Subiyono dan Aroma Dugaan Korupsinya

ICON Lapsus wp

subiyono dan aroma cvrSurabaya, Sergap – Ir. Subiyono, MMA saat ini menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PTPN (PT Perkebunan Nusantara) X yang berkantor di jalan Jembatan Merah Nomor 3-11 Surabaya. Sebelumnya pria kelahiran Banyuwangi, 21 Maret 1951 ini, menjabat sebagai Kepala Disbun Jatim (Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur). Dalam dua jabatannya ini, sosok Subiyono menjadi sangat menarik karena digunjingkan oleh kasus-kasus yang kurang sedap.

Kasus Korupsi Terbesar di Jatim

Yang gegap gempita adalah kasus Penguatan Modal Usaha Kelompok (PMUK) Petani Tebu Rakyat di Disbun Jatim yang diperkirakan merugikan keuangan negara atau perekonomian negara  sejumlah Rp. 27.625.625.150,00 (dua puluh tujuh milyar enam ratus dua puluh lima juta enam ratus dua puluh lima ribu seratus lima puluh rupiah). Sebuah kasus korupsi dengan nilai kerugian negara terbesar sepanjang sejarah anti korupsi yang ditangani aparat penegak hukum di wilayah Provinsi Jawa Timur.

Kasus ini telah membuat Ir. Rini Sukriswati, MSi, Kepala Bidang Usaha Tani Dinas Perkebunan Jatim -bawahan langsung Subiyono- ditetapkan sebagai buronan negara (DPO) oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur berdasarkan Surat Perintah Penangkapan yang ditanda tangani oleh Kepala Kejati Jatim No: 722/0.5/Fd.1/08/2010 tertanggal 31 Agustus 2010.

Sebagaimana telah banyak diberitakan di berbagai media massa, Rini Sukriswati diberikan status buronan setelah beberapa kali dipanggil kejaksaan, namun tidak hadir bahkan kemudian menghilang bak ditelan bumi.

Ir. Rini Sukriswati, MSi, DPO

Berbagai spekulasi berkembang tentang keberadaan perempuan paruh baya yang dijuluki Ratu Koruptor oleh berbagai media massa ini. Ada yang mengatakan dia berada di Jepang, karena salah satu anaknya tinggal di sana. Namun muncul pula dugaan, karena Rini Sukriswati adalah pelaku utama dalam kasus korupsi ini, maka ada pihak-pihak tertentu yang menyembunyikannya, dengan tujuan agar tidak merembet ke pejabat-pejabat lainnya.

Terkait dengan masih buronnya Ratu Koruptor dari Jawa Timur ini, Ketua KPK saat itu, Busyro Muqqodas menyarankan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur, untuk mengirimkan surat permintaan bantuan ke KPK untuk memburu dua koruptor yang masuk daftar pencarian orang (DPO)Kejati Jatim, Rini Sukriswati dan dokter Bagoes Sutjipto.

“Saya sarankan Kajati Jatim mengirim surat ke kami, kami punya sumber daya untuk ikut mencari buron kasus korupsi,” katanya di sela-sela penutupan lokakarya investigasi antikorupsi untuk jurnalis di Surabaya, Rabu, 20 April 2011.

Namun, tidak jelas apakah kemudian Kajati Jawa Timur menanggapi tawaran KPK ini. Sebagaimana dijelaskan Busyro, cara serupa sukses dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. “Kajati Makassar pernah meminta bantuan KPK untuk mencari tiga DPO. Itu nggak soal, asalkan ada surat permohonan bantuan dan akhirnya kami dapat menangkap ketiga DPO itu pada pukul 23.00 Wita, kemudian hasilnya kami laporkan ke Kajakgung. Kajakgung merespons positif dan minta kerja sama serupa dilakukan terus,” kata Busyro saat itu sebagaimana dirilis oleh republika.co.id.

Dugaan Keterkaitan Ir. Subiyono, MMA

Tersangka kasus korupsi Rini Sukriswati, sejak 2008 diduga melakukan penggelapan dana PUMK senilai Rp 27,6 milyar. Dalam kasus korupsi tersebut dana PUMK yang seharusnya digunakan untuk keperluan penggelolaan lahan petani tebu, ternyata diselewengkan dan digunakan untuk kepentingan pembuatan pabrik gula di Mojokerto oleh Koperasi Usaha Bersama (KUB) Rosan Kencana. Di mana Rini Sukriswati merupakan salah satu pendirinya.

