Kelud, Sang Gunung Penyapu

ICON Lapsus wpGunung Kelud yang jika disalahtuliskan menjadi Kelut, dalam Bahasa Jawa artinya “sapu”. Gunung berapi yang ulahnya istimewa ini, adalah sebuah gunung berapi di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, yang masih aktif. Gunung api ini termasuk dalam tipe stratovulkan dengan karakteristik letusan eksplosif. Seperti banyak gunung api lainnya di Pulau Jawa, Gunung Kelud terbentuk akibat proses subduksi lempeng benua Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia. Sejak tahun 1300 Masehi, gunung ini tercatat aktif meletus dengan rentang jarak waktu yang relatif pendek (9-25 tahun), menjadikannya sebagai gunung api yang berbahaya bagi manusia.

88 cover lapsusHingga Jumat siang 14 Februari 2014, Gunung Kelud diperkirakan telah mengeluarkan rempah letusan hingga 120 juta meter kubik. Ini masih angka perkiraan, sebab ada kemungkinan volume rempah Letusan Kelud 2014 melebihi angka 200 juta meter kubik. Andaikata 120 juta meter kubik rempah Letusan Kelud 2014 ini dituangkan seluruhnya ke DKI Jakarta, maka propinsi itu akan terkubur di bawah endapan setebal 16 cm.

Letusan utama berlangsung selama 3 jam penuh mulai Kamis 13 Februari 2014 pukul 22:50 WIB, sementara letusan-letusan minor menyusul hingga berbelas jam kemudian. Rempah letusan disemburkan tinggi ke langit hingga menjangkau ketinggian 20 km, menandakan betapa kuatnya tekanan gas vulkanik yang menyertai letusan Gunung Kelud kali ini. Kuatnya tekanan gas serta karakteristik magma yang sebagiannya membeku menjadi partikel-partikel debu vulkanik saat menyeruak keluar dari kepundan membuat partikel-partikel debu itu melejit dengan kecepatan sangat tinggi, bahkan melebih kecepatan suara (supersonik).

Dahsyatnya letusan Kelud  23 Feb 2014, difoto dari Garum Blitar oleh Widi Widayat.

Dahsyatnya letusan Kelud 13 Feb 2014, difoto dari Garum Blitar oleh Widi Widayat.

Tingginya kecepatan dan besarnya kepekatan debu (kerapatan partikel debu per satuan volume) membuat peluang terjadinya gesekan antar partikel debu vulkanik menjadi sangat besar. Dengan sifat debu yang kering, gesekan menghasilkan pemusatan listrik statis yang kemudian menyambar-nyambar sebagai kilat seiiring membumbungnya rempah letusan menghasilkan kolom letusan tipe erupsi vulkanian, yakni tipe erupsi yang membentuk tiang asap raksasa di atas kawah hingga ketinggian mencapai 17 kilometer.

1.080 Kali Bom Hiroshima

Sebagai pembanding, Gunung Merapi memuntahkan 150 juta meter kubik rempah letusan saat letusan 2010-nya. Namun rempah sebanyak itu dihamburkan dalam waktu 1,5 bulan mulai dari akhir Oktober hingga pertengahan Desember 2010. Sebaliknya Gunung Kelud hanya membutuhkan waktu kurang dari 24 jam untuk memuntahkan rempah letusan dalam jumlah yang hampir sama. Bila suhu dan karakteristik magma produk Letusan Kelud 2014 ini dianggap setara dengan Letusan Merapi 2010, maka Gunung Kelud pada kali ini melepaskan energi termal 21,6 megaton TNT.

Kelud menggelegar, petir (volcanic lightning) menyambar dengan suara guntur. Foto : Andhika Yuswantara

Kelud menggelegar, petir (volcanic lightning) menyambar diiringi suara guntur. Foto : Andhika Yuswantara

Energi tersebut setara dengan 1.080 butir bom nuklir Hiroshima yang diledakkan secara serempak. Dibandingkan dengan Letusan Sinabung 2013-2014 yang masih berlangsung hingga kini, energi Letusan Kelud 2014 adalah 50 kali lipat lebih besar.

Meletusnya Gunung Kelud ini terhitung cukup cepat mengingat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI baru menaikkan status aktivitasnya menjadi Waspada (Level 2) dari yang semula Aktif Normal (Level 1) pada 2 Februari 2014 lalu seiring melonjaknya jumlah gempa vulkanik dalam dan dangkal Gunung Kelud semenjak awal Januari 2014. Lonjakan ini menjadi pertanda bahwa magma segar di dalam perut bumi gunung berapi tersebut telah mulai bergerak.

Hanya dalam 8 hari kemudian status Kelud kembali dinaikkan menjadi Siaga (Level 3) setelah aliran magma segar kian jelas terdeteksi lewat kian riuhnya gempa-gempa vulkanik dalam dan dangkal dengan jumlah energi seismik terus meningkat. Bahkan muncul indikasi magma segar telah mulai memasuki tubuh Gunung Kelud sehingga ia mulai membengkak/menggelembung seperti diperlihatkan oleh perubahan kemiringan lereng lewat pengukuran Tiltmeter. Namun siapa sangka, hanya dalam 12 hari setelah dinyatakan Waspada, Gunung Kelud benar-benar meletus? Tetapi siapapun yang pernah mempelajari karakteristik gunung berapi yang satu ini takkan terkaget-kaget lagi melihatnya. Sebab memang seperti itulah Gunung Kelud.

Letusan Kelud Purba

Gunung Kelud adalah gunung berapi komposit yang menjulang di perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar dan Malang (Jawa Timur) dengan puncak berelevasi 1.713 meter dari permukaan laut (dpl). Untuk ukuran dengan gunung berapi di Indonesia pada umumnya, Gunung Kelud tergolong gunung berapi yang berketinggian rendah.

Garis titik-titik merupakan perkiraan bentuk Gunung Kelud Purba sebelum tubuhnya rusak  menyusul letusan lateral lebih dari 100.000 tahun silam.  Sb = kubah lava (puncak) Sumbing,  Kd = kubah lava (puncak) Kelud.

Garis titik-titik merupakan perkiraan bentuk Gunung Kelud Purba sebelum tubuhnya rusak menyusul letusan lateral lebih dari 100.000 tahun silam. Sb = Puncak Sumbing, Kd = Puncak Kelud.

Jika mengacu dari dataran rendah Kediri-Blitar yang dikenal sangat subur dan berpenduduk sangat padat, tinggi Gunung Kelud hanyalah sekitar 1.650 meter. Berbeda pula dibanding gunung berapi pada umumnya yang berbentuk kerucut indah dengan kemiringan lereng yang berubah secara gradual dari landai (di kaki gunung) hingga curam (di puncak gunung), bentuk Gunung Kelud sangat tidak beraturan dengan tonjolan-tonjolan besar memenuhi puncaknya diselingi cekungan besar di antaranya. Tonjolan tersebut adalah kubah lava, jejak yang tersisa dari aktivitas Gunung Kelud purba. Terdapat lima kubah lava yang mengelilingi cekungan besar, yakni kubah lava Kombang (elevasi 1.514 meter dpl), Gajahmungkur (1.488 meter dpl), Lirang (1.414 meter dpl), Sumbing (1.531 meter dpl) dan kubah lava Kelud (1.731 meter dpl). Sebuah kubah lava lainnya menyembul di dalam cekungan besar khususnya pada titik pusat aktivitas Gunung Kelud masa kini, yang disebut kubah lava 2007 karena baru muncul pada 2007 silam.

Bentuk gunung yang ‘jelek’ ini merupakan imbas dari aktivitasnya selama ini, yang gemar bererupsi eksplosif (ledakan) sehingga merusak dirinya sendiri. Letusan yang paling merusak, sekaligus paling besar, terjadi lebih dari 100.000 tahun silam sebagai letusan lateral (terarah/mendatar) ke barat. Letusan tersebut membobol tubuh gunung bagian barat sekaligus melongsorkannya dalam volume sangat besar dan tergelincir hingga jarak cukup jauh, yakni 5 hingga 6 km dari pusat cekungan besar di puncak saat ini. Sisa-sisa letusan lateral nan dahsyat ini dapat dijumpai dalam rupa bukit-bukit kecil setinggi 300 hingga 700 meter dpl yang bertebaran di lereng barat Gunung Kelud.

Gunung Kelud berketinggian rendah, tidak seperti gunung berapi lainnya yang punya  puncak kerucut. Sisa-sisa letusan dahsyat Kelud Purba menciptakan bukit-bukit kecil  setinggi 300 hingga 700 meter dpl yang bertebaran di lereng barat Gunung Kelud.

Gunung Kelud berketinggian rendah, tidak seperti gunung berapi lainnya yang punya
puncak kerucut. Sisa-sisa letusan dahsyat Kelud Purba menciptakan bukit-bukit kecil
setinggi 300 hingga 700 meter dpl yang bertebaran di lereng barat Gunung Kelud.

Letusan lateral tersebut demikian dahsyat sehingga membuat bentuk kerucut sempurna dari Gunung Kelud purba hancur sekaligus membongkarnya sedemikian rupa yang membuat kantung/saku magmanyapun terbuka ke udara luar dan kini menjadi cekungan besar di antara kubah-kubah lava Gunung Kelud. Di dalam cekungan besar inilah pusat aktivitas Gunung Kelud masa kini berada, yang berpindah-pindah dalam 10 kawah dengan pusat aktivitas terkini di kawah Kelud. Kawah Kelud terbentuk dalam letusan besar 2.400 tahun dengan dasar terletak pada elevasi 1.107 meter dpl dan bersifat kedap air sehingga selama itu pula sempat digenangi air dalam jumlah besar sebagai danau (telaga) kawah. Danau kawah menghilang pada 2007 silam seiring erupsi efusif (leleran) yang memunculkan kubah lava 2007.

Sang Penyapu

Letusan-letusan eksplosifnya pula yang membuat gunung berapi ini menyandang nama Kelud, yang bermakna sapu. Sebab dahsyatnya letusannya telah berulang kali menyapu peradaban umat manusia yang tumbuh dan berkembang di dataran rendah Kediri-Blitar dan tercatat dalam sejarah. Di masa silam gunung berapi ini dikenal pula dengan nama Gunung Kampud. Kampud memiliki arti serupa dengan Kelud, yakni sapu. Ia menyandang nama demikian karena aktivitasnya kerap ‘menyapu’ kawasan sekelilingnya tanpa ampun, termasuk menyapu peradaban manusia yang tumbuh dan berkembang dari masa ke masa. Dengan danau menghiasi kawahnya dan berisikan hingga puluhan juta meter kubik air, maka setiap kali Gunung Kelud meletus, magma yang dimuntahkannya sontak bercampur dengan air danau hingga meluap dan menjadi lahar letusan.

Lahar letusan inilah yang menyapu kawasan sekeliling gunung dengan mengikuti aliran sungai-sungai Bladak, Konto, Ngobo, Sumberagung, Petungombo, Gedok, Abab, Semut, Putih dan Soso. Terjangan lahar letusan bisa menyapu apa saja yang dilaluinya dengan aliran cukup deras dan sanggup menjangkau radius 40 km dari danau kawah.

Tak jarang derasnya aliran lahar letusan Kelud mampu menciptakan alur-alur baru sehingga sungai yang dilintasinya pun bergeser cukup jauh dari alurnya semula. Begitu lahar letusan usai melanda, sontak lansekap sekitar Gunung Kelud berubah dramatis dengan timbunan lumpur yang bisa mencapai ketebalan bermeter-meter.

Waduk Siman, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri

Waduk Siman, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri

Catatan kedahsyatan letusan Gunung Kelud sudah tecermin dari 12 abad silam atau tepatnya sejak era Kerajaan Medang (Mataram Kuno). Hempasan dan endapan lahar letusan telah cukup menyulitkan perikehidupan masyarakat di sekitarnya. Sehingga upaya mengatasinya telah dilakukan lewat pembangunan bendungan (Mula Dawuhan) dan saluran air (Dharma Kali) guna menyudet Sungai Konto ke Sungai Harinjing.

Bendungan itu terletak di Desa Siman, Kecamatan Kepung (Kediri), yang dibangun pada tahun 804. Seiring kerap meletusnya Gunung Kelud, pemeliharaan saluran pun berulang–kali dilakukan dan diabadikan dalam prasasti Harinjing yang berangka tahun 921 dan dikeluarkan pada masa pemerintahan Dyah Tulodhong.

Di kemudian hari, saat Mpu Sindok memutuskan untuk memindahkan ibukota kerajaan dari Medang dari Bhumi Mataram (kemungkinan di sekitar Yogyakarta) dan memulai periode Jawa Timur, pada akhirnya lembah subur di dataran Kediri-Blitar pun dipilih sebagai tempat berdirinya ibukota yang baru, yang dinamakan Medang i Wwatan (kini Wotan, di sekitar Madiun). Kota ini memang sempat mengalami petaka seiring invasi besar–besaran kerajaan Lwaram (kini Ngloram, di dekat Blora, Jawa Tengah). Atas dukungan kuat Imperium Sriwijaya, Lwaram menumpas habis isi istana Wwatan dan hanya menyisakan seorang Airlangga yang berhasil meloloskan diri ke Bali. Begitu situasi mereda, Airlangga kembali dan selanjutnya mendirikan kerajaan Kahuripan sebagai penerus Medang. Ibukotanya juga berpindah–pindah sebelum akhirnya kembali menempati dataran rendah Kediri-Blitar. Maka didirikanlah kota Dahanapura, yang secara harfiah berarti kota api. Nama Dahanapura (kini di sekitar Kediri) kemungkinan merujuk kepada Gunung Kelud yang memang ada di dekatnya. Dahanapura lebih dikenal dengan nama pendeknya, yakni Daha.

Raden Wijaya – Bung Karno

Dahanapura selanjutnya menjadi ibukota kerajaan Panjalu (Kadiri), yang muncul sekitar tahun 1042 dan bertahan hingga hampir dua abad kemudian sebelum pemberontakan Ken Arok menamatkannya pada 1222 lewat pertempuran Ganter (kini di dekat Pujon, Malang). Suburnya dataran Kediri–Blitar benar–benar dimanfaatkan dengan baik, sehingga Panjalu mencapai puncak kemakmurannya pada era Jayabhaya, sehingga menjadi kerajaan terkaya di Jawa. Kekayaannya sejajar dengan Abbasiyah (Arab) dan Sriwijaya (Sumatra), seperti termaktub dalam berita Ling Wai Tai Ta (tahun 1178) dari Cina. Meski Panjalu kemudian punah, kota Dahanapura tetap bertahan berabad–abad kemudian, bahkan hingga akhir era kerajaan Majapahit.

Selama waktu itu pula Gunung Kelud tetap memegang peranan penting bagi peradaban manusia masa itu. Letusan gunung berapi ini bahkan disebut-sebut sebagai salah satu peristiwa yang menandai kelahiran Dyah Wijaya (Raden Wijaya), pendiri kerajaan Majapahit. Berabad kemudian letusan Gunung Kelud pun dinisbatkan sebagai pertanda lahirnya Soekarno, yang kelak dikemudian hari menjadi presiden pertama Indonesia. Meski jika ditelaah lebih lanjut sejatinya tanggal kelahiran Bung Karno, yakni 6 Juni 1901, tidak persis benar bertepatan dengan Letusan Kelud 1901, yang hanya terjadi pada 22 hingga 23 Mei 1901.

Candi Penataran, foto tahun 1925-1936

Candi Penataran, foto tahun 1925-1936

Selama era Panjalu, Gunung Kelud dianggap sebagai gunung suci dan menjadi bagian dari Gunung Meru dalam perspektif Hindu dan Buddha. Kepercayaan lokal juga meyakini puncak Gunung Kelud merupakan tempat hunian dewa lokal. Untuk menghormatinya dibangun tempat pemujaan disekitar Gunung Kelud dalam rupa Candi Penataran (Palah), Wringinbranjang dan Gambarwetan. Selain sebagai tempat pemujaan, candi-candi tersebut khususnya Candi Penataran juga ditujukan untuk mitigasi (upaya mengurangi resiko) bencana letusan secara religius–magis, yakni untuk meredam murka penguasa gunung.

Pentingnya posisi Candi Penataran diperlihatkan prasasti Palah (berangka tahun 1197) dari era Kertajaya, yang menetapkan Desa Palah sebagai sima dengan kewajiban memelihara bangunan suci Candi Palah untuk pemujaan batara. Candi ini masih berfungsi hingga masa Majapahit, seperti diperlihatkan dalam kitab Nagarakertagama (Desawarnana) saat Hayam Wuruk mengunjungi candi ini dalam rangkaian perjalanan panjangnya blusukan ke pelosok-pelosok wilayah kerajaan.

Gambar dari buku Oud Soerabaia oleh von Faber yang melukiskan rombongan Hayam Wuruk  blusukan keliling negeri, seperti yang ditulis di Negarakertagama.

Gambar dari buku Oud Soerabaia oleh von Faber yang melukiskan rombongan Hayam Wuruk
blusukan keliling negeri, seperti yang ditulis di Negarakertagama.

Namun aktivitas Gunung Kelud pulalah yang menjadi salah satu faktor geologis penentu kejatuhan Majapahit. Tiap kali meletus, Gunung Kelud memencarkan lahar letusannya ke sungai-sungai yang seluruhnya bermuara ke sungai Brantas. Sehingga sebagian rempah letusan pun lambat laun akan memasuki aliran sungai Brantas, khususnya saat musim hujan sebagai lahar hujan (lahar dingin).

Persoalan besar pun muncul karena di muara sungai ini berdiri pelabuhan Canggu (kini di utara Mojokerto), yang adalah pelabuhan utama Majapahit. Pelan namun pasti rempah letusan Kelud pun mendangkalkan muara sungai Brantas sekaligus membentuk daratan baru sebagai Delta Brantas. Akibatnya pelabuhan Canggu pun kian menjorok ke daratan dan kian dangkal sehingga tak bisa lagi disinggahi kapal-kapal besar. Terbentuknya Delta Brantas membuat Surabaya, yang semula adalah laut dangkal berhias pulau-pulau kecil, pun berubah menjadi daratan.

Terbentuknya PVMBG

Sepanjang abad ke-20, Gunung Kelud telah meletus lima kali masing-masing pada 1901, 1919, 1951, 1966 dan 1990. Setiap letusan memuntahkan rempah letusan yang cukup banyak, namun berlangsung dengan durasi singkat (tak sampai 24 jam). Dari sifat inilah kini kita mengetahui bahwa kantung magma Kelud, yakni tempat penampungan (reservoir) magma yang tepat berada di bawah gunung berapi itu, berukuran kecil sehingga cepat terkuras habis kala meletus. Dalam setiap letusan, volume air danau kawah berbeda-beda. Semakin besar volume airnya, semakin besar pula jangkauan lahar letusannya dan semakin besar pula korban jiwa yang direnggutnya. Letusan Kelud 1919 terjadi kala danau kawah berisi 40 juta meter kubik air, sehingga lahar letusannya meluncur hingga sejauh 37,5 km dari danau kawah. Bersama lahar letusan meluncur pula awan panas letusan, yang menjalar hingga sejauh 10 km dari danau kawah. Sebagai akibatnya 5.110 orang meregang nyawa.

Aliran lahar Kelud tahun 1919

Aliran lahar Kelud tahun 1919

Letusan Kelud 1919 memberi pelajaran berharga bagi Pemerintah Belanda saat itu untuk mulai membentuk lembaga khusus pemantau gunung berapi. Dinas penjagaan gunung berapi (vulkaanbewakingdienst) pun dibentuk di bawah Dinas Pertambangan Hindia Belanda. Di kemudian hari setelah Indonesia merdeka, institusi ini berevolusi menjadi Direktorat Vulkanologi di bawah Departemen Pertambangan dan Energi dan kini menjadi Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG).

Letusan itu sekaligus mengajarkan bahwa hanya dengan mengontrol volume air danau kawah Kelud sajalah marabahaya lebih besar bisa diminimalkan saat Gunung Kelud meletus. Maka terowongan pengontrol pun dibangun. Sehingga saat Gunung Kelud kembali meletus pada 1951, volume air danau kawah hanya sebesar 1,8 juta meter kubik dan langsung menguap tatkala bersentuhan dengan magma segar. Sehingga tak ada lahar letusan yang terbentuk. Pun pada Letusan Kelud 1990, dimana volume air danau kawah hanya sebesar 2,5 juta meter kubik dan juga langsung habis menguap tanpa sempat tumpah menjadi lahar letusan.

Dahsyatnya Letusan 2014

Pada Oktober-November 2007 silam, Gunung Kelud pun sebenarnya meletus. Namun berbeda dengan hampir sebagian besar letusannya sepanjang sejarah, letusan tersebut lebih bersifat efusif dan hanya memunculkan tumpukan magma segar yang membukit sebagai kubah lava. Saat itu diperkirakan Gunung Kelud siap memuntahkan 50 juta meter kubik magma dengan 16 juta meter kubik diantaranya menyembul sebagai kubah lava, yang disebut kubah lava 2007. Kubah lava ini berbentuk kerucut raksasa setinggi 215 meter dari dasar dengan lebar 470 meter. Terbentuknya kubah lava 2007 mengandung sejumlah implikasi. Salah satunya, letusan Gunung Kelud berikutnya akan cukup dahsyat karena butuh energi sangat besar untuk bisa menghancurkan kubah lava 2007 yang menjadi sumbat penutup mulut saluran magma. Sebab hanya dengan penghancuran sumbat itulah maka magma segar bisa muncul ke permukaan.

Penghancuran kubah lava 2007 inilah yang akhirnya benar-benar terjadi pada 13 Februari 2014 malam. Dengan volume kubah lava dan akarnya demikian besar, tentu butuh energi sangat besar yang dimanifestasikan oleh tekanan gas sangat kuat agar kubah lava 2007 bisa jebol. Ini pulalah yang menyebabkan gemuruh suara letusan terdengar hingga jarak cukup jauh, bahkan hingga ke Kebumen-Purbalingga di Jawa Tengah yang secara geografis berjarak 300 km dari Gunung Kelud. Gemuruh suara letusan serta gempa-gempa yang menyertai jebolnya kubah lava 2007 bahkan terekam jelas di pos-pos pengamatan Gunung Merapi.

Dampak letusan Kelud 2014, Yogya diguyur debu

Dampak letusan Kelud 2014, Yogya diguyur debu

Segera setelah kubah lava 2007 jebol dan hancur, magma segar menyeruak membentuk kolom letusan hingga setinggi 17 km untuk kemudian terbang ke barat-barat daya seiring hembusan angin. Bagian yang lebih berat yakni kerikil (lapili), bongkahan bebatuan (bom vulkanik) dan pasir berjatuhan di sekitar tubuh dan kaki gunung. Namun bagian yang lebih kecil, yakni debu, terbang terhanyut bersama angin dan menyebar ke area sangat luas hingga sejauh lebih dari 1.000 km. Hampir seluruh Jawa Timur dan Jawa Tengah serta sebagian Jawa Barat merasakan terpaan debu vulkanik Letusan Kelud 2014 ini. Hujan debu yang mengguyur kota-kota seperti Solo, Yogyakarta, Ciamis dan Kebumen bahkan dirasa lebih parah ketimbang peristiwa sejenis kala Letusan Merapi 2010 silam. Akibatnya sebagian pulau Jawa nyaris seperti kota mati saat hujan debu menerpa pada Jumat 14 Februari 2014.

Letusan Kelud 2014 yang memuntahkan 120 juta meter kubik rempah vulkanik, maka letusan Gunung Kelud kali ini bertengger di skala 4 VEI (Volcanic Explosivity Index) alias serupa dengan seluruh letusan di abad ke-20 kecuali Letusan Kelud 1966. Letusan berskala 4 VEI terjadi jika volume rempah letusan melebihi 100 juta meter kubik namun kurang dari 1 milyar meter kubik. Dengan demikian Letusan Kelud 2014 sekelas dengan Letusan Merapi 2010.

Secara teoritis Letusan Kelud 2014 memuntahkan lebih dari 700 ribu ton gas belerang (SO2) yang bakal beraksi dengan uap air di udara membentuk 1,4 juta ton aerosol. Jumlah ini masih 20 kali lipat lebih rendah dibanding ambang batas jumlah aerosol vulkanik untuk memicu gangguan iklim global, yakni 30 juta ton. Dengan demikian Letusan Kelud 2014 masih belum cukup untuk memicu penurunan suhu global yang berakibat pada kekacauan iklim, sebagaimana yang dilakukan Letusan Krakatau 1883 dan Letusan Tambora 1815.

Sekalipun tak berdampak global, namun dampak regionalnya cukup parah. Sejauh ini tujuh bandar udara telah ditutup akibat terpaan debu vulkanik, sehingga ratusan penerbangan terpaksa dibatalkan. Transportasi darat pun banyak yang tak beroperasi, baik dalam propinsi maupun antar propinsi. Jumlah pemukiman dan infrastruktur yang rusak masih belum diketahui, namun dengan dahsyatnya letusan maka jelas angkanya cukup besar khususnya untuk kawasan yang berjarak hingga 10 km dari kawah Gunung Kelud.

Sebaran debu vulkanik (garis putus-putus) Letusan Kelud 2014 berdasarkan observasi  instrumen MODIS pada satelit Aqua milik NASA hingga 14 Februari 2014. Nampak  debu vulkanik lebih dominan menyebar ke arah barat daya menuju ke Samudera Hindia.

Sebaran debu vulkanik (garis putus-putus) Letusan Kelud 2014 berdasarkan observasi instrumen MODIS pada satelit Aqua milik NASA hingga 14 Februari 2014. Nampak debu vulkanik lebih dominan menyebar ke arah barat daya menuju ke Samudera Hindia.

Namun begitu di balik semua dampak bencana Letusan Kelud 2014, patut disyukuri bahwa amukan Gunung Kelud kali ini tidak merenggut banyak korban. Hingga sejauh ini tercatat 12 orang meninggal sementara jumlah pengungsi secara akumulatif mencapai 76.388 jiwa yang berasal dari kawasan terdampak di lima kabupaten/kota. Patut disyukuri pula bahwa saat Gunung Kelud meletus, hembusan angin mengarah ke barat-barat daya. Sehingga debu vulkanik Kelud pun terhanyut ke sana. Tak terbayang jika saat itu hembusan angin mengarah ke barat laut. Sebab jika demikian maka debu vulkanik kelud akan menghujani pusat-pusat perekonomian utama di pulau Jawa dan Sumatra dengan potensi kerugian jauh lebih besar lagi.

Hingga Sabtu 15 Februari 2014, secara teknis Letusan Kelud 2014 sudah hampir usai. Seluruh magma segarnya sudah dimuntahkan khususnya tempo hanya sekitar 3 jam sejak letusan dimulai. Tidak ada lagi pasokan magma segar menuju kawah sebagaimana diperlihatkan oleh minimnya gempa-gempa vulkanik dangkal dan dalam. Yang masih tersisa tinggal erupsi minor, yakni semburan gas-gas vulkanik yang turut menyeret partikel-partikel debu/lebih besar sehingga nampak sebagai kepulan asap berwarna kehitaman. Kepulan debu dalam erupsi minor mungkin akan setinggi 1 hingga 3 km dari kawah, namun tak setinggi kolom erupsi utama yang sempat menembus ketinggian 20 km itu.

Turun ke Level Siaga

Setelah ± 7 hari status Gunung Kelud dalam kondisi Awas (level I), maka terhitung hari Kamis, 20 Februari 2014, pukul 11.00 WIB, status Gunung Kelud diturunkan menjadi Siaga (level II).

Aktivitas gunung berapi itu terus menurun sejak Selasa lalu. “Ini setelah pemantauan yang dilakukan oleh tim dari Kementerian ESDM pasca letusan” kata Kepala Badan Geologi RI Surono di Gedung Grahadi Surabaya.

88 kelud 21-02-2014

Penampakan area puncak G Kelud tgl 21 Feb 2014 diambil dari CCTV Badan Geologi

Menurut Surono, sejak terjadinya erupsi Gunung Kelud pada 13 Februari sampai 19 Februari 2014 pukul 00.00 WIB, telah terjadi penurunan aktivitas Gunung Kelud. Pada akhirnya, tanggal 20 Februari, status Gunung Kelud telah diturunkan. Penurunan status itu setelah dilakukan rapat koordinasi dari tim berwenang, seperti Badan Geologi RI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Gubernur Jatim, Kapolda Jatim, dan Pangdam V/Brawijaya.

Status Kelud yang diturunkan menjadi siaga juga berpengaruh terhadap jarak aman dari puncak Gunung Kelud dari 10 kilometer menjadi 5 kilometer. Dirinya juga menambahkan, dengan turunnya status bahaya Kelud, maka masyarakat pengungsi Kelud dapat kembali ke rumah masing-masing. “Diharapkan masyarakat tidak melakukan kegiatan apa-apa dalam radius 5 kilometer,” katanya.

Meskipun status Gunung Kelud telah diturunkan, diharapkan masyarakat tetap waspada terhadap adanya hujan lahar dingin dari Kelud, terutama bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai. “Banjir lahar dingin juga patut diwaspadai,” kata Surono.  (Tkr, dari berbagai sumber)

Artikel terkait :  Foto-Foto Letusan Gunung Kelud 2014     Video Amatir Letusan Gunung Kelud 2014

Misteri Situs Gunung Padang

ICON Lapsus wpSitus Megalithic Gunung Padang masih menyimpan misteri. Penyelidikan terhadap situs ini juga belumlah selesai. Namun penemuan-penemuannya, membuat kita tercengang, karena secara ilmiah terbukti lebih tua dibandingkan peradaban Mesopotamia, lembah Sungai Indus, China, Mesir, dan Yunani yang selama ini dianggap sebagai induk peradaban manusia modern. Benarkah Nusantara kita ini merupakan pusat peradaban dunia?

87 lipsus misteri g padangSitus Gunung Padang merupakan situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum di Jawa Barat. Tepatnya berada di perbatasan Dusun Gunung Padang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Lokasi dapat dicapai 20 kilometer dari persimpangan kota kecamatan Warungkondang, di jalan antara Kota Kabupaten Cianjur dan Sukabumi.

Luas kompleks situs ini ±900 m², terletak pada ketinggian 885 m dari permukaan laut, dengan areal situs sekitar 3 ha, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara. Pada bagian Pendahuluan dalam buku Peninggalan Tradisi Megalitik di Daerah Cianjur, Jawa Barat , susunan Haris Sukendar, tertulis :

“Penemuan kembali bangunan berundak oleh tiga petani, Endi, Soma dan Abidin di Gunungpadang yang dilaporkan kepada Kepala Seksi Kebudayaan Kabupaten Cianjur R. 87 lokasi situsAdang Suwanda pada tahun 1979,  telah menggugah para arkeolog untuk mengadakan penelitian. Bangunan ini telah dicatat oleh N.J. Krom pada tahun 1914, tetapi penelitian yang intensif belum pernah dilaksanakan. Pada tahun 1979 tim Puspan yang dipimpin oleh D.D. Bintarti mengadakan penelitian  di daerah tersebut. Selajutnya pada tahun 1980 diadakan pula penelitian ulang yang dipimpin oleh R.P. Soejono.

Dr. N.J. Krom sudah menulisnya pada tahun 1914 dalam Rapporten Oudheidkundige Dienst tahun 1914 (Laporan Layanan Kepurbakalaan), sebagai berikut : “Op dezen bergtop nabij Goenoeng Melati vier door trappen van ruwe steenen verbonden terrassen, ruw bevloerd en met scherpe opstaande zuilvormige andesict steenen versierd. Op elk terras een heuveltje (graf), met steenen omzet en bedekt en voorzien van twee spitse steenen.”

Sumber lain yang menyebutkan keberadaan Situs Gunung Padang adalah sebuah buku berjudul Oudheden van Java yang disusun oleh R.D.M. Verbeek dan diterbitkan oleh Landsdrukkerij pada tahun 1891, atau 23 tahun sebelum laporan yang dibuat oleh N.J. Krom.

Rogier Diederik Marius Verbeek

Rogier Diederik Marius Verbeek

Rogier Diederik Marius Verbeek (1845-1926) adalah orang pertama yang melakukan penelitian tentang gunung Krakatau yang dimulainya 7 minggu setelah letusannya yang yang mengguncang dunia itu pada 27 Agustus 1883. Hasil penelitiannya yang mendalam ini dibukukan dengan judul Krakatau (Government Printing Office, Batavia, 1886) dan masih menjadi acuan utama untuk penelitian-penelitian tentang gunung  Krakatau selanjutnya.

Buku Oudheden van Java ini merupakan kumpulan catatan tentang artefak-artefak peninggalan kebudayaan Hindu di Java. Di sini telah disebutkan mengenai keberadaan situs Gunung Padang berdasarkan kunjungan dan laporan oleh De Corte pada tahun 1890.

Catatan itu diberi sub judul Goenoeng Padang, District Peser, afdeeling Tjiandjoer, Blad K. XIII yang kutipannya sebagai berikut :  “Op den bergtop Goenoeng Padang, nabij Goenoeng Melati, eene opeenvolging van 4 terrassen, door trappen van ruwe steenen verbonden, met ruwe platte steenen bevloerd en met talrijke scherpe en zuilvormige rechtopstaande andesietsteenen versierd. Op ieder terras een heuveltje, waarschijnlijk een graf, met steenen omzet en bedekt, en van boven met 2 spitse steenen voorzien. In 1890 door den heer De Corte bezocht.”

Buku Oudheden van Java

Buku Oudheden van Java

Kurang lebih terjemahannya  adalah : “Di puncak Gunung Padang, di dekat Gunung Melati, sebuah undakan yang terdiri dari 4 buah teras dihubungkan oleh jalan setapak berbahan batu kasar, batu datar yang diatur, lalu berhenti pada kolom andesit yang disusun berdiri. Pada gundukan teras mungkin terdapat sebuah kuburan yang ditutupi oleh batu2an dan di atasnya terdapat dua buah batu tajam, (seperti yang dilaporkan) kunjungan De Corte pada tahun 1890.

