Sengketa Gunung Kelud Terus Berlanjut

peta g kelud

Kediri, Sergap – Perselisihan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri dan Pemkab Blitar terkai dengan batas wilayah Gunung Kelud kini terus berlanjut. Gugatan Pemkab Blitar kepada Pemkab Kediri dan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo akan segera disidangkan dalam waktu dekat.

Pada sidang nanti, sebagai tergugat I adalah Gubernur Jatim Soekarwo dan tergugat II adalah Pemkab Kediri. Demi pengamanan jalannya sidang dan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Kapolsek Ngancar, AKP Heroe Joedo, telah menyiapkan sejumlah personelnya. Selain itu, dua juga telah memintan bantuan personel dari Polres Kediri. “Kami sebagai petugas kemanan, akan bersikap netral dalam masalah ini. Kami  hanya sebatas mengamankan jalannya sidang untuk menghindari pertikaian atau keributan,” Heroe.

Meski dalam pengamannya nanti polisi akan bersikap netral, namun Polsek Ngancar sebagai bagian dari wilayah Kabupaten Kediri, memiliki kewajiban untuk ikut memberikan dukungan terhadap Pemkab Kediri. Karena itu, Heroe mengaku telah memberikan data penanganan kasus di wilayahnya, sebagaimana yang  diminta Pemkab Kediri. ”Data kasus pembunuhan di wilayah Gunung Kelud ini akan menjadi salah satu dokumen untuk mendukung sidang. Tentunya mendukung Pemkab Kediri,” tambahnya.

Sidang di tempat nanti, Gubernur Soekarwo sebagai pihak tergugat I dan Pemkab Kediri sebagai tergugat II. Sementara gugatan diajukan Pemkab Blitar setelah Gubernur Soekarwo mengeluarkan surat keputusan (SK) jika wilayah Gunung Kelud masuk Pemkab Kediri. SK bernomor 188/113/KPTS/013/2012 tertanggal 28 Februari 2012 itu diterimakan pada Bupati Blitar dan Bupati Kediri di ruang Sekda Prov Jatim, Rabu (29/2).“Demi lancarnya sidang, masyarakat khususnya di wilayah perbatasan Gunung Kelud terutama warga Kediri diminta untuk tetap tenang dan beraktifitas seperti biasanya,” kata Kapolsek yang masih merahasiakan tanggal dan hari sidang untuk menghindari berkumpulnya banyak masayakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabag Humas Pemkab Kediri, Edhi Purwanto, SH yang diminta konfirmasi terkait jalannya sidang dan Pemkab Kediri sebagai tergugat II, mengaku telah mempersiapkan diri dengan sejumlah data. Namun menolak menjelaskan lebih jauh. “Initinya Pemkab Kediri sangat mendukung Pemprov Jatim dalam mempertahankan SK Gubernur yang telah diterimakan pada kedua belah pihak pada Februari 2012 lalu,” katanya, Minggu (29/7).

Sementara itu DPRD Kabupaten Blitar mengkaji ulang proyek pembangunan jalan tembus menuju Wisata Gunung Kelud. Legislatif tengah mempertimbangkan apakah pembangunan masih perlu dilanjutkan atau dihentikan saja.

Hal itu mengingat sebagai pusat tujuan wisata, status Gunung Kelud masih dalam sengketa. ”Kita tengah membahas ini. Apakah memang pembangunan itu masih perlu atau tidak,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung Guntur Wahono,kemarin. Ada tiga jalur yang dipilih sebagai jalan rintisan menuju Gunung Kelud. Yakni Desa Sumberasri,Kecamatan Nglegok; Desa Karangrejo,Kecamatan Garum; dan Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari.

Awalnya, Pemkab Blitar berharap besar menjadikan gunung berapi yang bersiklus letusan 15 tahun sekali itu sebagai ikon wisata daerah. Selain menjual kawah gunung yang telah menjelma menjadi kaldera, pemkab juga menjajakan keelokan pemandangan alam sepanjang perjalanan. Selain hutan lebat di kanan kiri jalan, para wisatawan juga akan melintasi sejumlah air terjun yang besar.

Untuk pembukaan awal jalan rintisan, Pemkab telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 2 miliar.

Namun semua itu menjadi impian setelah Gubernur Jawa Tmur Soekarwo menetapkan puncak Kelud masuk wilayah Kabupaten Kediri. Yang menjadi pertimbangan lain legislatif, kata Guntur, akan semakin sulit jika pemerintah pusat menetapkan Gunung Kelud pada status quo. ”Sebab dengan status quo kita tidak akan memiliki lagi kewenangan untuk melakukan pengelolaan,” terangnya.

Saat ini bagian anggaran DPRD tengah melakukan pembahasan, apakah dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2012 mendatang masih perlu dialokasikan lagi anggaran proyek jalan rintisan? Hal itu mengingat rencana alokasi Rp5 miliar cukup besar. ”Saat ini masih tarik ulur,” pungkasnya.

Terpisah,Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Blitar Harpianto Nugroho menegaskan, proyek rintisan jalan menuju Gunung Kelud masih berlanjut.Hanya saja pembangunan hanya memprioritaskan di wilayah Kecamatan Garum dan Nglegok. ”Tetap kita alokasikan Rp5 miliar untuk pembangunan jalan macadam dan pengaspalan,” ujarnya singkat. (Dicky/Oke)

Iklan

2 thoughts on “Sengketa Gunung Kelud Terus Berlanjut

  1. Ping-balik: Sengketa Gunung Kelud Masih Terus Berlanjut | TABLOID SERGAP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s