigaan itu ternyata benar, karena Siswandi mengakuinya. Akhirnya Siti mengirim empat pesan singkat ke Venta yang intinya meminta agar mengakhiri hubungan gelap dengan suaminya.

Sebenarnya perkara ini tidak akan berlanjut, jika Venta tidak selalu menyerang Siti melalui jejaring sosial paling beken di dunia, yaitu Facebook. “Sebenarnya telah terjadi perdamaian antara kami, tetapi Venta terus menghina saya lewat Facebook”, kata Siti menjelaskan.

Alhirnya Siti berkeputusan untuk melapor ke polisi, setelah membaca status Venta yakni, ”gak takut yan ms sm setan, hii…, kenalan aj sendiri ms, namanya klo gak salah itu Siti, tp nama bekennya Siti ting tong”.

Kini Venta dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nur Rahman dengan hukuman penjara selama 18 bulan karena terbukti melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media informasi elektronika. ”Terdakwa terbukti melanggar pasal 27 ayat (3) jo pasal 45 ayat (1) UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” kata Nur Rahman dalam tuntutannya.

Selain menuntut hukuman badan, Nur Rahman juga meminta agar majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang diketuai Agus Pambudi, juga menghukum terdakwa dengan hukuman denda sebesar Rp 5 juta atau diganti dengan hukuman kurungan selama tiga bulan.

JPU juga menjelaskan alasan tuntutannya adalah berdasarkan keterangan saksi ahli Murdiono yang menyebut bahwa status Facebook adalah pesan singkat yang dibagikan pengguna kepada semua teman. Jadi, status yang termuat dalam dinding akun Facebook termasuk dalam kategori informasi elektronik atau dokumen elektronik.

”Pertimbangan yang memberatkan terdakwa, adalah selama sidang terdakwa berbelit-belit dan perbuatannya merugikan korban, sedangkan yang meringankan, terdakwa masih muda dan sudah meminta maaf ke korban,” urai JPU dalam tuntutannya. (ang)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s