Melihat salinannya ternyata tidak jauh berbeda dengan yang ditulis dalam laporan N.J. Krom. Jadi kemungkinannya, N.J. Krom mencatat menggunakan bahan dari buku Verbeek ini namun tanpa menyebutkan sumber baik Verbeek maupun De Corte sehingga lama dikira bahwa penemuan pertama situs Gunung Padang adalah sesuai dengan catatan N.J. Krom, tahun 1914.

Lokasi situs ini berbukit-bukit curam dan sulit dijangkau. Kompleksnya memanjang, menutupi permukaan sebuah bukit yang dibatasi oleh jejeran batu andesit besar berbentuk persegi. Situs ini dikelilingi oleh lembah-lembah yang sangat dalam. Tempat ini sebelumnya memang telah dikeramatkan oleh warga setempat. Penduduk menganggapnya sebagai tempat Prabu Siliwangi, raja Sunda, berusaha membangun istana dalam semalam.

Bukit buatan manusia

Pada bulan Sejak Maret 2011, Andi Arif, Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, membentuk Tim Peneliti Katastrofi Purba, yang melakukan survei gempa bumi untuk melihat aktifitas sesar aktif Cimandiri yang melintas dari Pelabuhan Ratu sampai Padalarang melewati Gunung Padang.

Andi Arief

Andi Arief

Ketika tim melakukan survei bawah permukaan Gunung Padang diketahui tidak ada intrusi magma. Kemudian tim peneliti melakukan survei bawah permukaan secara lebih lengkap dengan metodologi geofisika, yakni geolistrik, georadar, dan geomagnet di kawasan situs tersebut.

Hasilnya, semakin meyakinkan bahwa Gunung Padang sebuah bukit yang dibuat atau dibentuk oleh manusia. Pada November 2011, tim yang dipimpin oleh Dr. Danny Hilman Natawidjaja yang terdiri dari pakar kebumian ini semakin meyakini bahwa Gunung Padang dibuat oleh manusia masa lampau yang pernah hidup di wilayah itu.

Hasil survei dan penelitian kemudian dipresentasikan pada berbagai pertemuan ilmiah baik di tingkat nasional maupun internasional, bahkan mendapat apresiasi dari Prof. Dr. Oppenheimer.

Kemudian Tim Katastrofi Purba menginisiasi pembentukan tim peneliti yang difokuskan untuk melakukan studi lanjutan di Gunung Padang, di mana para anggota penelitinya diperluas dan melibatkan berbagai bidang disiplin ilmu dan berbagai keahlian.

Dr. Ali Akbar

Dr. Ali Akbar

Sebut saja misalnya Dr. Ali Akbar seorang peneliti prasejarah dari Universitas Indonesia, yang memimpin penelitian bidang arkeologi; Pon Purajatnika, M.Sc, memimpin penelitian bidang arsitektur dan kewilayahan; Dr. Budianto Ontowirjo memimpin penelitian sipil struktur dan Dr. Andang Bachtiar seorang pakar paleosedimentologi, memimpin penelitian pada lapisan-lapisan sedimen di Gunung Padang.

Seluruh tim peneliti itu tergabung dalam Tim Terpadu Penelitian Mandiri (TTRM) Gunung Padang yang difasilitasi kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana. Menariknya seluruh pembiayaan penelitian dilakukan secara swadaya para anggota tim peneliti.

Berbagai temuan tim terpadu penelitian mandiri Gunung Padang ini akhirnya dilakukan uji radiometrik karbon (carbon dating, C14). Hasil uji karbon pada laboratorium Beta Miami, di Florida AS, menemukan bahwa karbon yang didapat dari pengeboran pada kedalaman 5 meter sampai dengan 12 meter itu berusia 14.500-25.000 tahun.

Itu artinya, peradaban di Situs Gunung Padang lebih tua dari peradaban Mesopotamia dan Pyramid Giza di Mesir, yang selama ini dipercaya sebagai peradaban tertua di dunia. Sehingga temuan Situs Gunung Padang yang hingga saat ini masih dalam proses penelitian tersebut, bisa mengubah peta peradaban dunia.

Prof. Danny Natawidjaja

Prof. Danny Natawidjaja

Koordinator TTRM Gunung Padang, Prof. Danny Natawidjaja juga mengatakan, “Peradaban dunia yang dikenal manusia itu ‘kan yang majunya baru sekitar 6.000 tahun, Mesopotamia, kemudian yang di Mesir, (Piramida) Giza itu, yang 2.500-2.800 tahun Sebelum Masehi. Itu yang dianggap sebagai peradaban tertua di dunia. Kalau kita bilang Gunung Padang usianya 13.000 tahun, tumbang semua. Itu tentunya akan menjadikan kita (Indonesia) yang menjadi pusat peradaban di masa lalu.”

Prof. Danny Hilman Natawidjaja juga mengatakan, berdasarkan penelitian yang dilakukan selama ini terlihat bahwa susunan batu pada Situs Gunung Padang sudah cukup maju. Susunan batu tersebut mirip dengan teknologi Situs Machu Pichu di Peru. Menurut Danny, yang lebih mengejutkan dari penemuan Situs Gunung Padang ini yaitu umur susunan batu yang berbeda-beda dari setiap lapisannya.

Situs Machu Pichu di Peru

Situs Machu Pichu di Peru

Lapisan teratas berumur lebih muda, yaitu 500 tahun Sebelum Masehi, ada pula lapisan yang berumur 7.000 tahun Sebelum Masehi. Bahkan, jika dihitung hingga lapisan terbawah, Situs Gunung Padang diperkirakan usianya sekitar 13.000 tahun.

“Gunung Padang itu suatu monumen yang besar. Punden berundaknya yang lapisan pertamanya itu tingginya sampai 100 meteran, jadi luasnya 150 hektar, yang jelas 10 kali lebih besar dari bangunan Candi Borobudur”, kata Prof. Danny menambahkan.

Cawan raksasa dan ruang kosong

Dengan teknologi geolistrik, tim menemukan struktur high resistivity (batuan keras) berbentuk seperti cekungan atau “cawan raksasa” di perut Gunung Padang.  Posisi cawan ini kira-kira sekitar 100 meter dari puncak, atau setara level tempat parkir di permulaan tangga untuk naik ke situs.

Kejutan lain yang membuat para ahli terperangah adalah penampakan tiga tubuh “very-high resistivity” di bawah situs.  Dalam konteks struktur di sekitarnya, yang paling mungkin penampakan itu adalah ruang kosong atau chamber.

Perkiraan perbandingan Candi Borobudur dan Situs Gunung Padang

Perkiraan perbandingan Candi Borobudur dan Situs Gunung Padang

Apa fungsi kamar itu belum terjawab. Danny mengatakan, perlu penelitian lanjutan membongkar fungsi kamar besar itu. “Belum bisa diketahui karena tidak ada catatan. Tim tidak ingin berspekulasi sebelum bisa membukanya,” katanya.

Apapun itu, naluri keilmuwan tim menuntut rahasia itu dikuak. “Kami ingin membuka tabir chamber ini. Kami tidak peduli isinya apa, karena dengan terkuaknya chamber (kamar, red), apapun misteri akan bisa dipecahkan,” kata ahli gempa LIPI itu. Selain memperkuat kesimpulan awal, tim juga mencari jalan masuk ke ruang itu.

Tak sekedar ruang kosong, hasil survei geomagnet memperlihatkan anomali magnetis yang tinggi di beberapa lokasi.  Salah satunya persis di samping struktur yang diduga chamber besar. Untuk diketahui, anomali magnetis tinggi bisa berasosiasi dengan timbunan barang-barang terbuat dari bahan metal atau logam.

Anggota tim lainnya, Dr Boediarto Ontowirjo mengatakan, dari survei pencitraan bawah permukaan yang sudah dilakukan, ada indikasi struktur bangunan tidak hanya setinggi 15  meteran di bagian atasnya saja, tapi sampai setinggi 100 meteran ke bawahnya, sampai level parkir-pintu masuk. Atau bahkan sampai 300 meteran ke Level Sungai Cimanggu.

“Ini memang masih perlu survei yang lebih komprehensif. Tapi kalau ternyata hal ini benar, maka dia sesuatu yang “truly extraordinary”,” kata dia. Singkatnya, Situs Gunung Padang ini bukan produk artefak dari masyarakat purba yang masih primitif. Ia adalah produk peradaban tinggi, mahakarya arsitektur dari zaman pra-sejarah.

Semen purba

Yang lebih mengejutkan adalah ditemukannya material pengisi di antara batu-batu kolom ini. Bahkan di antaranya ada batu kolom yang sudah pecah berkeping-keping, namun ditata dan disatukan lagi oleh material pengisi, atau kita sebut saja sebagai semen purba.

Makin ke bawah kotak gali, semen purba ini terlihat makin banyak, dan merata setebal ±2 cm di antara batu-batu kolom. Selain di kotak gali, semen purba ini juga sudah ditemukan pada tebing undak antara teras satu dan dua, dan juga pada sampel inti bor dari kedalaman 1 sampai 15 meter dari pemboran yang dilakukan oleh tim pada tahun 2012 lalu di atas situs.

Dr. Andang Bachtiar

Dr. Andang Bachtiar

Ahli geologi tim yang juga pembina pusat Ikatan Ahli Geologi Indonesia pusat, Dr. Andang Bachtiar mengatakan, berdasarkan hasil analisis kimia yang dilakukannya pada sampel semen purba dari undak terjal teras satu ke dua, menemukan fakta lebih mengejutkan lagi. Ternyata material semen ini mempunyai komposisi utama 45% mineral besi dan 41% mineral silika. Sisanya adalah 14% mineral lempung, dan juga terdapat unsur karbon. Ini adalah komposisi bagus untuk semen perekat yang sangat kuat.

Barangkali ia menggabungkan konsep membuat resin, atau perekat modern dari bahan baku utama silika, dan penggunaan konsentrasi unsur besi yang menjadi penguat bata merah. Tingginya kandungan silika mengindikasikan semen ini bukan hasil pelapukan dari batuan kolom andesit di sekelilingnya yang miskin silika.

Kemudian, kadar besi di alam, bahkan di batuan yang ada di pertambangan mineral bijih sekalipun umumnya tak lebih dari 5% kandungan besinya, sehingga kadar besi “semen Gunung Padang” ini berlipat kali lebih tinggi dari kondisi alamiah.

Oleh karena itu dapat disimpulkan material di antara batu-batu kolom andesit ini adalah adonan semen buatan manusia. Artinya, teknologi masa itu kelihatannya sudah mengenal metalurgi. Doktor Andang menjelaskan, bahwa satu teknik umum untuk mendapatkan konsentrasi tinggi besi adalah dengan melakukan proses pembakaran dari hancuran bebatuan dengan suhu sangat tinggi. Mirip pembuatan bata merah, yaitu membakar lempung kaolinit dan illit untuk menghasilkan konsentrasi besi tinggi pada bata tersebut.

Metalurgi purba

Indikasi adanya teknologi metalurgi purba ini diperkuat lagi dengan ditemukannya segumpal material seperti logam sebesar 10 cm oleh tim Ali Akbar pada kedalaman 1 meter di lereng timur Gunung Padang. Material logam berkarat ini mempunyai permukaan kasar berongga-rongga kecil dipermukaannya. Diduga material ini adalah adonan logam sisa pembakaran (“slug”) yang masih bercampur dengan material karbon yang menjadi bahan pembakarnya, bisa dari kayu, batu bara atau lainnya. Rongga-rongga itu kemungkinan terjadi akibat pelepasan gas CO2 ketika pembakaran. Tim akan melakukan analisa lab lebih lanjut untuk meneliti hal ini.

Tim Ahli sedang melakukan pengeboran

Tim Ahli sedang melakukan pengeboran

Yang tidak kalah mencengangkan adalah perkiraan umur dari semen purba ini. Hasil analisis radiometrik dari kandungan unsur karbonnya pada beberapa sampel semen di bor inti dari kedalaman 5 – 15 meter yang dilakukan pada 2012 di Laboratorium bergengsi BETALAB, Miami, USA pada pertengahan 2012 menunjukan umur dengan kisaran antara 13.000 sampai 23.000 tahun lalu. Kemudian, hasil carbon dating dari lapisan tanah yang menutupi susunan batu kolom andesit di kedalaman 3-4 meter di Teras 5 menunjukkan umur sekitar 8700 tahun lalu.[18]

Sebelumnya hasil carbon dating yang dilakukan di laboratorium BATAN dari pasir dominan kuarsa yang mengisi rongga di antara kolom-kolom andesit di kedalaman 8-10 meter di bawah Teras lima, juga menunjukkan kisaran umur sama yaitu sekitar 13.000 tahun lalu.

Fakta itu sangat kontroversial karena pengetahuan secara umum sekarang belum mengenal atau mengakui ada peradaban (tinggi) pada masa se-purba ini, di manapun di dunia, apalagi di Nusantara yang konon masa pra-sejarahnya banyak diyakini masih primitif walaupun alamnya luar biasa indah dan kaya, sementara di wilayah tandus gurun pasir Mesir orang bisa membuat bangunan piramida yang sangat luar biasa itu. Tapi fakta di Gunung Padang berbicara lain. Rasanya bukan mustahil lagi bangsa Nusantara mempunyai peradaban yang semaju peradaban Mesir purba, bahkan pada masa yang jauh lebih tua lagi.

Struktur bangunan dari susunan batu-batu kolom berdiameter sampai 50 cm dengan panjang bisa lebih dari 1 meter ini sudah sangat spektakuler karena bagaimanakah masyarakat purbakala dapat menyusun batu-batu besar yang sangat berat ini demikian rapi dan disemen pula oleh adonan material yang istimewa.

Ini hasil penelitian dan ekskavasi arkeologi yang dilakukan pada bulan Agustus 2012, Maret 2013, dan terakhir Juni-Juli 2013. Bahkan sebenarnya lapisan kedua ini sudah terlihat ketika penggalian arkeologi yang dilakukan oleh Balai Arkeologi Bandung tahun 2005, hanya waktu itu disalah-tafsirkan sebagai batuan dasar alamiah (quarry) karena belum ditunjang oleh penelitian geologi yang komprehensif dan tidak ditunjang oleh survei geofisika bawah permukaan.

Lapisan kedua ini juga disusun oleh batu-batu kolom andesit yang sama dengan yang diatasnya namun susunannya terlihat lebih rapi dan kelihatannya menggunakan semacam material semen atau perekat.

Semen purba ini mempunyai komposisi 45% mineral besi, 40% mineral silika dan sisanya mineral lempung dan sedikit karbon. Komposisi ini tidak bisa ditafsirkan sebagai tanah hasil pelapukan batuan atau hanya merupakan infiltrasi material yang dibawa air ke dalam tanah.

Hasil analisa umur dengan radiokarbon dating dari beberapa sampel bor menunjukkan bahwa umur lapisan budaya di bawah permukaan ini adalah sekitar 4.700 tahun SM atau lebih tua.

Sampai lapisan kedua saja sudah cukup alasan agar Situs Gunung Padang menjadi prioritas nasional dan benar-benar ditangani secara sangat serius untuk menjadi proyek pemugaran situs kebanggaan nasional.

Terlebih lagi temuan ini adalah hasil kerja bangsa sendiri tanpa bantuan pihak asing. Penemuan lapisan budaya kedua ini sudah akan merubah sejarah tidak hanya Indonesia dan Asia Tenggara tapi sejarah peradaban dunia!

Peradaban tinggi di masa lalu

Tim peneliti yang bergabung dalam TTRM, mulai disorot saat meneliti Gunung Sadahurip di Garut, Jawa Barat, yang diduga sebagian kalangan mengandung bangunan piramida di bawahnya.

Awalnya, soal dugaan piramida di Sadahurip itu pernah diungkap Yayasan Turangga Seta. Itu adalah lembaga yang peduli kegemilangan sejarah nenek moyang di masa lalu.

Selain Sadahurip, Turangga Seta juga menyebut adanya piramida di Gunung Lalakon, Soreang, Bandung, Jawa Barat. Keraguan pun muncul. Apalagi, Turangga Seta dianggap memadukan unsur mistis dalam pencarian piramida, dengan istilah keren yang mereka pakai: parallel existence.

Bantahan  tajam diungkap oleh ahli geologi, Sujatmiko. Di Bandung, dia mengatakan bentuk piramida dari Gunung Sadahurip adalah hasil alamiah. Sadahurip, kata Sujatmiko, adalah gunung jenis cumulo dome yang terbentuk dari aliran lava, batuan intrusif, dan piroklastik. Pro dan kontra pun kian ramai.

Btuan megalitik berserakan di Gunung Padang, diperkirakan merupakan reruntuhan bangunan ritual berusia hingga 13.000 SM

Batuan megalitik berserakan di Gunung Padang, diperkirakan merupakan reruntuhan bangunan ritual berusia hingga 13.000 SM

Menjawab hal itu, Prof Danny mengatakan tujuan tim bukanlah berburu piramida. Mereka meneliti siklus bencana, yang terjadi di Nusantara sejak masa lalu. Dalam penelitian itu, tim juga menelisik jejak peradaban lama yang musnah akibat bencana. Itu penting, kata Danny, agar pola mitigasi bencana dipahami.  “Tim ini terbentuk, bukan dibentuk. Kami juga hanya difasilitasi dalam melakukan penelitian ini,” ujar Danny Hilman.

Itu sebabnya, mereka menelisik dari Banda Aceh di ujung Sumatera, Batujaya di Karawang, dan Trowulan di Jawa Timur. Temuan sejumlah penelitian itu membuat  para peneliti itu percaya ada peradaban tinggi di Indonesia di masa lalu. “Raflles pernah bilang, kerajaan di Sumatera dan Jawa lebih mundur dari pendahulunya,” ujar Danny, mengutip Sir Thomas Stamford Bingley Raffles (1781-1826), Gubernur Hindia Belanda di abad ke-19.

Sedangkan Gunung Padang, kata Danny, adalah ‘kompleks bangunan’ besar terletak di dekat patahan Cimandiri, sebuah patahan aktif. Sebagai bekas peradaban megalitikum, mereka ingin melihat adakah bencana purba menghancurkan peradaban di gunung itu. Pengeboran di Gunung Padang dilakukan setelah hasil survei geolistrik, geomagnet, dan georadar. Hasilnya: ada tanda-tanda tak alamiah di bawah permukaan Gunung Padang.

“Mungkin selama ini arkeolog meneliti berdasarkan ‘what you see is what you get’. Tapi di geologi berbeda. Kami harus melakukan pengeboran agar mendapatkan apa yang tak terlihat di permukaan,” kata Danny Hilman.

Andang Bachtiar mengatakan tak begitu peduli anggapan orang yang menyebut timnya mencari piramida. “Masih terlalu dini juga menyebut piramida,” ujarnya. Andang berharap penelitian lanjutan akan terus dilakukan di Gunung Padang. “Ini memang dari dana kami sendiri, karena itu hasilnya masih terbatas. Alat yang digunakan pun masih pinjaman, karena itu hanya bisa mengebor sampai kedalaman sekitar 25 meter,” tutur peraih gelar Master of Science dari Geology Department, Colorado School of Mines di Amerika Serikat pada 1991 ini.

Untuk menjernihkan pelbagai tudingan, Danny Hilman dan Andang Bachtiar mengungkap hasil penelitian Tim itu pada acara diskusi di Gedung Krida Bhakti, Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa, 7 Februari 2012. Di acara ini, keduanya memaparkan tujuan, metode, dan hasil penelitian awal mereka.

Struktur piramida?

Dikatakan, hasil survei georadar, geolistrik dan geomagnet di Gunung Padang diketahui adanya struktur bangunan besar dan masif.  Ini juga terbukti dengan pengeboran geologi. “Kami menemukan struktur batuan hingga kedalaman 20 meter. Ada seperti sesuatu yang dipangkas,” kata Danny Hilman.

Andang Bachtiar mengatakan hal serupa, “Ini constructed. Dari kedalaman 18 meter ke atas, ini merupakan bangunan. Jadi bukan sesuatu yang natural.” Di acara diskusi ini, tim kemudian menyorot teknologi konstruksi bangunan.

Sebelumnya, ada dugaan batu itu terbentuk secara alami dari proses vulkanik, yaitu columnar joint basalt. Tapi menurut Andang, dugaan itu gugur. Soalnya, columnar joint basalt tidak ditemukan di sekitar situs Gunung Padang.

Hal menarik lain dari penelitian tim itu adalah cara bangunan ini disusun. Dari temuan bebatuan yang menjadi pemisah Teras 1 dan Teras 2, terlihat ada bahan perekat menyambung bangunan. “Ini bukan pelapukan andesit, tapi semacam semen purba,” Andang menambahkan.

Ada dugaan kuat, jika bangunan purba itu menerapkan semacam teknologi penahan gempa. Ini terlihat dari adanya lapisan buatan yang materinya adalah pasir. “Ini hasil ayakan sangat halus, dan jelas bukan terbentuk secara alami,” jelas Andang. Pasir ditemukan dalam satu lapisan, di kedalaman 8 hingga 10 meter. “Ini seperti teknologi yang mampu menahan gempa”.

Lebih tua dari Machu Picchu

Tim juga menjelaskan hasil carbon dating yang dilakukan terhadap sisa akar tanaman dan sisa arang bekas pembakaran, yang didapat dari hasil pengeboran. Menurut Danny Hilman, hasil carbon dating memperlihatkan bahwa situs Gunung Padang berasal dari 6.700 tahun lalu. “Berarti sekitar tahun 4.700 Sebelum Masehi,” tutur Danny.

Carbon dating adalah analisis kimia yang digunakan untuk menentukan umur bahan organik berdasarkan konten mereka dari radioisotop karbon-14, yang dapat dipercaya bisa mendeteksi umur bahan organik  sampai dengan 40.000 tahun.

Jika hasil carbon dating itu tepat, hasil ini terbilang menakjubkan. Artinya, di masa prasejarah, sudah dikenal teknologi bangunan maju di wilayah nusantara. “Ini seperti Machu Picchu, di Peru. Tapi ini berasal dari abad yang jauh lebih tua. Bisa jadi teknologi Machu Picchu juga berasal dari sini,” kata Danny menambahkan. Machu Picchu diperkirakan berasal dari abad 14 atau 15.

Ilmuwan lain menyambut baik temuan ini. Arkeolog Universitas Indonesia, Ali Akbar, misalnya, mengatakan perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk melihat konteks hasil pengeboran dengan lapisan budayanya. “Ambil sampelnya di mana, kedalaman berapa ditemukan pasir itu. Apa ada hal serupa di titik lain. Ini perlu diketahui lagi untuk mengetahui konteks lapisan budaya dengan bangunannya,” ujar Ali Akbar. “Sebaiknya dicek lagi di teras lain,” lanjutnya.

Pusat peradaban dunia

Dugaan tentang struktur apa yang dikandung di Gunung Padang menarik didiskusikan. Ahli kompleksitas Hokky Situngkir, menyebut adanya kemungkinan bentuk piramida kecil di Gunung Padang. Dengan metode kompleksitas, Hokky mencari dugaan keterkaitan Gunung Padang dengan situs megalitik lain.

Dari perspektif Arkeo-Geografi, Hokky mereka-reka suatu struktur piramida kecil yang dapat dicocokkan dengan lanskap geografis Gunung Gede. Struktur piramida ini sendiri sekarang terlihat reruntuhannya di Teras 1, yang ada di Gunung Padang.

Mengenai bentuk piramida,  perdebatan masih mencuat: apakah Gunung Padang bukit buatan berbentuk piramida (piramidal), atau ia hanya struktur bangunan akibat kontur geografis gunung yang terbentuk secara alami.

Danny Hilman menyebut Gunung Padang adalah buatan manusia (man-made) hingga kedalaman 20 meter. Namun, kesimpulan ini dibuat dengan catatan pengeboran baru dilakukan hingga kedalaman sekitar 25 meter. Danny yakin bukit ini tak terbentuk alamiah. “Ada yang bilang ini gunung purba, tapi saya melihat tidak ada intrusi magma,” ujar Danny.

Ahli geologi Awang Satyana mengatakan struktur punden berundak punya bentuk sama dengan piramida berjenjang atau step pyramid. “Piramida adalah bangunan yang semakin kecil mendekati puncak,” jelas Awang. Dia mencontohkan Borobudur yang juga punya struktur piramida.

Arkeolog UI Ali Akbar juga mengatakan model piramida sudah dikenal sejak masa prasejarah di Indonesia. “Tapi bukan seperti di Mesir. Di sana kan bangunan di tanah datar yang ditumpuk ke atas,” kata Ali Akbar. “Di Indonesia bentuknya seperti punden berundak yang biasa ambil lokasi di gunung alami. Sehingga batu yang dibutuhkan tidak sebanyak yang di Mesir. Jadi lebih memanfaatkan alam,” jelasnya.

Ali menambahkan, ekskavasi Gunung Padang bakal makan waktu lama. Pelan-pelan, sedikit demi sedikit lapisan tanah disingkap, agar batu yang ada tak bergeser. “Kami harapkan ini bisa ditindaklanjuti oleh para pemangku kepentingan. Bisa dibayangkan, saat Borobudur ditemukan kondisinya sama, tertutup tanah, ditumbuhi pohon-pohon. Butuh puluhan tahun untuk membukanya, lalu dipugar, dan baru bisa dinikmati. Itu kerja besar yang melibatkan berbagai disiplin ilmu. Kecanggihan teknologi memudahkan pengungkapan,” kata Ali Akbar.

Dalam buku Eden In The East, Oppenheimer menyimpulkan bahwa Indonesia merupakan pusat peradaban dunia

Dalam buku Eden In The East, Oppenheimer menyimpulkan bahwa Indonesia merupakan pusat peradaban dunia

Heboh piramida ini juga menarik ahli asing, semisal Profesor Stephen Oppenheimer, seorang mahaguru dari Universitas Oxford Inggris. Penuslis buku laris “Eden in The East” ini pernah mengatakan kawasan Nusantara sebagai daerah peradaban tinggi di masa lalu.

Eden in The East adalah buku yang memberikan wacana yang berbeda dengan tulisan sejarah yang dianut selama ini. Sejarah selalu mencatat bahwa induk peradaban manusia modern itu berasal dari Mesopotamia, lembah Sungai Indus, China, Mesir, dan Yunani karena wilayah ini menyimpan banyak artefak dan peninggalan tertulis.

Namun, kini, tampaknya orang mulai berpikir ulang sejak kehadiran buku “Atlantis” karangan Arysio Nunes dos Santos yang menyebut Atlantis, yang tenggelam dengan peradaban tingginya, ada di Asia Tenggara. Buku Atlantis kini diperkuat dengan Eden In The East karangan Profesor Stephen Oppenheimer, seorang mahaguru dari Universitas Oxford Inggris. Dalam buku Eden In The East, Oppenheimer menyimpulkan bahwa Indonesia merupakan pusat peradaban dunia.

Artinya nenek moyang bangsa-bangsa di dunia ini atau induk peradaban modern sekarang ini berasal dari Indonesia dan menyebar ke seluruh penjuru Bumi. Dalam teorinya, Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa, dan Kalimantan dulu menjadi satu kesatuan dengan sebutan Sundaland. Karena mengalami banjir berkali-kali akibat melelehnya es di Kutub, wilayah ini terpisah oleh lautan.

Tapi soal piramida, dia mengatakan, perlu hati-hati. Soalnya, sulit membedakan struktur monumen hasil modifikasi manusia, dengan struktur geologis oleh alam. “Anda bisa menghabiskan waktu memburunya dan ternyata kemudian adalah gunung, jelas Anda akan mendapat malu,” lanjut Oppenheimer.

Laporan resmi ke presiden

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima laporan Tim Terpadu Riset Mandiri Gunung Padang pada, Sabtu 3 Agustus 2013. Menurut Andi Arief, inisiator Tim, Presiden menyatakan hasil riset ini bisa jadi “Big Bang” atau dentuman besar sejarah Indonesia.

Andi menyatakan, dalam siaran pers melalui akun jejaring sosialnya, secara khusus melaporkan perkembangan hasil riset dan ekskavasi arkeologi, pengeboran, dan tomografi sesmik ke Presiden yang berlangsung sejak awal Juli 2013 lalu. Presiden SBY terus memantau riset ini dan mengatakan bangga terhadap apa yang telah dilakukan oleh para periset dari berbagai lintas ilmu.

“Presiden menyetujui rekomendasi pemugaran di dua lapisan kebudayaan, yaitu lapisan terasering seperti Machu Pichu (lapisan berusia 600 tahun sebelum Masehi) dan lapisan budaya II (4.900 tahun sebelum Masehi). Untuk dua lapis kebudayaan 11.500 SM dan 25.000 SM, Presiden SBY menyebut ini Big Bang sejarah Indonesia,” kata Andi.

Sementara itu, tim geofisika yang melakukan tomografi seismik juga sudah mendapatkan beberapa hal penting yang memperkuat dugaan tentang adanya rongga yang sudah dilakukan pemindaian sebelumnya.

Bahkan ada “bonus” kejutan yang masih harus diselidiki lebih lanjutan dari hasil tomografi seismik. Tim menggunakan hampir semua teknologi dan metode ilmiah yang ada. Dengan kehati-hatian, setiap perkembangan dianalisis serius agar dapat disimpulkan dengan akurat.

Temuan Lengkap TTRM Gunung Padang

Dalam siaran persnya, TTRM menyatakan, penelitian Situs Gunung Padang bukan kasus cagar budaya dan riset biasa. Penelitian Gunung Padang adalah untuk menggali peradaban Nusantara secara multidisiplin dan menggunakan metodologi-teknologi mutakhir di bidang eksplorasi geologi-geofisika. Akumulasi hasil riset TTRM yang dilakukan dalam 2 tahun terakhir berhasil membuktikan bahwa situs ini sangat luarbiasa bahkan di luar yang bisa dibayangkan oleh para penelitinya.

Temuan pertama : Situs megalitik ini berupa struktur teras-teras yang tersusun dari batu-batu kolom basaltik andesit yang terlihat di permukaan bukan hanya menutup bagian atas bukit seluas 50×150 meter persegi saja, tapi menutup seluruh bukit seluas minimal 15 hektare. Hal ini sudah terbukti tanpa keraguan lagi setelah dilakukan pengupasan alang-alang dan pohon-pohon kecil di sebagian lereng timur oleh Tim Arkeologi pada bulan Juli 2013.

Batu-batu kolom penyusun ini berat satuannya ratusan kilogram, berukuran diameter puluhan sentimeter dan panjang sampai lebih dari satu meter. Dapat dibayangkan mobilisasi dan pekerjaan menyusun kolom-kolom batu ini sama sekali bukan hal yang mudah.

Kemudian tim  melakukan lagi uji radiocarbon dating dari sampel tanah di dekat permukaan. Hasilnya menguatkan umur radiokarbon sebelumnya bahwa umur dari situs yang terlihat di permukaan ini adalah dalam kisaran 500 sampai 1000 tahun sebelum Masehi. Jadi lapisan atas Gunung Padang adalah monumen megah bergaya seperti Machu Pichu di Peru tapi umurnya jauh lebih tua dan berada pada masa prasejarah Indonesia.

Temuan ini saja sudah luar biasa karena selain monumen megalitik yang besarnya sampai 10x Candi Borobudur juga umurnya membuktikan sudah ada peradaban tinggi di Indonesia pada masa prasejarah yang selama ini dianggap zaman berbudaya masih sederhana.  Dengan kata lain hal ini akan mengubah sejarah Indonesia dan Asia tenggara.

Temuan kedua : Ada struktur bangunan yang lebih tua lagi, berlapis-lapis sampai puluhan meter ke bawah. Situs megalitik Gunung Padang tidak hanya satu lapisan di permukaan saja, seperti disimpulkan oleh penelitian Balai Arkelogi dan Arkenas sebelumnya. Keberadaan struktur ini sudah diidentifikasi dengan baik oleh survei arkeologi, geologi, pengeboran dan geofisika bawah permukaan.

Struktur lebih tua ini bukannya lebih sederhana tapi kelihatannya malah struktur bangunan besar yang dibuat dengan teknologi yang lebih tinggi  dari kenampakan geometri dinding dan ruang-ruang besar. Struktur ini adalah hasil karya sipil-arsitektur purba yang luar biasa hebat.

Temuan ketiga : Telah membuktikan secara visual keberadaan lapisan budaya kedua yang hanya tertimbun satu sampai beberapa meter di bawah permukaan.

Temuan keempat : Struktur lebih tua yang tertutup oleh lapisan budaya kedua kemungkinan akan lebih fantastis lagi.

Tim menemukan keberadaan dinding dan rongga-rongga besar yang diidentifikasi melalui survei geolistrik berupa zona resistivity yang sangat tinggi (puluhan ribu sampai lebih dari 100 ribu ohm) dan juga terefleksikan oleh citra georadar.

Tim juga sudah melakukan survei tomografi seismik.  Hasilnya mengkonfirmasi adanya dinding dan rongga besar di bawah situs yang dicirikan oleh “low seismic velocity zone”.

Temuan kelima : Pengeboran untuk pengambilan sampel pada bulan Februari 2013 di lokasi yang berdekatan dengan dugaan rongga terjadi “partial water loss” yang cukup besar pada kedalaman 8 sampai 10 meter.

Diduga karena bor menembus ‘tunnel‘ yang berisi pasir.  Pengeboran selanjutnya, pada bulan Ramadan 2012 lalu, lebih mengejutkan lagi karena mengalami  “total water lost” yang sangat banyak sampai 32.000 liter air hilang begitu saja ketika menembus kedalaman yang sama (8-10m).

Kemungkinan besar air mengalir mengisi rongga yang besarnya minimal  32 meter kubik atau 4x4x2 meter. Analisa radiocarbon dating  dari tanah yang menimbun lapisan bangunan berongga ini menunjukkan: Umur 6.700 tahun SM.  Jadi umur dari bangunan berongga ini harus lebih tua dari penimbunnya. Umur 9.600 tahun SM. Pada karbon dalam pasir yang mengisi rongga yang ditembus bor 2. Umur 11.000 sampai 20.000 tahun SM. Hasil radiokarbon dating dari beberapa sampel tanah/semen di antara batu-batu kolom pada kedalaman dari 8 sampai 12 meter.

