Laporan BPK Buruk, Dewan Segera Panggil SKPD Kota Surabaya

DRPD Kota Surabaya

Surabaya, Sergap – Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait Laporan Keuangan Pemkot Surabaya 2011, yang mendapatkan penilaian Wajar dengan Pengecualian (WDP), ditanggapi cepat oleh DPRD Kota Surabaya. Dewan segera memanggil sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Surabaya.

“Rencananya pemanggilan dilakukan berdasarkan komisi. Secara bergantian  komisi akan memanggil. Pemanggilan sesuai rekomendasi BPK yang meminta DPRD menindaklanjuti,” ujar Agus Sudarsono, Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Selasa (19/6).

Menurut Agus Sudarsono, beberapa dinas yang akan dipanggil diantaranya, Dinas Kebakaran (Diskar), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) dan Bagian Hukum Pemkot Surabaya. “Khusus Komisi C mengagendakan pemanggilan pekan depan. Pemanggilan SKPD menjadi keharusan, kendati sekarang ini banyak kepala SKPD diganti orang-orang baru. Kami harus tahu apa yang melatarbelakangi munculnya catatan BPK,” jelasnya.

Salah satu catatan dari BPK yang digaris bawahi pihaknya, terkait penyewaan gedung White Way (Siola) yang katanya terlalu murah. Oleh karena itu komisinya akan berupaya mengorek sebanyak-banyaknya keterangan sekaligus data dari Pemkot. “Konon sewanya terlalu murah, maka hal ini akan kami tanyakan,” tandas politisi yang juga anggota Badan Musyawarah (Banmus) itu.

Meski demikian bukan berarti catatan lain dari BPK tidak akan mendapat perhatian. Yaitu, laporan pendapatan dan belanja di RSUD dr M Soewandhie belum sepenuhnya berpedoman ketentuan berlaku, persediaan obat di Dinkes melebihi kebutuhan. Juga pendapatan pajak daerah sebesar Rp 321,051.878,28 yang belum diketahui rincian jenis objek pajaknya juga menjadi sorotan komisinya. Termasuk, pembayaran pajak tanpa penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD) serta belum diberlakukannya pengenaan denda keterlambatan atas pembayaran retribusi.

Ketua Komisi B DPRD Surabaya Moch Machmud ikut angkat bicara. Menurutnya, terkait pembangunan Pasar Turi juga dipermasalahkan BPK. Sebab, keganjilan pengenaan kontribusi uang Rp 4,1 miliar yang diberlakukan mundur.

Seharusnya uang kompensasai dari investornya PT Gala Megah Invesment (GMI) diberikan sejak ada tanda tangan kerjasama dengan Pemkot. Namun uang diserahkan mundur.

Sedangkan anggota Komisi B DPRD Surabaya Eddy Rusianto, mensinyalir buruknya penilaian yang dilakukan BPK merupakan imbas dari buruknya kinerja inspektorat. Menurutnya, selama ini inspektorat tidak pernah mengingatkan Pemkot ketika salah dalam merencanakan suatu program. “Inspektorat jangan diam saja. Jika memang ada program Pemkot yang melenceng jangan segan-segan untuk mengingatkan,”ujar politisi dari Partai Gerindra itu.

Kepala DPPKD Surabaya, Suhartoyo mengaku siap memenuhi panggilan dewan terkait hasil pemeriksaan BPK. Pejabat asli Lamongan ini menepis keras SKPD yang dipimpinnya memungut pajak tanpa SPTPD. “SPTPD tetap kami berikan pada wajib pajak yang menghitung pajak sendiri. Sedangkan yang tidak menghitung pajak sendiri kami berikan SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang),” jawabnya.

Terkait dengan hal tersebut Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, beberapa persoalan sudah diselesaikan. Salah satunya tentang aset yang dalam catatan BPK mulai 2008 sampai 2010. “Sudah hampir 50% selesai, sisanya kami selesaikan dengan segera,” ujar Risma ketika ditemui seusai rapat paripurna di DPRD Surabaya kemarin.

Dia melanjutkan, ada juga catatan BPK yang dianggap vital adalah tentang mobil Dinas Kebakaran. Kondisi mobil itu sudah diselesaikan. Dengan batasan waktu yang tersisa, katanya, pihaknya optimis kalau semua persoalan itu akan diselesaikan. “Dalam 60 hari waktu yang disediakan, kami bisa untuk menyelesaikannya,” tegasnya.

Risma juga menjelaskan kalau pelaksanaan APBD 2011 capaiannya lebih bagus daripada 2010. Banyak pencapaian yang mencapai 100% bila dibandingkan tahun sebelumnya.  Tapi pihaknya memang mengakui kalau start yang dipakai lebih lamban. (angga)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s