Lima Besar Jaksa Nakal Ada di Jawa Timur

Marwan Effendi

Marwan Effendi

Surabaya, Sergap – Sepanjang tahun 2012, prestasi buruk justru yang dihasilkan oleh jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur. Berdasar catatan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung ( Jamwas Kejagung), sepanjang tahun 2012 jumlah jaksa nakal di Kejati Jatim masuk lima terbanyak se-Indonesia.

”Kejati Jatim masuk lima besar,” Jamwas Kejagung Marwan Efendi saat berkunjung ke Kejati Jatim, Jumat (18/1/2013). Laporan pelanggaran itu mulai dari penyalahgunaan wewenang, penggelapan barang bukti, hingga tindakan indisipliner lainnya. “Di antaranya, penggelapan barang bukti kasus Rp.1 milyar oleh jaksa Kejari Surabaya, Bayu”, kata Jamwas menambahkan.

Mantan Kepala Kejati Jatim ini mengatakan, pihaknya mengaku heran jumlah jaksa nakal setiap tahun makin banyak yang dilaporkan. Tahun 2012, ada sekitar 200 laporan jaksa melanggar yang masuk di mejanya. Untuk itu ia merasa pengawasan harus semakin ditingkatkan.” Sebab itu pengawasan akan terus melakukan peningkatan,” ujar Marwan Efendi.

Jamwas juga mengatakan bahwa dirinya akan membentuk Tim Buru Sergap (Buser) di internal kejaksaan. Tim ini akan bertugas memantau jaksa yang dilaporkan masyarakat melanggar.  Juga jaksa yang menangani perkara berpotensi dimainkan.  ”Tim Buser ini nanti bisa melakukan tangkap tangan,” tandasnya.

Untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dengan Jaksa Muda Intelijen (Jamintel). ”Nantinya, tim bisa meminjam alat pelacak milik Jamintel untuk memonitoring dan menyadap jaksa terindikasi nakal. Saya masih akan ngomong soal ini dengan Jamintel,”ucapnya.

Tim Buser pelacak jaksa nakal ini, awalnya akan dibentuk di Kejagung. Kemudian, Kejati seluruh Indonesia diminta untuk melaporkan kinerja dan catatan integritas jaksa secara rutin seminggu sekali. Selanjutnya, tim juga akan dibentuk di Kejati seluruh Indonesia.

Sedangkan terkait dengan jaksa nakal, Kejati Jatim tidak membantah penilaian Kejagung. ”Kejati se-Indonesia yang menilai itu kan Kejagung, ya kami terima,” kata Asisten Pengawasan Kejati Jatim Abdul Muni. Meski demikian ia tetap berkilah bahwa pelanggaran tersebut bisa terjadi karena jaksa juga manusia. Ia menambahkan, semua pelanggaran tersebut sudah ditindak.

Sanksi yang diberlakukan juga sudah berkekuatan hukum tetap dan sudah dilaksanakan. Untuk perbaikan, Abdul Muni berjanji akan meningkatkan pengawasan. Namun sayang ia mengaku tidak ingat jumlah jaksa nakal yang ada di Kejati Jatim.

Hanya saja ia menyebutkan, salah satunya yang menonjol adalah jaksa yang menyalahgunakan narkoba dan sudah mendapat sanksi dipecat. Ada juga jaksa membolos sampai 55 hari dan juga sudah dipecat.” Semoga tahun ini tidak pelanggaran lagi,”katanya berharap. (ang)

Berita terkait :  Kejagung Akan Sadap Para Jaksa Nakal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s