Walaupun demikian, umur-umur ini sebaiknya diuji lebih lanjut dengan analisa radiokarbon dating atau metoda pengujian umur absolut lainnya yang lebih komprehensif karena angka-angka ini memang “beyond imagination” alias seperti tidak masuk akal karena tidak sesuai dengan pengetahuan sejarah dan perkembangan peradaban manusia yang dipercaya umum pada saat ini.  Oleh karena itu pembuktiannya pun harus ekstra yakin.

Gambar asumsi yang dilaporkan TTRM kepada presiden

Gambar asumsi yang dilaporkan TTRM kepada presiden

Karena itu, TTRM menyimpulkan: 1. Gunung Padang adalah mahakarya arsitektur dari peradaban tinggi kuno yang hilang atau belum dikenal saat ini. 2. Temuan bangunan di bawah Gunung padang adalah “breakthrough“ (terobosan, red) untuk dunia ilmu pengetahuan dan sekaligus dapat menjadi tonggak kebangkitan bangsa dan kebanggaan nasional yang tidak ternilai. 3. Keberadaan ruang-ruang memberi harapan untuk menemukan dokumen atau apapun yang dapat menguak misteri sejarah masa lampau.

Selanjutnya, TTRM merekomendasikan pemugaran situs dan pengembangannya untuk wisata dan pusat kebudayaan. Kemudian dilakukan survei lebih detail menyingkap rongga-rongga di bawah tanah termasuk dengan memakai kamera. (Tkr-dari berbagai sumber)

VIDEO TERKAIT :  GUNUNG PADANG – BEYOND IMAGINATION – MAHAKARYA LELUHUR

Siapa Pembunuh Yasser Arafat?

ICON Lapsus wpYasser Arafat,  adalah simbol perjuangan dan nasionalisme Palestina selama hampir setengah abad. Nama lengkapnya adalah Mohammed Abdel Raouf Arafat al-Qudwa al-Hussaeini. Dia lebih dikenal sebagai Yasser Arafat atau Abu`Ammar. Misteri kematian mantan pemimpin Palestian Yasser Arafat kembali menjadi bahan pemberitaan. Pasalnya, temuan terbaru pakar radiofisika dari Univeritas Lausanne, Swiss, Francois Bachud menunjukkan, pemimpin legendaris itu dibunuh menggunakan racun kimia jenis Polonium 210 yang mengandung radioaktif.

86 lipsus cvrHanya beberapa hari sebelum diterbangkan ke Paris, Mohammed Yasser Abdel Rahman Abdel Raouf Arafat alias Yasser Arafat masih sangat bersemangat. Padahal kala itu, akhir Oktober 2004, kondisi tubuhnya sebenarnya sudah jauh melorot. Memorinya hilang-timbul, seiring cuma umurnya yang sudah sepuh, 75 tahun dan penyakit juga semakin sering menghampiri. “Bahkan, dua bulan sebelum kolaps, dia sudah harus dibantu untuk mengikat tali sepatu dan dipapah saat berjalan,” ujar seorang pengawalnya.

Seperti linglung, dia menyantap obat dan vitamin apa saja yang diberikan oleh tamu-tamunya. “Serahkan semuanya kepada Allah,” Arafat menjawab santai saat ditanya pengawalnya mengapa dia menyikat habis semua obat yang tak diresepkan dokter tersebut.

Semua bermula pada 12 Oktober 2004 malam. Hanya empat jam setelah bersantap malam di kantor Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Ramallah, Yasser Arafat alias Abu Ammar mengeluh sakit perut dan muntah-muntah. Berulang kali dia harus ke toilet karena mengalami diare berat. Selama lebih dari dua pekan, gejala penyakit itu tak kunjung sembuh.

Arafat yang sakit saat dibawa ke bandara

Arafat yang sakit saat dibawa ke bandara

Berat badan Arafat melorot hampir 4 kilogram. Semula, tim dokter dari Mesir hanya menyangka Arafat terkena flu. Namun kondisinya semakin parah. Pemeriksaan oleh tim dokter Tunisia menemukan trombosit dalam darahnya  terus turun. Tapi dokter tak kunjung bisa menemukan apa penyebabnya. Karena tak juga membaik, dengan pesawat pemerintah Prancis, Arafat diterbangkan ke Paris pada akhir Oktober 2004.

“Aku hanya akan berada di sana dua hari… jangan khawatir, aku akan kembali,” kata Arafat kepada Saeb Erekat, juru runding Palestina. Kondisi Arafat sempat membaik, bahkan dia sudah bisa berjalan-jalan. Tapi, pada 3 November, Arafat malah kolaps dan koma. Dia mengalami perdarahan di beberapa organ dalam tubuhnya. Setelah lebih dari sepekan berjuang, pada 11 November 2004 pagi sembilan tahun lalu, pejuang Palestina itu berpulang.

Menurut hasil penelusuran New York Times setahun kemudian, walaupun sudah melakukan pelbagai tes, termasuk uji keracunan standar, dokter Percy Military Training Hospital, Prancis, tetap tak bisa menyimpulkan apa penyakit yang menyebabkan perdarahan Arafat. “Kasus ini benar-benar sebuah teka-teki besar,” ujar seorang dokter ahli infeksi.

Sejak semula, orang-orang terdekat Arafat sudah curiga bahwa Abu Ammar meninggal bukan karena sakit biasa. “Dia bukan lagi seperti Arafat yang aku kenal,” Ashraf al-Kurdi, dokter pribadinya, menuturkan. “Dia mengeluh sakit perut dan daerah sekitar ginjalnya, juga tak punya selera makan. Kulitnya kekuningan dan ada lingkaran kemerahan di wajahnya. Sebagian besar dokter akan mengatakan kepada kalian bahwa itulah tanda-tanda keracunan. ” Tapi dugaan itu hanya menjadi bahan pergunjingan.

Yasser Arafat diracun

Pada akhirnya, selembar demi selembar, selapis demi selapis teka-teki kematian Yasser Arafat mulai terungkap. Setahun lalu, atas restu dari Suha Arafat, istri Abu Ammar, stasiun televisi Al-Jazeera meminta tim peneliti dari Universitas Lausanne bersama University Center of Legal Medicine, Swiss, dipimpin oleh Francois Bochud menguji catatan medis dan beberapa barang peninggalan Arafat.

Suha Arafat

Suha Arafat

Dalam laporan yang dilansir Huffingtonpost, Selasa (15/10/2012) Francois Bochud dan timnya menemukan fakta mengejutkan. Pengujian terhadap beberapa barang pribadi Arafat, seperti kafiyeh, sikat gigi, dan bajunya, menunjukkan ada jejak Polonium-210. “Aku bisa mengkonfirmasi penemuan Polonium-210 di atas normal pada beberapa barang pribadi Arafat,” kata Francois Bochud, Direktur Laboratorium Fisika Radiasi di Universitas Lausanne, saat itu.

Pada sikat gigi Arafat, mereka menemukan jejak Polonium sebesar 54 millibecquerel. Bahkan, pada noda air kencing di celana dalam Arafat, kadar Poloniumnya mencapai 180 millibecquerel. Padahal, di celana dalam Arafat lainnya, hanya ditemukan Polonium sebesar 6,7 millibecquerel. Unsur Polonium memang bisa ditemukan bebas di alam, tapi, Bochud menyimpulkan, Polonium pada pakaian Arafat bukan berasal dari sumber alamiah.

Melihat hasil uji laboratorium itu, Suha meminta pemerintah Palestina menggali kuburan suaminya dan memeriksa ulang penyebab kematiannya. Makam yang terletak di jalan masuk ke kantor presiden di Ramallah, Tepi Barat, itu ditutup sejak Senin (12/11/2012) sebagai persiapan penggalian.

“Sejak Senin pagi, makam Arafat ditutup sebagai persiapan penyelidikan atas kematiannya,” kata Tawfiq Tirawi, kepala komite penyelidikan Palestina atas kematian Arafat, kepada kantor berita AFP. Penggalian yang dimulai dengan membongkar beton dan keramik di seputar makam diperkirakan berlangsung sekitar 15 hari.

Sampel dari makam Arafat dikirim ke Prancis, Swiss, dan Rusia. “Apa pun hasilnya sangat penting untuk mengetahui kebenaran,” kata Suha saat itu.

Setahun setelah makam Arafat digali, sebagian uji laboratorium itu kelar. Tawfik Tirawi, Kepala Tim Investigasi kematian Arafat yang ditunjuk oleh pemerintah Palestina, mengatakan mereka telah menerima hasil penelitian dari tim peneliti Swiss dan Rusia. Namun hasil tes forensik oleh tim dari Prancis belum sampai ke tangannya.

Francois Bochud dan Patrice Mangin saat jumpa pers

Francois Bochud dan Patrice Mangin saat jumpa pers

Pekan lalu, Al-Jazeera menulis laporan lengkap soal hasil uji forensik tim peneliti Swiss atas sampel dari makam Arafat. Uji forensik lanjutan ini semakin memperkuat hipotesis sebelumnya bahwa Arafat mati karena keracunan polonium-210.

Dalam laporan 108 setebal halaman itu, Patrice Mangin, Francois Bochud, dan timnya memaparkan penemuan jejak polonium pada tulang iga dan panggul Arafat, serta tanah makam Abu Ammar.

Tingkat Polonium pada tulang rusuk Yasser Arafat sekitar 900 millibecquerel atau sekitar 18 atau 36 kali rata-rata radioaktif normal dalam tubuh. Mangin dan timnya 83 persen yakin Arafat meninggal karena keracunan polonium-210.

Dengan semua hasil yang didapatkan tim peneliti Swiss tersebut, Dave Barclay, mantan ahli forensik dan detektif Inggris, juga percaya Arafat memang meninggal karena diracun menggunakan Polonium.

“Hasil penelitian ini menghapus semua keraguan. Sudah terbukti secara ilmiah bahwa Arafat tak meninggal secara alamiah. Bukti ilmiah ini membuktikan bahwa dia mati dibunuh,” kata Suha Arafat pekan lalu. Jari Suha tak menunjuk siapa “tersangka” utama yang meracuni suaminya. Tapi, seperti biasa, Israel menjadi tertuduh pertama.  Selain merupakan seteru terbesar Palestina, agen-agen rahasia Israel punya pengalaman dalam urusan meracuni musuh. Khaled Meshal, salah satu pemimpin Hamas, pernah menjadi korban racun intel Israel.

Dagan Plant

Israel sendiri sejak lama telah berusaha membunuh pemimpin Palestina ini. Komitmen ini disampaikan sendiri oleh Ariel Sharon ketika baru menjabat perdana menteri pada 2001 lalu. Dalam tulisannya di The New Yorker 12 tahun lalu, wartawan Jeffrey Goldberg, mengatakan bahwa Arafat mengaku Sharon 13 kali mencoba membunuhnya.

Jeffrey-Goldberg

Jeffrey-Goldberg

“Sharon menghabiskan waktu dan energinya untuk Arafat. Arafat menghitung sendiri, Sharon mencoba membunuhnya 13 kali. Sharon tidak menghitungnya, tapi dia mengatakan bahwa kesempatan itu selalu muncul,” tulis Goldberg.

“Seluruh pemerintah Israel selama bertahun-tahun, Partai Buruh, Likud, semuanya, berusaha-saya mencoba mencari kata yang sopan untuk pembaca Amerika-memusnahkannya dari peradaban kita. Tapi kami tidak pernah sukses,” ujar Sharon, dituliskan kembali oleh Goldberg.

Global Research tahun lalu menuliskan, pembunuhan Arafat adalah bagian dari Dagan Plant yang dibuat tahun 2001, pada pemerintahan Sharon. Targetnya adalah menghancurkan Otoritas Palestina, memecah belah internal Fatah, maupun antara Fatah dan Hamas.

Dalam tulisan lainnya, pembunuhan Arafat telah menjadi agenda jangka panjang pemerintah Israel. Tanya Reinhart, professor di Universtas Tel Aviv, dalam sebuah tulisannya mengatakan bahwa pembunuhan Arafat telah direncanakan Israel sejak tahun 1996 di bawah “Operasi Medan Berduri.”

Dalam tulisannya berjudul “Evil Unleashed-Israel’s move to destroy the Palestinian Authority is a calculated plan, long in the making”, Pada tahun 2000, Perdana Menteri Israel kala itu, Ehud Barak, mengatakan bahwa “Arafat, pribadi, adalah ancaman besar bagi keamanan negara (Israel) dan kerusakan akibat kehilangannya akan lebih kecil dibanding bencana jika dia tetap ada.”

Akhirnya pada tahun 2003, berdasarkan laporan Michel Chossudovski, professor Universitas Ottawa di Global Research, 7 Maret 2003, Kabinet Israel secara resmi memerintahkan pembunuhan Arafat yang menurut mereka “penghambat perdamaian”.

Israel membantah

Pemerintah Israel membantah berada di balik kematian Arafat. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Yigal Palmor, malah mengkritik uji forensik sampel dari makam Arafat. “Lebih mirip opera sabun ketimbang sains,” ujarnya.

Yigal Palmor

Yigal Palmor

Menurut Palmor, hanya peneliti Prancis yang netral dalam kasus ini. Sebab, peneliti Swiss dipilih oleh Suha, sementara peneliti Rusia direkomendasikan oleh pemerintah Palestina. Sudah lama diketahui, Suha tak terlalu akur dengan teman-teman seperjuangan Arafat. “Ada banyak bolong dalam teori itu, lebih banyak ketimbang lubang di keju Swiss.”

Menurut Paddy Regan, profesor fisika di Universitas Surrey, Inggris, Polonium-210 hanya punya waktu paruh 128 hari. Padahal sampel itu diambil setelah 8 tahun Arafat dikubur, sehingga sangat sulit untuk menghitung berapa banyak kandungan Polonium saat Abu Ammar berpulang. “Itu seperti orang buta yang memegang ekor gajah dan diminta menaksir berapa berat total gajah itu,” Paddy memberikan analogi.

Sekilas Polonium 210

Biasanya Polonium 210 dihasilkan dalam reaksi di reaktor nuklir. Unsur ini sangat radioaktif dan mematikan. Polonium 210,  250.000 kali lebih beracun ketimbang hidrogen sianida. Sedikit saja terpapar, bisa berujung maut. Jejaknya akan tertinggal di ginjal, hati, dan sumsum tulang. Polonium 210 memiliki waktu paruh 138 hari, artinya setiap 138 hari, tingkat radio aktifnya akan berkurang separuhnya.

Keunggulan Polonium 210 adalah tak berasa dan beraroma, sehingga bisa dicampurkan dengan makanan atau minuman. Pemindai di bandara pun tak mampu mengendusnya. Penggunaan Polonium itu untuk tujuan pembunuhan pernah digunakan dua tahun kemudian atau pada 2006. Korbannya adalah mantan agen rahasia Rusia, Alexander Litvinenko. Hasil investigasi menunjukkan, terdapat kandungan Polonium tinggi pada minuman teh yang diminum Litvinenko di sebuah hotel di London, Inggris sebelum meninggal.

Biografi Yasser Arafat

Mohammed Abdel Rahman Abdel Raouf Arafat al-Qudwa al-Husseini lahir di Kairo, Mesir, 24 Agustus 1929 – meninggal di Paris, Perancis, 11 November 2004 pada umur 75 tahun, adalah seorang pemimpin Palestina dan seorang penerima Penghargaan Nobel.

Yasser Arafat saat remaja

Yasser Arafat saat remaja

Ibu Arafat meninggal ketika dia berusia lima tahun. Jadi, ia dikirim untuk tinggal bersama paman dari pihak ibu di Yerusalem. Sangat sedikit yang diketahui tentang masa kecilnya. Arafat menghabiskan empat tahun di Yerusalem. Kemudian ayahnya membawanya ke Kairo. Di sini, seorang kakak merawatnya dan saudara-saudaranya. Bahkan sebelum ia berusia 17, Arafat adalah seorang penyelundup senjata api ke Palestina. Hal inilah yang akan digunakan melawan Inggris dan Yahudi.

Pada tahun 1947, Arafat masuk ke Universitas Raja Faud I (kemudian berganti nama menjadi Universitas Kairo) dan belajar teknik. Selama bertahun-tahun kuliahnya Arafat mengadopsi nama ‘Yasser’. Dalam bahasa Arab, ‘Yasser’ berarti ‘santai’.

Ketika Yasser berusia 19, perang pecah antara Yahudi dan negara-negara Arab. Yasser meninggalkan universitas dan bersama dengan warga Palestina lainnya, berusaha untuk memasuki Palestina untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Tetapi pasukan militer Mesir menolak untuk mengizinkan partisan kurang terlatih untuk memasuki zona perang. Jadi, Yasser Arafat dilucuti dan ditarik kembali oleh pasukan. Ini membuat Yasser putus asa.

Dia mengajukan permohonan visa untuk belajar di University of Texas. Yasser selalu bermimpi untuk tanah air Palestina yang merdeka. J  adi, ia mengembalikan semangatnya dan entah bagaimana kembali ke Universitas Faud (Kairo).

Setelah kembali ke universitas, Arafat bergabung dengan Ikhwanul Muslimin dan menjabat sebagai presiden dari Persatuan Mahasiswa Palestina 1952-1956. Meskipun ia menghabiskan sebagian besar waktunya dalam kegiatan politik, ia berhasil lulus dengan gelar sarjana di bidang teknik sipil dan menjabat sebagai Letnan Dua di tentara Mesir selama Krisis Suez.

Setelah bekerja sebentar di Mesir, Yasser Arafat ditempatkan di Kuwait. Pada awalnya, ia bekerja di departemen pekerjaan umum. Beberapa waktu kemudian, ia berhasil menjalankan perusahaan kontrak sipil sendiri.

Yasser memiliki cukup banyak teman dan pengikutnya. Pada tahun 1958, ia dan teman-temannya mendirikan Al-Fatah, sebuah organisasi yang didedikasikan untuk pembentukan negara Palestina merdeka di tempat Israel dan Yordania (yaitu, Palestina bersejarah). Al-Fatah memiliki sel jaringan bawah tanah rahasia.

Pada akhir tahun 1964, Yasser Arafat telah menjadi seorang revolusioner sepenuhnya. Seiring waktu yang sama, ia meninggalkan Kuwait dan mulai mengorganisir Fatah ke Israel dari Yordania. Serangan ini dimulai dengan usaha yang gagal untuk meledakkan sebuah pompa air Israel. Setelah ini, Al-Fatah meluncurkan puluhan serangan terhadap sasaran sipil Israel dari Yordania, Lebanon dan Mesir-Gaza yang diduduki.

Logo PLO

Logo PLO

Pada tahun 1964, Liga Arab mensponsori pembentukan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sebagai alat dalam perang melawan Israel. Ini membawa bersama sejumlah kelompok kerja untuk membebaskan Palestina. Fatah muncul sebagai yang paling kuat dari kelompok yang menyusun PLO.

Ketika kudeta terjadi di Suriah pada tahun 1966, pemimpin baru adalah appointet untuk kepala Fatah, tapi dia dibugkam. Arafat ditangkap oleh Suriah. Namun tak lama, dia dibebaskan. Selanjutnya, ia melarikan diri ke Beirut dengan lingkaran asosiasi dalamnya.

Pada Perang 1967, pasukan Arab harus menghadapi kekalahan memalukan. Akibatnya, PLO memutuskan bahwa hal itu tidak bisa bergantung pada negara-negara Arab untuk mencapai tujuannya dalam menghancurkan Israel. Sementara itu, Fatah telah mendirikan basis di kota Karameh, Yordania. Pada tanggal 18 Maret 1968 ada serangan teroris di sebuah bus sekolah yang penuh anak-anak yang menewaskan dua dan melukai 28. Tiga hari kemudian, Israel menjatuhkan selebaran pada peringatan Karameh dari serangan yang akan datang dan menasihati warga sipil untuk meninggalkan kota.

Tetapi ketika pasukan Israel tiba, mereka bertemu perlawanan tak terduga dari pasukan tentara reguler Yordania. Karena ‘kemenangan’ di Karameh, Arafat memperoleh prestis yang ia butuhkan untuk memberikan pengaruh yang lebih besar atas PLO.

Pertemuan Dewan Nasional Palestina pada tahun 1968 mengadopsi komitmen Fatah untuk membebaskan Palestina dengan perjuangan bersenjata saja. Setahun kemudian, pada tahun 1969 Dewan bertemu lagi. Dan Arafat menjadi ketua komite eksekutif PLO.

Arafat mengembangkan PLO menjadi negara dalam negara Yordania. Itu kekuatan militernya sendiri. Dalam beberapa bulan ke depan, sebagian besar faksi militan Palestina di bawah payung PLO. Jordan menganggap hal ini merupakan ancaman terhadap kedaulatan dan keamanan. Oleh karena itu, ada upaya untuk melucuti senjata milisi Palestina.

Pada tanggal 12 September 1970, militan Palestina terbang dengan tiga pesawat yang dibajaknya ke Yordania dan meledakkan mereka. Empat hari kemudian, Raja Hussein dari Yordania menyatakan darurat militer dan perang saudara pun terjadi. Tentara Yordania mengalahkan pasukan Palestina. Arafat menyamar sebagai pejabat Kuwait dan melarikan diri ke Suriah, dan kemudian ke Lebanon.

Namun, perubahan lokasi tidak mempengaruhi komitmen Arafat untuk beraksi. Pada bulan September 1972, tentara Fatah membunuh 11 atlet Israel pada Olimpiade Munich Games. Pada tanggal 2 Maret 1973, anggota PLO membunuh Cleo Noel, Duta Besar AS untuk Sudan. Pembunuhan ini tidak diragukan lagi untuk menarik perhatian internasional dalam perjuangan Palestina, namun PLO juga dikutuk karena taktik yang brutal.

Meninggalkan terorisme

“Sekarang, Arafat memutuskan untuk mengubah strategi PLO dengan tetap berkomitmen untuk pembebasan Palestina melalui perjuangan bersenjata. Tetapi tidak melalui kegiatan teror yang ketat. Sebaliknya, organisasi memutuskan untuk melakukan perang diplomatik terhadap Israel.

Pada tanggal 13 November 1974, Yasser Arafat tampil di depan PBB. Dia menyatakan, “Hari ini, saya telah datang membawa sebuah cabang zaitun dan pistol pejuang kemerdekaan ini. Dan jangan biarkan cabang zaitun ini jatuh dari tanganku.”. Setelah itu, Arafat mengadopsi diplomatik tingkat tinggi. Lebanon, pada waktu itu, memiliki pemerintah pusat yang lemah. Karena ini, PLO mampu beroperasi hampir sebagai negara merdeka (disebut ‘Fatahland’ oleh Israel).

Pada September 1982, Amerika Serikat memediasi kesepakatan gencatan senjata di mana Arafat dan para pendukungnya dikirim ke Tunisia. Kemudian Tunisia menjadi basis operasi mereka untuk dekade berikutnya.

Pahlawan Bangsa Palestina

Pahlawan Bangsa Palestina

Yasser Arafat adalah pengembara yang luas, bergerak dari satu negara ke negara lain, mempromosikan perjuangan Palestina. Dia dianggap sebagai juru bicara Palestina di dalam dan di luar wilayah. Sebagian besar negara memahami hal ini dan bersedia untuk bekerja dengan Arafat. Tetapi Israel dan Amerika tidak menyetujui hal ini.

Eropa menekankan Israel untuk menerima Arafat sebagai mitra negosiasi. Di sisi lain, Arafat menolak untuk menggunakan teror dalam mencapai tujuannya. Hal ini membuat mustahil bagi setiap politisi Israel pada umumnya untuk memulai pembicaraan dengan Arafat.

Selama tahun 1980, Arafat menerima bantuan dari Irak, dan merekonstruksi PLO yang babak-belur. Gerakannya, serta rincian apapun tentang kehidupan pribadinya, selalu dirahasiakan. Begitu banyak sehingga pernikahannya dengan Suha Tawil, warga Palestina yang berusia setengah dari usianya, terungkap hanya setelah 15 bulan. Pasangan ini dikaruniai seorang anak perempuan, yang bernama Arafat Zahwa.

Sementara itu pada tanggal 13 Desember 1988, PBB menyelenggarakan sesi khusus di Jenewa, Swiss. Yasser Arafat menyampaikan pidato di mana ia menerima 242 Resolusi Dewan Keamanan PBB. Dia menyatakan bahwa PLO telah meninggalkan terorisme dalam segala bentuknya, termasuk terorisme negara. Arafat mendukung ‘hak semua pihak dalam konflik Timur Tengah untuk hidup dalam perdamaian dan keamanan, termasuk negara Palestina, Israel dan tetangga lainnya.

Hadiah Nobel Perdamaian

Gerakan Arafat ini adalah cukup untuk membuka dialog antara PLO dan Amerika Serikat. Prospek untuk perjanjian perdamaian dengan Israel mulai nampak cerah. Pada tanggal 2 April 1989, Arafat terpilih oleh Dewan Nasional Palestina Pusat (badan dari PLO) sebagai presiden Negara menyatakan Palestina, sebuah entitas yang mengklaim seluruh Palestina seperti yang didefinisikan oleh Mandat Inggris.

Dalam Perang Teluk Persia tahun 1991, PLO mendukung Irak. Setelah ini, proses perdamaian dimulai. Selama Konferensi Madrid tahun 1991, Israel melakukan perundingan terbuka dengan PLO untuk pertama kalinya. Ini menyebabkan Persetujuan Oslo tahun 1993. Pada tanggal 13 September 1993, Deklarasi Prinsip antara Israel dan Palestina ditandatangani di Washington, DC.

Saat menerima Nobel Perdamaian

Saat menerima Nobel Perdamaian

Pada tahun 1994, Yasser Arafat mendapat Penghargaan Nobel untuk Perdamaian dengan dua orang Israel, Perdana Menteri Yitzhak Rabin dan Menteri Luar Negeri Shimon Peres. Mereka menerima penghargaan atas upaya bersama mereka untuk membawa perdamaian di Timur Tengah. Namun, penghargaan itu kontroversial dan menghasilkan banyak kritik.

Sekretaris Komite Nobel, Geir Lundestad, mengatakan: “Hadiah Nobel bukanlah pemberian kesucian Ada banyak pemenang dengan hal-hal gelap tentang masa lalu mereka, tetapi mereka telah berhasil meningkatkan diri di atas mereka.”. Sesungguhnya, Arafat, Peres dan Rabin, semua naik di atas prasangka dan permusuhan yang telah memisahkan mereka untuk waktu yang lama.

Pada tanggal 1 Juli 1994, Yasser Arafat tiba di Gaza dan memegang kendali atas entitas Otoritas Palestina sementara yang diciptakan oleh Persetujuan Oslo. Pada tanggal 20 Januari 1996, Arafat terpilih presiden Otoritas Palestina, dengan mayoritas 83 persen.

Sekarang, jelas bahwa Israel juga ingin mencapai kesepakatan damai. Kemudian Presiden Amerika Bill Clinton menyerukan pertemuan puncak dengan Yasser Arafat dan Perdana Menteri Israel Ehud Barak di Camp David pada 11-14 Juli 2000.

Barak siap untuk menawarkan kemerdekaan kepada Palestina. Dia menyarankan serangkaian formulasi untuk menyelesaikan isu-isu utama. Dia bahkan setuju untuk menciptakan sebuah negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya. Konsesi yang harus dibuat Arafat adalah mengakui kedaulatan Israel atas bagian dari Tembok Barat yang signifikan untuk orang-orang Yahudi. Para perunding Palestina ingin menerima kesepakatan, namun Arafat menolaknya. Akibatnya, Bill Clinton menyalahkan kegagalan KTT pada Arafat.

Dan apa yang diikuti selama beberapa bulan berikutnya adalah serangkaian serangan teror, bom bunuh diri termasuk di Yerusalem dan Haifa. Menteri Pariwisata Israel Rehavam Zeevi dibunuh. Perdana Menteri Israel baru, Ariel Sharon, mengirim pasukan ke markas Arafat pada tanggal 22 Desember 2001, untuk membatasi gerakan di kantornya.

Arafat diisolasi di markasnya di Ramallah selama beberapa tahun. Meskipun ia terus memerintah PA, ia kehilangan posisinya di panggung dunia. Setelah gelombang baru teror, tank-tank Israel meluncur ke kota-kota besar di Tepi Barat pada tanggal 28 Maret 2002, sekitar mereka dan memberlakukan jam malam. Langkah ini disebut ‘Operasi Perisai Pertahanan. “

Penurunan popularitas Arafat diperkuat oleh penolakan Israel untuk bernegosiasi dengan dia. Pada tanggal 24 Juni 2002, Presiden Amerika George Bush menggelar rencana yang menyerukan Palestina untuk menggantikan Arafat sebagai pemimpin mereka. Dia mendesak mereka untuk mereformasi institusi pemerintahan dari Otoritas Palestina, mengakhiri terorisme dan mengadopsi prinsip-prinsip demokrasi dan pasar bebas.

Di bawah tekanan internasional, Arafat kemudian diangkat Mahmud Abbas (Abu Mazen) menjadi Perdana Menteri Otoritas Palestina. Tetapi untuk semua tujuan praktis, Arafat mempertahankan otoritas atas semua pengungkit utama kekuasaan, khususnya, layanan keamanan. Dalam keadaan frustrasi, Abbas mengundurkan diri dan digantikan oleh Ahmed Korei (Abu Alaa). Tetapi bahkan Ahmed Korei tidak mampu untuk mengambil alih kontrol Otoritas Palestina dari Arafat.

Secara bertahap, Yasser Arafat telah menjadi simbol dari gerakan nasional Palestina. Dia selalu terlihat pada seragam untuk kekuatan proyek dan komitmennya terhadap perjuangan bersenjata. Kaffiyeh-nya (sorban) akan disampirkan di bahunya dengan cara yang unik, dalam bentuk Palestina.

Selama hari-hari terakhirnya, Arafat gagal dalam menjaga kesehatan. Dia juga selamat dalam upaya pembunuhan oleh beberapa badan-badan intelijen Israel (Mossad) selama bertahun-tahun, serta kecelakaan di sebuah pesawat saat badai pasir di gurun Libya pada 7 April 1992. Dia bahkan telah pulih dari stroke yang serius.

Yasser Arafat dikabarkan akan menderita penyakit Parkinson. Pada bulan Oktober 2004, kondisinya menjadi lebih buruk. Israel setuju untuk mengizinkan dia untuk dipindahkan ke sebuah rumah sakit di Paris pada tanggal 29 Oktober. Istrinya tinggal di sisinya sampai ia meninggal pada tanggal 11 November 2004, pada usia 75.

Setelah kematiannya, tubuh Arafat diterbangkan dari Paris ke Kairo, di mana upacara diadakan untuk menghormatinya dihadiri oleh banyak pejabat asing. Sisa waktu Arafat kemudian diterbangkan ke Ramallah di mana ia dimakamkan di kuburan dekat markasnya. (Tkr, dari berbagai sumber)

Ratu Atut dan Dinasti Politiknya

ICON Lapsus wpKPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap  Ketua Mahkamah Konstitusi (MK),  Akil Mochtar di rumah dinasnya di Widya Candra, Jakarta Selatan, pada Rabu malam, 2 Oktober 2013. Siapa sangka kemudian, hal ini disusul dengan penangkapan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan yang merupakan adik dari Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, terkait dugaan suap dalam sengketa Pemilukada Kabupaten Lebak. Ternyata kemudian justru kasus inilah yang menjadi perhatian publik. Bukan penangkapan pertama yang terkait dengan dugaan suap Pemilukada Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Selatan. Seakan–akan penangkapan Ketua MK hanya sebuah pintu masuk bagi kasus yang lebih besar, yaitu kasus korupsi di Provinsi Banten.     

85 lipsus 85 cvrSebagaimana diberitakan Akil Muchtar ditangkap KPK di rumah dinasnya bersama dua orang tamunya, yaitu Chairun Nisa, anggota DPR RI dari Partai Golkar dan Cornelis Nalau seorang pengusaha tambang dari Palangkaraya. Satu setengah jam kemudian, KPK juga menangkap Bupati Gunung Mas Hambit Bintih dan seorang ajudannya bernama Dani di Hotel Redtop Jakarta Pusat.

Namun yang kemudian menjadi berita utama adalah ketika sehari kemudian KPK menangkap Tubagus Chaeri Wardana, suami dari Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. Peristiwa penangkapan Wawan ini menjadi sangat menarik dikarenakan ia adalah adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, penguasa yang banyak disebut mempunyai dinasti politik yang “berhasil” mendudukkan keluarganya pada posisi-posisi sebagai kepala daerah dan anggota legeslatif.

Miniatur Orede Baru

Mantan Bupati Pandeglang, kini anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat Achmad Dimyati Natakusuma, kepada tempo.co mengatakan dinasti keluarga Gubernur Ratu Atut Chosiyah merupakan miniatur orde baru. “Yang menjadi perbedaan hanya skala, orde baru nasional, kalau Atut di Banten,” kata Dimyati, Jumat, 11 Oktober 2013.

Achmad Dimyati Natakusuma

Achmad Dimyati Natakusuma

Dimyati mengatakan, walaupun Atut mengkalim bahwa kemenangannya merupakan suara dari rakyat, cepat atau lambat masyarakat tahu bahwa demokrasi di Banten merupakan rekayasa. Rekayasa ini, kata dia, terlihat dengan banyaknya anggota keluarga Atut yang memegang jabatan di Banten.

Menurut Dimyati, adanya anggota keluarga yang menduduki sebuah jabatan memang tak masalah. Namun berbahaya jika sudah menyeluruh seperti di Banten. Jika pelaksana dan pengawas berasal dari satu kubu, sistem demokrasi susah diterapkan.

