Isteri Walikota Malang, Maju ke Arena Pemilukada

Hj. Heri Pudji Utami

Malang, Sergap – Semakin marak saja, isteri kepala daerah ikut pemilukada sementara suaminya masih aktif menjabat.  Hj. Heri Pudji Utami, istri Walikota Malang saat ini, Peni Suparto, akhirnya maju sebagai bakal calon walikota melalui PDIP. Heri Pudji mengambil formulir bakal calon di kantor DPC PDIP Kota Malang pada Minggu (13/5) malam.

Ia mengambil formulir pada batas hari terakhir pengambilan formulir. Sebelumnya, Sri Rahayu, anggota DPR RI dari PDIP sudah lebih dulu mengambil formulir bakal calon walikota melalui partai berlambang banteng moncong putih itu.

“Malam ini adalah hari terbaik menurut hitungan Primbon Jawa,” katanya, usai mengambil formulir. Ia mengakui jika hitung-hitungan hari pengambilan formulir dilakukan oleh suaminya, Peni Suparto. Menurut primbon jawa, Minggu malam masuk Senin Pon. Dalam hitung-hitungan primbon jawa, Senin Pon menandakan sebagai orang yang tangguh, tampil kuat, ramah, sopan dan bertanggung jawab.

Meski pemilihan bakal calon walikota dari PDIP tidak menggunakan sistem konvensi, Heri optimis bisa maju dalam pemilukada 2013. Ia mengklaim mendapat dukungan 5 PAC dan 57 ranting PDI di Kota Malang. “Tentu optimis lolos untuk maju dalam pemilukada tahun depan,” tutur Heri.

Sekedar diketahui, dari delapan formulir yang disediakan DPC PDIP, ada lima formulir yang diambil. Diantaranya tiga formulir untuk bakal calon wakil walikota yakni Priyatmoko Oetomo, Puspo Harsono Asmoro, dan Nuruddin Huda. Dua formulir lainnya untuk walikota diambil oleh Heri Pudji Utami dan Sri Rahayu.

Sementara itu, setelah penutupan hari terakhir pengambilan formulir, DPC PDIP Kota Malang member batas sampai 27 Mei untuk pengembalian formulir. Anggota panitia pendaftaran DPC PDIP Kota Malang, Sri Untari, mengatakan, data nama-nama yang mengembalikan formulir masih harus diverifikasi kelengkapan datanya.

Selanjutnya, nama yang dinyatakan lolos dikirim ke DPD PDIP Jatim. “Selanjutnya diteruskan dikirim ke DPP PDIP. Pihak DPP juga melakukan survey untuk melihat elektabilitas calon yang akan dipilih, karena kami tidak menggunakan sistem konvensi,” kata Untari.

Menurutnya, semua masih bergantung pada hasil survey yang lembaga pelaksana survey langsung ditunjuk oleh DPP. Dengan demikian, mereka yang mengambil formulir jika dalam hasil survey terbukti tingkat elektabilitasnya rendah, bisa jadi tidak dipilih oleh DPP. “Ini sudah ketentuan organisasi partai dari pusat berdasarkan pengalaman sebelumnya,” tandas Untari. (enny)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s