Kapolda NTT : Masih Banyak Cara Polisi Dapatkan Rejeki Halal

Kapolda NTT Brigjenpol Ricky HP Sitohang

Kapolda NTT Brigjenpol Ricky HP Sitohang

Kupang, Sergap – Tidak selayaknya polisi yang bertugas mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat malah menjadi ‘maling’.  Demikian dikatakan oleh Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT), Brigadir Jenderal Polisi (Brigjenpol) Ricky HP Sitohang, kepada wartawan di kantornya, Selasa (11/12/2012),  menanggapi tentang kasus penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) ke Timor Leste, yang diduga melibatkan oknum anggota Polres Belu. “Masih banyak cara yang dilakukan anggota polisi untuk mendapatkan rejeki yang halal”, kata Kapolda NTT menambahkan.

Ditegaskan oleh Kapolda Sitohang,  bahwa sapapun yang terlibat, termasuk anggota akan diproses hukum. Keterlibatan itu bisa berupa memfasilitasi, menadah, pasti ditetapkan sebagai tersangka apabila betul-betul terbukti.  “Saya sudah sampaikan kepada Kapolres Belu, siapapun anggota terlibat, apalagi mereka langsung sebagai pelakunya, tidak ada kata lain harus diproses,” tegasnya. Kapolda juga menambahkan, bahwa proses hukum tersebut harus didukung bukti yang kuat.

Sementara itu, penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Reskrim Kepolisian Resor (Polres) Belu sudah memeriksa Amodius Yohanes Manke dan Alfons Mau, yang diduga  menimbun bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sebanyak 1,6 ton, yang kemudian disita tim Brigade Mobil (Brimob) Kompi A Belu, Senin pagi (10/12/2012), yang dipimpin langsung oleh Komandan Kompi (Danki) Iptu Eujebio Bere.

Kapolres Belu, AKBP Yudi Priyono, SH, MH, menjelaskan melalui Kabid Humas, Iptu Muhammad Azhar, S.H,  bahwa Amodius Yohanes Manke dan Alfons Mau, hingga kini belum ditahan oleh Polres Belu. Mereka masih diambil keterangannya oleh penyidik, untuk mengetahui unsur pidananya dalam kasus ini.  “Intinya proses hukum tengah berjalan. Soal sudah ditahan atau belum, kami ikuti proses penyelidikan dulu. Kalau ada unsur pidana, tentu kami tidak akan tolerir dan pasti ditahan,” kata Kabid Humas menambahkan.

Iptu Eujebio Bere

Iptu Eujebio Bere

Yang menarik,  Amodius Yohanes Manke dan Alfons Mau mencoba menyuap Iptu Eujebio Bere, SH yang memimpin penyitaan dengan dua botol bir bintang dan uang Rp 1 juta. Semua barang tersebut sudah diamankan di Mapolres Belu untuk keperluan proses hukum selanjutnya.

“Harga diri saya dan pangkat ini tidak bisa dihargai dengan  dua botol bir atau uang Rp 1 juta. Siapa saja yang coba-coba bermain dengan bahan bakar minyak akan saya sikat”, tegas Iptu Eujebio Bere yang didampingi Pasi Operasional, Aipda Abel Sarmento dan Kanit Intel, Bripka Lina Soares Babo, kepada wartawan di Markas Kotis Atambua, Senin (10/12/2012).

Ditambahkan oleh Eujebio, Brimob merupakan pasukan elit kepolisian yang selalu siaga mengamankan manakala ada kondisi yang meresahkan masyarakat. Permasalahan yang lagi meresahkan warga Belu saat ini adalah krisis BBM yang menyebabkan kelangkaan selama beberapa minggu belakangan.

“Mengantisipasi kondisi ini, anggota sudah saya perintahkan menjaga SPBU, juga mengintai manakala ada oknum warga yang bermain menimbun BBM.  Mereka pikir saya gampang diatur. Mereka salah alamat. Bagi saya tidak ada ampun, saya sikat kalau melanggar hukum,” tegas Eujebio.

Eujebio juga menyatakan, bahwa kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Belu terhadap Brimob Belu untuk menjaga SPBU belakangan ini cukup efektif.  Walaupun saat ini kuota premium dari sebelumnya 80 ton menjadi 40 ton/hari dan solar sebelumnya 75 ton menjadi 30 ton/hari untuk lima SPBU, ternyata berjalan normal. Bahkan masih ada sisa BBM untuk melayani kebutuhan warga hari berikutnya.

” Ada warga yang persoalkan kenapa Brimob jaga karena mereka terusik tidak bisa menjual  BBM ke perbatasan lagi. Kalau kalian main kucing-kucingan, saya lebih gila. Saya akan sikat, siapapun,” tegas Eujebio.

Sementara itu pemilik solar, Amodius dan Alfons Mau mengatakan, penimbunan BBM solar ini dilakukan baru seminggu belakangan. Penimbunan BBM ini, untuk memenuhi kebutuhan petani di daerah itu yang setiap kali datang membeli.  “Kami tidak selundup ke Timor Leste. Solar ini untuk kebutuhan petani. Sementara uang dan dua botol bir itu memang atas inisiatif kami, bukan atas permintaan dari Danki (Eujebio) ,” kata Amodius. (Tim Sergap Biro NTT)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s