Sistem dinasti kekeluargaan, kata Dimyati, dianggap berbahaya karena cenderung akan berkuasa dalam waktu lama. “Semakin lama dia berkuasa, makin besar potensi penyelewengan kekuasaan,” kata Dimyati. Dimyati mengatakan, sistem dinasti kekeluargaan yang diterapkan oleh Atut perlahan-lahan hancur sebab tak cocok dengan negara demokratis seperti Indonesia.

Sistem dinasti yang cenderung tertutup, kata Dimyati, memang bagus untuk stabilisasi dalam pemerintahan, namun untuk demokrasi sebaliknya. “Stabil karena tak ada yang mengkritik, tapi itu justru berbahaya,” kata dia. Upaya memperkaya diri dan keluarga dalam dinasti Atut, menurut Dimyati, biasanya menggunakan teknik mobilisasi aparatur birokrasi serta memobilisasi program anggaran.

Korupsi sistematis

Sementara itu, juru bicara Masyarakat Transparansi (Mata) Banten, Oman Abdurrahman, mengatakan korupsi yang dilakukan oleh keluarga Gubernur Ratu Atut Chosiyah sudah dirancang secara sistematis. Perencanaan itu, kata Oman, bisa dilihat dari banyaknya orang Atut, baik di tingkat legislatif maupun eksekutif. Jaringan itu, kata dia, terbentuk baik dari hubungan keluarga maupun bisnis.

Pada tingkat legislatif, kata Oman, keluarga Atut sudah menguasai saat penentuan anggaran. Mereka memanfaatkan hubungan dari tingkat gubernur, eksekutif, hingga satuan kerja perangkat daerah. “Bahkan sampai pelaksana kegiatan dan perusahaan juga orang mereka,” kata Oman, Jumat, 11 Oktober 2013, saat konferensi pers di kantor Indonesian Corruption Watch.

Dahnil Anzar Simanjuntak

Dahnil Anzar Simanjuntak

Menurut Oman, jaringan Atut di berbagai instansi juga tak lepas dari peran adiknya, yaitu Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan. Wawan berperan membina hubungan dengan memanfaatkan profesinya sebagai pengusaha. “Relasi bisnisnya ada di mana-mana, selain memang juga karena jaringan keluarga,” kata Oman. Selain memanfaatkan relasi bisnis dan keluarga, untuk menutupi kasus korupsinya, Oman mengatakan, keluarga Atut juga kerap membungkam media menggunakan kekuatan finansial.

Dahnil Anzar Simanjuntak, pengamat ekonomi asal Universitas Tirtayasa Banten, mengatakan hal yang sama tentang banyaknya anggota keluarga Atut yang menduduki posisi strategis. Menurut dia, jaringan Atut tersebar hampir di seluruh pemerintahan Provinsi Banten maupun tingkat kabupaten atau kota. Dari delapan kota atau kabupaten, empat dikuasai oleh keluarga Atut, sedangkan sisanya dikuasai oleh dinasti keluarga lain. “Kota Cilegon oleh keluarga Aat Syafaat, Lebak keluarga Jayabaya, Kabupaten Tangerang Ismet Iskandar, sedangkan Kota Tangerang terbilang netral,” kata Dahnil kepada kantor berita Antara.

Dinasti-dinasti lain

Dahnil juga mengatakan dari beberapa dinasti yang ada di Banten itu, memang baru Dinasti Atut yang berhasil berkembang dengan luar biasa. Keberhasilan Dinasti Atut lebih berkembang dibanding dinasti lainnya adalah pola pembinaan yang dilakukan keluarga Gubernur Banten itu.

Menurut Dahnil, Dinasti Atut berhasil membina lingkungannya dengan baik. Ulama, kelompok budaya dan aparat penegak hukum berhasil dibina Atut dengan baik. Dengan pembinaan yang baik itu, wajar apabila tidak banyak elemen masyarakat Banten yang berani bersuara negatif tentang kekuasaan Atut.

“Pembinaan yang baik terhadap lingkungan itu yang membedakan Dinasti Atut dengan dinasti lainnya di Banten,” tuturnya.

Keluarga Ratu Atut Chosiyah menguasai sebagian kursi kepala daerah di Provinsi Banten. Beberapa kemenangan klan Atut sempat digugat ke Mahkamah Konstitusi. Putusan Mahkamah selalu mengukuhkan kemenangan mereka. Dengan menguasai hampir seluruh pemerintahan di Banten, keluarga Atut diduga memanfaatkannya untuk melakukan praktek korupsi.

Gurita Atut belum canggih

Meskipun memiliki jaringan di berbagai instansi pemerintahan, praktek korupsi yang dilakukan oleh Atut, menurut Dahnil, masih tergolong metode korupsi yang konvensional. “Belum canggih, masih sebatas memotong APBD, belum seperti Fathanah,” kata dia.

Menurut Dahnil, sebenarnya kejahatan Atut sudah terendus melalui Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan. Tiap tahun, LHP BPK menyebutkan ada kejanggalan penggunaan dana APBD sekitar Rp 100 miliar. Namun laporan BPK tersebut tak pernah diteruskan oleh aparat hukum di tingkat provinsi karena diduga banyak orang Atut di sana.

85 Firdaus Ilyas

Firdaus Ilyas

Koordinator Divisi Monitoring Analisis Anggaran Indonesia Corruption Watch (ICW) Firdaus Ilyas menambahkan, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menguasai sedikitnya 175 proyek pengadaan barang/jasa Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Pemerintah Provinsi Banten di provinsi tersebut.

“Secara keseluruhan pada Kementerian PU dan Pemprov Banten diduga perusahaan yang dikendalikan langsung oleh Atut cs dan jaringannya mendapat 175 proyek dengan total nilai kontrak Rp1,148 triliun. Itu baru dari Kementerian PU dan Pemprov Banten, belum kementerian/lembaga lain dan kabupaten/kota di Banten,” katanya.

Firdaus, sebagaimana dikutip kabar24.com, juga mengatakan dari hasil penelurusan ICW, ada dua modus yang digunakan Atut untuk mendapatkan proyek pengadaan barang/jasa di Banten, yaitu melalui perusahaan yang dikuasai keluarga Atut secara langsung atau perusahaan lain yang menjadi bagian kartel Atut.

Menurut Firdaus, perusahaan yang dikuasai keluarga Atut secara langsung berhasil mendapatkan 52 proyek di Kementerian PU dan Pemprov Banten dengan total nilai kontrak Rp723,333 miliar.

Rinciannya, proyek Kementerian PU selama 2008-2013 setidaknya tercatat 33 proyek yang dimenangkan dengan total nilai kontrak Rp478,728 miliar dan proyek Pemprov Banten selama 2011-2013 setidaknya ada 19 proyek yang dimenangkan dengan total nilai kontrak Rp244,604 miliar.

“Selain melalui perusahaan yang dikuasai keluarga Atut secara langsung, ternyata pada 2012 setidaknya 24 perusahaan yang diduga bagian dari kartel Atut mendapatkan 110 proyek Pemprov Banten dengan total nilai kontrak Rp346,287 miliar,” tuturnya.

Adapun proyek di lingkungan Kementerian PU, selama 2011-2013 perusahaan kartel tersebut mendapatkan 13 proyek dengan total nilai Rp78,794 miliar. “Itu menunjukkan gurita bisnis Atut menguasai proyek pengadaan barang/jasa yang ada di Banten. Rezim politik memang selalu identik dengan kekuasaan dan uang,” katanya.

Kerajaan bisnis dan politik

Tahun 1960-an, nun jauh di pedalaman Banten, seorang jawara bernama Tubagus Chasan Sochib melakukan pengawalan bisnis beras dan jagung antar pulau Jawa-Sumatera. Tak cukup hanya mengawal, sang jawara mulai merintis bisnisnya sendiri dengan menjadi penyedia kebutuhan logistik bagi Kodam VI Siliwangi. Kodam Siliwangi juga berkepentingan atas kestabilan politik di Banten. Mereka membutuhkan orang lokal untuk menjadi perpanjangan tangan di daerah. Di mata para komandan Kodam IV Siliwangi, Banten adalah daerah yang rawan dipengaruhi oleh kekuatan komunis baik sebelum dan sesudah tragedi 1965.

85 gurita ratu atutAtas dalih kepentingan politik keamanan dan ekonomi di Banten, Chasan Sochib mendapatkan banyak keistimewaan dari Kodam VI Siliwangi dan Pemerintah Jawa Barat. Sebagian besar proyek pemerintah khususnya di bidang konstruksi banyak diberikan kepada Chasan Sochib. Tahun 1967, Chasan Sochib mendirikan PT. Sinar Ciomas Raya yang sampai saat ini merupakan perusahaan terbesar di Banten, khususnya di bidang konstruksi jalan dan bangunan fisik lainnya. Untuk memantapkan bisnisnya, Chasan Sochib menguasai sejumlah organisasi bisnis seperti Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadin) Banten, Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Banten, dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional Indonesia Banten.

Ketika terjadi reformasi, Chasan Sochib mampu mentransformasi diri ke dalam struktur politik dan ekonomi yang baru. Meminjam kerangka teoritis Richard Robison dan Vedi Hadiz, Chasan Sochib adalah The Old Predator yang mampu mereorganisir kekuasaannya sehingga dia tak lenyap digerus arus perubahan. Chasan Sochib mampu menjelma menjadi The New Predator yang menguasai arena politik, ekonomi, sosial budaya di Banten. Bahkan, dalam kasus Banten, Chasan Sochib jauh lebih berkuasa saat ini, dibandingkan dengan era Orde Baru.

Pada awal perubahan di Banten, Chasan Sochib sinis melihat gerakan dari sejumlah pihak yang menuntut Banten menjadi provinsi baru. Chasan Sochib khawatir bahwa perubahan ini akan mengancam keberlangsungan relasi bisnis dan politiknya dengan pejabat di Provinsi Jawa Barat. Namun seiring dengan makin membesarnya arus gerakan pembentukan Provinsi Banten, Chasan Sochib segera berbalik dan berperan aktif.

85 Tubagus Chasan Sochib dan muridnya

Chasan Sochib dan murid-murid silatnya yang berasal dari luar negeri

Perpindahan posisi ini menyelamatkan masa depan bisnis dan politiknya di Banten. Dengan kekuatan finansialnya, Chasan Sochib membantu gerakan pemekaran dan mendapatkan pengakuan sebagai tokoh pembentukan Provinsi Banten. Setelah Banten menjadi provinsi, Chasan Sochib mulai lebih agresif menyusun kekuatan politiknya. Dulu pada masa Orde Baru, Chasan Sochib hanya bertindak sebagai Client Capitalism yang sangat bergantung pada koneksi dengan pejabat sipil dan militer, tetapi tidak aktif dalam merancang siapa yang berkuasa atas politik Jawa Barat. Dengan adanya struktur politik yang baru (otonomi daerah), Chasan Sochib bertindak secara aktif menentukan siapa yang menjadi penguasa di Banten.

Bermula dari upaya memajukan Ratu Atut sebagai calon wakil gubernur dan sukses memenangkannya, Chasan Sochib merancang anggota keluarga besarnya untuk aktif terlibat di bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya. Hasilnya sangat sukses.

Chasan Sochib memang tak memegang jabatan publik, tetapi sebagaimana pengakuan dirinya bahwa dia adalah “gubernur jenderal” menunjukkan bahwa dia adalah penguasa sesungguhnya di Banten.

Lawan-Lawan Politik

Dinasti Chasan Sochin memang telah merajai politik di Banten, tetapi ada sejumlah kelompok yang terus melakukan perlawanan terhadap kekuasaan tersebut. Di antara lawan-lawan politik terdapat elite-elite politik yang menguasai sejumlah daerah di Banten dan kelompok politik Islam.

Mulyadi Jayabaya, Bupati Lebak; Dimyati Natakusumah, mantan Bupati Pandeglang; Wahidin Halim, Walikota Tangerang; Ismet Iskandar, Bupati Tangerang

Mulyadi Jayabaya, Bupati Lebak; Dimyati Natakusumah, mantan Bupati Pandeglang; Wahidin Halim, Walikota Tangerang; Ismet Iskandar, Bupati Tangerang

Kelompok-kelompok elite politik itu sebenarnya juga membangun dinastinya masing-masing. Di Kabupaten Lebak, Mulyadi Jayabaya yang menjabat sebagai Bupati Lebak berhasil mengantarkan kedua puterinya, Diana Jayabaya sebagai anggota DPRD Provinsi Banten dan Iti Oktavia Jayabaya sebagai anggota DPR RI. Adik perempuannya, Mulyanah, terpilih menjadi anggota DPRD Lebak. Demikian juga suami Mulyanah, Agus R Wisas, menjadi anggota DPRD Banten.

Di Pandeglang ada Dimyati Natakusumah, mantan Bupati Pandeglang (Ketua DPW PPP Banten) yang berhasil mengantarkan isterinya, Irna Narulita Dimyati sebagai anggota DPR RI. Di Kota Tangerang, terdapat nama Wahidin Halim yang telah berkuasa sebagai Walikota Tangerang selama dua periode. Adiknya Wahidin, Suwandi sempat maju sebagai bakal calon Walikota Tangerang Selatan tetapi gagal. Di Kabupaten Tangerang, Bupati Ismet Iskandar mengantarkan kedua putera-puterinya sebagai anggota legislatif,  Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnaen terpilih sebagai anggota DPR RI dan Intan Nurul Hikmah menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang.

Dalam sejumlah pemilukada, elite-elite lokal berperang memperebutkan kekuasaan. Di Lebak, Mulyadi Jayabaya pernah menolak lamaran Ratu Tatu Chasanah untuk menjadi calon Wakil Bupati Lebak. Di Kabupaten Pandeglang, Irna Narulita Dimyati berhadapan dengan Heryani dalam pemilukada 2010. Di Kabupaten Tangerang, Ismet Iskandar berhasil mengalahkan Airin dalam pemilukada 2008. Tahun 2012 dalam Pemilukada Gubernur Banten. Wahidin Halim dan Mulyadi Jayabaya bersaing dengan Ratu Atut Chosiyah. Tensi politik cukup saat itu cukup tinggi sehingga Chasan Sochib mengirimkan surat kecaman terhadap Wahidin dan Mulyadi.

Kelompok politik Islam mempunyai kekuatan yang signifikan di Banten. Sejak dulu, Banten dikenal sebagai wilayah yang kental nuansa Islamnya. Islam tak hanya mempengaruhi religiusitas tetapi juga dunia politik di Banten, seperti pemberlakuan Syariat Islam di sejumlah kabupaten. Kelompok politik Islam menentang dinasti Chasan Sochib. Mulai dari isu akhlak ang¬gota dinasti Chasan Sochib sampai pada soal rencana pemberlakuan Syariat Islam untuk Provinsi Banten yang ditolak oleh dinasti Chasan Sochib.

Perubahan kultur politik Banten tak bisa bergantung pada perlawanan kedua kelompok politik diatas, yakni elite lokal dan politik Islam. Para elite politik lokal yang menentang dinasti Chasan Sochib juga melakukan praktik politik serupa, yaitu membentuk dinasti politiknya masing-masing.

Selain itu, ada pula elite politik yang pada awalnya menentang keras kekuasaan dinasti Chasan Sochib ternyata berbalik. Taufik Nuriman (Bupati Serang) dan Benyamin Davnie adalah contoh dari elite politik yang berbalik posisi politiknya. Taufik Nuriman pernah berseteru dengan Chasan Sochib. Keduanya saling melaporkan pencemaran nama baik ke Kepolisian Banten. Namun, pada Pemilukada Kabupaten Serang tahun 2010, Taufik Nuriman malah menggandeng Ratu Tatu Chasanah, anak dari Chasan Sochib. Benyamin Davnie sempat maju menjadi calon wakil gubernur dari PKS menantang Ratu Atut yang maju sebagai calon gubernur dari Partai Golkar dalam Pemilu-kada Provinsi Banten 2007. Dalam pemilukada tahun 2010 di Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie justru mendampingi Airin yang tak lain adalah adik ipar dari Ratu Atut.

Perlawanan yang diberikan oleh kelompok Islam juga tak bisa diharapkan. Meski mereka keras memperjuangkan keyakinan politik Islam, tak jarang mereka bersekutu dengan dinasti Chasan Sochib.

Lawan Baru

Peluang untuk menghentikan kekuasaan di Banten terbuka lebar dengan banyaknya kasus yang menimpa keluarga besar dinasti Chasan Sochib. Kasus-kasus itu meliputi isu korupsi, penyalahgunaan wewenang, penggunaan ancaman kekerasan, politik uang dan kecurangan dalam pemilu dan pemilukada. Hampir semua anggota dinasti Chasan Sochib pernah dilaporkan ke kepolisian, kejaksaan, KPK, KPU sampai MK. Memang tak satupun anggota keluarga Chasan Sochib yang dihukum, tetapi praktik politik dinasti Chasan Sochib harusnya membuka mata bahwa rakyat Banten segera memulai perubahan.

Inilah lawan baru Ratu Atut

Inilah lawan baru Ratu Atut

Saat ini telah muncul sejumlah kelompok anak-anak muda yang peduli akan Banten yang lebih baik. Mereka ada di organisasi-organisasi yang giat memperjuangkan isu antikorupsi, antinepotisme, anti politik dinasti, dan mendukung politik kesejahteraan. Perlawanan seperti inilah yang diharapkan akan meluas sehingga tak muncul lagi sejumlah “gubernur jenderal” berikutnya.

Inilah Klan Ratu Atut

Chasan Sochib meninggal pada 30 Juni 2011. Namun, pamor keluarga ini makin mencuat karena keluarga besarnya menduduki banyak posis ipenting di pemerintahan maupun bisnis.

Hj. Ratu Atut Chosiyah, SE sebagai anak tertua Chasan Sochib, merupakan nahkoda di keluarga besarnya.

Hj. Ratu Atut Chosiyah, SE, sebagai anak tertua Chasan Sochib, merupakan nahkoda di keluarga besarnya.

Jumlah istri dan anak Chasan Sochib bukan “angka pasti”. Istri pertamanya, Wasiah, ketika diwawancarai Najalah Tempo, tak bisa menyebutkan siapa saja istri Chasan. “Ada di mana-mana,” katanya. Seseorang yang dekat dengan penerima gelar doktor honoris causa dan profesor dari Northern California University dan Global University International ini bercerita, “Chasan juga tak tahu jumlah dan nama semua anaknya.”

Chasan Sochib setidaknya mempunyai 6 orang isteri. Dari istri pertamanya Wasiah Samsudin, menikah 2 November 1960 di Serang, bercerai tahun 1991, mempunyai anak : 1). Ratu Atut Chosiyah. Awalnya Atut menjabat sebagai wakil gubernur pada 2001. Kariernya naik menjadi Plt. Gubernur Banten pada Oktober 2005. Puncaknya, ia berhasil menduduki jabatan Gubernur Provinsi Banten periode 2007-2012 dan 2012-2017. Suami : Hikmat Tomet yang menjabat anggota Komisi V Fraksi Golkar 2009-2014. Anak pasangan Atut dan Hikmat : Andika Hazrumy menjabat sebagai anggota DPD Banten 2009-2014, Kordinator Tagana (Taruna Siaga Bencana) Banten, Direktur Utama PT. Andika Pradana Utama, Direktur Utama PT Pelayaran Sinar Ciomas Pratama, Direktur Utama PT Ratu Hotel. Istri Andika, Ade Rossi Khoerunisa menjabat sebagai anggota DPRD Kota Serang 2009-2014. 2). Ratu Tatu Chasanah, Wakil Bupati Kabupaten Serang 2010-2015. 3). Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, pengusaha dan Ketua AMPG Banten, istrinya : Airin Rachmi Diany menjabat sebagai Walikota Tangerang Selatan 2011-2016.

Isteri kedua ChasanSochib adalah Ratu Rapiah Suhaemi. Ia dinikahi pada 2 Mei 1969 di Serang. Dari perkawinan ini lahir lima anak : 1). Tubagus Haerul Jaman, menjabat sebagai Wakil Walikota Serang 2008-2013 dan Walikota Serang 2013-2018. 2). Ratu Lilis Karyawati, menjabat sebagai Ketua DPD II Golkar Kota Serang 2009-2014. Suaminya, Aden Abdul Khaliq menjabat sebagai anggota DPRD Banten 2009-2014. 3). Iloh Rohayati 4). Tubagus Hendru Zaman. 5). Ratu Ria Mariana.

Isteri ketiga Chasan Sochib adalah Chaeriyah, menikah pada 21 Mei 1968. Namun mereka bercerai pada 2002. Dengan istri ketiga ini lahir lima anak : 1). Ratu Heni Chendrayani, menjabat sebagai Pengurus Kadin periode 2012-2017. Ia menduduki posisi Ketua Komite Tetap Asuransi Kendaraan. 2). Ratu Wawat Cherawati, menjabat sebagai pengurus Kadin periode 2012-2017. Ia menduduki posisi Komite Tetap Pengolahan & Pemanfaatan Limbah Industri Pertambangan. 3). Tubagus Hafid Habibullah. 4). Tubagus Ari Chaerudin, aktif di Gapensi Kota Serang. 5). Ratu Hera Herawati

Isteri keempat adalah Imas Masnawiyah, dinikahi Chasan Sochib pada 06 Juni 1969 di Pandeglang dan sudah meninggal pada 17 Februari 1986. Dengan istri keempat, Chasan mempunyai tiga anak : 1). Ratu Ipah Chudaefah, guru di Kota Serang. 2). Ratu Yayat Nurhayati. 3). Tubagus Aan Andriawan

Isteri kelima adalah Heryani Yuhana yang dinikahi pada 30 Mei 1988 di Pandeglang. Istri kelima ini menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Pandeglang periode 2009-2014. Chasan dari Heryani mendapat lima anak : 1). Tubagus Erhan Hazrumi, menjabat sebagai Direktur PT Trio Punditama. 2). Ratu Irianti. 3). Tubagus Bambang Saepullah. 4). Tubagus Febi Feriana Fahmi.

Isteri keenam namanya Ratna Komalasari dinikahi pada 8 April 1991, menjabat sebagai anggota DPRD Kota Serang periode 2009-2014. Empat anak didapat Chasan dari Ratna Komalasari, yaitu : 1). Tubagus Bambang Chaeruman, bekerja sebagai kontraktor. 2).  Ratu Aeliya Nurchayati 3).  Tubagus Taufik Hidayat.    (Tkr-dari berbagai sumber)

  

Edward Snowden, Mimpi Buruk Amerika Serikat

ICON Lapsus wp

snowden cvr

Edward Joseph Snowden tampil di headline berbagai media massa dunia

Edward Snowden baru berusia 30 tahun, namun telah membuat geger dunia. Dia sebelumnya hanyalah seorang tenaga kontrak, yang bekerja sebagai teknisi komputer di Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA). Snowden terbang dari Hawai menuju Hongkong dengan alasan cuti. Snowden kemudian membocorkan sebagian data yang dimilikinya kepada dua media massa besar The Guardian dan Washington Post, yang menurunkan tulisan tentang penyadapan besar-besaran terhadap jaringan telpon dan internet oleh NSA. Kontan hal ini membuat para petinggi Amerika Serikat kalang-kabut. Selanjutnya Snowden terbang ke Moscow dan mendapatkan suaka untuk tinggal di Rusia. Banyak pengamat berpendapat, peristiwa ini dapat berpotensi menimbulkan Perang Dingin Jilid II antara dua negara adi daya ini.

PENYADAPAN percakapan telepon yang dilakukan oleh NSA (National Security Agency) Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat, tak hanya mengguncang Amerika Serikat (AS), namun juga dunia. Kecaman dari berbagai pihak makin meluas karena menunjukkan rentannya hak-hak sipil warga AS dan siapapun yang terlibat pembicaraan telpon dengan warga AS.

Skandal yang melukai hak sipil ini terkuak setelah harian Inggris, The Guardian, Edisi Rabu, 5 Juni 2013 menurunkan tulisan terkait dokumen rahasia mengenai perintah pengadilan kepada operator telepon Verizon agar menyerahkan metadata percakapan kepada NSA. Verizon adalah salah satu operator telepon terbesar di AS.

Metadata itu meliputi nomor telepon kedua pihak, International Mobile Subscriber Identity (IMSI) untuk telepon seluler, nomor telepon yang digunakan, dan durasi waktu panggilan. Data kemudian diserahkan kepada kepada NSA untuk dianalisis. Selain Verizon, diduga NSA juga melakukan hal serupa terhadap operator lainnya. Selama tujuh tahun belakangan, NSA dengan izin pengadilan, telah mengumpulkan jutaan metadata percakapan telepon.

Penyadapan selanjutnya adalah berupa apa yang disebut sebagai Proyek Prism. Proyek Prism adalah proyek intelijen yang diduga melibatkan Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat dan FBI serta sembilan perusahaan teknologi informasi top di AS.

snowden prism power point

Dokumen dalam format Power Point yang dibocorkan Snowden kepada The Guardian dan Washington Post

Proyek rahasia ini terungkap besar-besaran berkat laporan dari koran The Guardian dan Washington Post. Bermula dari sebuah slide presentasi menggunakan Powerpoint yang memperlihatkan gambaran tentang proyek ini.

Jika ini benar, maka inilah mega skandal informasi di dunia teknologi informasi terbesar dalam abad ini. The Guardian, Edisi Jumat 7 Juni 2013, menulis bahwa NSA memperoleh hak akses langsung ke sistem server dari sembilan perusahaan ternama di AS bahkan di dunia, karena sebagian besar jaringan internet dunia melalui Amerika Serikat yang memang lebih murah biayanya. Akses khusus yang dinikmati NSA itu buah dari program intelijen bernama Prism. Dalam Proyek Prism ini, membolehkan para pejabat untuk mengoleksi material berupa search history, isi percakapan email, file yang ditransfer, percakapan livechat, dan dokumen.

Sebagaimana Washington Post, redaksi The Guardian juga mendapatkan materi bocoran ini dari sebuah slideshow presentasi Powerpoint yang diklasifikasikan sebagai “top secret with no distribution to foreign allies”. Dokumen itu biasanya digunakan untuk mentraining para operator intelijen.

Prism dalam dokumen tersebut dinyatakan memiliki akses langsung ke server-server sembilan perusahaan internet raksasa di AS. Tentu saja ini mengguncang jagat data center dunia karena sebagian besar server dunia berada di AS. Timbul pertanyaan bagaimana keamananan data di sana.

The Guardian dan Washington Post menggambarkan apa itu Proyek Prism, siapa yang terlibat, dan apa saja yang disadap. Proyek ini diklaim untuk menjamin keamanan AS dari serangan teroris.

Tak tanggung-tanggung, NSA dalam dokumen itu disebut memiliki akses langsung ke server raksasa penguasa internet dunia. Kesembilan raksasa penguasa dunia maya yang diduga disadap adalah Microsoft, Yahoo, Google, Facebook, PalTalk, AOL, Skype, YouTube, dan Apple.

Proyek Prism ini sudah dijalankan sejak tahun 2007 dan telah menjadi sumber utama rujukan intelijen yang diberikan kepada Presiden AS Barack Obama.

Washington Post, Edisi Jumat, 7Juni 2013 memberitakan bahwa badan inteljen Amerika Serikat secara rahasia menyadap server sembilan perusahaan internet untuk melacak orang. Tetapi raksasa-raksasa internet AS membantah memberikan agen-agen AS akses langsung ke server pusat mereka.

Di dalam negeri, berita ini menimbulkan kegelisahan tentang seberapa jauh Pemerintah Amerika Serikat harus menyusup ke privasi warga demi keamanan nasional.

Letjen James Robert Clapper

Letjen James Robert Clapper

Menanggapi hal itu, Direktur Dinas Inteljen Amerika Serikat, Letnan Jendral James Robert Clapper hanya mengatakan bahwa berita yang dimuat Washington Post dan the Guardian tersebut banyak yang tidak akurat, tanpa menjelaskan lebih detil pernyataannya.

Ia mengatakan program pengumpulan komunikasi itu dirancang untuk memfasilitasi akuisisi informasi intelijen asing menyangkut orang non AS yang tinggal di luar Amerika Serikat. Menurutnya, program itu tidak bertujuan untuk menyasar warga negara AS atau siapa saja yang berada dalam wilayah Amerika Serikat. “Program tersebut didukung Pasal 702 Undang-Undang Pengintaian Intelijen Asing yang telah disetujui ulang oleh Kongres sesudah rapat dengar pendapat dan debat. Informasi yang dikumpulkan dalam program ini termasuk yang paling penting dan informasi intelijen paling berharga, dan digunakan untuk melindungi negara kita dari berbagai ancaman”, katanya, Kamis, 6 Juni 2013.

Jenderal Keith Alexander

Jenderal Keith Alexander

Direktur National Security Agency (NSA), Badan Keamanan Nasional Amerika  Serikat, Jenderal Keith Alexander saat memberi keterangan di hadapan Kongres hari Rabu, 12 Juli 2013, mengatakan bahwa badan yang dipimpinnya sedang menyelidiki bagaimana Edward Snowden mendapat izin yang memungkinkannya melihat informasi tentang pemantauan NSA atas hubungan komunikasi telepon dan pesan-pesan yang dikirim melalui Internet, walaupun ia putus sekolah di perguruan tinggi dan bekerja di beberapa tempat sebagai karyawan tingkat rendahan.

Alexander sangat prihatin mengenai bagaimana seorang tenaga kontrak yang mempunyai pendidikan dan pengalaman kerja yang terbatas, diijinkan memperoleh akses ke rincian-rincian penting program pengintaian pemerintah, lalu membocorkan informasi itu kepada dua surat kabar.

Meskipun demikian, Alexander membela program pengintaian NSA. “Dengan program itu telah berhasil dihentikan puluhan kegiatan teroris di Amerika Serikat dan di negara-negara lain dalam beberapa tahun ini”, katanya.

Industri IT Membantah

Menurut laporan situs Gigaom, beberapa petinggi industri TI AS menolak berkomentar, sebagian mengatakan tak mengetahui proyek tersebut. Yahoo mengklaim tak menyediakan akses langsung. “Yahoo! memperlakukan privacy pengguna sangat serius. Kami tak menyediakan akses langsung kepada agen pemerintah ke server, sistem, atau jaringan kami.”

Apple menolak bahwa mereka terlibat. “Kami tak pernah mendengar Prism. Kami tak pernah menyediakan akses langsung ke server kami untuk agen pemerintahan. Jika ada agen pemerintahan yang ingin mengoleksi data kustomer, dia harus mendapatkan izin dari pengadilan” Menurut laporan The Guardian, Apple sebelumnya menolak terlibat program. Namun akhirnya bergabung pada 2012, setahun setelah meninggalnya pendiri Steve Jobs.

Facebook mengatakan tak menyediakan akses langsung. “Kami tak menyediakan akses langsung bagi agen pemerintahan ke server Facebook. Ketika Facebook diminta data atau informasi tentang spesifik individu, kami akan berhati-hati menerima permintaan itu, seperti harus disertai dengan bukti diperbolehkannya oleh hukum, dan menyediakan informasi hanya jika diminta oleh hukum.” Sementara itu, laporan The Guardian mengungkapkan, Facebook bergabung dengan Prism pada tahun 2009.

Google menyatakan tak punya “pintu belakang” untuk agen pemerintah. “Google peduli sangat terhadap keamanan data pengguna kami. Kami menyimpan data pengguna dari pemerintah sesuai ketentuan hukum. Kami akan mereview dengan hati-hati jika ada permintaan semacam itu. Dari waktu ke waktu, orang-orang menduga kami telah membuatkan “pintu belakang” bagi pemerintah untuk mengakses sistem kami. Tapi, Google tak punya pintu belakang bagi pemerintah untuk mengakses data privat pengguna.”

Paltalk sempat menolak berkomentar. “Kami tak pernah mendengar Prism. Pengalaman Paltalk sangat peduli dalam menjaga dan mengamankan data pengguna. Kami hanya merespons permintaan pengadilan atas nama hukum. Paltalk tak pernah menyediakan agen pemerintah manapun untuk mengakses langsung server kami.”

Microsoft mengatakan tak pernah menyuplai data ke PRISM. “Kami menyediakan data pengguna hanya jika ada permintaan resmi sesuai jalur hukum, dan tak pernah memberikan begitu saja. Kami hanya menyediakannya dengan perintah pengadilan untuk permintaan akun spesifik aatu identitas spesifik. Jika pemerintah memiliki program untuk memperoleh data kustomer secara besar-besaran, kami tak ikut terlibat di dalamnya.”

Dropbox, yang masuk dalam list “coming soon” dalam presentasi NSA, menolak bahwa mereka bagian dari program itu. “Kami telah melihat laporan bahwa Dropbox mungkin akan diminta berpartisipasi dalam program pemerintah yang disebut Prism. Kami bukan bagian dari program itu dan tetap berkomitmen untuk melindungi privacy pengguna kami.”

Pertemuan di Hongkong

Bagaimanakah kisah awal sehingga Snowden membuat buat geger orang-orang penting dunia? Berikut ini saduran dari The Guardian Edisi Kamis, 6 Juni 2013 yang dimuat di tempo.co, 22 Juni 2013.

Glenn Greenwald

Glenn Greenwald

Edward Snowden diyakini tiba di Hongkong pada pada hari Senin, 20 Mei 2013. Di sini dia bertemu Glenn Greenwald dan Laura Poitras. Greenwald adalah wartawan penulis kolom komentar media Inggris, The Guardian. Poitras adalah pembuat film dokumenter.

Pertemuan Hongkong itu sudah disiapkan lama. Januari, Snowden mengontak Poitras. Pertengahan Februari, ia mengirim email ke Greenwald di Brazil. Tak yakin dengan tawaran soal bocoran dokumen rahasia, Greenwald tak bertindak untuk menanggapi tawaran tersebut. Baru bulan Maret, Poitras menelpon dan meyakinkan Greenwald untuk menerima tawaran Snowden.

Greenwald lantas ke New York, Amerika Serikat, untuk berbicara dengan pemimpin redaksi The Guardian di sana, pada 31 Mei 2013. Hari berikutnya, ia dan Poitras terbang ke Hongkong. “Dia memiliki beberapa skema rumit untuk bertemu,” kata Greenwald.

