Ahmadi, Mantan Bupati Mojokerto Segera Diadili

Ahmadi, mantan Bupati Mojokerto

Surabaya, Sergap – Mantan Bupati Mojokerto, Ahmadi akan segera diajukan ke Pengadilan Tipikor di Surabaya. Pengadilan ini telah menunjuk majelis hakim dan menentukan jadwal sidang, hari  Rabu (22/8/2012) yang lalu. ”Pak Ketua sudah menunjuk majelis hakim dan sudah ditetapkan hari sidangnya,” ucap Humas Tipikor Surabaya, Gazalba Saleh. Dalam perkara ini, Ketua Pengadilan Tipikor Surabaya, Heru Pramono menunjuk Wakil Ketua PN Surabaya, Suwidya untuk memimpin sidang perkara ini.

Untuk menghindari Ahmadi lepas demi hukum pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim telah memperpanjang masa penahanannya. Selain Ahmadi, perpanjangan penahanan juga berlaku untuk dua tersangka lain yakni Suwandi, mantan Wakil Bupati dan Bupati Mojokerto pengganti Ahmadi, serta mantan Kasi Pelayanan Nasabah Bank Jatim Mojokerto yang kini menjadi anggota DPRD Mojokerto Suminto.

Perkara korupsi ini terjadi saat Ahmadi menjabat sebagai Bupati Mojokerto periode 2002-2007. Saat itu, dia memerintahkan kepada Dinas Pendapatan dan Pengeluaran Keuangan Anggaran Daerah (DPPKAD) agar mengeluarkan uang secara bertahap sejumlah Rp 35 miliar. Hal serupa juga dilakukan Suwandi saat meneruskan kepemimpinan Ahmadi pada tahun 2007 hingga 2010. Sebab waktu itu Ahmadi mencalonkan diri sebagai Gubernur Jatim, otomatis Suwandi menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ahmadi. Ahmadi diduga menggunakan kas daerah (kasda) Mojokerto tanpa prosedur resmi selama menjabat tahun 2002-2007.

Awalnya dia mencoba mengeluarkan dana itu secara resmi dengan memerintahkan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (DPPKD) Mojokerto untuk mengeluarkan uang. Namun kepala DPPKD saat itu membuat telaah staf yang isinya menolak mencairkan uang. Tapi dia ngotot mencairkan uang tersebut. Untuk menyiasatinya, Ahmadi membuat disposisi ke bank Jatim untuk mencairkan kasda.

Akhirnya selama tahun 2002 hingga 2007, Ahmadi mampu mencairkan Rp 35 miliar tanpa ada surat perintah membayar (SPM) resmi.

Sebenarnya Ahmadi sadar kalau pencairan uang itu menyalahi prosedur. Karena itu, ia berusaha mengelabui Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan cara bekerjasama dengan Suminto Adi, Kasi Pelayanan Nasabah Bank Jatim Mojokerto saat itu, agar membuatkan rekening koran palsu.

Terhadap tindakan tersebut, Ahmadi dan Suwandi dutetapkan oleh penyidik Polda Jatim sebagai tersangka karena berhasil menguras kasda hingga Rp 40 miliar. Dengan rincian, Ahmadi menilep sebesar Rp 35 miliar dan Suwandi medapat bagian sebesar Rp 5 miliar.

Selain mereka, Suminto Adi, anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dari Partai Amanat Nasional (PAN), juga diyakini penyidik ikut bertanggungjawab. Suminto terlibat karena membantu pencairan dana kasda oleh Ahmadi dan Suwandi. (ang)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s