Putusan PN Mojokerto dengan terdakwa Drs. Makmud Rosyad, SE, MM

Tersangka lainnya sudah menjadi terdakwa dan ditahan di Rutan Medaeng. Mereka adalah  Drs. Makmud Rosyad, SE, MM, selaku Ketua Koperasi Usaha Bersama (KUB) Rosan Kencana, HM Koesmanan, Bambang HP dan H. Ainur Rokid, yang sebelumnya menjabat sebagai ketua, sekretaris dan bendahara Koperasi Primer Tebu Rakyat (KPTR) Sari Rosan Kecamatan Jatirejo, Mojokerto. Sedangkan Ir. Wahyu Teguh Wiyono, Bendahara KUB Rosan Kencana yang juga pernah menjadi Calon Bupati Situbondo itu sudah meninggal karena penyakit lever yang dideritanya pada hari Minggu, 31 Juli 2011 di RS Husada Bhakti Surabaya.

Dalam putusan Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto Nomor : 593/Pid.B/2010/PN.Mkt yang dibacakan Majelis Hakim pada hari Kamis, 07 April 2011, terdakwa Drs. Makmud Rosyad, SE, MM, telah dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana Korupsi yang dilakukan secara bersama-sama dan berlanjut. Dan telah dijatuhi hukuman 1 tahun 3 bulan, serta denda Rp. 75 juta.

Pada halaman 5 alinea terakhir pada putusan ini yang bersambung ke halaman 6, tertulis bahwa Ir. Subiyono, MMA telah menandatangani untuk setuju dibayar dana PUMK sebesar Rp. 75.054.651.394,00 (tujuh puluh lima milyar, lima puluh empat juta, enam ratus lima puluh satu ribu, tiga ratus sembilan puluh empat rupiah)..

Putusan MA dengan terdakwa H. Ainur Rokid

Mahkamah Agung RI dalam putusan bernomor : 143K/PID.SUS/2012 yang diputuskan oleh Majelis Hakim Agung pada Selasa, 29 Mei 2012, terdakwa H. Ainur Rokid, telah dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan primair Jaksa Penuntut Umum. Dan telah menjatuhkan hukuman 1 tahun, serta denda Rp. 200 juta.

Pada halaman 4 point pertama pada putusan ini, juga tertulis bahwa Ir. Subiyono, MMA telah menandatangani untuk setuju dibayar dana PUMK sebesar Rp. 75.054.651.394,00 (tujuh puluh lima milyar, lima puluh empat juta, enam ratus lima puluh satu ribu, tiga ratus sembilan puluh empat rupiah).

Karena tercantum dalam putusan pengadilan dan kedua terdakwanya sudah dinyatakan bersalah, hal di atas bisa dikatakan adalah merupakan Fakta Hukum Tindak Pidana Korupsi. Artinya peradilan, dalam hal ini Pengadilan Negeri Mojokerto dan Mahkamah Agung RI sudah menyatakan dalam putusannya bahwa Ir. Subiyono, MMA selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), telah setuju untuk dibayar dana PUMK sebesar Rp. 75.054.651.394,00 yang ternyata di kemudian hari ternyata dikorupsi secara bersama-sama dan berkelanjutan oleh Rini Sukriswati dan kawan-kawannya, sehingga merugikan keuangan Negara sebesar Rp. 27.625.625.150,00.

Logika sederhananya, sudah menjadi tugas dan kewajiban Ir. Subiyono, MMA sebagai Kepala Disbun Pemprov Jatim dan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran saat itu, untuk mengawasi penggunaan uang rakyat yang telah disetujuinya untuk dibayar dalam rangka proyek PUMK yang dibiayai dari APBN ini.

Subiyono sudah beberapa kali diperiksa oleh Kejati Jatim. Namun putusan PN Mojokerto dan Mahkamah Agung itu, bisa menjadi petunjuk baru untuk membongkar kasus ini, tanpa harus menghadirkan Rini Sukriswati, karena dia bisa diadili dengan cara in absensia (tidak perlu menghadirkan terdakwa di pengadilan).