Snowden menyuruhnya pergi ke sebuah lokasi di lantai tiga sebuah hotel dan bertanya dengan suara keras ke mana arah menuju restoran. Lalu mereka pergi ke sebuah ruangan berisi buaya besar tiruan, dan bertemu pria membawa Kubus Rubik.

Laura Poitras

Laura Poitras

Greenwald dan Poitras terkejut ketika yang ditemuinya laki-laki 29 tahun, jauh dari seperti yang dibayangkannya: laki-laki beruban, seorang veteran, yang usianya 60 tahunan. “Ini perjalanan sia-sia,” pikir Greenwald dalam hati, saat itu. Setelah satu jam mendengarkan informasi dari Snowden, pandangan Greenwald berubah dan iapun mulai percaya.

Greenwald, dan Poitras, mewawancarai Snowden di kamar yang ia sudah huni selama sekitar dua pekan, dan berita pertamanya muncul di Guardian Kamis, 6 Juni 2013. Snowden memutuskan untuk tidak menjadi sumber anonim karena ia tak ingin keluarga dan teman-temannya direpotkan oleh aksi ‘berbahayanya’ ini. “Saya tidak punya niat untuk menyembunyikan siapa saya karena saya tahu saya tak berbuat salah,” katanya.

Saat berita itu keluar dan namanya disebut, ia tahu dalam bahaya. Minggu 9 Juni 2013, Snowden memberikan wawancara terakhirnya, sebelum akhirnya keluar dari hotel dan menghilang. Dua hari sebelumnya, Presiden Amerika Barack Obama memberikan konferensi pers yang membela program penyadapan NSA.

Hongkong dipilih sebagai tempat berlabuh karena, kata Snowden, “Karena memiliki komitmen untuk menghormati kebebasan berbicara dan berbeda pendapat politik”. Ia percaya bahwa Hongkong adalah salah satu dari sedikit tempat di dunia yang bisa menolak didikte Amerika.

Snowden Jadi Buronan

Setelah itu Snowden bak primadona yang sangat dicari para wartawan media dunia. Para aktifis pembela HAM di Hongkong menggelar demo mendukung Snowden BBC Edisi Selasa, 11 Juni 2013 menulis, Snowden mengatakan Amerika telah mengancam demokrasi. Ia juga mengatakan skala

Hotel Mira Hongkong. Di sini diperkirakan Snowden terakhir menginap sebelum menghilang

Hotel Mira Hongkong. Di sini diperkirakan Snowden terakhir menginap sebelum menghilang

pengintaian yang dilakukan Amerika Serikat sudah berada di level menakutkan. “Kami dapat menaruh alat penyadap di mesin-mesin. Begitu masuk ke jaringan, saya dapat mengidentifikasi mesin itu. Anda akan tidak pernah bisa selamat seberapa besar perlindungan yang dilakukan”, kata Snowden.

“Saya tidak ingin tinggal dalam masyarakat yang melakukan hal seperti itu. Saya tidak ingin hidup di dunia di mana semua yang saya lakukan dan katakan direkam. “Bila mereka ingin menjaring Anda, mereka akan lakukan itu,” kata Snowden.

Dia juga menyatakan kekhawatirannya tentang Pemerintah Amerika Serikat akan bertindak agresif terhadap siapapun yang mengenalnya. “Itulah yang membuat saya terjaga pada malam hari”, katanya.

The Wallstreet Journal Edisi Jumat,  14 Juni 2013 juga menulis, akibat Snowden lari dan bersembunyi di Hongkong ini, maka Pemerintah RRC dicurigai terlibat kongkalikong.

Dua anggota Komite Intelijen Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat menduga Edward Snowden, bekerja sama dengan pemerintah RRC. Dugaan itu masih belum disertai bukti. Mike Rogers dan Dutch Ruppersberger, pemimpin komite tersebut, mempertanyakan kemungkinan bahwa Snowden membelot ke Hong Kong dan memiliki hubungan tertentu dengan Cina. “Jelas, kami akan memastikan bentuk koneksinya dengan Cina,” kata Roger. Seraya menyebut Snowden sebagai pengkhianat, Rogers menyatakan, “Kita perlu bertanya lebih banyak tentang motif dan koneksinya, di mana ia berada, mengapa ia di sana, bagaimana ia bertahan di sana, dan apakah pemerintah Cina betul-betul bekerja sama”

Pernyataan itu terlontar menyusul rapat tertutup komite dengan Jenderal Keith Alexander, Direktur NSA sekaligus Kepala Komando Cyber AS. Dalam rapat iru, Alexander memberikan lebih banyak perincian mengenai dua program NSA yang dibocorkan Snowden ke sejumlah surat kabar tersebut.

Hong Lei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri pada Kamis 13 Juni 2013 sudah menegaskan mereka adalah korban, bukan pihak yang bertanggung jawab atas peretasan.

Uni Eropa Protes Keras

Menyusul The Guardian dan Washington Post, sebuah majalah Jerman, Der Spiegel hari Minggu, 30 Juni 2013 meluncurkan berita yang ditulis berdasarkan dokumen rahasia Badan Keamanan Nasional Amerika (NSA), yang diperoleh dari Edward Snowden, yang kini menjadi buronan. Dokumen

Martin Schulz

Martin Schulz

bulan September 2010 itu merinci bagaimana NSA memasang mikrofon-mikrofon di kantor-kantor Uni Eropa di Washington, PBB dan Brussels, dan bagaimana badan intelijen itu menyusup ke jaringan komputer Uni Eropa dengan mengakses email-email dan dokumen-dokumen.

Kontan saja hal ini membuat Ketua Parlemen Eropa, Martin Schulz, merilis sebuah pernyataan, sebagaimana dimuat Voice of America, yang meminta klarifikasi berita itu dan informasi lebih lanjut dari pihak berwenang Amerika. Schulz mengatakan jika benar, berita itu akan berdampak buruk pada hubungan Uni Eropa dan Amerika.

Sehari kemudian, Presiden Perancis Francois Hollande juga menunjukkan rasa tidak sukanya. Dalam berita yang dimuat BBC tanggal 1 Juli 2013, ia menegaskan tidak akan ada negosiasi atau transaksi dengan Amerika Serikat di bidang apa pun sampai ada jaminan bahwa AS tidak memata-matai para pejabat Uni Eropa.

“Kami tak bisa menerima perilaku semacam ini antara mitra dan teman. Kami tahu ada sistem yang perlu dipantau, terutama dalam perang melawan aksi teror. Tapi saya kira resiko ini tak ada di dalam kedutaan besar kami atau Uni Eropa. Semua unsur telah dikumpulkan guna menuntut penjelasan. Kami ingin ini dihentikan secepatnya,” kata Hollande.

Presiden Francois Hollande

Presiden Francois Hollande

Selanjutnya, Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius memanggil Duta Besar AS di Paris untuk meminta penjelasan lebih jauh mengenai masalah itu. Pemerintah Prancis mengaku marah karena AS ternyata juga memata-matai koleganya di NATO.

Menlu Fabius, dalam pernyataan persnya,  3 Juli 2013 menyebutkan dirinya sudah menanyakan itu kepada mitranya, Menlu AS John  Kerry. Ia menegaskan, tak ada pembenaran sama sekali , jika benar Amerika melakukan penyadapan terhadap sekutunya negara-negara Uni Eropa. “Perancis sama sekali tak bisa menerima hal ini,” tegasnya

Kanselir Jerman Angela Merkel, melalui juru bicaranya, Steffen Seibert juga menyatakan tidak bisa menerima tindakan mata-mata yang diduga kuat telah dilakukan oleh Amerika Serikat. “Kami tidak bisa menerima tindakan Amerika, kami tidak hidup di era Perang Dingin”, Steffen Seibert kepada pers.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Italia, Emma Bonino, mengatakan Roma sudah meminta klarifikasi Washington soal kegiatan AS memantau komunikasi para pejabat Uni Eropa.

Kanselir Angela Merkel

Kanselir Angela Merkel

Menanggapi protes negara-negara Uni Eropa ini, Presiden Barack Obama mengecilkan kontroversi terkait mengenai apakah Amerika telah memata-matai sekutu-sekutu Eropa-nya, dan mengatakan semua badan intelijen di seluruh dunia juga berupaya memahami apa yang dipikirkan negara lain.

Berbicara di Tanzania, Obama mengatakan Amerika masih mempelajari laporan dalam media mingguan Jerman Der Spiegel tentang program pengintaian itu dan akan menghubungi mitra-mitranya di Eropa untuk memberikan semua informasi yang mereka minta.

Pemerintahan Presiden Barack Obama benar-benar berada dalam situasi yang berbau skandal, ketika warganya sendiri dan negara-negara sahabatnya memprotes program penyadapan yang sebenarnya dibuat di era Presiden George Bush yang mencanangkan perang terhadap terorisme, menyusul serangan terhadap menara kembar World Trade Center di New York pada 9 September 2001.

Amerika Minta Ekstradisi

Begitu mengetahui secara pasti keberadaan Edward Snowden, pihak Gedung Putih telah menghubungi Hong Kong untuk mengekstradisi buronan intelijen AS, Edward Snowden, yang dinilai telah membocorkan rincian aktifitas mengawasan rahasia.

Menlu Emma Bonino

Menlu Emma Bonino

Sebagaimana diberitakan oleh BBC, Sabtu 22 Juni 2013 Pemerintahan Obama telah meminta Snowden agar diekstradisi atas dasar persetujuan antara pemerintah Amerika Serikat dan Cina. Pejabat senior pemerintah AS itu mengatakan, “Jika Hong Kong tidak segera bertindak, ini akan mempersulit hubungan bilateral kami dan menimbulkan pertanyaan tentang komitmen Hong Kong terhadap aturan hukum.”

Sebelumnya, Departemen Kehakiman AS telah mengajukan tuntutan pidana terhadap mantan pengamat dari National Security Agency (NSA) ini. Tuduhan itu termasuk spionase dan pencurian properti pemerintah.

Pejabat setempat mengatakan bahwa tuntutan pidana terhadap Snowden telah diajukan pada Pengadilan Federal di Distrik Timur Virginia. Selain itu, dokumen pengadilan juga telah dibuat dan surat perintah penahanan sementara telah dikeluarkan, kata para pejabat.

Namun ternyata Snowden mendapatlan dukungan dari warga Hongkong. Seperti dilansir AFP, Sabtu, 15 Juni 2013  para demonstran ini terdiri atas berbagai lapisan masyarakat, termasuk anggota parlemen pro-demokrasi, para aktivis dan para ekspatriat yang tinggal di Hong Kong. Mereka melakukan long march ke gedung Konsulat AS sambil membawa spanduk dan meneriakkan tuntutan mereka.

‘Defend Free Speech’, ‘Protect Snowden’, ‘No Extradition’, dan ‘Respect Hong Kong Law’ merupakan beberapa tulisan dalam spanduk mereka. Selain itu, para demonstran juga mengenakan topeng bergambarkan wajah Snowden sambil meniup peluit.

Unjuk rasa di Hongkong menolak upaya ekstradisi Snowden oleh Pemerintah Amerika Serikat

Unjuk rasa di Hongkong menolak upaya ekstradisi Snowden oleh Pemerintah Amerika Serikat

“Hari ini, kami semua meniup peluit (merujuk pada kata whistleblower yang disandangkan pada Snowden),” teriak salah satu demonstran bernama Tom Grundy, yang juga blogger dan aktivis asal Inggris yang tinggal di Hong Kong.

Salah satu demonstran bahkan membawa poster terkenal bergambar Presiden Barack Obama dengan tulisan ‘Hope’ yang sering digaungkannya. Namun poster tersebut diedit menjadi seorang mata-mata dengan headphone besar di kepalanya. Sebuah poster lain bertuliskan: “Betray Snowden, Betray freedom.”

Hong Kong yang merupakan Daerah Administratif Khusus China dan memiliki sistem hukum tersendiri yang berbeda dengan Cina daratan. Wilayah ini menandatangani perjanjian ekstradisi dengan AS pada tahun 1998. Namun beberapa politisi Hong Kong malah memilih untuk memberi dukungan pada Snowden.

Wakil rakyat dari sayap kiri, Leung Kwok Hung, mengatakan bahwa Beijing seharusnya memerintahkan pihak yang berwenang untuk melindungi Snowden, dan para penduduk seharusnya “turut berpartisipasi” melindunginya.

Sementara itu Wartawan BBC di Hong Kong, Juliana Liu mengatakan bahwa Beijing sepertinya tidak akan ikut campur pada tahap awal dari hal yang bisa menjadi sengketa hukum yang panjang ini.

Juiana Liu melaporkan bahwa Snowden meninggalkan sebuah hotel di Hong Kong pada tanggal 10 Juni 2013 setelah mengijinkan beberapa surat kabar untuk menyebutkan namanya sebagai sumber pembocoran data.

“Keberadaannya saat ini tidak diketahui. Kebocoran ini telah menyebabkan publik tahu bahwa AS secara sistematis merampas sejumlah besar data telepon dan internet di bawah program NSA yang dikenal sebagai Prism. Snowden juga menuduh bahwa intelijen AS telah meretas jaringan komputer Cina”, tulis Yuliana Liu.

Snowden Terbang ke Moscow

Ketika Amerika Serikat sedang getol mengusahakan ekstradisinya, justru tersiar kabar bahwa Edward Snowden ternyata sudah secara diam-diam meninggalkan Hongkong dan sedang menuju Moscow.

Koran South China Morning Post memberitakan dengan mengutip seorang “sumber terpercaya” yang menyebut bahwa Snowden telah meninggalkan Hongkong dan dijadwalkan tiba di Moskow pada Minggu (23/06/2013) sore waktu setempat. Koran itu juga mengatakan bahwa Moskow tidak akan menjadi tempat pelarian terakhir bagi Snowden.

Pemerintah Teritorial RRC membenarkan bahwa buronan intelijen Amerika Serikat, Edward Snowden, telah terbang meninggalkan Hong Kong. “Edward Snowden meninggalkan Hong Kong hari ini (23/06/2013) atas kemauannya sendiri menuju ke negara ketiga melalui jalur yang normal dan sah,” seorang pejabat pemerintah di Hong Kong menyatakan.

Dalam pernyataan itu pejabat RRC juga mengatakan, “Karena pemerintah administratif Hong Kong tidak memiliki cukup informasi untuk memproses permintaan penahanan itu, tidak ada landasan hukum untuk melarang Snowden meninggalkan Hong Kong.

Leung Chun Ying

Leung Chun Ying

Kepala Daerah Administrasi Khusus Hong Kong, Leung Chun Ying, dalam pernyataan resminya, Senin (24/06/213) mengatakan tidak ada dasar hukum untuk mencegah Edward Snowden meninggalkan kota itu. “Snowden meninggalkan Hongkong sementara pihak berwenang masih memproses permintaan ekstradisi Amerika dan sedang meminta Washington untuk menyediakan informasi penting lebih lanjut mengenai kasus tersebut”, kata Leung Chun Ying kepada wartawan.

Leung menambahkan, keberangkatan Snowden dari Hongkong dengan menumpang pesawat Rusia ke Moskow adalah contoh yang baik tentang kepatuhan wilayah itu terhadap aturan hukum berdasarkan prinsip satu negara dua sistem. Di bawah sistem itu, China memberi Hongkong otonomi yang tinggi tetapi berhak mengontrol urusan kebijakan luar negeri.

Tentu saja hal ini sangat mengecewakan Amerika Serikat. Diberitakan oleh BBC bahwa Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Caitlin Hayden, mengatakan Washington kecewa dengan keputusan untuk mengizinkan Snowden meninggalkan Hongkong. “Amerika telah mengajukan permintaan yang sah menurut hukum kepada Hong Kong agar menangkapnya guna keperluan ekstradisi berdasarkan perjanjian bilateral”, katanya.

Hayden juga mengatakan Amerika mengajukan “keberatan yang kuat” kepada Pemerintah Hongkong dan China dan mencatat bahwa perilaku seperti itu sebagai merugikan hubungan Amerika-Hongkong dan Amerika-China.

Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, William Burns, mengaku kecewa dengan sikap Cina yang tidak menyerahkan pembocor rahasia intelijen AS Edward Snowden ketika ia melarikan diri ke Hong Kong.

Yang Jiechi

Yang Jiechi

Namun Menlu Cina, Yang Jiechi, membela langkah Beijing dalam kasus Snowden yang tudingannya atas penyusupan AS ke jaringan internet Cina telah memicu kehebohan di Beijing.

“Pemerintah pusat Cina selalu menghormati langkah pemerintah otonomi khusus Hong Kong dalam menangani kasus-kasus sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Yang Jiechi.

Sebagaimana diberitakan oleh surat kabar South China Morning Post, sebelum meninggalkan Hongkong Snowden mengatakan bahwa NSA memantau telekomunikasi RRC dengan taget utama Universitas Tsinghua, salah satu universitas bergengsi yang terkenal karena melatih beberapa pemimpin terkemuka RRC. Universitas ini mengelola salah satu dari enam jaringan yang menjadi tulang punggung internet China, The China Education and Research Network.

Benjamin Koo, seorang profesor di Departemen Teknik Mekanik Universitas Tsinghua mengatakan, jika tuduhan-

Prof Benyamin Koo

Prof Benyamin Koo

tuduhan Snowden itu benar, menunjukkan bahwa Amerika mungkin telah mengakses sejumlah besar data personal dan akademis. Bukan sekedar pelanggaran kekayaan intelektual tapi juga gagasan yang mungkin ingin kita simpan sendiri”, ujar Benjamin Koo.

Parahnya, tuduhan-tuduhan Edward Snowden ini muncul menjelang KTT antara Amerika dan China (US-China Strategic and Economic Dialogue) yang dijadwalkan bulan Agustus 2013, di mana keamanan dunia maya akan menjadi isu utama.

Justru sejak tahun 2011 pemerintahan Obama telah menuduh China sebagai sumber sejumlah besar serangan dunia maya terhadap komputer badan-badan pemerintah dan bisnis di Amerika. Tuduhan Snowden bahwa Amerika meretas China ini, tentu saja mencoreng muka para petinggi negeri Paman Sam ini.

Mengajukan Suaka Politik

Kemudian Snowden yang dikabarkan terbang ke Rusia telah tiba Bandara Sheremetyvo Moscow dan saat itu masih berada di ruang transit.

Koran The New York Times, Edisi Selasa, 26 Juni 2013 menulis, keberadaan Snowden tersebut dibenarkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. Presiden Putin juga mengatakan bahwa Snowden bermaksud terbang menuju Kuba untuk kemudian ke Ekuador guna mendapat suaka.

Tekait dengan ekstradisi yang diminta Amerika Serikat, Putin menyatakan negaranya tidak akan mengekstradisi Snowden ke Amerika. Senada dengan dia, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov kemarin mengatakan keinginan Amerika untuk mengekstradisi pembocor rahasia Badan Keamanan Amerika (NSA) Edward Snowden tidak berdasar dan tidak bisa diterima. Dia juga menyebut Rusia tak punya kaitan dengan rencana penerbangan mantan anggota CIA, demikian The New York Times memberitakan.

Tampaknya penolakan Rusia atas permintaan Amerika itu menandakan Negeri Beruang Merah itu tidak mau didikte Amerika atas kasus melibatkan intelijen. Terlebih lagi Snowden yang masih berada di bandara di Moskow lebih dari satu hari bisa menimbulkan spekulasi Rusia tengah mengorek informasi lebih banyak dari dia atau kedua negara tengah melakukan tawar-menawar soal Snowden.

Ketika “tinggal” di ruang transit Bandara Sheremetyvo dan aktifis dari LSM Human Right Watch dan seorang pengacara Anatoly Kucherena, yang membantu Snowden.

Dengan bantuan aktifis dari LSM Human Right Watch inilah diperkirakan, Snowden mengajukan permohonan suka ke berbagai negara.

Brazil, Finlandia, Jerman, India, Polandia adalah negara yang langsung menolak permohonan suaka politik mantan tenaga kontrak NSA itu. Bolivia, Cina, Kuba, Perancis, Italia, Belanda, Nicaragua, Russia, Venezuela, belum memberikan tanggapannya. Sedangkan, Austria, Ekuador, Eslandia, Irlandia, Norwegia, Spanyol, Swiss mengatakan Snowden harus berada di wilayahnya dulu untuk dapat mengajukan permohonan suaka.

Presiden Evo Morales

Presiden Evo Morales

Gara-gara aktifitas Snowden yang meminta suaka ke berbagai negara ini, maka sempat terjadi empat negara Amerika Selatan mengatakan akan menarik duta besarnya dari sejumlah negara Eropa.

Langkah ini dilakukan menyusul tindakan sejumlah negara Eropa yang melarang pesawat Presiden Bolivia, Evo Morales melewati wilayah udara mereka, karena dicurigai membawa pembocor Edward Snowden.

Saat itu Evo Morales saat itu tengah melakukan perjalanan pulang dari Moskow, sebaimana diketahui Snowden berada lebih dari sepekan di ruang transit Bandara Sheremetyvo Moscow. Menteri Luar Negeri Bolivia, David Choquehuanca yang berada di satu pesawat mengatakan Prancis dan Portugal menutup wilayah udara mereka karena kecurigaan Snowden ada di pesawat. Pesawat jetnya sempat diperbolehkan mengisi bahan bakar di Spanyol sebelum akhirnya mendarat di Wina, Austria. Presiden Morales terpaksa menjadwal ulang perjalanan pulangnya dari ruang transit bandara Wina.

Pasca kejadian tersebut empat negara Amerika Selatan, yaitu Brasil, Argentina, Venezuela dan Uruguay mengatakan bahwa insiden tersebut telah melanggar hukum internasional. Mereka mengatakan akan memanggil pulang duta besar mereka dari Prancis, Spanyol, Portugal dan Italia.

Negara-negara di Eropa mengatakan insiden itu sebagai kesalahpahaman. Prancis telah meminta maaf dan menyalahkan munculnya informasi tidak akurat itu. Sementara Spanyol mengatakan bahwa mereka telah menerima informasi yang salah bahwa Snowden ada di pesawat yang ditumpangi oleh Presiden Morales.

Menteri Luar Negeri Uruguay, Luis Almagro dalam pidatonya di pertemuan tingkat tinggi di Montevideo mengatakan tindakan yang dilakukan oleh pemerinta negara-negara Eropa sebagai sebuah tindakan yang tidak berdasar, diskiminatif dan sewenang-wenang.

Menanggapi geger internasional tentang dirinya itu, Edward Snowden melalui situs Wikileaks yang dikutip BBC, menuding Presiden AS Barack Obama menghilangkan haknya untuk mencari suaka.

Tudingan Snowden ini merupakan pernyataan pertamanya sejak ia kabur ke Rusia dari Hong Kong pada 23 Juni 2013 lalu. Presiden Obama menurut Snowden telah menekan sejumlah negara yang jadi sasaran permintaan suakanya. Snowden melukiskan dirinya sebagai warga tanpa negara, dengan menuding pemerintah AS menghalanginya mendapatkan hak dasarnya, mencari suaka.

“Presiden memerintahkan wakilnya untuk menekan pimpinan sejumlah negara yang sudah jadi lokasi permintaan suaka politik saya agar negara itu menolak. Kebohongan semacam ini dari seorang pemimpin dunia bukan bentuk keadilan, hukuman tambahan luar pengadilan untuk seorang yang mengasingkan diri juga bukan keadilan,” tulis Wikileaks mengutip mantan analis data rahasia ini.

Presiden SBY juga disadap?

Irjen Pol Boy Salammudin

Irjen Pol Boy Salammudin

Ternyata Pemerintah Amerika Serikat juga sempat meminta bantuan polisi internasional, termasuk Polri, untuk memburu pelaku pembocoran program intelijen Badan Keamanan Nasional AS (NSA), Edward Snowden. Kadiv Hubungan Internasional Polri, Irjen Pol Boy Salammudin mengatakan, pihaknya telah menyiapkan satuan tugas jika Snowden masuk ke Indonesia.

“Dalam hal Snowden ini memang ada teman-teman dari sana (Amerika Serikat) yang memang meminta bantuan kita untuk melakukan penangkapan. Itu apabila Snowden transit di Indonesia,” kata Boy di Markas Besar Polri, Jakarta Kamis (8/8/2013), sebagaimana diberitakan oleh detik.com.

Sebelumnya, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) mengakui Snowden sebagai orang yang membocorkan penyadapan terhadap Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

“Itu sudah jelas. Kan kita juga punya agen kita di Inggris, dari agen kita yang di Inggris kita tahu. Kemudian agen kita yang di Australia juga ada, sampai pemberitaan itu akhirnya diangkat,” ujar Kepala BIN Letjen Marciano Norman di Jakarta, Jumat, 2 Agustus 2013 lalu.

Letjen TNI Marciano Norman

Letjen TNI Marciano Norman

Sebagaimana kita ketahui, berbagai media telah memberitakan adanya penyadapan atas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan rombongan saat KTT G-20 di London pada tahun 2009. Bahkan Jumat, 26 Juli 2013 koran harian terkemuka Australia, Sydney Morning Herald – sebagaimana dikutip ABC News – melaporkan Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd, memperoleh keuntungan atas kegiatan mata-mata ini.

Beberapa anggota DPR RI mendesak pemerintah Indonesia meminta permintaan maaf dari pihak-pihak yang terlibat, namun ada juga yang menyarankan agar pemerintah cukup membuat pernyataan terbuka dalam kasus itu.

Namun, Juru Bicara Kantor Kepresidenan untuk Urusan Luar Negeri, Teuku Faizasyah, mengatakan bahwa masih perlu dikukuhkan lebih lanjut kebenaran dari laporan tersebut.

“Faktanya atau keakurasiannya masih harus kita uji kembali. Nanti kita memiliki mekanisme interaksi hubungan antara komunitas intelijen dan juga tentunya interaksi secara formal melalui Kementrian Luar Negeri masing-masing Pada dasarnya mana ada yang mengakui bahwa pihaknya menyadap pihak lain,” kata Teuku Faizasyah sebagaimana dikutip ABC News.

Snowden Mendapat Suaka

Kantor Berita Perancis AFP yang kemudian dikutip Kantor Berita Antara, melaporkan seorang pejabat imigrasi Rusia, pada hari Senin, 15 Juli 2013 mengatakan buronan Amerika Edward Snowden telah mengajukan permohonan suaka sementara selama satu tahun di Rusia, sebelum kemudian disalurkan ke negara lain.

snowden bersama lsm

Edward Snowden didampingi Sarah Harisson dari Wikileaks (kiri) dan aktivis HAM saat jumpa pers di Bandara Moscow

Pejabat itu, yang berbicara kepada wartawan Rusia dan internasional dengan syarat identitasnya dirahasiakan, mengatakan Sarah Harrison seorang aktivis WikiLeaks yang mendampingi Snowden telah menyerahkan permohonan suaka itu ke Konsulat Rusia di zona transit bandara Sheremetyevo, Moskow Minggu malam.

Dikabarkan pula oleh AFP bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan negaranya belum pernah mengekstradisi siapa pun sebelumnya dan bahwa buronan Amerika Edward Snowden boleh tetap berada di Moskow jika ia berhenti membocorkan informasi.

Putin juga mengatakan, “Jika Snowden ingin tinggal di Rusia, ia harus berhenti merugikan mitra kami, Amerika – tidak peduli kalau pernyataan ini mungkin terdengar aneh karena datang dari saya”. Presiden Rusia mengatakan mantan tenaga kontrak NSA itu bukan agen Rusia dan menegaskan kembali bahwa dinas intelijen Rusia tidak bekerja sama dengan Snowden.

Akhirnya, pada Kamis (1/8/2013), Edward Snowden meninggalkan zona transit bandara Sheremetyevo, Moskwa, yang menjadi tempat tinggalnya selama satu bulan terakhir ke tempat yang dirahasiakan dengan alasan keamanan.

Snowden meninggalkan bandara setelah Pemerintah Rusia memberinya suaka politik sementara selama satu tahun di Rusia. “Snowden sudah meninggalkan bandara Sheremetyevo. Dia baru saja menerima dokumen resmi yang memberi dia suaka sementara di Rusia selama satu tahun,” kata Pengacara Snowden, Anatoly Kucherena dikutip oleh AFP.

Presiden Obama Marah

Presiden Amerika Serikat Barack Obama pada Rabu, 7 Agustus 2013 memutuskan untuk membatalkan pertemuan bilateralnya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang dijadwalkan akan dilangsungkan bulan depan di Moskow.

Juru Bicara Gedung Putih Jay Carney, yang dikutip Kantor Berita Reuters, menjelaskan bahwa pembatalan terjadi karena kekesalan pemerintah AS terhadap keputusan Rusia yang memberikan suaka Edward Snowden. Bekas tenaga kontrak NSA itu dinilai Gedung Putih telah membeberkan informasi sensitif soal pengumpulan data intelijen oleh AS.

Gedung Putih mengatakan merasa kecewa terhadap Rusia dalam hal kemajuan masalah-masalah seperti kebijakan menyangkut Afghanistan, Iran, Korea Utara dan perlucutuan senjata dan juga tentang bagaimana Rusia menangani masalah Snowden.

snowden paspor

Dengan dokumen semacam paspor ini, Snowden dapat tinggal selama setahun di Rusia

“Karena tidak adanya kemajuan dalam masalah-masalah seperti pertahanan peluru kendali dan pengawasan senjata, perdagangan dan hubungan dagang, masalah-masalah keamanan global, dan hak asasi manusia serta masyarakat madani dalam dua belas bulan terakhir ini, kami telah memberi tahu Pemerintah Rusia bahwa menurut kami akan lebih baik untuk menunda pertemuan puncak itu sampai kita mencapai lebih banyak hasil dari agenda-agenda yang kita miliki,” kata Jay Carney.
“Keputusan mengecewakan yang diambil Rusia dengan memberikan suaka sementara kepada Edward Snowden juga menjadi faktor yang membuat kami harus mempertimbangkan situasi hubungan bilateral kita saat ini,” ujar Jay Carney menambahkan.

Tiga hari kemudian, Presiden Amerika Serikat Barack Obama, saat jumpa pers di Gedung Putih Washington DC membantah kalau pembatalan pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, karena hubungan AS dan Rusia sedang buruk. “Tapi kebenarannya adalah bahwa kita berada di kesepahaman yang sama dan seringkali itu sangat produktif,” kata Obama, dikutip Reuters, Sabtu, 10 Agustus 2013.

Sementara itu, banyak pihak menilai hubungan AS-Rusia jatuh ke salah satu titik terendah sejak Perang Dingin dan berpotensi memicu Perang Dingin Jilid II, dikarenakan Rusia berikan suaka sementara kepada Edward Snowden. Atas hal itu, Obama menanggapinya dengan santai. “Saya pikir ada selalu ketegangan dalam hubungan AS-Rusia setelah jatuhnya Uni Soviet,” ucapnya.

Kremlin Juga Kecewa

Keputusan AS itu membuat pihak Kremlin kecewa berat. Penasehat Bidang Luar Negeri Presiden Rusia, Yuri Ushakov mengatakan, langkah tersebut menandakan, Negeri Paman Sam itu tak bisa mengembangkan hubungan dengan Rusia atas dasar kesetaraan.

Apalagi, kata dia, Rusia tak bisa disalahkan terkait urusan Snowden. “Keputusan AS jelas terkait situasi mantan agen, Edward Snowden, yang sama sekali bukan ditimbulkan pihak kami,” kata dia, seperti dimuat BBC, 7 Agustus 2013.

Juga bukan salah Rusia yang tak mengekstradisi Snowden ke negara asalnya. “Selama bertahun-tahun AS selalu menghindar terkait penandatanganan perjanjian ekstradisi,” kata Ushakov. “Dan mereka selalu merespon negatif permintaan kami yang mengajukan ekstradisi terhadap sejumlah orang yang melakukan tindakan kriminal di teritori Rusia.”

Namun, dia menambahkan, undangan untuk pertemuan bilateral masih terbuka. “Wakil Rusia siap untuk terus bekerja sama dengan mitra Amerika di semua isu-isu kunci dalam agenda bilateral dan multilateral,” kata Ushakov.

Produser Flim Tertarik Kisah Snowden

Phillip Noyce

Phillip Noyce

Edward Joseph Snowden, lahir 21 Juni 1983 dan dibesarkan di Wilmington, North Carolina, sebelum pindah ke Ellicott City, Maryland. Ibunya, Wendy, adalah wakil kepala petugas administrasi dan teknologi informasi di Pengadilan Federal di Baltimore. Ayahnya, Lonnie, mantan perwira Coast Guard yang tinggal di Pennsylvania.

Dia tidak menyelesaikan kuliahnya, tapi belajar komputer dan mendapatkan ijazah. Snowden menghabiskan empat bulannya sebagai tentara cadangan Angkatan Darat, dari Mei sampai September 2004. Ia mengaku dipecat setelah kakinya patah akibat kecelakaan.

Pria lajang ini benar-benar menyedot perhatian dunia. Phillip Noyce, produser yang terkenal sering menghasilkan film-film spionase dan petualangan menegangkan yang telah mengungkapkan ketertarikannya pada kisah sang tenaga kontrak yang oleh para aktifis HAM dianggap sebagai pahlawan kebebasan berbicara ini.

Kepada NBC News, produser film “Salt” dan “Patriot Games” itu mengungkapkan telah membaca banyak artikel berita tentang Snowden. Noyce menyatakan kisah tersebut dapat dengan mudah difilmkan karena mengandung unsur menegangkan yang dibumbui elemen komedi.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin

Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin

“Kisah Snowden adalah sebuah film yang sedang dimainkan di depan mata kita, meskipun kita tidak dapat melihat apapun. Kita tidak dapat membedakan seorang pahlawan atau musuh pada karakter utama. filmnya. Kita akan terdorong untuk berspekulasi tentang motivasinya, apakah karena niat yang didasari keyakinan untuk melindungi kepentingan masyarakat dunia ataukah dia sendiri telah menjadi korban bahwa dengan menjadi tokoh antagonis dia akan terus dikenang,” urai Noyce.

