Walikota dan Wawali Kota Batu Akhirnya Dilantik Juga

Gubernur Jawa Timur melantik Eddy Rumpoko dan Punjul Santoso

Gubernur Jawa Timur melantik Eddy Rumpoko dan Punjul Santoso

Batu, Sergap – Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Batu terpilih Eddy Rumpoko-Punjul Santoso akhirnya terlaksana juga. Gubernur Jawa Timur, Soekarwo atas nama Pemerintah Pusat, melantik pasangan kepala daerah ini di Gedung DPRD Kota Batu, Rabu (26/12/2012).

Eddy Rumpoko menjabat untuk kedua kalinya sebagai walikota dengan didampingi wakil walikota yang baru. Sebagaimana diketahui, pada periode sebelumnya Eddy Rumpoko pada periode sebelumnya berdampingan dengan wakil walikota Budiono, sedangkan untuk periode keduanya ini ia maju di arena Pemilukada didampingi oleh Punjul Santoso.

Dalam sambutannya, setelah melantik pimpinan eksekutif Kota Batu ini, Gubernur Soekarwo mengingatkan bahwa pesatnya perkembangan Kota Batu saat ini berpotensi menimbulkan masalah. Salah satunya, urbanisasi pekerja dari luar Kota Batu.

“Saat ini Kota Batu ibarat sebuah lampu, hingga laron-laronnya banyak, maka kemudian banyak orang dari luar Kota Batu tinggal di kota wisata ini. Ini menimbulkan masalah apa tidak, tolong ini dikelola betul,” kata Gubenur yang popular dengan nama panggilan Pakde Karwo ini.

Data statistik mencatat pertambahan penduduk di Kota Batu, pada 2011 lalu tercatat 207 ribu jiwa. Pada 2012 ini pertumbuhan penduduk menjadi 210 ribu atau ada pertumbuhan sebesar 0,4%. Meski demikian, Soekarwo memuji kinerja walikota dan wakil walikota periode 2007 – 2012, Eddy Rumpoko dan Budiono lantaran pertumbuhan ekonomi naik signifikan sebesar 8%. Angka itu di atas pertumbuhan ekonomi Jatim yang hanya 7%.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Kota Batu (2011) sebesar Rp 15,95 juta, sedangkan PDRB Jatim (2012) hanya Rp 27,78 juta. Pertumbuhan ekonomi Batu 80% ditopang oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran 47,16%, pertanian 19,79% dan jasa. Sedangkan angka kemiskinan di Kota Batu juga menurun dari 9,83% pada tahun 2011 menjadi 8,52% pada pada tahun 2012, angka pengangguran juga turun dari 7,65% pada tahun 2011 menjadi 7,42% pada tahun 2012.

Juga diamanatkan oleh gubernur, agar walikota dan wakilnya untuk melaksanakan dengan konsisten visi misi yang dibuat dalam Pemilukada lalu. “Visi misi ini harus dilaksanakan, karena akan ditagih oleh masyarakat,” kata Gubernur mengingatkan.

Gubernur juga menyinggung masalah pengelolaan keuangan, untuk tetap mengacu kepada perundang-undangan yang berlaku. Hal ini disampaikan oleh Gubernur mengingat dalam tiga tahun terakhir, hasil periksaan BPK terhadap Laporan Keuangan Pemkot Batu mendapat penilaian disclaimer.

Usai pelantikan dalam pidatonya, Walikota Batu, Eddy Rumpoko berjanji bekerja lebih keras lagi selama lima tahun ke depan. Hal itu bertujuan agar Kota Batu lebih maju, aman dan nyaman bagi masyarakatnya. “Tidak ada di Indonesia sebuah kota kecil yang aman dan nyaman kecuali di Kota Batu,” kata Eddy.

Walikota juga berjanji, bahwa bersama pasangannya yang baru Wakil Walikota Punjul Santoso, ia akan bekerja lebih giat lagi untuk membangun Kota Batu. Karena itu, Eddy berharap dukungan dan partisipasi semua pihak untuk mewujudkannya. “Mari bersama kita membangun Kota Batu. Ke depan, saya bersama Pak Punjul akan kerja keras lagi,” tuntas Eddy.

Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota yang sempat diwarnai dengan gugatan ke Mahkamah Konstitusi sampai dengan berbagai demo yang menentang penetapan oleh KPU Kota Batu ini. Bahkan di saat pelantikan demo masih juga terjadi. Puluhan massa yang menamakan diri Gerakan Masyarakat Peduli Kota Batu (GMPKB) menghadang rombongan gubernur dan walikota yang akan melintas menuju tempat pelantikan. Mereka memblokir Simpang Lima Dusun Junwatu, Desa Junrejo Kota Batu. Aksi pemblokiran ini mereka lakukan untuk membatalkan pelantikan walikota.

Tidak hanya berorasi dan membeber pamflet, mereka juga menggelar kesenian barongsai hingga menarik perhatian warga. Kemacetan arus lalu lintas pun tak terelakkan lagi, beberapa undangan pun terpaksa harus memilih jalan lain untuk menuju gedung DPRD Kota Batu.

Sempat terjadi ketegangan saat salah seorang pengunjukrasa memaksa masuk dengan menggunakan motor. Polisi menghalang-halangi hingga terjadi dorong-dorongan antara polisi dengan para pengunjukrasa.

Juru bicara aksi, Haji Sular, mengatakan, aksi blokir jalan itu dilakukan hingga pelantikan usai. “Gubernur Jawa Timur harus tahu bahwa yang akan dilantik itu adalah walikota tanpa ijasah,” kata Sular. Massa menuntut pelantikan itu dibatalkan hingga Eddy Rumpoko bisa menunjukkan ijasahnya. Mereka juga menuntut gubernur untuk melakukan sumpah pocong dan membatalkan pelantikan. Karena penghadangan ini, rombongan gubernur dan walikota terpaksa harus dilewatkan jalan alternatif yang sudah dijaga ketat petugas kepolisian.

Di lain sisi, Eddy Rumpoko mendapat dukungan dari para ulama di Kota Apel ini. Karena itu, usai dilantik Eddy dan Punjul langsung melakukan sujud syukur dan bersilaturahmi dengan para ulama idi Masjid An-Nur Kota Batu.

“Secara prinsip kami siap mendukung pemimpin Kota Batu. Kami pun akan selalu mendoakan agar semua langkah yang dilakukan mendapat berkah dari Allah SWT,” kata Habib Muhammad bin Abu Bakar Alaydrus dalam pertemuan silaturahmi tersebut.

Meski begitu, dia berpesan agar wali kota dan wakil wali kota ini selalu menjadi pemimpin yang amanah. “Kalau menjadi pemimpin amanah, insyaa Allah bakal memperhatikan dan bisa mewujudkan kesejahteraan rakyatnya,” kata Habib Muhammad menyampaikan pesannya. (en)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s