“Benar. Putusan itu (PN Mojokerto dan Mahkamah Agung, red) merupakan petunjuk baru yang dapat dijadikan pedoman penyidikan”, kata seorang jaksa di Kejati Jatim yang minta namanya tidak ditulis kepada Tabloid Sergap, Kamis (27/09/2012)

Kepemimpinan Otoriter Ala Ir. Subiyono, MMA

Subiyono, mengawali karier sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Pemprov Jatim pada tanggal 05-11-1980 dengan pangkat Penata Muda golongan IIIa. Belum ada 2 tahun sudah PNS penuh pada tanggal 05-05-1981. Bahkan pangkat Penata Muda IIIb, hanya diraihnya dalam masa 3 tahun. Dan jabatan Kasie Perencananan Disbunda Provinsi Dati I Jatim di Bojonegoro sudah didudukinya sejak 01-06-1981, dan satu setengah tahun kemudian jabatan Kepala Cabang Disbunda Provinsi Dati I Jatim di Bojonegoro berhasil diraihnya pada tanggal 28-07-1982.

Empat tahun di Bojonegoro, kemudian Subiyono menjabat sebagai Kepala Cabang Disbunda Prop. Dati I Jatim di Jember. Suami dari Trusiana Nastiti ini menjabat di Jember selama 8 tahun, baru kemudian ditarik ke Surabaya sebagai Kepala Sub Dinas Tehnik Produksi Disbunda Provinsi Dati I Jatim di Surabaya pada tanggal 25-12-1994.

Pada tanggal 23-12-1998, Subiyono menjabat Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur yang didudukinya selama 10 tahun sampai dengan tahun 2008. Dari data yang Tabloid Sergap kumpulkan, tertera pada tahun ini jenis kepegawaian Subiyono PNS Drop Out (DO). Bisa diartikan bahwa Subiyono mungkin mengundurkan diri dari PNS untuk dapat memegang posisi sebagai Direktur Utama PTPN X, yang dipegangnya sejak 13-06-2008 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor : KEP-116/MBU/2008.

Latar belakang sebagai birokrat di jajaran Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur inilah yang mungkin menimbulkan pendapat di kalangan internal PTPN X sendiri, bahwa Subiyono menerapkan kepemimpinan otoriter, sama dengan style di birokrasi.

Kegagalan Demi Kegagalan

Rumor yang beredar saat itu, kehadiran Subiyono di PTPN X adalah dalam rangka “mengamankan” KSO (Kerjasama Operasional) antara Pabrik Gula (PG) Ngadirejo Kediri dengan PT. Kencana Gula Manis sebuah perusahaan swasta yang punya bisnis pergulaan dari Malang. Namun karena ditentang oleh para serikat pekerja di seluruh PTPN X, maka akhirnya gagal total.

Demo menolak KSO di PG Ngadirejo saat itu

Akibatnya, PTPN X terancam membayar puluhan milyar, karena PT. Kencana Gula Manis menggugatnya lewat Badan Arbitrase Nasional Indonesia.

Kegagalan pertama ini, juga diikuti oleh sejumlah besar kegagalan-kegagalan menejemen lainnya, sebagaimana diuraikan dalam fotokopi yang resume (ringkasan) yang diterima oleh Tabloid Sergap dari sumber yang dapat dipercaya.

Resume yang berjudul Penilaian Kinerja Direktur Utama (Dirut) PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) Tahun 2008 s/d 2011. Ditulis di situ bahwa PTPN X, adalah perusahaan agribisnis tebu yang mengelola 11 pabrik gula 3 Kebun Tembakau, 3 Rumah Sakit dan beberapa unit usaha lainnya seperti jasa cutting (cerutu), pabrik karung plastik.

Ditulis pula di situ tulisan kritis terhadap kinerja Dirut pada tahun 2008, kinerja tahun 2009 dan kinerja Tahun 2011. Ada 3 halaman fotokopi yang memerinci kinerja Dirut yang diterima redaksi Tabloid Sergap, yang dapat pembaca unduh, di bagian bawah berita ini.

Gali Lubang Tutup Lubang

Dan pada tulisan ini, kami sajikan kesimpulannya, yaitu :

  1. Selama 4 (empat) tahun terakhir, angka-angka produltivitas PTPN X tidak menampakkan hasil yang memuaskan, justru menunjukkan penurunan yang sangat menglhawatirkan dari tahun ke tahun, luasan areal menurun, demikian juga produktivitas hasil. Pasokan bahan baku tebu, cenderung mengandalkan dari luar wilayah (tebu bebas) yang membutuhkan subsidi angkutan yang nilainya semakin meningkat.
  2. Di sisi lain, tebu sendiri (TS) hasilnya buruk, mengakibatkan beban pada biaya produksi sangat tinggi, rata-rata kehilangan keuntungan dari TS mencapai Rp. 25 milyar.
  3. Kinerja keuangan dihasilkan dari kondisi eksternal yang tidak dikuasai (harga gula naik) dan produksi tetes yang melimpah pada tahun 2011.
  4. Apabila dilihat dari sisi likuiditas, kumulatif sumber dana dari hutang tahun 2010, membebani cash flow, tahun-tahun berikutnya :
  • Tahun 2010 Hutang KMK/KI Rp. 1,7 trilyun mencapai 400,9% penjualan hasil.
  • Tahun 2011 Hutang KMK/KI Rp 845,7 milyar mencapai 42,76% penjualan hasil.
  • Tahun 2012 Hutang KMK/KI Rp 850 milyar mencapai 40,85% penjualan hasil.
  • Cash flow akan tergantung dari hutang bank di kemudian hari.