Lepas dari apakah Snowden itu pahlawan atau pengkhianat, faktanya dia telah membuat Presiden dan pejabat tinggi Amerika Serikat kalang-kabut. Sebuah mimpi buruk yang terwujud dalam sebuah kenyataan yang mungkin tak terbayangkan oleh sebuah negara adidaya Amerika Serikat. (Tkr-dari berbagai sumber)

Sengketa Kepulauan Spratly, Potensi Konflik di Asia Tenggara

ICON Lapsus wpKetegangan di kawasan Laut China Selatan telah melibatkan dua kekuatan besar dunia, Amerika Serikat dan China. Keterlibatan AS dalam konflik ini adalah salah satu konsekuensi atas perubahan fokus AS dari Timur Tengah ke Asia.

Professor Ann Marie Murphy, peneliti senior di Weatherhead East Asia Institute, Columbia University, AS, mengatakan sebenarnya ada perbedaan kepentingan antara kedua negara dalam hal ini.

Prof. Ann Marie Murphy

Prof. Ann Marie Murphy

“Ketegangan kedua negara menyiratkan dengan jelas kepentingan yang berbeda. Kepentingan AS adalah kebebasan pelayaran, sementara China dan negara Asia Tenggara lainnya adalah sumber daya alam di Laut China Selatan,” kata Murphy dalam forum terbuka USINDO di Jakarta, Senin 24 Juni 2013.

Menurut Murphy, China selama ini mengira bahwa AS hanya mendukung para sekutunya di perairan sengketa tersebut. Padahal, AS menganggap bahwa perilaku China yang agresif di perairan itu telah mengancam kebebasan pelayaran.

Kekhawatiran China akan campur tangan AS semakin kuat saat Obama memutuskan menambah kekuatan militer baru mereka ada di Asia. AS akan menggelar 60 persen dari Angkatan Laut (AL)nya ke wilayah ini pada tahun 2020. Di pangkalan AL mereka di Darwin, Australia, AS merotasikan 500 tentara secara berkala. Total akan ada 2.500 tentara AS yang bertugas di Darwin.

Di saat seperti ini, Murphy menegaskan bahwa peran Indonesia sangat penting. Indonesia menjadi pusat fokus AS karena letaknya di tengah-tengah Asia. Selain itu, Indonesia telah teruji dalam menstabilkan Asia Tenggara dalam ranah ASEAN.

Wilayah negara dan harga diri

Wilayah negara merupakan sebuah kata yang sangat sensitif terdengar dalam wilayah hukum Internasional. Wilayah negara juga merupakan sesuatu yang paling urgen dan sangat dipertahankan oleh semua negara bahkan hingga harus mengorbankan nyawa. Dapat dikatakan bahwa di antara semua unsur negara, teritorial merupakan harga diri dari sebuah negara sehingga harus dipertahankan meskipun harus dengan berperang.

Ini pula yang kemudian banyak menimbulkan permasalahan di kalangan Internasional. Sebut saja kasus Indonesia-Malaysia mengenai sengketa Pulau Sipadan dan Ligitan yang kemudian dibawa ke Mahkamah Internasional. Hal ini membuat hubungan Indonesia dan Malaysia sebagai negara tetangga makin menegang, walaupun setelah itu Malaysia dinyatakan sebagai pemenang sengketa tersebut. Sebenarnya sudah sejak Indonesia merdeka perseteruan ini muncul, dan hanya disebabkan oleh wilayah negara. Ini merupakan salah satu bukti bahwa wilayah kedaulatan menjadi salah satu unsur yang sangat dipertahankan oleh sebuah negara.

Lain halnya dengan kasus di atas, sengketa Kepulauan Spratly ini mempunyai cerita panjang yang melatarbelakangi sengketa tersebut. Sengketa ini melibatkan banyak negara, sehingga penyelesaiannya menjadi sangat rumit dan berlarut-larut dengan berbagai latar belakang sehingga sampai saat ini belum terjadi kesepakatan di antara negara-negara yang bersengketa tersebut.

Rumitnya medan wilayah persengketaan, menambah makin sulitnya penyelesaian diantara semua pihak. Kepulauan Spratly berada diantara beberapa negara yaitu, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam, Cina, Taiwan, dan Filipina. Kepulauan Spratly ini pada awalnya tidak berpenghuni. Hal ini disebabkan kebanyakan pulau ini berupa gugusan karang. Namun klaim terhadap Kepulauan Spratly kemudian dilancarkan karena Kepulauan Spratly ternyata mempunyai kandungan minyak yang besar dan letaknya yang strategis.

Cadangan minyak keempat terbesar di dunia

Kepulauan Spratly merupakan kepulauan yang berada di Laut Cina Selatan. Kepulauan ini berbatasan langsung dengan Negara Cina, Vietnam, Taiwan, Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Indonesia. Letak geografisnya sebagaimana digambarkan oleh Dieter Heinzig adalah 4o LU – 11o31’ LU dan 109o BT -117o BT.

Letak Kepulauan Sprtly strategis dan kaya minyak

Letak Kepulauan Sprtly strategis dan kaya minyak

Kepulauan Spratly diperkirakan memiliki luas 244.700 km2 yang terdiri dari sekitar 350 pulau, yang kebanyakan merupakan gugusan karang. Wilayah ini merupakan batas langsung negara Cina dan negara-negara ASEAN. Kepulauan Spratly terletak di sebelah Selatan Cina dan Taiwan, sebelah tenggara Vietnam, sebelah Barat Filipina, sebelah utara Indonesia, sebelah utara Malaysia dan Brunei Darussalam.

Kepulauan ini sebenarnya bukan merupakan yang layak huni, akan tetapi pulau ini memiliki banyak potensi sumber daya alam dan geografis yang sangat strategis. Kekayaan alam yang dimiliki membuat beberapa negara bersikeras untuk mengakui dan mengklaim wilayah tersebut. Selain itu kawasan ini merupakan kawasan lintas laut yang sangat strategis sehingga mampu mendukung perekonomian negara.

Penemuan minyak dan gas bumi pertama di kepulauan ini adalah pada tahun 1968. Menurut data The Geology and Mineral Resources Ministry of the People’s Republic of China (RRC) memperkirakan bahwa kandungan minyak yang terdapat di kepulauan Spratly adalah sekitar 17,7 miliar ton (1,60 × 10 10 kg). Fakta tersebut menempatkan Kepulauan Spratly sebagai tempat tidur cadangan minyak terbesar keempat di dunia.

Letak strategis lintas laut kapal dan kekayaan sumber daya alam lainnya seperti ikan menjadi faktor yang juga sangat mempengaruhi sengketa dan konfilk di antara negara-negara bersengketa. Kapal-kapal penangkap ikan yang menangkap ikan di sana menjadi salah satu penyebab konflik akibat perbedaan pemahaman dan prinsip antara beberapa negara yang mengklaim wilayah tersebut.

Setidaknya ada 6 negara yang mengklaim wilayah kepulauan Spratly yaitu Cina, Taiwan, Vietnam, Filipina, Malaysia dan Brunei Darussalam. Kelima negara di atas, kecuali Brunei Darussalam mempunyai klaim dan pemberian nama terhadap pulau-pulau di kepulauan Spratly, sementara Brunei Darussalam hanya mengklaim wilayah laut di Kepulauan Spratly sebagai bagian dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) negaranya.

Kepulauan Spratly memang mempunyai cerita panjang dalam kaitannya dengan sengketa wilayah negara di atas dalam konteks ZEE dan historis serta penamaan pulau-pulau dan nama Laut Cina Selatan. Filipina menyebut Kepulauan Spratly dengan nama Kalayaan (tanah kebebasan), Vietnam menamainya Dao Truong Sa, sedangkan Cina menyebutnya Nansha Qundao. Perbedaan nama dimaksudkan agar kepulauan tersebut terisyaratkan sebagai milik negara  yang memberikan nama.

Tahun 1947 Republik Rakyat Cina (RRC) adalah Negara pertama yang mengklaim Laut Cina Selatan dengan membuat peta resmi yang tidak hanya mengklaim pulau-pulau, tetapi juga memberi tanda sebelas garis putus-putus di seputar wilayah Laut Cina Selatan. Meskipun demikian belum ada tanda-tanda pendudukan yang dilakukan oleh RRC di wilayah tersebut pada saat itu. Negara yang lebih dahulu melakukan pendudukan justru antara lain Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Taiwan.

Vietnam mengklaim dan langsung melakukan pendudukan di Kepulauan Paracel dan Spratly setelah perang dunia kedua berakhir. Kepulauan Paracel juga merupakan salah satu kepulauan yang banyak diklaim selain Kepulauan Spratly. Hal yang sama juga dilakukan oleh Taiwan setelah perang dunia kedua.

Filipina juga melakukan klaim dengan menduduki kepulauan Spratly pada tahun 1971. Filipina beralasan bahwa kepulauan tersebut merupakan wilayah bebas. Filipina juga merunjuk perjanjian San-Fransisco 1951, yang antara lain menyatakan, Jepang telah melepas haknya terhadap Kepulauan Spartly. Hal tersebut tak lepas kaitannya dengan asas laut tertutup yang menyatakan bahwa bahwa laut dapat dikuasai oleh suatu bangsa dan negara saja pada periode tertentu saja.

Klaim selanjutnya dilakukan oleh Malaysia dan Brunei Darussalam. Malaysia melakukan klaim terhadap beberapa pulau di Kepulauan Spratly yang kemudian diberi nama Terumbu Layang. Pulau tersebut termasuk dalam wilayah landas kontinen Malaysia atas dasar pemetaan wilayah negara yang dilakukan Malaysia pada tahun 1979. Tidak mau kalah, Brunei Darussalam juga melakukan klaim namun bukan terhadap gugusan yakni hanya wilayah laut di Kepulauan Spratly. Hal itu dilakukan setelah Brunei merdeka dari jajahan Inggris pada tahun 1984.

Konflik akibat sengketa ini cukup banyak terjadi. Dimulai pada konflik bersenjata 1974 antara Cina dan Vietnam yang terjadi kedua kalinya pada 1988. Selain itu pernah terjadi tembak menembak kapal perang antara RRC dan Filipina dekat Pulau Campones tahun 1996.

Situasi yang dapat berujung konflik kembali terjadi pada tahun 2011. Pada waktu itu pasukan militer RRC gencar melakukan pendudukan dan latihan militer di sekitar pulau sengketa. Kemudian Vietnam melayangkan protes kepada Cina atas tindakan tersebut. Namun situasi makin memanas setelah kapal minyak Petro Vietnam dirusak oleh militer Cina pada Mei dan Juni 2011. Vietnam pun melakukan pembalasan dengan mengadakan kegiatan militer rutin tahunan di sekitar Laut Cina Selatan pada Juni 2011.

Sebenarnya sudah banyak upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan di antaranya Declaration On the Conduct of Parties in the South China Sea (DOC) pada 4 November 2002. Namun upaya tersebut tidak diindahkan lagi oleh para pihak bersengketa. Ini akibat prinsip yang keras dan perbedaan pemahaman dalam upaya menyelesaikan sengketa ini. Konflik bersenjata yang dilancarkan pihak tersebut di atas merupakan salah satu wujud tidak dipatuhinya DOC tersebut.

Tak hanya Vietnam, Filipina pun kian meradang ketika kapal pengangkut minyak Filipina ditangkap oleh militer RRC di sekitar perairan Kepulauan Spratly yang berangkat dari provinsi Guangdong  Selatan menuju Singapura. Rute yang dilalui memang berdekatan dengan wilayah-wilayah yang diklaim oleh Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Brunei. Filipina pun mengajukan protes ke Perserikatan Bangsa-Bangsa perihal masalah ini.

Dari penjelasan panjang di atas sudah dapat disimpulkan bahwa Kepulauan Spratly menjadi rebutan klaim oleh negara-negara bersengketa tersebut karena potensi ekonomi, politis dan geostrategis. Hal inilah yang kemudian menimbulkan konflik panjang yang hingga sekarang. Oleh karena itu sangat diperlukan upaya yang tepat untuk menangani kasus ini untuk meminimalisir konflik yang terjadi, terutama sesama anggota ASEAN.

Sebagaimana diuraikan sebelumnya bahwa negara-negara yang termasuk secara langsung dalam sengketa ini adalah Cina, Taiwan, Vietnam, Filipina, Malaysia dan Brunei.

RRC Klaim Wilayah Laut Cina Selatan

Klaim yang dilakukan Cina adalah atas dasar sejarah. Secara geografis jarak antara RRC dengan Kepulauan Spratly sangat jauh dan tidak terjangkau dengan menggunakan konsep landas kontinen dan ZEE. Tetapi Cina melakukan klaim terhadap gugusan pulau di Kepulauan Spratly atas dasar sejarah.

Sebelum zaman modern, konon telah ada jejak kehidupan Dinasti Cina di Kepulauan Spratly. Menurut Cina sejak 2000 tahun yang lalu Kepulauan Spratly sudah menjadi jalur perdagangan Cina. Selain itu, argumen itu didukung dengan fakta-fakta sejarah di antaranya penemuan bukti-bukti arkeologis Cina dinasti Han (206-220 SM).

Konon pada abad ke-19 klaim sudah dilakukan oleh RRC tepatnya pada tahun 1876. Namun terjadi tumpang tindih klaim saat terjadi Perang Dunia I antara Perancis, Inggris dan Jepang yang melakukan ekspansi ke Laut Cina Seltan. Klaim yang lebih kuat adalah penerbitan peta dengan memasukkan hampir seluruh wilayah Laut Cina Selatan ke dalam peta wilayah RRC.

Baru sekitar tahun 1988, RRC melakukan ekspansi ke Kepulauan Spratly. Ekspansi dilakukan dengan mengadakan instalasi militer secara besar-besaran di Kepulauan Spratly. Pada tahun ini pula tercatat konflik Cina-Vietnam di mana pada saat itu terjadi pendudukan di Kepulauan Spratly dan Paracel dengan mengusir paksa tentara Vietnam. Hal ini semakin diperkuat dengan upaya de jure yaitu dengan menerbitkan UU tentang Laut Teritorial dan Contiguous Zone yang memasukkan Kepulauan Spratly sebagai wilayahnya.

Hal tersebut terus gencar dilakukan RRC bahkan hingga sekarang. Berbagai upaya yang dicoba oleh RRC di antaranya adalah perjanjian bilateral, dan perjanjian multilateral.

Taiwan juga tak luput dalam melakukan klaim terhadap kepulauan Spratly. Klaim dibuktikan dengan pendudukan pada tahun 1956 di Kepulauan Spratly. Sebelumnya pada tahun 1947 Taiwan telah menerbitkan peta wilayah yang memasukkan Kepulauan Spratly di dalam wilayahnya. Salah satu klaimnya adalah pulau terbesar di kepulauan tersebut yaitu Pulau Aba alias Taiping Island.

Landasan pesawat terbang RRC, Pangkalan AL Vietnam, Pangkalan MIliterFilipina

Landasan pesawat terbang RRC, Pangkalan AL Vietnam, Pangkalan MIliter Filipina

Vietnam melakukan klaim juga atas dasar historis. Vietnam menyatakan sudah menduduki Kepulauan Spratly dan Paracel pada abad 17. Selain itu ada fakta sejarah yang menunjukkan bahwa wilayah tersebut masuk ke dalam wilayah distrik Binh Son Vietnam. Vietnam Selatan menegaskan haknya atas Kepulauan Spratly dalam Konferensi San Francisco. Kemudian Vietnam mulai menyatakan pemilikannya atas Kepulauan Spratly pada tahun 1975 dengan menempatkan tentaranya di 13 pulau di Kepulauan tersebut.

Konflik-konflik yang terjadi yang melibatkan Vietnam sebagaimana sempat dijelaskan sebelumnya telah berlangsung beberapa kali. Konflik disebabkan bersikeras antara para pihak, terutama Vietnam dan RRC. Hingga sekarang Vietnam terus memperkuat militer di wilayah Kepulauan Spratly.

Filipina mulai menduduki Kepulauan Spratly diawali pada tahun 1970. Prinsip utama yang digunakan dalam klaim Filipina adalah hukum Res Nullius. Filipina berpendapat klaim mereka Res Nullius karena tidak ada kedaulatan efektif atas pulau-pulau sampai tahun 1930, sejak Perancis dan kemudian Jepang mengambil alih pulau. Ketika Jepang meninggalkan kedaulatan mereka atas pulau-pulau sesuai dengan Perjanjian San Francisco , ada pelepasan hak atas pulau-pulau tanpa penerima khusus. Klaim juga dilakukan karena prinsip ZEE yang dianggap Filipina bahwa Kepulauan Spratly termasuk di dalamnya.

Malaysia melakukan klaim terhadap Kepulauan Spratly atas dasar Peta Batas Landas Kontinen. Memang secara jelas bahwa sebagian wilayah Kepulauan Spratly masuk ke dalam wilayah landas kontinen Malaysia. Selain itu Malaysia pun melakukan upaya-upaya lain seperti pendudukan, klaim serta penamaan terhadap gugusan pulau di Kepulauan Spratly.

Pendudukan yang dilakukan Malaysia oleh pasukan militernya dimulai pada tahun 1977. Pada tanggal 4 September 1983 Malaysia mengirim sekitar 20 Pasukan Komando ke Terumbu Layang, dan pada tahun yang sama Malaysia melakukan survey dan kembali menyatakan bahwa kepulauan tersebut berada di perairan Malaysia. Hingga saat ini penguatan basis militer di pulau-pulau tersebut semakin gencar dilakukan Malaysia, mengingat kencangnya upaya klaim dari negara lain terutama RRC.

Klaim yang dilakukan Brunei Darussalam bukan terhadap gugusan pulau tetapi hanya pada wilayah laut Kepulauan Spratly. Brunei merupakan satu-satunya negara yang menahan diri untuk klaim dan  pendudukan militer di wilayah gugusan Kepulauan Spratly. Brunei melakukan klaim atas dasar konsep ZEE di mana sebagian wilayah dari Kepulauan Spratly masuk dalam ZEE Brunei Darussalam.

Beberapa usaha untuk menyelesaikan sengketa antar negara ini sudah dilakukan, di antaranya adalah pada tahun 1991, RRC melakukan perundingan bilateral dengan Taiwan mengenai eksplorasi minyak bersama yang berlangsung di Singapura.

Pada tahun 1992, Cina mengadakan pertemuan bilateral dengan Vietnam dan menghasilkan kesepakatan pembentukan kelompok khusus dalam menangani sengketa perbatasan teritorial.

Pada bulan Juni 1993, Malaysia dan Filipina melakukan hal yang sama dengan menandatangani perjanjian kerjasama eksplorasi minyak dan gas bumi selama 40 tahun di wilayah yang disengketakan.

RRC dan Filipina juga melakukan pertemuan untuk bersama-sama mengeksplorasi dan mengembangkan wilayah Spratly. Dan Pemerintah Malaysia dan Brunei Darussalam juga sudah bertemu untuk membicarakan hak pengelolaan ladang minyak di sekitar Sabah.

Sedangkan beberapa perjanjian multilateral yang pernah dilakukan dalam upaya penyelesaian sengketa Kepulauan Spratly, antara lain Deklarasi Kuala Lumpur 1971, yang membahas tentang kawasan damai, bebas, dan netral (Zone of Peace, Freedom and Neutrality) atau ZOPFAN, Traktat Persahabatan dan Kerjasama di Asia Tenggara, yang dihasilkan dan disetujui pada KTT ASEAN I pada tahun 1976, Pembentukan ASEAN Regional Forum (ARF), yang dibentuk pada tahun 1994. Pertemuan ARF pertama kali dilangsungkan di Bangkok, KTT ASEAN V tahun 1995, yang menghasilkan traktat mengenai kawasan bebas senjata nuklir di Asia Tenggara (Treaty on South East Asia Zone-Nuclear Free Zone) dan Technical Working Groups, Groups of Experts dan Study Groups, yang dipelopori oleh Indonesia.

Dialog ini melibatkan aktor-aktor non-negara seperti ahli-ahli kelautan dan para akademisi. Dalam pembentukannya, tim yang tergabung mencari jalan terbaik bagi semua pihak yang bersengketa dengan menjalankan proyek kerjasama dalam hal monitoring ekosistem, keamanan navigasi, pelayaran dan komunikasi di Laut Cina Selatan. Dalam dialog ini kemudian disepakati proyek kerjasama dalam bidang penelitian keragaman hayati.

Dibawanya permasalahan ini oleh Indonesia ke ASEAN Post-Ministerial Conference, yang berhasil mendudukkan 22 negara se-Asia Pasifik.

Tahun 2002, ASEAN dan Cina menandatangani Declaration on the Conduct of Parties in South China Sea. Pada bulan Maret 2005, Cina-Vietnam-Filipina menandatangani MoU kerjasama dalam bidang eksplorasi energi dan sepakat untuk menghentikan klaim atas kepemilikan Kepulauan Spratly.

Pada tahun 2006 China-ASEAN Joint Working Group melakukan pertemuan dan menghasilkan kesepakatan bahwa kedua belah pihak (RRC dan ASEAN) berkomitmen menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Laut Cina Selatan.

Upaya ini memang cukup efektif dalam penyelesaian sengketa jika dilihat dari situasi setelah perjanjian. Selain itu beberapa perjanjian multilateral juga berupa mediasi yang dipelopori oleh mediator sehingga perjanjian dapat berjalan lebih baik. Namun tidak sepenuhnya berjalan dengan baik lagi-lagi karena tidak dicapainya peta kepemilikan pulau, dan banyaknya pihak yang melanggar sendiri perjanjian tersebut, seperti terjadinya perusakan kapal oleh pihak-pihak tertentu.

Salah satu yang belum dilakukan dalam penjanjian multilateral itu adalah kemungkinan untuk melakukan pengelolaan minyak dan gas bumi secara bersama. Padahal perjanjian ini dapat menjadi usaha alternatif untuk meredam konflik di Kepulauan Spratly. Dalam hukum internasional, hal ini memang dimungkinkan untuk dilakukan. Perjanjian semacam ini dapat dilihat misalnya perjanjian Indonesia dengan Australia dalam pengelolaan dan pembagian di Blok Cepu. Upaya ini dapat menjadi solusi karena jika dilihat latar belakang permasalahan ini adalah karena potensi minyak dan gas bumi yang berlimpah.

Kapal Induk dan Rudal Antar Benua milik RRC

Kapal Induk dan Rudal Antar Benua milik RRC

Upaya penyelesaian sengketa sudah lama dilakukan, namun sengketa masih saja berlanjut hingga sekarang. Akibatnya banyak terjadi konflik antara negara bersengketa yang sebenarnya merupakan negara bertetangga, bahkan beberapa di antaranya konflik bersenjata.

Dalam perkembangan terakhir, Amerika Serikat di bawah Presiden Barack Obama tidak malu-malu lagi menampakkan minatnya terhadap wilayah Laut Cina Selatan dengan akan mengerahkan 60% kekuatan militernya di Asia. Dan Filipina sebagaimana banyak diberitakan, bersedia menyediakan beberapa pelabuhannya untuk pangkalan militer Amerika. Hal ini membuat RRC khawatir dan mulai membangun kekuatan militernya dengan antara lain membangun kapal induk dan mempercepat pembangunan rudal jarak jauhnya.

Kepulauan Sprtley di Laut Cina Selatan, berpotensi untuk menjadi tempat pertama meletusnya konflik bersenjata di wilayah Asia Tenggara. Penyebabnya adalah sengketa wilayah antar Negara yang sudah puluhan tahun belum terselesaikan dan camput tangannya negara-negara adidaya yang sarat dengan kepentingan ekonomi globalnya. (Tkr-dari berbagai sumber)

Ketika Bung Karno Menggebrak Dunia

lipsus 82 cvrPERCAYA DIRI, adalah kata yang tepat untuk menggambarkan sosok Presiden Soekarno saat itu. Terlalu banyak catatan kecil dimana Presiden Soekarno mendobrak Protokoler International untuk mengikuti Protokoler ala Soekarno. Jangankan hanya di Negara kelas 3, Amerikapun harus mampu menekan dada atas dobrakan yang dilakukan oleh Presiden Soekarno. Maka tak heran apabila setiap kunjungan kenegaraan ke berbagai negara sosok Presiden Soekarno selalu menjadi head line berita di berbagai media massa dunia, tak terkecuali ketika tampil di lembaga besar seperti PBB.

Dengan baju kebesaran berwarna putih, lengkap dengan kopiah dan kacamata baca, Bung Karno tidak mempedulikan protokoler Sidang Umum. Biasanya, setiap kepala negara berpidato sendiri saja. Tetapi, untuk pertama kalinya, Bung Karno naik ke podium didampingi ajudannya, Letkol (CPM) M Sabur, berpidato di depan Sidang Umum PBB ke 15 tanggal 30 September 1960 dengan judul “Membangun Dunia Baru”.

Lima tahun kemudian, per tanggal 1 Januari 1965, Bung Karno menyatakan Indonesia keluar dari PBB. Ia memrotes penerimaan Malaysia, antek kolonialisme Inggris, menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK)-PBB. Ketika mendengar instruksi Pemimpin Besar Revolusi Indonesia itu dari Perwakilan Tetap RI untuk PBB di New York, Sekjen PBB U Thanh menangis sedih, tak menyangka BK begitu marah dan kecewa.

Bung Karno dikenal sering kecewa dengan kinerja DK-PBB. Sampai sekarang pun kewenangan DK-PBB yang terlalu luas masih sering terasa kontroversial. Misalnya, terutama AS, Inggris dan Perancis, bersama Sekjen Koffi Annan, menjatuhkan sanksi-sanksi tak berperikemanusiaan atas Irak.

Sudah lama memang Bung Karno tidak menyukai struktur PBB yang didominasi negara-negara Barat, tanpa memperhitungkan representasi Dunia Ketiga yang sukses unjuk kekuatan dan kekompakan melalui Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955.

Memprediksi kebesaran Cina

Untuk itulah, setiap tahun Bung Karno coba mengoreksi ketimpangan itu dengan memperjuangkan diterimanya Cina, yang waktu itu masih diisolasi oleh negara-negara Barat.

“Kita menghendaki PBB yang kuat dan universal, serta dapat bertugas sesuai dengan fungsinya. Oleh sebab itulah, kami konsisten mendukung Cina,” kata Bung Karno. Wawasan berpikir Bung Karno waktu itu ternyata benar. Cina bukan cuma lalu diterima sebagai anggota, namun juga menjadi salah satu anggota tetap DK-PBB. Puluhan tahun lalu, Bung Karno sudah memproyeksikan Cina sebagai negara besar dan berpengaruh, yang harus dilibatkan dalam persoalan-persoalan dunia. Dewasa ini, Cina sudah memainkan peranan penting dalam mengoreksi perimbangan kekuatan regional dan internasional, bahkan menjadi kekuatan ekonomi dunia yang mengalahkan dunia barat dan Jepang.

Kini hampir semua warga dunia sudah familiar dengan kata “globalisasi” atau saling keterkaitan (linkage) antar-bangsa, baik secara politis maupun ekonomis. Dan dalam pidato To Build the World Anew, Bung Karno sudah pernah mengucapkannya. “Adalah jelas, semua masalah besar di dunia kita ini saling berkaitan. Kolonialisme berkaitan dengan keamanan; keamanan juga berkaitan dengan masalah perdamaian dan perlucutan senjata; sementara perlucutan senjata berkaitan pula dengan kemajuan perdamaian di negara-negara belum berkembang,” ujar Sang Putra Fajar.

Di mana pun di dunia, Bung Karno tak pernah lupa membawakan suara Dunia Ketiga dan aspirasi nasionalisme rakyatnya sendiri. Siapa pun yang tidak suka kepadanya pasti akan mengakui sukses Bung Karno memelopori perjuangan Dunia Ketiga melalui Konrefensi Asia-Afrika atau KTT Gerakan Non Blok. Inilah Soekarno yang serius.

Memarahi Presiden Amerika

Jika sedang santai dalam saat kunjungan ke luar negeri, Bung Karno menjadi manusia biasa yang sangat menyukai seni. Kemana pun, yang tidak boleh dilupakan dalam jadwal kunjungan adalah menonton opera, melihat museum, atau mengunjungi seniman setempat. Hollywood pun dikunjunginya, ketika Ronald Reagan dan Marilyn Monroe masih menjadi bintang film berusia muda.

Ia pun tak segan memarahi seorang jenderal besar jago perang, Dwight Eisenhower, yang waktu itu menjadi Presiden AS dan sebagai tuan rumah yang terlambat keluar dari ruang kerjanya di Gedung Putih dalam kunjungan tahun 1956. Sebaliknya, Bung Karno rela memperpanjang selama sehari kunjungannya di Washington DC, setelah mengenal akrab Presiden John F Kennedy.

Akrab dengan media massa

Waktu berkunjung ke AS, banyak wartawan kawakan dari harian-harian besar di Amerika, mulai dari The New York Times, The Washington Post, LA Times, sampai Wall Street Journal-menulis dan memuat pidato dan pernyataannya yang menggugah, foto-fotonya yang segar, sampai soal-soal yang mendetail dari Bung Karno.

Kunjungan-kunjungannya ke luar negeri, memang membuat Bung Karno menjadi tokoh Dunia Ketiga yang selalu menjadi sorotan internasional. Sikapnya yang charming dan kosmopolitan, kegemarannya terhadap kesenian dan kebudayaan, pengetahuannya mengenai sejarah, bahasa tubuhnya yang menyenangkan, mungkin menjadikan Bung Karno menjadi tamu agung terpenting di abad ke-20, yang barangkali cuma bisa ditandingi oleh Fidel Castro atau JF Kennedy.

Politik bebas aktif

Perumusan politik luar negeri sebuah negara yang baru merdeka setelah Perang Dunia Kedua, lebih banyak dipengaruhi oleh kepala negara/pemerintahan. Mereka sangat berkepentingan untuk menjaga negara mereka masing-masing agar tidak terjerumus ke dalam persaingan ideologis dan militer Blok Barat melawan Blok Timur. Lagi pula, netralitas politik luar negeri semacam ini waktu itu berhasil menggugah semangat “senasib dan sepenanggungan” di negara-negara baru Asia dan Afrika, untuk menantang bipolarisme Barat-Timur melalui Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955.

Di Indonesia, peranan Bung Karno dalam menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif, jelas sangat dominan sejak ia mulai memerintah sampai akhirnya ia terisolasi menyusul pecahnya peristiwa Gerakan 30 September tahun 1965. Ia bahkan menjadi salah satu founding father pembentukan Gerakan Nonblok (GNB) sebagai kelanjutan dari Konferensi Bandung. Penting untuk digarisbawahi pula, Bung Karno pada awalnya menjadi satu-satunya pemimpin Dunia Ketiga yang dengan sangat santun menjalin serta menjaga jarak hubungan yang sama dan seimbang, dengan negara-negara Barat maupun Timur.

Hubungan Bung Karno dengan Washington pada prinsipnya selalu akrab. Akan tetapi, Bung Karno merasa dikhianati dan mulai bersikap anti-Amerika ketika pemerintahan hawkish Presiden Dwight Eisenhower mulai menjadikan Indonesia sebagai tembok untuk membendung komunisme Cina dan Uni Soviet pada paruh kedua dasawarsa 1950. Sewaktu Moskwa dan Beijing terlibat permusuhan ideologis yang sengit, Bung Karno juga relatif mampu menjaga kebijakan berjarak sama dan seimbang (equidistance) terhadap Cina dan Uni Soviet.

Bersama PM Chou En Lay, Presiden JF Kennedy, PM Fidel Castro dan Presiden Nikita Kruschev. Perhatikan sikap dan bahasa tubuhnya Bung Karno yang sangat percaya diri

Bersama PM Chou En Lay, Presiden JF Kennedy, PM Fidel Castro dan Presiden Nikita Kruschev. Perhatikan sikap dan bahasa tubuhnya Bung Karno yang sangat percaya diri

Lagi pula, Bung Karno dengan sangat pandai menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif. Bobot Indonesia sebagai negara yang besar dan strategis, peranan penting Indonesia dalam menggagas GNB, dan posisi “soko guru” sebagai negara yang baru merdeka, benar-benar dimanfaatkannya sebagai posisi tawar yang cukup tinggi dalam diplomasi internasional. Oleh sebab itulah, pelaksanaan politik luar negeri yang high profile ala Bung Karno, tidak pelak lagi, membuat suara Indonesia terdengar sampai ke ujung dunia.

Mengapa ia akhirnya kecewa kepada Washington sehingga hubungan bilateral AS-Indonesia semakin hari semakin memburuk? Sebab Bung Karno tahu persis sepak terjang AS-juga Inggris, Australia dan Malaysia-ketika membantu pemberontakan PRRI-Permesta. Lebih dari itu, setelah kegagalan pemberontakan itu, Pemerintah AS memasukkan Bung Karno dalam daftar pemimpin yang harus segera dilenyapkan karena menjadi penghalang containment policy Barat terhadap Cina. Juga ada beberapa alasan domestik yang membuat Washington kesal terhadap Bung Karno, seperti sikapnya kepada Partai Komunis Indonesia (PKI).

Pada lima tahun pertama dekade 1960, hubungan Indonesia dengan Cina meningkat pesat. Mao Zedong sangat menghormati Bung Karno yang memberikan tempat khusus kepada komunis, dan sebaliknya Bung Karno mengagumi perjuangan Mao melawan dominasi AS dan Rusia di panggung internasional. Istimewanya hubungan Bung Karno dengan Mao ini tercermin dari gagasan pembentukan Poros Jakarta-Beijing. Bahkan kala itu poros ini sempat akan diluaskan dengan mengajak pemimpin Korut Kim Il-sung, pemimpin Vietnam Utara Ho Chi Minh, dan pemimpin Kamboja Norodom Sihanouk.

