Mulai Waspadai Demam Berdarah

Pergantian musim, nyamuk Aides Aigypti berkembang cepat

Jombang, Sergap – Perubahan musim dari penghujan ke musim kemarau akhir-akhir harus diwaspadai karena perkembangan nyamuk Aides Aigypti justru berkembang cepat. Di wilayah Jombang dalam bulan Januari hingga Juni, DBD (Demam Berdarah Dengue) telah memakan korban dua nyawa balita. Korban terakhir adalah Natasya Arin Deswinta, umur 3,5 tahun, warga Desa Pundong, Kecamatan Diwek.

Haryo Purwono, Kepala Seksi Pemberantas dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Jombang, Jumat (29/6/12) mengatakan, “Korban Natasya meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Jombang pekan kemarin. Saat ini masih ada satu pasien lagi yang menjalani perawatan,” ujarnya.

Nasih menurut Haryo, sejak Januari hingga Juni ini sudah terdapat 175 pasien DBD. Dari jumlah itu, dua di antaranya meninggal dunia. Kondisi itu lebih tinggi dibanding tahun 2011 lalu. “Pada 2011, mulai Januari hingga Juni penderita DBD sebanyak 173 orang. Dari jumlah itu, satu orang dinyatakan meninggal,” tambahnya.

Untuk itu Haryo mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kebersihan meski musim penghujan mulai berakhir. Terutama menutup tempat-tempat yang dijadikan genangan air. Selain itu, Haryo juga berjanji akan terus melakukan pengasapan atau fogging di sejumlah tempat yang dianggap rawan DBD. “Kita sudah mengecek ke Desa Pundong. Dalam waktu dekat ini kami akan menggelar fogging,” pungkasnya.

Gejala yang sama juga terjadi di Bojonegoro. Hanya dalam  dua bulan terakhir ini saja setidaknya sebanyak 22 penderita telah dirawat di Rumah Sakit Aisyah Kabupaten Bojonegoro. Dari jumlah tersebut, satu korban meninggal dunia. Jumlah tersebut terbilang masih sangat tinggi selama Juni 2012.

Pasien yang meninggal dunia seorang balita berinisial KS (2,5) asal Desa Sendangrejo Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban. “Kondisi korban saat dibawa kerumah sakit sudah dalam grid 4, atau sudah bahaya. Memang sulit untuk diselamatkan,” kata Humas Rumah Sakit Asyiyah, Totok Sudjarwanto, Selasa (03/06/12).

Totok menambahkan, meskipun dibanding dengan bulan lalu, pasien yang menderita demam berdarah hampir sama. Bulan Mei terdapat penderita sebanyak 12 pasien, Bulan Juni sebanyak 10 pasien dan meninggal 1 korban. “Kita sudah memberikan pelayanan yang terbaik, asal tidak terlambat masih bisa diupayakan penyembuhan,” kata Totok. (mono/sule)

Tulisan terkait :
Demam Berdarah Dengue, Masalah dan Cara Penanggulangannya
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s