Semrawutnya Pembangunan Kantor Desa Mrican Kota Kediri

Tanah pengganti belum ada, lapangan sudah dipatoki

Kediri, Sergap – Rencana pembangunan Kantor Kelurahan Mrican yang baru, rencananya akan dibangun di atas tanah Lapangan Mrican menuai protes dari sebagian warga. Hal ini dikarenakan proses pembelian tanah pengganti lapangan tersebut masih belum selesai. Tanah pengganti itu belum di bayar oleh pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri.

Pengawas Lapangan dari Dinas PU Sugeng Riyanto, saat itu Senin, (1/10/2012) mengatakan, “Coba saya tanyakan dulu ke pimpinan proyek (pimpro) atau PPK, saya tidak tahu kalau lahan pengganti belum selesai atau clear. Saya cuma mendengar saja kalau lahan pengganti sudah ada ”, kata Sugeng .

Sementara itu, Suwarno Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Mrican menjelaskan, bahwa LPMK sudah tahu jika tanah lapangan itu akan di bangun Kantor Kelurahan Mrican.“Masyarakat sudah mengetahui, karena sudah di sosialisasikan dan kalau masalah tanah pengganti sudah ada dan sekarang ini masih dalam proses, hal ini di karenakan salah satu pemilik tanah pengganti masih berada di tanah suci menunaikan ibadah haji. Bulan November soal tanah pengganti sudah selesai”, jelas Suwarno.

Namun, Suwarno juga tidak dapat memastikan bahwa setelah pemiliknya pulang dari berhaji, semuanya akan selesai. “Kalau kepastian, itu kan ada panitianya”, katanya.

M. Zaenuri, tokoh masyarakat setempat mengkritisi bahwa di saat pengukuran sudah dilaksanakan, sementara tanah pengganti belum selesai prosesnya. Dia merasa ada yang janggal dalam tahapan untuk mendapatkan tanah pengganti itu.

M. Zaenuri

“Tanah pengganti lapangan seharusnya, sesuai dengan sosialisasi dari Bagian Pemerintahan,  yang saat itu diwakili saudara Wahyu, telah disepakati, bahwa lapangan itu boleh dipakai dan dibangun 7 kantor kelurahan dengan catatan tanah pengganti untuk lapangan itu harus sudah ada, tapi yang terjadi apa?”, kata Zaenuri.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Zaenuri, saat pertama pematokan lapangan itu adalah hari Jum’at, tanggal 28 September 2012, namun patok-patok itu dicabuti oleh warga. “Yang kedua ya hari ini (Senin, 1 Oktober 2012, red). Kalau saya menilai antara satker yang ada di Pemkot kurang adanya koordinasi. Mestinya kalau memang sudah direncanakan bahwa tanah lapangan  akan dipergunakan pembangunan Gedung Kantor Kelurahan, dahulukan proses pelepasan asset terlebih dahulu untuk alih fungsinya. Masyarakat ingin pembangunan ini berjalan dengan baik, tapi di satu sisi prosedur yang sudah berjalan harus dilalui secara benar”, jelas Zaenuri

Untuk menelusuri proses alih fungsi tersebut, Tabloid Sergap berupaya untuk menemui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) atau Pimpronya, yaitu I Made Permana, ST, namun tidak berada di tempat. Sedangkan Kabid Tata Bangunan selaku PPTK Ir. Datik tidak mau ditemui, salah satu  stafnya menyarankan untuk bertemu dengan Pak Eko. Namun sebenarnya, sesaat kemudian Datik keluar dari ruangan dengan tergesa-gesa langsung pergi mengendarai mobilnya.

Pak Eko yang dimaksud oleh staf tersebut adalah Eko Lukmono Hadi ,S.Sos MM, Kasubag Program, Evaluasi dan Pelaporan (sekarang menjabat Sekretaris Dinas PU). Namun saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, Lho koq disuruh menghadap saya semua? Yang lebih tahu atau mengerti  kan  Pimpro selaku PPK atau PPTK”.

Eko juga menggatakan semua prosedur pematokan sudah sesuai prosedur dan SK Walikota. Pekerjaan tersebut dilakukan juga berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK), dan untuk lelangnya dapat di upload di LPSE Jawa Timur. “Jadi pengadaan tanah itu melekat pada bagian Pemerintahan dan untuk kegiatan teknis pembangunan kantor Keluran melekat di SKPD.  Dinas PU dalam pembangunan Kantor Kelurahan Mrican berdasarkan permohonan dari kantor Kelurahan”, katanya menjelaskan.

Kabag Pemerintahan Pemkot Kediri M. Ridwan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (3/10/2012) mengatakan,  “Tidak ada aturan yang mengharuskan tanah pengganti harus ada terlebih dahulu baru membangun. Untuk pembangunan tersebut sudah kita anggarkan dengan segala upaya kita. Untuk pelepasan tanah tersebut memang belum ada pelepasan”, kata Ridwan.

Pernyataan Kabag Pemerintahan Pemkot Kediri ini bertentangan dengan sosialisasi yang telah dilaksanakan kepada warga Kelurahan Mrican, sebagaimana diceritakan oleh Zaenuri. Warga memahaminya dilaksanakan pelepasan dulu, baru dilaksanakan pembangunannya.

Lantas, siapa yang benar? (Dick)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s