Paspor Haji Aspal Kloter Kabupaten Mojokerto Terbongkar

Paspor Haji

Mojokerto, Sergap – Sebuah kejahatan yang memalukan terjadi di wilayah Kabupaten Mojokerto. Kasus yang saat ini ditangani Polres Mojokerto ini adalah pemalsuan Paspor Haji yang patut diduga melibatkan oknum pegawai Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto.

Modusnya adalah menggunakan Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH) dan Bukti Pelunasan Ibadah Haji (BPIH), Nomor Porsi (Nomor Urut Pemberangkatan) dan mengganti foto pada paspor milik calon jemaah haji lain yang tidak jadi berangkat.

Akibatnya, ada 36 Calon Jamaah Haji (Calhaj) dari Kloter 44 Kabupaten Mojokerto yang batal berangkat. Kursi mereka diganti oleh jamaah lain dengan cara tersebut.

Kantor Wilayah Kementrian Agama Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jatim) telah memastikan, 36 paspor yang digunakan calon jamaah haji Mojokerto palsu. Kepastian ini didapatkan setelah mendapat laporan dari Kemenag Kabupaten Mojokerto usai melakukan verifikasi dugaan paspor palsu.

Kasubag Humas Kanwil Kemenag Jatim Fatkhul Arief menjelaskan, 15 calon haji diantaranya terbukti telah menggunakan nama palsu saat berangkat haji tahun lalu. Dan kini kembali digunakan lagi untuk keberangkatan tahun ini.

“Selain itu ada juga yang menggunakan paspor milik jamaah yang sudah meninggal dan sakit,” katanya, Kamis (11/10/2012), sebagaimana dirilis detiksurabaya.com

Drs. Ahmad Rodli, MAg (detiksurabaya.com)

Arief menambahkan, dalam laporan yang disampaikan Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Drs. Ahmad Rodli, MAg juga teridentifikasi 8 diantara 36 paspor tersebut menggunakan alamat fiktif. “Yang 8 orang ini ternyata bukan asli Mojokerto tapi dari daerah lain dan menggunakan alamat fiktif dalam paspornya,” imbuhnya.

Ia juga mendukung upaya Polres Mojokerto yang sudah memulai pemeriksaan terhadap 36 orang jamaah. Bahkan kata Arief, Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Ahmad Rodli turut diperiksa.

Pemeriksaan Ahmad Rodli, lanjut Arief disebabkan dalam paspor palsu tersebut tertera nama terang serta stempel Kemenag Kabupaten Mojokerto. “Pak Rodli dan 36 orang yang membawa paspor tersebut telah diperiksa. Kami sangat mendukung upaya tersebut demi terungkapnya kasus tersebut,” ujar Arief.

Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugroho mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan secara bertahap. Tahap pertama, polisi meminta keterangan terhadap 36 orang pemilik porsi haji asli. Sampai hari Senin (22/10/2012) sudah ada 10 orang yang dimintai keterangan.

“Semua KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji, red) yang ada di di wilayah Kabupaten Mojokerto juga akan dipanggil menyusul adanya indikasi praktek jual beli Nomor Porsi calon jamaah haji”, kata Kapolres menjelaskan.

Ada indikasi, kasus menggunakan paspor aspal dengan menggunakan foto orang lain ini, terjadi sejak lama, dan melibatkan sejumlah KBIH. Kapolres menyatakan, kasus haji dengan paspor aspal ini merupakan atensi polisi. Sehingga, pihaknya menargetkan penyelesaian kasus tersebut secepatnya. Namun sejauh ini, lanjutnya, polisi belum mengarah pada tersangka. “Kami masih mengumpulkan data dan bukti, setelah itu dilakukan gelar perkara,” kata Kapolres menambahkan.

AKBP Eko Puji Nugroho, SIK, MH

Sementara itu polisi kembali melakukan pemeriksaan terhadap Calon Jamaah Haji (CJH) yang identitasnya dipakai jamaah lain. Pemeriksaan dilakukan di ruang eksekutif lantai dua, Polres Mojokerto di Mojosari, Senin (22/10/2012). Mereka diperiksa sejak pukul 11.00 WIB, dimintai keterangan seputar paspor yang yang fotonya diganti foto orang lain.

“Sebenanrnya yang kami panggil hari ini 16 orang, tapi yang bisa hadir 7, sisanya besok. Ada 33 yang sudah kami panggil,” ujar Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP I Gede Suartika, Senin (22/10/2012). Mereka itu adalah Kasiatin, Marsam, Mudlikah, Mujiadi, Siti Fatimah, dan Siti Nafiah. Mereka semuanya warga Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. “Mereka ini berangkat tahun 2010 dan menggunakan identitas orang lain,” ujar Gede.

Sebelumnya pada Kamis (18/10/2012) polisi kembali mendatangi kantor Kementrian Agama Kabupaten Mojokerto, untuk mengambil data-data dari 36 calon jamaah haji (CJH) yang diduga menggunakan paspor asli tapi palsu (aspal).

Polisi dari Polres Mojokerto ini langsung menuju ruang Kasi Haji dan Umroh Kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto di jl RA Basuni, Sooko, Kabupaten Mojokerto. Tiga orang polisi dari Tim Khusus yang dibentuk Satreskrim Polres Kabupaten Mojokerto itu menyita  paspor dan berkas-berkas administrasi terkait lainnya.

Sementara itu Plt Kasi Haji Kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto, Amir Sholehuddin membantah keterlibatan internal di kantornya yang terlibat dalam kasus paspor asli tapi palsu (aspal). “Kalau pun memang ada itu oknum. “Ada oknum yang memalsu. Kita tidak berbuat tapi jadi sasaran ” katanya, tanpa menjelaskan siapa yang dimaksud dengan oknum itu.

Amir juga mengingatkan bahwa SPPH yang diterbitkan tahun 2008 untuk keberangkatan tahun 2012, sehingga 36 CJH yang gagal berangkat itu adalah hasil temuan yang dilakukan Kemenag Kabupaten Mojokerto saat proses pemeriksaan administrasi. “Kemenag Kabupaten Mojokerto bekerja sesuai tugas, pokok dan porsi (tupoksi) yakni melayani pendaftaran dan pemberangkatan CJH yang sudah memenuhi syarat,” katanya menjelaskan. (win/smn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s