SDN Bandar Kidul 1 Ditelantarkan oleh Pemkot Kediri

Ditopang bambu agar tidak ambruk

Kediri, Sergap – Pemerintah Kota Kediri mampu membangun jembatan baru di sebelah utara jembatan lama, bisa meneruskan pembangunan RS Gambiran II yang menelan biaya milyaran rupiah, tapi untuk memperbaiki/membangun gedung sekolah yang mau ambruk ternyata tidak mampu.

Ironis sekali, masih ada saja gedung sekolah milik Pemerintah yang berada ditengah kota yang mau ambruk dan hanya ditopang dengan bambu + 3thn terakhir ini belum di sentuh sama sekali. Ini bisa dilihat di SDN Bandar Kidul 1 Kota Kediri.

Sekolahan yang berada di tengah kota dan di pinggir jalan raya. Sungguh memalukan Pemerintahan Kota Kediri, sudah mendengar dan melihat, akan tetapi masih saja  tutup telingga dan mata dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Kediri. Sudah banyak laporan yang masuk tetapi tidak pernah di tanggapi, yang ada hanya janji-janji belaka.

Kemana dana untuk pembangunan dan rehab gedung sekolah  menghilang?

Pembangunan fisik yang dibiayai dari anggaran Pemerintah tahun 2009. Yang dulunya diperuntukan  ruang perpustakaan hingga kini belum selesai. Ruang guru dan Kepala Sekolah selama ini menggunakan ruang kelas IV, hingga murid kelas 1 dan kelas 2 bergiliran masuk pagi dan siang. Kepala Dinas Pendidikan yang waktu itu masih  dijabat oleh Drs. Wahid Ansori saat ditemui Tablod Sergap (Senin, 18/7/2011) berjanji akan memperbaiki dari tahun kemarin di tinggal lewat saja, ternyata hanya omong kosong belaka.

Pemkot tutup mata atau pura-pura buta atau mungkin juga sudah tuli. Apa perbaikan mungkin akan dilakukan bila sudah menelan korban…???

Siti Suwarsi Kepala SDN Bandar Kidul 1 saat ditemui mengatakan, “Terkait rehab sekolah dan penyelesaian pembangunan ruangan yang belum selesai dari tahun anggaran 2009 akan dilakukan di bulan ini atau bulan depan. Kemarin sudah dilelang dan menurut informasi menggunakan anggaran DAU senilai + 180jt untuk rehab, tapi kapan akan dilaksanan saya tidak tahu pasti”, kata Siti.

Nurhadi Sekti Mukti, anggota DPRD Kota Kediri dari Komisi C mengatakan, “Masa pembangunan lama sekali? Coba saya ceknya pembangunan tersebut”, tegas Hadi.

Hal senada juga di ungkap Yudi Ayub Chan, “Saya mengarapkan semua cepat terealisasi dan dinas  terkait secepatnya melakukan survey dan melaksanakan perbaikan sehingga proses belajar tidak terganggu, karena ini merupakan urusan wajib, pemerintah daerah harus mengetahui proses tersebut”, kata  Ayub.

Hadi Sucipto, Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri dari Fraksi PDIP mengatakan, “Terkait dari masalah tersebut kita berharap dinas harus secepatnya melakukan survey di lapangan, bila sudah ada kerawanan yang sangat krosial itu harus cepat diagendakan. Kalau pembangunan dari anggaran tahun 2009 bila belum selesai sampai sekarang, pemerintah harus menganggarakan/wajib segera di bangun. Dana tersebut bisa di ambil dari SILPA. Apabila pembangunan dalam setahun tidak selesai, dana tersebut harus kembali ke SILPA, dan menurut saya sangat lucu bila ada pembangunan di kota Kediri belum selesai dan tidak layak itu merupakan suatu keteledoran dan sangat aneh, jadi Dinas pendidikan harus segera menyelesaikan pembangunan tersebut”, pungkas Sucipto.

Drs. Gunawan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri saat ditemui tidak ada di tempat. “Bapak tidak ada”, kata stafnya. (Dick)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s