Tatkala memutuskan untuk keluar dari PBB, Bung Karno mencanangkan pembentukan New Emerging Forces sebagai reaksi terhadap Nekolim (Neo Kolonialisme dan Imperialisme). Ia juga bercita-cita membentuk sendiri forum konferensi negara-negara baru itu di Jakarta, sebagai reaksi terhadap dominasi PBB yang dinilainya terlalu condong ke Barat. Sungguh patut disayangkan, wadah kerja sama Dunia Ketiga ini hanya sempat bergulir sampai pesta olahraga Ganefo belaka.

Seperti telah disinggung di atas, dominasi Bung Karno dalam perumusan politik luar negeri yang bebas dan aktif, sangat dominan. Persepsi, sikap, dan keputusan Bung Karno dalam mengendalikan diplomasi Indonesia, bersumber pada pengalaman-pengalamannya dalam kancah perjuangan dan pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mungkin karena terlalu banyak krisis yang dihadapi Bung Karno selama ia memimpin, membuat pelaksanaan politik luar negerinya menjadi high profile dan agak bergejolak.

Akan tetapi, gejolak-gejolak tersebut, juga sikap Bung Karno menghadapi politik Perang Dingin, tidak dapat dikatakan sebagai sebuah kelemahan ataupun penyimpangan dari politik luar negeri yang bebas aktif. Justru yang terjadi, Bung Karno senantiasa mencoba menghadirkan gagasan-gagasannya tentang dunia yang damai dan adil, dengan mengedepankan posisi Indonesia sebagai kekuatan menengah yang menyuarakan nasib Asia dan Afrika.

Penting pula untuk ditegaskan, perilaku internasional Bung Karno pada kenyataannya memang berhasil mengangkat derajat masyarakat-masyarakat Dunia Ketiga dalam menghadapi kemapanan politik Perang Dingin. Malahan jika menghitung akibatnya, ada kekhawatiran besar di negara-negara adidaya terhadap internasionalisasi Sukarnoisme yang akan membahayakan posisi mereka.

Jika berbicara mengenai sumber-sumber yang mempengaruhi “politik global” Bung Karno, sesungguhnya mudah untuk memahaminya. Ia lahir dari persatuan antara dua etnis, Bali dan Jawa Timur. Ia menikahi pula gadis dari Pulau Sumatera. Ia beberapa kali dipenjarakan penjajah Belanda di berbagai tempat di Nusantara, membuatnya mengenal dari dekat kehidupan berbagai
etnis. Pendek kata, ia lebih “Indonesia” ketimbang menjadi seorang yang “Jawasentris.”

Dalam pandangan Bung Karno, dunia merupakan bentuk dari sebuah “Indonesia kecil” yang terdiri dari berbagai suku bangsa. Dan ini betul. Bung Karno seakan-akan membawa misi untuk membuat agar semua bangsa berdiri sama tinggi dan setara di dunia ini, sama dengan upayanya berlelah-lelah mempersatukan semua suku bangsa menjadi Indonesia. Meskipun Indonesia cuma menyandang kekuatan menengah, Bung Karno sedikit banyak memiliki sebuah “visi dunia” seperti para pemimpin negara adidaya, yang waktu itu merupakan sebuah utopia belaka.

Pengalaman pahit menghadapi penjajah Belanda serta Jepang, merupakan sumber utama bagi Bung Karno untuk membawa Indonesia menjadi Anti Barat di kemudian hari. Kebijakan anti komunisme yang dijalankan Barat untuk membendung pengaruh Uni Soviet, menurut Bung Karno merupakan sebuah pemasungan terhadap sebuah penolakan terhadap hak kesetaraan semua bangsa di dunia untuk bersuara. Persepsi Bung Karno mengenai perjuangan GNB pun serupa, yakni memberdayakan Dunia Ketiga untuk mengikis ketimpangan antara negara-negara kaya dengan yang miskin.

Pejuang dunia ketiga

Pada hakikatnya, wawasan Bung Karno tentang perlunya memperjuangkan ketidakadilan internasional itu, masih relevan dengan situasi politik dan ekonomi global saat ini. Entah sudah berapa banyak dibentuk fora-fora kerja sama politik dan ekonomi internasional, yang masih gagal menutup kesenjangan antara yang kaya dengan yang miskin, seperti Dialog Utara-Selatan, atau G-15. Sampai saat ini pun, PBB masih belum melepaskan diri dari genggaman kepentingan-kepentingan negara-negara Barat di Dewan Keamanan.

Andaikan saja Bung Karno tidak tersingkir dari kekuasaan, apa yang sesungguhnya telah ia lakukan dalam ruang lingkup politik global? Mungkin saja, satu-satunya kegagalan-kalaupun itu layak disebut sebagai kegagalan-adalah ingin menantang atau mengubah (to challenge) tata dunia yang “stabil” pada masa itu.

Stabilitas, atau equilibrium global pada saat itu, suka atau tidak, diatur oleh perimbangan kekuatan antara Barat dengan Timur. Kedua blok yang berseteru meyakini bahwa perdamaian abadi hanya bisa dicapai dengan sebuah lomba senjata yang seimbang, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif.

Pengaturan perimbangan kekuatan itu bersifat pasti, matematis, dan mengamankan dunia dari ancaman instabilitas. Itulah jadinya pembentukan NATO dan Pakta Warsawa, serta perjanjian hot line dan anti-tes senjata nuklir antara JF Kennedy dengan Nikita Kruschev. Stabilitas global AS-Uni Soviet inilah yang juga menjamin peredaan ketegangan dan tercegahnya perang antara Eropa Barat dengan Eropa Timur, antara Korut dan Korsel di Semenanjung Korea, antara Vietnam Utara dan Vietnam Selatan di daratan Asia Tenggara, dan antara Kuba dengan AS.

Pada prinsipnya, akan selalu ada pemimpin yang ingin mengubah stabilitas semu semacam ini. Upaya-upaya yang membahayakan kemaslahatan perimbangan kekuatan tersebut, akan selalu menimbulkan krisis politik atau krisis militer. Bagi para penjamin stabilitas, seorang Bung Karno memang hanya merupakan sebuah ancaman yang akan menimbulkan krisis politik, bukan krisis militer. Oleh sebab itulah perlu ditekankan sekali lagi, pihak-pihak Barat-khususnya AS dan Inggris-sudah sampai pada kesimpulan bahwa Bung Karno mesti dilenyapkan.

Sayang sekali, inisiatif-inisiatif diplomasi Bung Karno terhenti di tengah jalan saat ia diisolasi dari kekuasaannya. Betapapun, banyak doktrin dari politik luar negeri yang dijalankannya, dilanjutkan oleh para penggantinya. Warisan Bung Karno bukan hanya menjadi diorama yang bagus dilihat-lihat, tetapi juga masih kontekstual untuk zaman-zaman selanjutnya.

Tidak pada tempatnya bagi kita untuk menyesali politik luar negeri Bung Karno, seperti yang pernah dilakukan oleh pemerintahan Orde Baru. Apakah kebijakan lebih buruk ketimbang politik luar negeri yang cuma mengemis-ngemis bantuan luar negeri? Apakah melepas Timor Timur juga merupakan kebijakan yang lebih baik? Apakah berwisata ke luar negeri tanpa tujuan, lalu mendengang-dengungkan poros Cina-Indonesia-India juga lebih hebat dari politik global Bung Karno?

Dunia yang lebih adil

Sesuai dengan julukan Sang Putra Fajar, Bung Karno membuka matanya melihat terang benderang dunia saat fajar menyising, tatkala sebagian dari kita masih terlelap menutup mata. Dunia versi Bung Karno adalah dunia yang mutlak harus berubah menjadi tempat yang lebih adil dan setara bagi semua. Kita pernah beruntung memiliki seorang duta bangsa, yang sekaligus juga seorang diplomat terulung yang pernah dimiliki Indonesia.

Sebagai penerus sejarah bangsa ini, kita hanya mampu bertanya “Apakah masih mungkin akan terlahir kembali sosok pemimpin yang setara Bung Karno?” Sejarah yang akan menjawabnya. DIPERSEMBAHKAN DALAM RANGKA BULAN BUNG KARNO 2013. (Tkr-dari berbagai sumber)

 Naskah lengkap Pidato Bung Karno di Sidang Umum PBB ke 15 tanggal 30 September 1960 dengan judul “Membangun Dunia Baru”.

Mendiang Hugo Chavez, Presiden Venezuela Pengagum Bung Karno

Hugo Rafael Chávez Frías

Hugo Rafael Chávez Frías

SELASA dini hari, 5 Maret 2013. Sebuah kematian selalu menyisakan kehilangan. Suara Wakil Presiden Venezuela Nicolas Maduro pun bergetar saat mengumumkan berita duka itu. “Kami baru saja menerima kabar duka. Pagi ini, pukul 04.25 (waktu setempat) Presiden Hugo Chavez Frias meninggal dunia. Ini sungguh menyakitkan,” ujarnya.

Sang commanders itu akhirnya menyerah setelah dua tahun berjuang melawan kanker yang menggerogoti tubuhnya. Chavez didiagnosis mengidap kanker pada Juni 2011. Setelah itu ia harus sering mondar-mandir Caracas-Havana, Kuba untuk menjalani perawatan. Ia sering menghilang dari publik selama berminggu-minggu.

Namun dalam sakitnya, pria 58 tahun ini sempat berkampanye untuk Pemilu Oktober 2012. Ia bahkan berhasil menang mudah. Namun setelah itu kondisinya memburuk, hingga ia harus menjalani operasi untuk yang keempat kalinya.

Seolah menyadari waktunya sudah dekat, sebelum berangkat ke Havana, Desember 2011 lalu Chavez menunjuk Nicolas Maduro sebagai ‘pengganti’ jika memang maut menjemputnya. Operasi kali ini ternyata tak berjalan seperti yang diharapkan.

Jutaan rakyat mengangisi kepergian sang peminpin tercinta

Jutaan rakyat mengangisi kepergian sang peminpin tercinta

Presiden Venezuela Hugo Chavez, menghembuskan nafas terakhirnya setelah berjuang melawan kanker selama dua tahun. Warga Venezuela berduka cita akan kepergian presiden mereka. Presiden Chavez merupakan sosok yang dekat dengan rakyat dan mensejahterakan rakyat dengan uang hasil ekspor minyak untuk mendukung kebutuhan sandang, pangan, papan penduduk Venezuela.

Hugo Rafael Chávez Frías, lahir pada tanggal 28 Juli 1954,  di rumah berlantai tanah dan berkamar tiga. Ia dari kalangan keluarga kelas pekerja di Sabaneta, Barinas. Hugo adalah anak kedua dari tujuh bersaudara. Adán Chávez adalah anak paling bungsu. Orang tua mereka hidup miskin, sehingga mereka mengirim Hugo dan Adán untuk tinggal bersama neneknya, yang Hugo sebut sebagai “sosok yang murni kasih sayang tulus, kebaikan sejati.”

Chavez saat dilantik sebagai perwira muda dengan pangkat Letnan Dua

Chavez saat dilantik sebagai perwira muda dengan pangkat Letnan Dua

Neneknya adalah penganut Katolik Roma dan Hugo menjadi putra altar di gereja setempat. Hugo menyebut masa kecilnya miskin dan sangat bahagia dan mengalami minder, kemiskinan, rasa sakit, kadang tidak bisa makan, serta ketidakadilan dunia.

Mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar Julián Pino, hobi Chávez adalah menggambar, melukis, bermain bisbol, dan mempelajari sejarah. Ia sangat tertarik dengan jenderal federalis abad ke-19 Ezequiel Zamora. Kakek buyutnya pernah berdinas bersama Zamora. Pada pertengahan 1960-an, Hugo, abang, dan neneknya pindah ke kota Barinas supaya keduanya bisa bersekolah di SMA satu-satunya di negara bagian pedesaan ini, SMA Daniel O’Leary.

Pada usia 17 tahun, Chávez masuk Akademi Ilmu Militer Venezuela di Caracas. Di Akademi, ia menjadi anggota kelas pertama yang mengikuti kurikulum baru bernama Andrés Bello Plan. Kurikulum ini dicetuskan oleh sekelompok perwira militer progresif dan nasionalis yang percaya militer butuh perubahan.

Saat menetap di Caracas, ia malah melihat lebih banyak kemiskinan endemik yang dihadapi kaum pekerja Venezuela, mirip dengan kemiskinan yang dulu ia rasakan. Ia bersikeras bahwa pengalaman ini menjadikannya lebih semangat mengejar keadilan sosial.

Ia juga mulai terlibat dalam serangkaian aktivitas lokal di luar sekolah militer, bermain bisbol dan sofbol bersama tim Criollitos de Venezuela, melaju bersama mereka ke Kejuaraan Bisbol Nasional Venezuela. Hobi lain yang ia jalankan pada masa itu adalah menulis puisi, cerita, dan drama teater, melukis, dan mempelajari kehidupan dan pemikiran politik revolusioner Amerika Selatan abad ke-19 Simón Bolívar. Ia juga tertarik dengan revolusioner Marxis Che Guevara (1928–19667) setelah membaca memoarnya, The Diary of Che Guevara, padahal buku biografi yang ia baca sangat beragam.

Ketika Chavez sudah menjadi perwira militer, merasa tidak puas dengan sistem politik Venezuela, ia mendirikan organisasi rahasia Revolutionary Bolivarian Movement pada awal 1980-an yang bertujuan menggulingkan pemerintahan. Chávez memimpin MBR-200 dalam aksi kudeta pemerintahan Presiden Carlos Andres Perez dari Partai Aksi Demokrasi pada tahun 1992, sayangnya gagal dan ia dipenjara.

Hugo Chavez dengan baju kebesaran sebagai Presiden Venezuela

Hugo Chavez dengan baju kebesaran sebagai Presiden Venezuela

Setelah bebas dari kurungan selama 2 tahun, ia mendirikan partai politik demokrasi sosial bernama Gerakan Republik Kelima. Ia kemudian terpilih sebagai Presiden Venezuela pada tahun 1998. Chávez langsung memperkenalkana konstitusi baru yang menambah hak-hak kaum terpinggirkan dan mengubah struktur pemerintahan Venezuela. Ia terpilih lagi pada tahun 2000. Pada masa pemerintahannya yang kedua, ia memperkenalkan sistem Misi Bolivarian, Dewan Komunal, koperasi pekerja, dan program reformasi tanah, sambil menasionalisasikan sejumlah industri penting di Venezuela. Ia terpilih lagi dengan jumlah suara 60%. Pada 7 Oktober 2012, Chávez memenangkan pemilu presiden untuk keempat kalinya, mengalahkan Henrique Capriles, dan terpilih untuk masa jabatan selama enam tahun.

Hugo Chavez dikenal sebagai sosok pemimpin yang memiliki kebijakan luar negeri anti Amerika Serikat, ia menggunakan minyak sebagai soft power yang memungkinkan negara lain untuk turut tidak tunduk dan patuh terhadap ideologi maupun kekuatan militer AS. Chavez telah membangun aliansi menjauh dari AS bersama dengan Cina, Iran, Kuba, dan Belarusia. Chavez juga membuat kegiatan paralel anti-AS pada Pertemuan Puncak Amerika OAS, menciptakan Aliansi Bolivarian untuk Amerika (ALBA), CELAC, dan perjanjian perdagangan yang tidak mendukung liberalisasi dan privatisasi, serta berdiskusi dengan Rusia untuk penggelaran rudal baik di Kuba maupun Venezuela.

Untuk kepentingan masyarakat miskin di dunia, Chavez mengeluarkan belanja internasional yang besar dengan menawarkan banyak bantuan, investasi, dan subsidi kepada negara lain sebanyak mungkin. Menurut PBB, investasi langsung Venezuela di luar negeri melampaui 8 persen dari APBN dan lebih besar 2 persen dibandingkan rata-rata negara penghasil minyak. Chavez pernah mengunjungi Indonesia untuk membantu para korban Tsunami Aceh dengan dana bantuan 2 juta dollar AS untuk bidang pendidikan, kesehatan, dan perumahan.

Pengagum Bung Karno

Hugo Chavez ternyata sangat mengagumi pemikiran Bung Karno, terutama gagasan menyatukan bangsa dari berbagai negara di kawasan Amerika Selatan dan Afrika.

Chavez menjadi pemrakarsa utama organisasi negara-negara Amerika Selatan dan Afrika (ASA) yang digagas dalam pertemuan di Nigeria pada 2006 dan pertemuan di Venezuela pada 2009. Pada tanggal 22 Februari 2013, dalam kondisi kesehatan yang memburuk, Hugo Chavez mengirimkan sepucuk surat kepada 63 delegasi negara Amerika Latin dan Afrika yang tengah menggelar pertemuan ke-3 ASA di Equatorial Guinea.

Dalam surat itu, Chavez mengajak semua negara ASA membangun jaringan kerja yang otentik dan permanen untuk menemukan strategi pembangunan berkelanjutan yang menguntungkan kedua benua. “Adalah di benua kita, di mana terdapat sumber alam yang cukup, juga sumber sumber politik dan sejarah… untuk menyelamatkan planet dari kekacauan yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme,” ujarnya dalam surat yang dibacakan Menteri Luar Negeri Elias Jaua, sebagaimana dikutip dari http://www.venezuelanalysis.com.

Dia mengajak agar negara-negara anggota ASA tidak kehilangan kesempatan untuk menyatukan kapasitas dalam sebuah kutub kekuatan yang sesungguhnya. Kekuatan Barat, bukanlah sumber dari solusi yang komprehensif dan definitif yang dapat digunakan untuk menyelasaikan berbagai persoalan yang kini ada.

Hal ini ditegaskan oleh Duta Besar Venezuela untuk Indonesia, Darwin Tovar, dalam sebuah pertemuan dengan Rachmawati Soekarnoputri di Universitas Bung Karno (UBK), Selasa (9/4/2013). “Presiden Chavez sangat mengagumi perjuangan Bung Karno di masa lalu. Gagasannya tentang ASA juga dipengaruhi oleh perjuangan Bung Karno menggelar Konferensi Asia Afrika tahun 1955 lalu,” ujarnya saat itu.

Dubes Tovar yakin, keberanian Bung Karno dan pemimpin-pemimpin Asia-Afrika lainnya kala itu juga menginspirasi pemimpin-pemimpin negara dunia saat ini yang ingin menjalin kerjasama damai dan saling menguntungkan dengan negara lain tanpa tekanan dan kecurangan.

Rachmawati mengatakan, kendati Perang Dingin sudah berakhir, namun ajaran-ajaran Bung Karno terasa masih sangat relevan. Dalam praktik hubungan antar-bangsa dan antar-negara, ujar Rachma, masih ada penindasan yang terjadi. Terkadang penindasan itu berlangsung dengan cukup halus dan tanpa terasa.

rachmawati

Duta besar Venezuela saat menerima buku “Di Bawah Bendera Revolusi” dari Rachmawati Soekarnoputri.

Sebagai kenang-kenangan Rachmawati memberikan buku Di Bawah Bendera Revolusi yang telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Inggris menjadi Under the Banner of Revolution kepada Dubes Tovar.

Dubes Tovar mengunjungi Rachmawati untuk menjajaki kemungkinan membentuk sebuah organisasi persahabatan yang menghubungkan masyarakat kedua negara. Rachma yang merupakan pendiri Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara mengatakan, sudah sepatutnya masyarakat kedua negara didekatkan melalui sebuah wadah persahabatan.

Setelah Chavez meninggal dunia, wakil presiden Nicolas Maduro, terpilih untuk menggantikannya. Sebelum meninggal dunia, Chavez berpesan agar Maduro melanjutkan kekuasaannya.

Dalam pertemuan dengan Rachmawati itu, Dubes Tovar juga mengatakan bahwa kaum oposisi di negaranya menjadi kepanjangan tangan dari negara-negara asing yang ingin menguasai kekayaan alam Venezuela dan terganggu dengan sikap Venezuela selama ini dalam melindungi kekayaan alam itu. “Venezuela adalah negara dengan cadangan minyak bumi terbesar di Amerika Latin. Kami juga memiliki pertambangan mineral. Pertanian dan peternakan kami juga cukup maju,” ujarnya lagi.

Sementara itu, sekitar setahun sebelumnya, keluarga Hugo Chavez juga menyempatkan diri mengunjungi Blitar tepatnya lokasi pemakaman Bung Karno di kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, sekitar 2 km ke arah utara pusat Kota Blitar. Dalam rombongan itu, tampak adik Presiden Venezuela Hugo Chavez, Gualberto Chavez. Dia ditemani sejumlah kerabat termasuk istrinya Lenny Chavez, Rafael Nazar, Suzanne Ortiz. Rombongan kecil ini dipimpin oleh putra Soekarno, Guruh Soekarnoputra, Sabtu (21/2/2012).

Mengenakan batik warna merah, Gualberto Chavez datang sekitar pukul 15.00 WIB di makam Bung Karno. Disana, mereka berdoa bersama-sama dan menaburkan bunga diatas makam. Setelah itu, mereka berkeliling melihat lokasi museum dan perpustakaan Bung Karno yang berada tak jauh dari lokasi makam.

Di sana mereka melihat-lihat lukisan dan sketsa perjalanan kemerdekaan RI. Namun satu yang paling menarik hati rombongan itu adalah lukisan diri Soekarno yang konon hidup karena ada detak jantung’ dari lukisan tersebut. Gualberto bahkan cukup penasaran dengan ‘detak jantung’ ini karena bolak-balik dia melihat dari depan dan dari belakang, apa yang menyebabkan lukisan tersebut berdetak.

Kedatangan rombongan kecil ini merupakan kunjungan pribadi. Sebelum mengunjungi Blitar, rombongan ini mengunjungi pabrik Sritex di Solo dan menghadiri rapat koordinasi PDIP Jatim di gedung Arif Rahman Hakim Surabaya. Di sana, mereka diperkenalkan sebagai pemantau dari Venezuela.

Dalam perjalanannya, mereka mengunjugi pabrik Gudang Garam di Kediri. Di sana mereka bertemu dengan jajaran direksi serta diajak berkeliling ke lokasi pelintingan rokok. Di sini, mereka juga tidak ingin terekspose sebagai keluarga Presiden Venezuela dan oleh Guruh, disebut sebagai kawan keluarga.

Keluarga Presiden Venzuela Hugo Chavez terlihat antusias dan tertarik dengan kunjungannya ke Indonesia terutama di makam Bung Karno. Tak banyak yang bisa dikorek dalam kunjungan tersebut. Adik presiden Chavez, Guelbarto Chavez hanya mengharapkan Guruh bisa membalas kunjungannya ke Venezuela. ‘’Memang benar bahwa Presiden (Hugo Ghavez, red) menjadi pengagum atas filosofi dan pikiran-pikiran Soekarno. Saya berharap Guruh juga mengunjungi Negara kami pertengahan Maret mendatang,’’ ujar Guelbarto lewat penerjemahnya, Rafael Nazar.

Guruh menambahkan bahwa keluarga ini merupakan pengagum akan pikiran-pikiran Soekarno. ‘’Memang presiden maupun orang tua Chavez merupakan pecinta Bung Karno dan dalam prakteknya juga mengadopsi dan menerapkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,’’ ujarnya.

Hal ini membuatnya prihatin karena di dalam negeri sendiri, sudah banyak yang tidak memahami nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Banyak pula produk hukum yang makin lepas dari akar Pancasila dan semangat UUD 1945. ‘’Yang membuat saya prihatin adalah banyak generasi muda yang hanya mengenal dan mencintai sosok Bung Karno namun tidak tahu persis soal sejarah dan ajaran Bung Karno,’’ ujarnya. (Tkr-dari berbagai sumber)

Kasenan, Tersangka Dua Kasus Korupsi

ICON Lapsus wpKasenan, ST, MT adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Kediri yang paling populer saat ini. Namanya muncul di berbagai media massa, baik lokal, regional maupun nasional. Nama pria kelahiran Kediri, 18 Januari 1958 ini dengan sangat mudah muncul dalam jumlah yang banyak, jika kita ketik namanya di google. Sayangnya nama yang moncer ini, bukan karena prestasinya sebagai salah seorang birokrat yang bekerja di Pemerintah Kota Kediri, namun karena secara resmi ia menyandang status sebagai tersangka dua kasus dugaan korupsi, yakni setahun yang lalu dalam proyek Rumah Sakit (RS) Gambiran II dan sekarang Jembatan Brawijaya. Bahkan, kabar santernya proyek Politeknik Kota Kediri juga akan segera terbongkar dan melibatkannya juga

kasnan lipsusKediri, Sergap – Kasus yang membuat para pejabat puncak di jajaran Pemerintah Kota Kediri sulit tidur ini, berawal ketika LSM Indonesian Justice Society (IJS) menyerahkan data proyek Jembatan Brawijaya yang dibiayai APBD secara multy years sebesar Rp. 71 Milyar, yang dimilikinya kepada Kepolisian Resor Kediri Kota (Polresta).

Ketua LSM IJS, Mohammad Mahbubah mengatakan, beberapa data yang diberikan kepada pihak berwajib antara lain surat penawaran rekapitulasi rencana anggaran biaya, surat perintah mulai kerja dan nota kesepakatan bersama antara Pemkot Kediri dengan DPRD Kota Kediri. “Semua data itu, kami dapatkan melalui sidang ajudikasi non legitimasi di Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur,” kata Mahbubah, saat itu.

Sementara itu, Kapolres Kediri Kota (Kapolresta) AKBP Ratno Kuncoro menjelaskan, pihak berwajib berterimakasih kepada masyarakat jika ada yang memberi bukti tambahan. Namun pihaknya mengingatkan bahwa bukti yang dibawa harus bisa dipertangungjawabkan secara legalitas.  “Selama ini banyak masyarakat yang memberi bukti tapi tidak bisa dipertanggungjawabkan, tapi yang kali ini belum saya lihat,” kata Kapolresta menanggapi data yang diserahkan oleh LSM Indonesian Justice Society.

Rupanya Polresta Kediri merespon serius dugaan korupsi pembangunan Jembatan Brawijaya yang letaknya hanya ±500 meter dari Mapolresta ini. Pada hari Rabu (30/01/2013), Kasenan, Kepala Dinas PU Kota Kediri diperiksa oleh penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Polresta Kediri.

Proyek RSUD Gambiran II dan Jembatan Brawijaya

Proyek RSUD Gambiran II dan Jembatan Brawijaya

Kasenan, diperiksa bersama dengan bawahannya, Nur Iman Satrio Widodo, yang keseharian menjabat  sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Jalan, Jembatan dan Pengairan di Dinas PU Kota Kediri. Beberapa wartawan yang biasa “ngetem” di Mapolresta awalnya tak tahu, dalam kaitan apa dua pejabat Dinas PU Kota Kediri tersebut diperiksa.

Barulah beberapa jam kemudian santer informasi bahwa Nur Iman Satrio Widodo, diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Pembangunan Jembatan Brawijaya berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas PU Kota Kediri No : 188.45/08/419.48/2010, tertanggal 7 Juli 2010. Sebagai PPK, Nur Iman Satrio Widodo kemudian membuat  Surat Ijin Mulai Kerja (SPMK) pembangunan Jembatan Brawijaya untuk

Kantor Pusat PT Fajar Parahiyangan Jl. Cikutra 165A Kota Bandung

Kantor Pusat PT Fajar Parahiyangan Jl. Cikutra 165A Kota Bandung

kontraktor yaitu, PT. Fajar Parahiyangan.

Berdasarkan kontrak perjanjian tersebut antara lain, pembangunan Jembatan Brawijaya Kediri dilaksanakan selama 755 hari,  dan disekati selesai pada tanggal 31 Desember 2012, dengan biaya pelaksaan pekerjaan sebesar Rp 66.409.000.000,- (data yang dipunyai Tabloid Sergap biayanya Rp. 71 milyar).

Turut diperiksa pula Wijanto, Panitia Lelang Jembatan Brawijaya yang dibiayai secara multy years (tahun jamak) dari APBD Kota Kediri. Kepada wartawan Kapolresta Ratno Kuncoro menginformasikan, bahwa ditengarai proses lelang penuh rekayasa. Hal ini disimpulkan oleh polisi setelah memeriksa sekretaris dan anggota panitia lelang.

Masih menurut AKBP Ratno Kuncoro, selama proses pelaksanaan lelang, anggota panitia lelang menyatakan tidak disertakan dalam proses lelang. Mereka hanya dimintai tanda tangan dokumen lelang serta menerima uang honor saja.

“Kerugian negara diduga sudah terjadi sejak awal dari proses lelang tersebut. Kami menyimpulkan telah terjadi dugaan lelang fiktif. Uang negara telah dikeluarkan, namun tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Kapolresta menjelaskan.

Sedangkan untuk pemeriksaan terhadap Kasenan pada hari itu, tidak banyak informasi yang dapat diterima wartawan. Kapolresta, pada hari itu hanya mengatakan bahwa pemeriksaan kedua pejabat itu, bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbuatan melawan hukum dalam jabatannya mulai pada tahapan perencanaan, persetujuan proyek, hingga pembangunan proyek yang dimulai tahun 2010 lalu itu.

Kasenan saat diperiksa pertama (kiri) dan saat ditangkap

Kasenan saat diperiksa pertama (kiri) dan saat ditangkap

Ditambahkan oleh perwira menengah Polri yang lulus FBI National Academy di Quantico, Virginia, Anerika Serikat lulus tahun 2007 ini, bahwa jika dalam penyelidikan itu ditemukan adanya unsur-unsur korupsi, kepolisian akan segera menaikkan kasusnya menjadi status penyidikan serta akan bekerjasama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit anggaran proyek jembatan penghubung Kota Kediri bagian timur dan barat itu. “Nanti kita mintakan audit BPK kalau indikasi kuat ada kasus. Pemberantasan korupsi adalah bagian dari reformasi birokrasi ” katanya menegaskan.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Pemkot Kediri, Hariyadi mengatakan, pihaknya telah menugaskan Bagian Hukum untuk melakukan pendampingan terhadap dua pejabatnya yang diperiksa polisi. “Setahu saya sudah ada koordinasi antara bagian hukum dan dua pejabat itu. Tapi pas pemeriksaan tadi didampingi atau tidak, saya kurang tahu,” kata Hariyadi.

Ditingkatkan ke penyidikan

Akhirnya Polresta Kediri meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan Brawijaya. Peningkatan status tersebut disampaikan langsung Kapolresta AKBP Ratno Kuncoro, dalam jumpa pers yang digelar di Mapolres, Selasa (5/2/2013) petang.

AKBP Ratno Kuncoro, SIK di halaman Mapolresta Kediri

AKBP Ratno Kuncoro, SIK di halaman Mapolresta Kediri

Menurut Ratno Kuncoro, peningkatan status ke penyidikan, dilakukan setelah penyidik memeriksa beberapa pihak mulai dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Pejabat Pembuat Komitmen, hingga Panitia Lelang Proyek. Dari pemeriksaan itu menemukan indikasi adanya pelanggaran hukum dalam hal penyalahgunaan wewenang pada tahap perencanaan, persetujuan, dan penganggaran proyek.

“Kita sudah menemukan sebuah konklusi dalam kasus ini, dan semoga menjadi semakin terang,” kata Kapolres.

Dari kesimpulan awal itu, lanjut Kapolres, akan segera dilakukan pendalaman penyidikan guna menentukan jenis pelanggaran hukumnya serta segera adanya penetapan tersangka. Untuk keperluan penyidikan itu, polisi juga berkerjasama dengan Badan Pemeriksa Keuangan untuk menghitung anggaran proyek guna mengetahui pasti jumlah kerugian negara. “Kita hitung sendiri, juga bekerjasama dengan BPK,” imbuhnya.

Dijelaskan pula oleh Kapolresta, bahwa pihaknya telah pula telah menyurati Walikota dan Ketua DPRD Kota Kediri, yang isinya antara lain :

Pertama, permohonan untuk mohon bantuan dukungan terhadap upaya penyelidikan dan penyidikan kasus yang saat ini sedang berlangsung, sehingga kasus bisa segera tuntas, sebagaimana diamanatkan Perpres No. 55 tahun 2012 tentang Strategi Nasional pencegahan dan pemberantasan korupsi, dan Inpres No. 1 Tahun 2013 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2013.

Ratno Kuncoro ketika sekolah di FBI National Academy di Quantico Virginia USA

Ratno Kuncoro ketika sekolah di FBI National Academy di Quantico Virginia USA

Kedua, dalam UU Tipikor telah dinyatakan juga bahwa tipikor merupakan kejahatan yang selama ini masih terjadi, tidak hanya merugikan keuangan negara, namun juga pelanggaran terhadap  hak-hak sosial dan ekonomi masyarakat luas, sehingga digolongkan kejahatan yang pemberantasannya harus dilakukan secara luar biasa.

Ketiga, disampaikan kepada Walikota dan Ketua DPRD, bahwa tindakan kepolisian yang dilakukan, menjunjung asas legalitas, proporsionalitas, kepastian hukum, kepentingan umum, akuntabilitas, transparansi, efektif efisien waktu, serta kredibel, sehingga penuntasan dapat berjalan baik.

Kapolres Kediri Kota juga telah menyurati Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jatim, sesuai MoU Kapolri, Jaksa Agung dan Kepala BPKP, untuk dibantu asistensi dan pendampingan, sebagai wujud pengawalan atas kerugian negara untuk dapat optimalkan pengembalian kerugian negara. Diharapkan oleh Kapolresta, Tim BPKP bisa segera datang ke Kediri.

Ditambahkan oleh Kapolresta kelahiran Jombang, 2 Juni 1972 ibi, bahwa pihaknya juga telah mengundang Wakapolres Tulungagung Kompol Indra, yang masa kontraknya habis sebagai penyidik di KPK, untuk asistensi dan pendampingan penyidikan kasus, yang bikin kalangan pejabat eksekutif dan legeslatif Kota Kediri sulit tidur ini.

Kasenan ditangkap di kantornya.

Dua hari setelah meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan, petugas Reskrim Polresta menjemput Kepala Dinas PU Kasenan di kantornya hari Kamis (7/2/2013) siang.

