Misteri Perumahan Persik Kediri

Budi Siswantoro Patut Diduga Bohongi Publik

Ir. H. Budi Siswantoro, MM, MT

Ir. H. Budi Siswantoro, MM, MT

Kediri, Sergap – Dibangun di atas lahan seluas 2,5 hektare yang sudah dibebaskan dari kas Desa Tinalan, perumahan yang  semestinya ditempati para pemain Persik itu sekarang dalam kondisi terlantar. Memang sejak awal pembangunannya telah diselimuti aroma tidak sedap dikarenakan ketidakjelasannya dari berbagai hal.

Perumahan Persik ini menjadi menarik, setelah Ir. H. Budi Siswantoro, MM, MT, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kediri, dalam pernyataannya di berbagai media massa, salah satunya Surabaya Pos  edisi Minggu, 18/11/2012, mengatakan bahwa Pemkot menyatakan tidak pernah melakukan tanda tangan nota kesepakatan atau MoU terkait kerjasama pembangunan rumah pemain Persik.

Budi Siswantoro juga mengatakan – sebagaimana yang juga dapat dilihat di surabayapost.co.id – bahwa selama ini memang tidak ada dokumen yang menyatakan adanya kerjasama pembangunan perumahan pemain Persik itu dengan pihak ketiga. Apalagi, pihak yang membangun perumahan itu sampai sekarang juga tidak ditemukan keberadaannya untuk di cek ulang. “Di Bagian Hukum Pemkot Kediri tidak ada atau data perjanjian tersebut. Maka bisa dikatakan, bangunan tersebut mangkrak dan liar,” jelasnya, Sabtu (17/11).

Dua poin pernyataan Budi Siswantoro tersebut patut diduga adalah sebuah kebohongan publik. Karena tidak sesuai dengan fakta yang ditemukan oleh Tabloid Sergap, yang  pernah memuat berita tentang proyek Perumahan Persik tersebut pada bulan Agustus 2008 dengan judul “Tragedi” Pembangunan Perumahan Persik.

Jelas sekali bahwa Perumahan Persik tersebut dibangun berdasarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Nomor : 04/SPMK-DAU/XII/2003 tertanggal 30 Desember 2003, yang ditujukan kepada Budiani Meirawati, Direktris CV. Tunas Pembangunan. Bahkan dalam SPMK yang diketik di atas kertas berlogo Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Kediri tersebut, tertulis itu harga borongannya sebesar Rp. 1.543.403.000,- (satu milyar lima ratus empat puluh tiga juta empat ratus tiga ribu rupiah).

Juga ada Surat Perjanjian Pemborongan dengan Nomor : 02/KONTRAK/XII/2003 tertanggal 30 Desember 2003, di mana Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman Dinas PU Kota Kediri bertindak selaku Pihak Pertama dan Budiani Meirawati, Direktris CV Tunas Pembangunan, bertindak selaku Pihak Kedua. Dan kedua belah pihak sepakat untuk melaksanakan pekerjaan Pembangunan Perumahan Persik Kota Kediri Tahun Anggaran 2004, dengan ketentuan kontrak sebanyak 21 pasal.

Ada pula Berita Acara Persetujuan Pekerjaan Pelaksanaan Untuk Pembayaran Angsuran tertanggal 19 April 2004, Telaah Staf dan juga Kuitansi Pembayaran Angsuran ke III (12,96%) senilai Rp. 200juta yang diterima oleh Budiani Meirawati dari Bendahara Proyek Syamsul Hadi.

Dikonfirmasi tentang hal ini, Budi Siswantoro awalnya tidak mengangkat handphonenya.  Setelah diSMS dan kemudian ditelpon lagi, ia mengatakan sedang rapat. Pada jam yang diperkirakan rapat sudah selesai, ia menjawab masih rapat.

Hariadi, SH, MM

Hariadi, SH, MM

Hariadi. SH, MM, Kabaghumas dan Protokol Pemkot Kediri saat ditemui di ruang kerjanya meminta Tabloid Sergap untuk menunggu 4 hari, dengan dalih belum memahami permasalahannya. “Akan saya koordinasikan dulu dengan Pak Budi”, kata Hariadi.

Empat hari kemudian, Senin (3/12/2012) melalui telpon dijelaskannya bahwa Pemkot Kediri memang benar tidak mempunyai hubungan resmi dalam proses pembangunan Perumahan Persik. “Pejabat-pejabat ketika  itu dalam kapasitas sebagai pengurus Persik”, kata Hariadi menjelaskan.

Ketika dipertanyakan, mengapa menggunakan kop surat dan stempel resmi jajaran Pemkot Kediri dan Tabloid Sergap mengajak untuk memeriksa secara bersama-sama fotokopinya, tahu-tahu suara Kabaghumas dan Protokol Pemkot ini hilang dan handphonenya tidak bisa dikontak lagi. Setelah diSMS, balasannya, “Secara prinsip itu penjelasan dari Pemkot”.

Mengapa seperti itu, sikap dua pejabat di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Kediri tatkala berbicara tentang Perumahan Persik? Menjadi semakin jelaslah, betapa misteriusnya proses Pembangunan Perumahan Persik 8 tahun yang lalu itu. Banyak hal yang rupanya ingin disembunyikan oleh orang-orang tertentu dari publik. (Tkr)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s