Waspadalah, Masih Ada Pengerjaan Proyek di Jalur Pantura

Proyek belum selesai di jalur Pantura

Surabaya, Sergap – Mudik lebaran adalah kegiatan rutin setiap tahun, artinya bukan acara dadakan yang datang tiba-tiba. Namun selalu saja dari tahun ke tahun perbaikan proyek jalur mudik selalu pula belum tuntas. Tak terkecuali tahun 2012 ini.

Pencapaian target yang dijanjikan pemerintah menyelesaikan semua proyek jalur mudik pada H-10 lebaran tak terbukti. Janji pun tinggal janji, karena hingga H-8, Minggu (12/8/2012) ini, Jalur Pantai Utara (Pantura), baik yang ada di wilayah Jawa Tengah maupun Jawa Timur, belum tuntas. Jalan masih tetap bopeng-bopeng, bahkan di beberapa material proyek malah berserakan di pinggir jalan.

Pemudik harap mewaspadai kondisi ini demi keselamatan saat mudik. Karena seperti yang terlihat di tiga titik jembatan di jalur utama Tuban-Bojonegoro, Jawa Timur. Diperkirakan saat lalu lintas mudik meningkat, proyek jembatan itu dipastikan belum selesai. Karena, perbaikan ini baru mencapai 40% atau masih tahap proses penataan lempeng beton.

Namun, Heri Susanto, pelaksana proyek mengatakan mampu menyelesaikan perbaikan jembatan dalam sepekan ke depan. ”Kita ngebut, kami memberlakukan sistem kerja lembur selama 24 jam biar target tercapai,” katanya. Menurutnya, perbaikan jalan tersebut akan rampung sebelum masa mudik Lebaran mendatang.

Tiga jembatan itu terletak di Desa Sumurjalak dan Desa Sumberarung, Kecamatan Plumpang serta sebuah jembatan di wilayah Kecamatan Senori, Tuban belum juga selesai.

Padahal di wilayah tersebut, termasuk jalur padat pemudik, terutama pengguna jalan dari arah barat, seperti Ngawi, Cepu, dan beberapa daerah lainnya di Jateng dan sebaliknya, yang akan lewat jalur alternatif Bojonegoro-Tuban yang akhir-akhir ini mengalami peningkatan volume cukup tinggi.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Tuban, AKP Sugeng Setya Tisna mengatakan jalur itu masih bisa dilalui dengan system buka tutup. “Jalan masih dapat dilewati dengan menerapkan arus buka tutup. Kita himbau warga berhati-hati dan memperhatikan rambu-rambu yang ada,” pesannya.

Menurut Sugeng, pihaknya tak terlalu khawatir dengan perbaikan hingga Lebaran nanti, karena ketiga jembatan tersebut tidak berada di jalur mudik nasional sehingga yang melintas di jalur tersebut tidak terlalu padat sebagaimana jalur pantura.

Ditambahkan oleh Ksatlantas bahwa jalur nasional pantura sepanjang 70 kilometer yang membentang dari arah selatan dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan ke arah Jakarta hingga ke Kecamatan Bancar yang berbatasan dengan Kabupaten Rembang, Jateng tergolong baik. “Jalur altertnatif Jalan Daendels yang memanjang 20 kilometer dari kota Tuban hingga wilayah Kecamatan Palang yang berbatasan dengan Kabupaten Lamongan kondisinya juga baik,” terangnya.

Sedangkan perbaikan di Pemalang, Jawa Tengah, saat ini juga belum rampung. Perbaikan dan pelebaran jalur lingkar utara Pemalang, Jawa Tengah sepanjang

Proyek belum selesai di jalur mudik alternatif

900 meter ini terus dikebut. Pembangunan sebuah jembatan di jalur ini juga masih dalam proses pembuatan tanggul dan pondasi. Molornya perbaikan jalur ini dikhawatirkan akan menjadi titik kemacetan di jalur utama Pantura Pemalang saat arus mudik lebaran nanti. Jalur lingkar pemalang ini merupakan jalur vital dan padat saat arus mudik maupun arus balik lebaran.

Jalan di Pantura yang masih rusak adalah ruas jalur alternatif Tegal, Pemalang yang melewati rute dari Larangan, Kramat, Balamoa, Kedung Banteng, Warurejo, tembus ke perbatasan Pemalang. Ruas jalur sepanjang kurang lebih 30 kilometer ini dipenuhi lubang dan bergelombang antara lain di Desa Karangmalang, Sigentong dan Warurejo.

Hal sama juga terjadi di ruas jalan di Pantura, Karawang, Jawa Barat yang masih banyak mengalami kerusakan. Perbaikan yang saat ini sedang dilakukan di ruas jalan utama Klari Karawang, Jawa Barat.

Rute jalur mudik khusus kendaraan roda dua, akan diubah pada musim mudik Lebaran tahun ini. Pada musim mudik tahun-tahun sebelumnya, rute jalur mudik sepeda motor berawal dari wilayah Johar sampai Cikalong menuju jalur Pantura.

54 Titik Rawan Kecelakaan di Jatim

Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub dan LLAJ) Jatim, Wahid Wahyudi, mengatakan ada 54 titik rawan kecelakaan yang tersebar di ruas jalur utama di Jawa Timur selama arus mudik Lebaran 2012. Untuk mengantisipasi adanya kecelakaan di puluhan titik rawan kecelakaan di jalur utama Jatim pihaknya sudah siapkan petugas dan peralatan berat.

“Untuk titik rawan kecelakaan, kita tempatkan satu posko yang dilengkapi mobil derek serta aneka rambu-rambu lalu lintas,” kata Wahid.

Untuk jalur Surabaya-Mojokerto-Madiun-Ngawi-Mantingan yang rawan kecelakaan terdapat pada daerah Waru, Trosobo, By Pass Krian, Balungbendo, By Pass Mojokerto, Perak, Gedungrejo Nganjuk, Sukomoro, Wilangan, Caruban, Madiun Km 18.000-19.000 dan Ngawi di KM 185.000-186.000.

Jalur Surabaya-Lamongan-Tuban-Bulu, daerah yang teridentifikasi rawan kecelakaan di antaranya di daerah Margomulyo Surabaya, Duduk Sampean, Ambeng-ambeng, Sukodadi, Pucung, Widang, Pakah, Jenu, Tambak Boyo, dan Bancar.

Wahid menambahkan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas PU di kota/kabupaten yang ada di sekitar wilayah rawan kecelakaan. “Selain berkoordinasi kita juga bekerjasama untuk melakukan pemasangan rambu di daerah rawan kecelakaan,” imbuhnya.

Namun, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto sebagaimana dikutip Kantor Berita Antara mengungkapkan, persiapan perbaikan jalan di jalur-jalur mudik sudah rampung dan kondisi jalan sudah mantap.”Perbaikan sudah habis, tidak ada lagi kegiatan perbaikan jalan di jalur-jalur mudik,” kata Djoko,  Sabtu (11/8/2012).

Dikatakannya bahwa 90% kondisi jalan dalam kondisi yang mantab. “Mantap di sini artinya kondisi jalan baik dan sedang. Sejak H-10 menjelang Lebaran seluruh alat kendaraan perbaikan jalan sudah ditarik semua. Sudah tidak ada lagi kegiatan perbaikan,” katanya. Wah, pak menteri tampaknya hanya menerima laporan asal bapak senang (ABS) saja nih… (tim sergap ketupat)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s