DBHC Dipangkas Rp 10 M, DPRD Kota Kediri Protes

Muzer Zaidib

Kediri, Sergap – Kebijakan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo yang telah mempotong jatah Dana Bagi Hasil Cukai (DBHC) Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri sebesar Rp 10 milyar, dan diberikan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri diprotes DPRD Kota Kediri. Untuk itu DPRD berencana mengadu ke DPR RI di Jakarta.

“Pemotongan DBHC itu sangat merugikan masyarakat Kota Kediri. Dana tersebut adalah hak masyarakat Kota Kediri. Ini harus dipertanyakan,” tegas Anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Muzer Zaidib, Jumat (22/06/2012).

Ditambahkan oleh Muzer, pihaknya akan segera menyusun agenda mengadukan hal itu ke DPR RI. Muzer berharap DBHC yang sudah menjadi hak masyarakat Kota Kediri, tetapi kemudian diberikan ke Pemkab Kediri itu dikembalikan. Sebab, dana itu sangat bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat Kota Kediri.

Muzer, DPRD juga akan membeberkan fakta keberadaan pabrik rokok di wilayah Kota Kediri. Terutama, pabrik rokok yang tebesar di Jawa Timur berdiri di Kota Kediri yaitu, PT. Gudang Garam Tbk Kediri. Kebijakan Gubernur Jatim yang sudah merevisi Peraturan Gubernur (Pergub) tentang dana cukai, setelah ada protes dari Pemkab Kediri, dianggap kebijakan yang tidak tepat.

Tahun ini Kota Kediri sebetulnya mendapat alokasi DBHC sebesar Rp 55 milyar. Namun dana itu kemudian dipangkas sebesar Rp 10 milyar, diberikan kepada Pemkab Kediri. (sur)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s