Rektor Undar Dukung Pengungkapan Ijazah Palsu

Ning Eyik – Rektor Undar Jombang

Jombang, Sergap –  dr. Hj. Ma’murotus Sa’diyah, M.Kes, Rektor Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang menyatakan mendukung sepenuhnya upaya Polda Jatim yang kini sedang membongkar sindikat ijazah palsu, dengan tersangka Sucipto (48) warga Jalan Hassanudin Malang.

Rektor yang akrab dipanggil Ning Eyik ini, juga mengimbau kepada masyarakat agar melaporkan ke polisi jika mengetahui, atau menjadi korban praktik ilegal tersebut.  Ning Eyik mengakui, penyidik Polda Jatim telah melakukan pemeriksaan terhadap Dekan Fakultas Hukum Undar, H. Syaiful Bahri, SH, M.Hum, dan Dekan Fakultas Ekonomi Dr. H. Mochtar, SE pada Senin 11  Juni  2012 lalu.

Berdasarkan  hasil pemeriksaan itu,  nama mahasiswa  yang  tertulis dalam  ijazah yang  ditunjukkan  penyidik, ternyata tidak  tercantum pada database Laporan Evaluasi Program Studi Berbasis Evaluasi Diri (EPSBED) pada kedua fakultas tersebut dan Biro Administrasi Akademik (BAA) Undar.

Selain itu, imbuhnya, tanda tangan pada ijazah palsu itu bukan atas nama Rektor Ma’murotus Sa’diyah sebagai rektor Undar yang sah, melainkan atas nama orang lain.

“Jadi jelas pemegang ijazah palsu itu bukan mahasiswa kami. Tanda tangan pada ijazah palsu yang ditunjukkan penyidik juga bukan atas nama saya. Kami juga sangat mendukung upaya Polda Jatim dalam menuntaskan kasus ini secara  aktif dan kooperatif,” jelas Ning Eyik, Minggu (17/6/2012).

Dia berjanji, pihaknya bakal memberikan sanksi seberat-beratnya terhadap pelaku yang  berasal  dari Undar apabila terbukti bersalah terlibat dalam pembuatan ijazah palsu tersebut.

Diberitakan sebelumnya Subdit I Ekonomi Ditreskrimsus Polda Jatim mengamankan mantan dosen Univeritas DR Soetomo (Unitomo) Surabaya, Sucipto (48) warga Malang Jatim terkait kasus ijasah palsu.

Universitas yang dipalsu ijazahnya itu Universitas Darul Ulum Jombang, Unitomo dan Universitas Merdeka Malang. Harga ijazah palsu dipatok  untuk S1 Rp 12 juta, S 2 Rp 30 juta dan S 3 Rp 70 juta. Modusnya  dengan berpura-pura memberikan perkuliahan dan seolah-olah ada koordinasi dengan instanti terkait.

Pelaku dijerat pasal 67 ayat (1) Undang undang RI No 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas dengan pidana penjara 10 tahun dan denda Rp 1 miliar. Juga dijerat pasal 68 ayat (1) UU 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas dengan ancaman pidana penjara 5 tahun denda Rp 500 juta. (Mono)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s