Debt Collector Tidak Bisa Lagi Sita Paksa Ranmor

Debt Collector (illustrasi)

Surabaya, Sergap – Salahuddin, Kasi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham Jawa Timur mengatakan, kreditur tidak bisa lagi semena-mena menarik kendaraan secara paksa dari debitur yang menunggak angsuran.“Jika tidak mendaftarkan Jaminan Fidusia, kreditur tidak bisa menyita aset debitur,” tegasnya.

Hal ini dikarenakan telah terbit Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) yang baru, tertanggal 7 Agustus 2012 yaitu : PERMENKEU NOMOR : 130/PMK.010/2012 (klik untuk mengunduh Permenkeu)

Kreditor/leasing tidak dapat lagi semena-mena dengan cara paksa dan kekerasan menarik kendaraan bermotor dari debitur yang menunggak angsuran. Kreditur harus  melakukan pendaftaran Jaminan Fidusia. Jika tidak, maka kreditur/leasing tidak bisa menyita aset debitur. “Peraturan itu semata-mata ingin melindungi konsumen atau debitur,” kata Salahuddin.

Pasalnya selama ini papar Salahuddin, masyarakat kerap dibuat resah oleh kreditur yang menggunakan jasa debt collector untuk mengambil secara paksa kendaraan debitur. “Padahal belum tentu kendaraan yang berstatus kredit itu telah di daftarkan jaminan fidusia,”ungkapnya

Meski telah dilakukan pendaftaran Jaminan Fidusia, sebenarnya pihak leasing tidak bisa melakukan pengambilan secara paksa atau eksekusi jaminan tanpa melibatkan pihak Kepolisian. “Dalam aturanya, eksekusi jaminan itu harus melibatkan pihak Kepolisian bukan Debt Collector,”paparnya

Oleh karenanya, pihak konsumen atau debitur bisa memastikan dulu apakah perjanjian kredit yang dilakukan dengan pihak kreditur/leasing telah didaftarkan jaminan fidusia. “Jika tidak didaftarkan, konsumen berhak menolak eksekusi dari pihak leasing,”tandasnya

Ditambahkan oleh Salahuddin bahwa, berdasarkan data yang dimiliki, kreditur/leasing yang mendaftarkan Jaminan Fidusia selama ini di Jawa Timur per tahun hanya mencapai 43 ribu. “Padahal, jumlah transaksi kredit, angkanya bisa saja jauh lebih besar dari itu,”tandasnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Ditlantas Polda Jatim, untuk wilayah Surabaya saja pada tahun 2012, pertumbuhan jumlah kendaraan roda dua (R2) sebanyak 225.796 dan roda 4 (R4) sebanyak 58.499. Dimana sebagian besar kendaraan itu dibeli secara kredit yang memerlukan pendaftaran Jaminan  Fidusia.

Sementara untuk kasus perselisihan  antara pihak kreditur/leasing dengan pihak debitur, selama tahun 2012 kerap terjadi di Jawa Timur. Diantaranya, pada awal April lalu, puluhan massa dari pihak rental mobil Al Akbar (debitur) menggeruduk kantor leasing di Jl. Kayoon Surabaya lantaran menyita mobilnya yang belum lunas.

Kemudian di Probolinggo, seorang pegawai dinas perhubungan mendatangi kantor leasing setempat karena sepeda motornya disita paksa oleh leasing. Selanjutnya, di Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, Debt Collector berupaya mengambil paksa sepeda motor yang diduga menunggak angsuran, namun aksi Debt Collector itu mendapat perlawanan dari ratusan warga sehingga mobil Avanza yang ditumpangi Debt Collector itu dibakar massa.

Hukum wajib harus ditegakkan. Jika tidak, maka akan banyak terjadi aksi kekerasan, baik itu saat Debt Collector menyita asset, maupun reaksi masyarakat yang akan berujung kekerasan pula. Kepolisian sebagai penegak hukum di lapangan wajib tegas dalam melindungi dan mengayomi masyarakat dengan berdasarkan hukum yang berlaku. (ang)

8 thoughts on “Debt Collector Tidak Bisa Lagi Sita Paksa Ranmor

  1. Ping-balik: Debt Collector Rampas Motor Masih Marak di Banyuwangi | TABLOID SERGAP

  2. Walaupun berbagai upaya pemerintah dalam melindungi konsumen, akan tetapi pihak finance sendiri jarang mengindahkan aturan yang berlaku.hal ini terlihat masih ada saja debt collector yang sering terlihat mangkal di traffic ligt dan mencari cari motor yang wanprestasi melalui nopol. untuk itu, mohon dipertegas dengan aturan ataupun sosialisasi ke pihak finance agar tidak semena mena lagi.

  3. Konsumen pada gak tau diri. udh ngutang (kredit) aja,, pada belagu. nunggak/ nunda2 kewajibannya (pmbayaran angsuran bulanan). jadi kredit macet yg bikin leasing jadi gak bisa puter2 tuh duit modal milik prusahaan…..

    • Kita negara hukum.beli kendaraan melalui proses dan pengambilan sita harus melalui proses,kalau mengambil secara paksa/itu namanya perampasan dan perampokan,jadi anda jangan berpikir semuanya hak leasing.jadi anda berkaca dulu baru coment

    • konsumen kredit juga bayar bunga bunk, nunggak juga kena denda,jadi pikir pikr dulu jangan asal ngomong,ini negara hukum semua ada aturan hukumnya

  4. Ping-balik: Waspadalah, Premanisme Ala Adira Finance | TABLOID SERGAP

  5. SETUJU….? karena selama ini yang dibikin rugi debitur. saat bayar lebih awal debitur tidak dapat apa2, paling banter dapat pujian. giliran debitur melanggar tanggal pembayaran pihak kreditur mengancam ekskusi kendaraanya. semoga ada efek jera euat kreditur sama kroni2nya. terima kasih boos….?

  6. Hukum tinggal hukum,hukum di Indonesia seperti menegakkan benang basah.
    Who dares win,siapa yang kuat itu yang menang,inilah jahiliyah modern.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s