Industri Perlengkapan Militer Produk Ngunut Tulungagung Telah Berstandar NATO

CV Maju Mapan Ngunut

Tulungagung, Sergap – Dengan menggunakan helicopter, dua pejabat pemerintah pusat, Menteri Perindustrian, MS Hidayat beserta Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Syamsudin, meninjau industri perlengkapan militer bukan persenjataan (non alutsista) di Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (3/7/2012).

Begitu tiba sekitar pukul 11.30 WIB Menperin dan Wamenhan langsung meninjau dua perusahaan pemasok perlengkapan militer yang selama ini menjadi rekanan TNI, yakni PT Goeno dan CV Maju Mapan. MS Hidayat dan Sjafrie beserta jajaran dirjen di Kementerian Perindustrian, melakukan survei proses produksi mulai dari tahap perancangan hingga menjadi barang jadi dan siap jual.

“Kami bersama semua jajaran dirjen di Kementerian Perindustrian dan juga dari Kementerian Pertahanan ingin mengetahui lebih jauh mengenai industri ini, karena ternyata mereka mengawalinya dari usaha kecil,” kata M.S. Hidayat.

Menperin menilai, produk perlengkapan militer non alutsista yang diproduksi di Ngunut Tulungagung ini tergolong memiliki kualitas yang cukup baik dan bisa bersaing dengan produk impor. Asumsi tersebut mengacu pada hasil produksi mereka yang telah diekspor ke luar negeri, karena telah memenuhi standard NATO. “Dari hasil produksi sebenarnya cukup bagus, namun alat produksi itu yang lebih menjadi perhatian kita dalam

Perlengkapan militer produk Ngunut

Mengenai soal alat produksi tersebut, M.S. Hidayat menjelaskan bahwa sebenarnya dari kondisinya masih bagus, namun pihaknya merasa perlu untuk menganalisa mana-mana mesin yang perlu diganti.

Kementerian Perindustrian mengisyaratkan dilakukannya modernisasi peralatan industri non-alutsista guna menghadapi era pasar bebas, sehingga lebih kompetitif. “Sejauh ini memang mereka sudah mengekspor ke beberapa negara, terutama di kasawan Asia Tenggara seperti Kamboja dan juga Timur Tengah, seperti Sudan, Lebanon dan beberapa negara lain,” terangnya.

Menperin berharap kedua perusahaan tersebut, maupun industri non alutsista lain, bisa lebih meningkatkan teknologi produksinya secara mandiri sehingga sewaktu-waktu bisa memasok peralatan/ perlengkapan militer TNI sesuai perkembangan kebutuhan dan bisa lebih kompetitif.

Dikonfirmasi mengenai kunjungan Menperin dan Wamenhan, Dirut PT Goeno, Supriyono Wijaya mengungkapkan bahwa selama ini perusahaannya selalu berusaha memenuhi setiap permintaan kebutuhan peralatan maupun perlengkapan nonalutsista TNI.

PT Goeno dan CV Maju Mapan merupakan contoh perusahaan yang memulai bisnis peralatan TNI dari sektor hulu, yakni dari semula hanya membuat ikat pinggang pada tahun 1980, kini sudah berkembang menjadi industri yang memproduksi aneka kebutuhan non alutsista TNI, seperti berbagai tenda militer, tas/ransel, tempat tidur dan meja kursi lipat, parasut dan yang lainnya.

“Kami tetap berupaya untuk bisa lebih baik, jadi ketika beliau-beliau dari kementerian berkenan melihat langsung perusahaan kami, tentu menjadi motivasi tersendiri untuk bisa lebih baik lagi.” ujar Supriyono. (pur)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s