Perbandingan Total Asset dengan Penjualan : Tahun 2010 : 83,30%; Tahun 2011 : 90,66%; Tahun 2012 : 81,46% (RKAP). Catatan : Buruk, jika lebih kecil dari 100%, Cukup, jika sama dengan 100%, Baik, jika lebih besar dari 100%.

Cane Harvester, mesin tebang tebu. Kabarnya mesin ini mangkrak (sumber : ptpn10.com)

Hal-hal lain yang menyebabkan hasil kerja operasional tidak memuaskan :

  1. Kepemimpinan otoriter, sama dengan style di birokrasi.
  2. Tidak memberikan contoh kehidupan yang sederhana (pemakaian fasilitas perusahaan yang berlebihan).
  3. Kurang memperhatikan peningkatan kualitas SDM.
  4. Inefisiensi, melakukan perjalanan dinas minimum 2 kali dalam satu tahun ke luar negeri, tanpa menghasilkan out put yang jelas.
  5. Menciptakan proyek-proyek boros pembiayaan tanpa di dukung FS (Feasibility Study) yang benar (seperti : bioethanol, revitalisasi/road map, pengadaan Harvester).

Dengan bahasa yang lebih sederhana, pengirim Penilaian Kinerja Direktur Utama (Dirut) PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) Tahun 2008 s/d 2011 ke Tabloid Sergap itu ingin menyampaikan bahwa kinerja Ir. Subiyono, MMA selama menjabat sebagai Dirut PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) dari Tahun 2008 sampai dengan Tahun 2011, telah gagal total.

Tidak Berkomentar

Diterima tgl 27 Sep 2012 oleh Fifi Lutfiana

Sayangnya, Ir. Subiyono, MMA tidak bersedia memberikan tanggapan ataupun konfirmasi maupun klarifikasi terhadap semua ini. Surat konfirmasi Nomor :  132.20/Sgp/IX/2012, Perihal :  Konfirmasi Berita, dengan Lampiran :  11  lembar yang dikirimkan Tabloid Sergap ke kantornya di jalan Jl. Jembatan Merah No. 3-11,  Surabaya, tidak ditanggapi baik dengan wawancara langsung, lewat telpon, maupun jawaban tertulis berupa surat maupun melalui email.

Padahal, surat konfirmasi tersebut telah diterima resepsionis bernama Fifi Lutfiana pada hari Kamis, 27 September 2012 siang dan dalam surat tersebut telah dijelaskan bahwa terkait dengan deadline, maka jika sampai dengan hari Senin, 1 Oktober 2012 tidak memberikan konfirmasinya, maka kami anggap tidak berkomentar (no comment).

Saat berita ini ditulis, ternyata masih ada informasi masuk ke redaksi tentang kinerja Ir. Subiyono, MMA selama menjabat sebagai Kadisbun Provinsi Jatim maupun sebagai Dirut PTPN X (Persero). Semua itu akan kami sajikan dalam berita kami selanjutnya. (Tkr)

(Bersambung)

Fotokopi Penilaian Kinerja Dirut PTPN X (Persero) Tahun 2008 s/d 2011

Berita Terkait :

Mapalhi Jatim : Waspadai Pabrik Bioetanol di PG Gempokrep

5 thoughts on “Subiyono dan Aroma Dugaan Korupsinya

  1. …..BONGKAR RATUN…. ngak usah nunggu RINI tertangkap lalu bernyanyi,….putusan MA sudah turun dan nama SUBIYONO tercantum…… tinggal Kejati Jatim minta bantuan KPK untuk BONGKAR………… apa nunggu di demo lagi…..

  2. Ping-balik: Mapalhi Jatim : Waspadai Pabrik Bioetanol di PG Gempokrep « TABLOID SERGAP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s