Penjemputan tersebut berjalan tanpa kendala. Ia kemudian dibawa ke Mapolresta beserta satu kardus dokumen yang turut disita. Sesampainya di Mapolresta, pejabat yang juga pernah diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pembangunan RS Gambiran II itu, langsung dibawa masuk ke ruang Unit Tipikor untuk menjalani pemeriksaan. Selama proses penjemputan itu, ia hanya mengumbar senyum dengan tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

Kapolresta AKBP Ratno Kuncoro mengatakan, penangkapan tersebut merupakan kewenangan penyidik untuk menghindari tersangka melarikan diri, mengulangi perbuatannya, atau menghilangkan barang bukti. “Nanti seterusnya ditahan atau tidak menunggu pemeriksaan 1×24 jam,” kata AKBP Ratno Kuncoro.

Sementara penetapan status tersangka tersebut, Kapolresta menambahkan, menyusul adanya beberapa bukti dan keterangan saksi yang telah dikumpulkan penyidik sejak enam bulan lalu. Dari hasil pemeriksaan itu, kepolisian menyimpulkan adanya tiga perbuatan melawan hukum dalam kasus itu, yaitu pada tahap persetujuan penganggaran proyek, mekanisme pelelangan yang diluar ketentuan, serta pelaksanaan pembangunan proyek yang berbeda dengan pemenang tender. “Dari tersangka yang satu ini kita berharap dapat berkembang pada penetapan tersangka lainnya,” kata kapolres kepada wartawan yang mengerumuninya.

Ditambahkan pula oleh Kapolresta, bahwa saat ini sedang diperiksa pula secara mendalam terhadap Wijanto selaku ketua panitia lelang atas dugaan lelang fiktif. Menurut Ratno, ada aliran dana negara yang seharusnya untuk pelelangan, tetapi pelaksanaan lelang tidak sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya sudah banyak desas-desus adanya praktek dugaan rekayasa lelang proyek di lingkungan Pemkot Kediri, dengan cara pemasangan iklan lelang di media massa tertentu dengan cara khusus.

Gambar rencana proyek Politeknik Kota Kediri

Gambar rencana proyek Politeknik Kota Kediri

Sumber yang dapat dipercaya, menginformasikan kepada Tabloid Sergap bahwa cara tersebut bukan hanya untuk proyek Pembangunan Jambatan Brawijaya saja. Namun juga terjadi di 2 mega proyek Pemkot Kediri lainnya. Yaitu, Proyek pembangunan RSUD Gambiran II senilai Rp 234,9 miliar dan Politeknik Kota Kediri yang berbiaya Rp. 88 Miliar.

Modus operandinya, pengumuman lelang ‘bodong’ itu yang dimuat di media massa tertentu dengan tanggal mundur ke belakang (antidatir). Pelaksanaannya ada tiga macam, yakni cetak terbatas  atau iklan pengumuman hanya dicetak beberapa eksemplar saja. Bloking, yaitu pemasang iklan memborong habis seluruh oplah koran sehingga tidak beredar di masyarakat, dan satu lagi dengan sistem cetak mundur, yaitu pemasangan lelang dengan mencetak di file koran lama. Maka praktis, informasi pengumunan lelang hanya diketahui oleh pihak-pihak tertentu saja.

Kasnan dan Wijanto tersangka

Usai memeriksa Kasnan dan Mijanto, penyidik Tipikor Polresta Kediri, Kamis (7/2/2013) menetapkan Kepala Dinas PU dan Ketua Panilia Lelang ini sebagai tersangka dugaan korupsi pembangunan Jembatan Brawijaya.

Kepada wartawan Kapolresta Kediri, AKBP Ratno Kuncoro, menjelaskan bahwa penyidik melihat ada tiga modus dugaan korupsi pembangunan Jembatan Brawijaya. Yakni, dalam penganggaran proyek jembatan diduga telah ada peningkatan nilai. Sedangkan untuk pelelangan tidak sesuai prosedur karena hanya ketua panitia yang menjalankan sedangkan anggota panitia hanya terima honor tanpa mengetahui proses lelang.  Sedangkan untuk pemenang lelang ternyata tidak mengerjakan sendiri proyek tersebut melainkan dilimpahkan ke perusahaan lain yang mengerjakan.

“Ketiga faktor hasil pemeriksaan itu yang menjadi kuatnya dugaan korupsi dalam pembangunan Jembatan Brawjiaya,” kata Ratno Kuncoro.

Kasenan dan Wijanto sama statusnya, namun ada perbedaan dalam perlakuan yang diterapkan oleh penyidik Tipikor Polresta Kediri. Wijanto langsung ditahan, sedangkan Kasenan hanya kenakan wajib lapor ke Mapolresta dua kali seminggu yaitu pada hari Senin dan Kamis

“Penyidik Polres Kediri Kota memutuskan untuk menahan tersangka kasus korupsi Jembatan Brawijaya Kota Kediri atas nama Wijanto, yang menjabat sebagai Ketua Panitia Lelang. Sedangkan Kasenan dikenakan wajib lapor” ujar Kapolresta.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang adanya perbedaan perlakuan antara kedua tersangka tersebut, Kapolresta menjawab, ““Kasenan belum ditahan karena masih ada evaluasi hasil pengumpulan alat bukti yang dilakukan penyidik. Kemudian untuk kepentingan proses penyidikan, penyidik masih membutuhkan yang bersangkutan Wijanto untuk ditahan”.

Sekdakot Diperiksa 12 jam

Agus Wahyudi di Mapolresta Kediri

Sekda Kota Kediri Agus Wahyudi di Mapolresta Kediri

Polresta Kediri sungguh-sungguh banyak pihak terkejut. Hanya 3 hari setelah menetapkan Kasenan dan Mijanto, penyidik Tipikor Polresta Kediri berencana memeriksa para pejabat strategis di jajaran Pemkot Kediri.

Para pejabat tersebut yakni Sekda Kota Kediri, Agus Wahyudi; Kepala Bappeda, Suprapto; Kepala DPPKA, Rachmad Hari Basuki dan Asisten Sekda, Budi Siswantoro. “Mereka akan kami mintai keterangan secara marathon mulai hari Senin hingga Kamis mendatang terkait pembangunan Jembatan Brawijaya sehingga menimbulkan dugaan korupsi,” kata AKBP Ratno Kuncoro, Minggu (10/2/2013).

Senin, (11/2/2013) benar juga, Agus Wayudi tampak datang ke Mapolresta untuk memenuhi panggilan.  Pejabat yang pernah menjabat Sekretaris Dewan dan Kepala DPPKAD ini diperiksa selama hampir 12 jam.

Pejabat birokrasi tertinggi di Pemkot Kediri ini, diperiksa penyidik di ruangan Unit Tipikor sejak pagi sekitar pukul 09.00, dan baru selesai sekitar pukul 21.00 malam. Sepanjang pemeriksaan itu ada beberapa kali jeda, terutama pada waktu ibadah dan makan.

Rachmad Hari Basuki, Budi Siswantoro dan Suprapto

Rachmad Hari Basuki, Budi Siswantoro dan Suprapto

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Kediri Kota, AKP Siswandi mengatakan, Agus diperiksa terkait jabatannya sebagai Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD) saat proyek jembatan Brawijaya itu direncanakan, yaitu sekitar tahun 2010. “Yang jelas dia diperiksa karena jabatan sebelumnya dan tentang kronologi proyeknya bagaimana,” kata AKP Siswandi usai pemeriksaan.

Agus Wahyudi menolak wawancara dengan para wartawan yang mencegatnya saat ia menuju masjid Mapolresta. Agus hanya tersenyum dan berkata, ““Tidak-tidak, silahkan konfirmasi ke penyidik saja”.

Kepala DPPKAD, Rachmad Hari Basuki, diperiksa Selasa siang, 12 Pebruari 2013. Suprapto, Kepala Bappeda dan Budi Siswantoro, Asisten Sekda Kota Kediri, diperiksa Kamis, 14 Pebruari 2013. Namun tidak ada informasi tentang materi pemeriksaan yang diberikan oleh Humas Polresta Kediri maupun Kapolresta.

Penggeledahan Kantor Walikota

Kejutan berikutnya setelah pemeriksaan para petinggi Pemkot Kediri adalah penggeledahan yang dilakukan penyidik Tipikor Polresta Kediri di Kantor Walikota di Jalan Basuki Rahmat No 1 Kota Kediri, pada hari Selasa (12/2/2013).

Polisi menggeledah beberapa ruangan di Kantor Walikota

Polisi menggeledah beberapa ruangan di kompleks Kantor Walikota

Penggeledahan yang dipimpin langsung oleh Kapolresta AKBP Ratno Kuncoro ini, masuk ke beberapa ruang kantor walikota yang juga merupakan kantor sekda ini. Beberapa ruang yang dimasuki antara lain, ruang Bagian Hukum, Bagian Umum, Kantor Bappeda yang satu kompleks dan ruang kerja Sekda Kota Kediri.

Penyidik tampak terlihat membawa sejumlah dokumen yang diambil dari sejumlah ruangan tersebut untuk dilakukan penyitaan. Penggledahan dilakukan secara tertutup, wartawan dilarang mengambil masuk atau mengambil gambar.

Usai penggeledahan Kapolresta yang dikerumuni wartawan menjelaskan bahwa penggeledahan ini memiliki tujuan untuk melengkapi alat bukti mendukung upaya penyidikan. Penggledahan ini sudah dapat persetujuan dari pengadilan, dan dilakukan sesuai kewenangan polisi yang diberikan oleh undang-undang.

Masih kata Kapolresta, dari hasil penggeledahan, penyidik berhasil mendapatkan sejumlah dokumen penting berkaitan dengan pembangunan Jembatan Brawijaya Kediri. Dokumen tersebut antara lain berisi perencanaan, penganggaran dan pembiayaan proyek yang memasuki tahun penyelesaian itu. ”Kita juga masuk ke ruang Sekda. Ternyata dari Sekda sudah cukup, beliau juga kooperatif menunjukkan lokasi-lokasi mana dokumen itu berada,” imbuh Kapolresta.

Ditambahkan pula oleh Kapolresta bahwa temuan dari hasil penggeledahan tersebut, kata Kapolresta akan dievaluasi. Apabila nantinya ada kejanggalan, pihaknya bakal melakukan tindakan hukum yang lain. Sehingga mungkin saja, ada tambahan modus dugaan korupsi dan tambahan tersangka.

Sekda Kota Kediri, Agus Wahyudi diminta komentarnya mengatakan, pihaknya sangat kooperatif dan mengapresiasi apa yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Dirinya menunjukkan dan memberi surat-surat serta dokumen yang dibutuhkan kepolisian. ”Kami kooperatif dan apresiasi. Apa yang diinginkan kepolisian kami berikan, seperti surat-surat yang terkait dengan anggaran pelaksanaan proyek Jembatan Brawijaya,” katanya.

DPRD juga digeledah

Polresta Kediri rupanya tak tanggung-tanggung dalam menangani gugaan korupsi pembangunan jembatan Brawijaya. Hanya selang sehari setelah mengobok-obok balaikota, gedung DPRD Kota Kediri yang berlokasi di jalan Mayor Bismo, pada Rabu (13/2/2013) mendapakan gilirannya.

Petugas Tipikor Polresta yang datang terlihat berpakaian preman yang melakukan penggeledahan. Mereka disertai pula personil pendukung dari Sabhara bersenjata laras panjang, yang kemudian bersiaga di luar ruangan.

Penggeledahan di gedung wakil rakyat ini DPRD berlangsung sekitar tiga jam. Petugas terlihat keluar masuk beberapa ruangan, diantaranya ruang Bagian Persidangan dan Kehumasan, Bagian  Perundang-undangan dan Dokumentasi serta Bagian Umum.  Selama penggeledahan berlangsung petugas juga didampingi Sekretaris Dewan Siswanto.

Saat penggeledah berlangsung tidak ada satupun pimpinan dan anggota DPRD Kota Kediri. Informasinya anggota dewan mengikuti kegiatan Bimtek di Jakarta. “Dokumen surat-menyurat yang terkait pembangunan Jembatan Brawijaya yang disita petugas,” jelas Siwanto kepada wartawan.

Salah satu temuan dalam penggledahan tersebut adalah sebuah buku register yang banyak coretan tipexnya. Buku register yang mencatat surat keluar dan surat masuk di Sekretariat DPRD itupun, kemudian disita oleh penyidik. Bukan hanya itu, seorang staf DPRD bagian surat menyurat yang bernama Agus, juga dibawa ke Mapolresta untuk dimintai keterangan.

Ironisnya, saat penggeledah berlangsung tidak ada satupun pimpinan dan anggota DPRD Kota Kediri yang berada di tempat. Kabarnya, para wakil rakyat ini sedang mengikuti kegiatan Bimtek di Jakarta.

DPRD memprotes penggeledahan.

Dua hari setelah digeledah, Wakil Ketua DPRD Kota Kediri Sholahudin Faturrahman, menganggap polisi sudah bertindak melampaui prosedur dan dikhawatirkan bisa membocorkan rahasia negara. Ditambahkan politisi PKB ini, harusnya Polres Kediri Kota paham mekanisme dan etika dalam melakukan tindakan hukum.

Sholahudin Faturrahman

Sholahudin Faturrahman

Sebagaimana pernah dikatakan Pimpinan DPRD, selama ini sangat kooperatif terhadap segala hal, termasuk mengenai permasalahan pembangunan Jembatan Brawijaya. Sebagai warga masyarakat yang mentaati hukum, pihaknya juga akan membantu polisi dalam proses penegakan hukum. “Namun yang kami sesalkan, isi surat yang dibawa penyidik ke DPRD berupa penggeledahan,” kata Sholahudin.

Wakil Ketua Dewan ini juga mengingatkan kepada jajaran kepolisian agar tidak sembarangan dalam  memberikan keterangan pers. Terutama, ketika membeberkan bukti atau dokumen penting. Jangan sampai Polres Kediri Kota justru akan membuka dokumen rahasia negara, yang ujung-ujungnya bisa melanggar ketentuan hukum. “Terkait proses penganggaran, bagi kami tidak ada persoalan. Karena perlu diingat, di DPRD adalah lembaga politik,” ujarnya, Jumat, (15/02/2013).

Menanggapi itu, Kapolresta, AKBP Ratno Kuncoro mengatakan bahwa upaya penggeledahan di Kantor Balai Kota Kediri dan Gedung DPRD, masih dalam koridor hukum. Dalam tugas itu, pihaknya juga sudah mendapat izin dari Pengadilan Negeri (PN). “ Memang ada keberatan. Tetapi kami bertindak dengan dasar izin pengadilan,” katanya.

Ditambahkan oleh Kapolresta bahwa penyitaan dokumen itu sangat penting dalam proses penyidikan tindak pidana. “Data dan dokumen penting yang menjadi kunci pengungkapan kasus Jembatan Brawijaya semuanya sudah kami amankan. Kami juga banyak dibantu whistleblower,” ungkap Ratno Kuncoro, Jumat (15/2/2013).

Menurut Mahkamah Agung melalui Surat Edaran Mahkamah RI Nomor 4 Tahun 2011 pengertian whistleblower adalah pelapor tindak pidana yang mengetahui dan melaporkan tindak pidana tertentu dan bukan bagian dari pelaku kejahatan yang dilaporkannya.

Kasenan merasa tak bersalah?

Di tengah hiruk-pikuk penyidikan kasus korupsi ini, Kasenan yang sudah berstatus tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan RS Gambiran II yang ditangani Kejaksaan Kota Kediri dan Jembatan Brawijaya yang ditangani Polresta Kediri, justru menyatakan keinginannya untuk umrah.

“Saya ambil paket 14 hari ke Tanah Suci,” katanya, Senin (18/02/2013). Dia juga berharap polisi  tidak mencegahnya pergi ke luar negeri. Jika itu dilakukan, maka tiket perjalanan yang sudah dipesan dipastikan hangus.

Menanggapi rencana kepergian Kasenan ini, Kapolresta AKBP Ratno Kuncoro, mengaku belum menerima pemberitahuan. Namun jika hal itu dilakukan, ia tidak akan berkeberatan karena tersangka sudah berkomitmen. “Saya kira pemerintah kota juga berkomitmen kooperatif,” katanya.

Entah apa yang ada di benak Kasenan, tampaknya berstatus tersangka di dua kasus korupsi tak membuatnya tampak terganggu. Apakah mungkin karena dia sudah “terbiasa” dengan status itu? Mungkin saja itu yang terjadi, mengingat ia sudah menyandang kasus tersangka selama ± setahun dalam kasus dugaan korupsi pembangunan RS Gambiran II.

Atau karena Kasenan merasa tidak bersalah? Karena di berbagai kesempatan ia sering mengatakan bahwa dirinya hanyalah pelaksana saja. Menurut Kasenan, seluruh tahapan pelaksanaan proyek yang ditanganinya atas sepengetahuan dan persetujuan atasannya. (Tkr/Dicky)

Berita Terkait :    Walikota Kediri Mengeluh Sakit, Polisi Hentikan Pemeriksaan  –  Terkait Dugaan Korupsi Jembatan Brawijaya, 4 Anggota DPRD Kota Kediri Diperiksa Polisi  –  Dugaan Korupsi Jembatan Brawijaya, MOU Muncul Tiba-Tiba

Eli Cohen, Agen Mossad yang Nyaris Jadi Presiden Suriah

LIPSUS 77 Eli Cohen cvr

Eli Cohen

Eli Cohen

ELI COHEN yang mempunyai nama lengkap Eliyahu ben Shaul Cohen dikenal sebagai pahlawan, agen mata-mata Israel paling terkenal. Ia lahir di wilayah pemukiman Yahudi, di kota pelabuhan  Alexandria pada 16 Desember 1924. Ayahnya, Shaul Cohen, berimigrasi dari Aleppo, Suriah ke Mesir pada tahun 1914.

Eli sangat pandai dalam pendidikan sekolahnya terutama pada bidang matematika dan bahasa, dua ilmu penting dalam spionase. Ketika Mesir mulai terlibat dalam Perang Dunia II, ia sempat mendaftarkan diri ke Angkatan Bersenjata Mesir, namun ditolak dengan alasan loyalitas yang diragukan, sebagaimana bangsa Yahudi lain di berbagai negara.

Ketika di Mesir ia sudah dicurigai, karena melakukan kegiatan mata-mata. Bahkan pada tahun 1952, ia pernah terlibat aktivitas mendukung Zionisme dan ditangkap oleh aparat keamanan Mesir. Ketika di Mesir inilah ia mengerjakan tugas-tugas yang membuat hubungan Mesir dengan dunia Barat memburuk. Beberapa contoh aksi yang ia lakukan adalah membantu operasi intelijen Mossad melakukan sabotase di kedutaan besar Inggris dan Amerika. Pada tahun 1956, Mesir melakukan kampanye anti Yahudi dan memaksa Cohen meninggalkan negeri piramida tersebut. Cohen berhasil keluar menuju Naples lalu masuk ke Israel.

Israel sudah sejak lama ingin menguasai Dataran Tinggi Golan yang menjadi perbatasan dan benteng alam, Suriah – Israel. Selain strategis secara pertahanan, Dataran Tinggi Golan menyediakan sekitar 30% sumber air untuk Israel, bahkan tiga anak sungai utama Sungai Yordan; Dan, Baniyas, dan Hatzbani semua berasal dari sana. Nilai vital Dataran Tinggi Golan ini yang menyebabkan Israel berkeinginan untuk menguasainya.

Dataran tinggi Golan yang hijau dan subur. Wilayah Suriah yang sekarang dikuasai Israel

Pada waktu itu, Suriah yang dibantu oleh Soviet, sedang mencoba untuk mengalihkan sumber sungai Yordan dengan tujuan agar Israel tidak mendapatkan sumber air untuk negaranya. Hal ini menyebabkan perencana Departemen Pertahanan Israel membutuhkan data yang akurat dari seorang intelijen mengenai proyek pengalihan air, rencana rekayasa, diagram, peta dan rincian lainnya meliputi rencana modernisasi militer Suriah. Hingga akhirnya pada 1960 mereka memutuskan untuk merekruit Eli Cohen sebagai agen dan menerjunkannya dalam operasi spionase ke Suriah setahun kemudian.

Eli sudah cukup dikenal karena terlibat dalam Hacherut, sebuah organisasi gerakan pemuda Yahudi Mesir. Kemudian, Eli juga terlibat dalam Operasi Goshen, sebuah sandi operasi penyelundupan (pemulangan) ribuan orang Yahudi ke Palestina selama 1945-1948.

Setelah diusir dari Mesir dan dipulangkan ke Israel akibat beberapa operasi militer & intelijen Israel terhadap Mesir, ia dipekerjakan di unit kontra-spionase di Departemen Pertahanan Israel. Hingga pada akhirnya ia meminta terjun ke lapangan karena tidak tahan bekerja di belakang meja, dan kemudian direkrut oleh Mossad, dinas Intelijen Israel yang terkenal itu.

Agen Mossad

Logo Mossad

Logo Mossad

Setelahitu Eli Cohen dikenal dengan identitas baru bernama samaran Kamel Amin Tsa’abet, lahir di Beirut, Lebanon dari orangtua asli Suriah. Dalam perjalanan hidup fiktif dan sesuai misi intelijen pertamanya, dikatakan Kamel Amin Tsa’abet bermigrasi ke Argentina dan berdagang tekstil.

Dalam misi pertamanya di Argentina, ia berkenalan dengan Kolonel Amin Al-Hafaz (Amin Al-Hafez), atase militer Kedutaan Besar Suriah, yang kelak terpilih menjadi Presiden Suriah melalui kudeta tak berdarah pada tahun 1963. Ini pula yang menyebabkan Eli Cohen bisa masuk ke lingkaran kekuasaan Suriah.

Di Argentina ia bergaul dan menjadi akrab dengan komunitas Suriah di negara Amerika Latin tersebut. Bahkan tak satu pun orang bisa mengenalinya, bahwa Kamel Amin Tsa’bet sesungguhnya adalah Eli Cohen, seorang Yahudi yang sedang bekerja untuk dinas intelijen Israel, Mossad.

Kolonel Amin Al-Hafaz (1965)

Kolonel Amin Al-Hafaz (1965)

Hanya dalam waktu yang sangat singkat, ia sudah sangat akrab dengan komunitas Suriah di Argentina. Tak hanya itu, Eli Cohen bahkan sudah mulai berpengaruh dalam komunitas tersebut. Maklum, semua ini memang telah dirancang, dan Mossad tentu saja tidak ingin semua investasi yang telah ditanam dalam diri Cohen sia-sia.

Ada pepatah, “Seorang agen yang baik sama nilainya dengan satu divisi tentara”. Eli Cohen dianggap berjasa bagi Mossad dan Israel terutama kontribusinya dalam Perang Enam Hari (1967). Ia mendapatkan data rinti tentang posisi meriam, jumlah pasukan, tank, artileri udara Suriah sepanjang Dataran Tinggi Golan, data bunker, membangun hubungan baik di lingkungan bisnis, militer, dan partai Ba’ath.

Pada tahun 1961, Suriah dilanda kemelut politik yang melahirkan kudeta militer. Cohen pergi dari Argentina dan kembali Israel, kemudian masuk ke Damaskus dan menjadi salah satu anggota partai Baath dan menjadi seorang pejuang Arab yang militan tanpa seorang pun mengetahui bahwa ia sebenarnya adalah seorang Yahudi, agen Mossad. Ia mendapatkan rekomendasi dari pejabat di kedutaan Suriah di Argentina untuk pulang dan memberi manfaat kepada Suriah.

Di dalam partai Baath ia menjadi orang yang sangat berpengaruh. Ia bahkan terlibat dalam Muktamar Nasional keenam yang dilakukan oleh partai Baath pada 5 Oktober 1963 yang dihadiri tokoh pendiri partai Baath sendiri. Michael Afflaq, sang pendiri partai bahkan berjanji menemui Eliahu Cohen.

Maurice Cohen

Maurice Cohen

Keterlibatannya dalam elit politik di Suriah, membuat Cohen mengumpulkan informasi yang sangat kaya. Sepanjang tahun 1962 sampai 1965, ia menyuplai Israel dengan berbagai informasi, mulai dari foto, sketsa pertahanan, nama-nama dan strategi militer Suriah. Dan data-data yang dikumpulkan oleh Cohen ini sangat berguna bagi Israel pada peristiwa Perang Enam Hari antara negara-negara Arab dan Israel.

Eli Cohen hampir terpilih sebagai Deputi Menteri Pertahanan Suriah dalam kabinet Presiden Amin Al-Hafez yang sebenarnya dia dipersiapkan untuk jadi Menteri Pertahanan, karena itupula Eli Cohen selalu mendapatkan informasi teraktual dan rinci tentang militer Suriah.

Menurut keterangan Maurice Cohen, saudara sekaligus temannya sesama agen Mossad, Eli hanya tinggal tiga langkah lagi menjadi Presiden Syria pada saat terbongkarnya kegiatan mata-mata yang ia lakukan.

Perannya dalam Perang 6 Hari

Karena kedekatannya dengan lingkaran penguasa Suriah saat itu, ia adalah satu-satunya warga sipil yang diperbolehkan foto di lingkungan instalasi militer Suriah. Eli menyarankan pada pejabat milliter Suriah untuk menanamkan pohon Kayu Putih (Eucalyptus) di Dataran Tinggi Golan dengan alasan kamuflase sekaligus peneduh bagi pasukan militer.

Setelah sarannya disetujui oleh militer Syria, ia segera memberikan informasi tersebut ke dinas intelijen Israel. Selama Perang Enam Hari, informasi berharga ini digunakan oleh Angkatan Udara Israel (IAF) yang dengan mudahnya menghancurkan sebagian besar bunker Syria yang terlindung dibalik pepohonan. Pepohonan Eucalyptus ini sampai sekarang masih terlihat di Dataran Tinggi Golan dan menjadi saksi bisu sejarah kekalahan Syria.

Eli Cohen digantung di Alun-alun Kota Damaskus

Eli Cohen digantung di Alun-alun Kota Damaskus

Selama di Syria, Cohen juga banyak memperoleh dan mengumpulkan informasi tentang pilot-pilot pesawat tempur Angkatan Udara Syria. Termasuk nama asli mereka, nama alias beserta keluarganya. Banyak pihak mengatakan bahwa informasi dari Cohen inilah yang digunakan oleh Mossad selama Perang Enam Hari ketika ada dua buah jet tempur Syria yang akan membom Tel Aviv. Ketika kedua jet ini sampai pada sasarannya, Mossad memperingatkan mereka melalui gelombang radio bahwa mereka mengetahui identitas para pilot tersebut, beserta keluarganya dan jika mereka tetap membom, keluarganya akan dibunuh. Para pilot begitu terkejut sekaligus ketakutan yang akhirnya menjatuhkan bom-bomnya ke laut dan kembali ke pangkalan dengan mengatakan target telah dibom.

Terbongkarnya penyamaran Cohen terjadi di bulan Januari 1965. Saat itu puncak dari keluhan operator radio dari kedutaan besar India yang terletak dekat dari apartemen Eli Cohen, mengadu pada polisi karena ada gangguan komunikasi dengan sinyal tinggi di wilayah ini.

Di saat yang bersamaan, aparat intelijen Suriah dibantu dengan para penasehat dari Soviet, curiga dengan adanya pengiriman melalui transmisi radio tanpa ijin. Mobil unit pemindai dikerahkan untuk melakukan pelacakan namun tidak berhasil karena waktu pengiriman berita yang dilakukan Eli Cohen sangat singkat. Selain itu, kecurigaan ini muncul karena beberapa kejadian yang seharusnya informasinya sangat rahasia, ternyata sudah diketahui oleh pihak Israel.

Kisah hidup Eli Cohen difilmkan tahun 1987 dengan judul ''Impossible Spy''

Kisah hidup Eli Cohen difilmkan tahun 1987 dengan judul ”Impossible Spy”

Beberapa hari sebelum penangkapannya, tanpa sepengtahuan Eli Cohen, aparat keamanan Suriah mematikan listrik untuk wilayah tersebut. Eli Cohen yang saat itu akan mengirimkan informasi ke Israel, memutuskan untuk menggunakan baterei. Ini pula yang menjadi kesalahan fatalnya sehingga sinyal radio yang seharusnya tidak ada karena pemadaman listrik menjadi terbaca jelas oleh petugas pemindai.

Setelah mengalami beberapa pertimbangan, Dinas Kontra Intelijen melakukan penyergapan dan menemukan perangkat spionase milik Eli Cohen seperti pemancar, bahan peledak mini dengan daya ledak tingkat tinggi. Berakhir sudah perjalanan “the impossible spy”. Eli Cohen dihukum gantung di Martyr’s Square, di tengah kota Damaskus tanggal 18 Mei 1965. Hingga saat ini jenazahnya belum dipulangkan ke Israel.

Permintaan dari pihak keluarga agar jenazah Cohen dikembalikan ke Israel ditolak mentah-mentah oleh pemerintah Syria (Mei 2006). Pada bulan Februari 2007, pejabat Turki mengkonfirmasikan bahwa pemerintahnya siap menjadi mediator untuk pengembalian jenazah Cohen.

Sebenarnya banyak agen intelijen Israel (Mossad) yang hebat, namun diantaranya adalah Eli Cohen yang paling fenomenal. Kisah hidupnya di filmkan dengan judul, The Impossible Spy (1987). Eli Cohen menjadi Pahlawan Nasional di Israel karena berkat infonya Israel meraih kemenangan telak dalam Perang Enam Hari tahun 1967.

Mental korup para pejabat 

Tapi bukanlah itu yang paling merusak dalam kegiatan Cohen. Kamel Amin Tsa’bet alias Eliahu Cohen telah membuat akhlak dan mental para petinggi di jajaran sipil dan militer Suriah rusak dengan suap dan korupsi, zina dan penyelewengan yang ia fasilitasi. Cohen membawa masuk peralatan komunikasi teknologi tinggi dari Israel, melalui bandara-bandara Suriah dengan cara menyuap pejabat-pejabatan imigrasi di sana. Dan dengan leluasa, peralatan tersebut ia gunakan untuk mentransfer berbagai informasi langsung ke Israel dari rumahnya.

Pengaduan kepada polisi karena ada gangguan komunikasi dengan sinyal tinggi, sebenarnya sudah lama masuk. Tapi laporan-laporan tersebut tidak pernah ditindaklanjuti, karena selain segan pada posisi Eli Cohen, polisi setempat juga telah memakan suap yang disiapkan Cohen untuk melancarkan penyamarannya.

Berita penangkapan Cohen baru muncul dan ramai menjadi perhatian media, beberapa bulan kemudian, saat sebuah radio, Sout al Arab menyiarkan berita yang menghebohkan ini kepada dunia Arab.

Kerusakan yang dihasilkan oleh operasi Cohen ini sungguh luar biasa. Bukan saja pada ranah politik dan pertahanan, keamanan dan rahasia negara, tapi lebih jauh dari itu, Cohen telah berhasil menanamkan jiwa-jiwa korup dalam tubuh birokrasi dan militer di Suriah. Dan ini adalah kerusakaan yang bersifat laten, lebih bahaya dari sekadar serangan militer.

Sit Fadilah Supari

Sit Fadilah Supari

Kondisi yang kurang lebih sama, sedang melanda Indonesia. Korupsi dan penyelewengan kekuasaan, menjadi air bah yang besar dalam pusat politik Indonesia. Dr Siti Fadilah Supari, mantan Menteri Kesehatan pada kabinet periode lalu, tahu benar apa jawaban dari pertanyaan ini. “Indonesia dihancurkan melalui sistem. Seharusnya sistem berpihak pada rakyat, tapi malah menyengsarakan dan menghancurkan pondasi negara. Semuanya sudah masuk dalam sektor kehidupan, entah itu masuk ke wilayah ekonomi, perdagangan, pendidikan, atau kesehatan. Dalam segi kesehatan saya sudah bersusah payah ternyata diubah semuanya melalui sistem neoliberalisme. Konspirasi dari sistem kenegaraan sudah terjadi lama sekali,” tandas Siti Fadilah Supari pada acara diskusi Kajian Zionis Internasional di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta pada akhir Desember 2009.

Bagi Siti Fadilah, hasil dari neoliberalisasi adalah kehancuran bagi yang lemah dan kemenangan bagi yang kuat. Awal 2010 Indonesia masuk wilayah FTA (free trade area). “Banyak pejabat atau pembesar negara menandatangani kebijakan yang menguntungkan pihak asing, hampir 90% dari kekayaan alam sudah bukan milik kita, 90% bank yang ada bukan milik kita. Semuanya sudah dimiliki pihak asing tanpa meninggalkan kepada anak bangsa. Sistem yang berjalan merupakan gurita yang menghancurkan Indonesia,” terangnya lagi.

Abdullah Hehamahua

Abdullah Hehamahua

Sistem yang jelas-jelas salah, seringkali masih digunakan dalam pemerintahan kita. Anggota Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua mengataka, merajalelanya korupsi  di Indonesia karena program kerja jangka pendek, menengah dan jangka panjang pemerintah tidak merujuk pada UUD 1945. Sistem dan program yang dibentuk tidak komprehensif dan tidak mencerminkan aspek kesejahteraan bagi rakyat.

“Sebab korupsi adalah karena program kerja jangka pendek, menengah, jangka panjang, yang disusun oleh pemerintah tidak merujuk pada UUD 1945,” ujar Abdullah di Jakarta, Selasa (31/1). Contohnya gaji PNS saat ini lebih kecil daripada tunjangannya yang berlipat ganda. Gaji pensiun PNS sangat sedikit. “Makanya sebelum pensiun PNS banyak mencari uang agar siapkan masa pensiun. Itu akar korupsi,” ujarnya, sebagaimana dirilis mediaindonesia.com

Guru Besar bidang Sosiologi, Pembangunan Sosial dan Kesejehateraan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr Susetyawan, mengatakan siapapun dapat terjebak pada praktik korupsi di Indonesia. Tidak saja kalangan alumnus dari perguruan tinggi. Hal itu disebabkan karena sistem sosial dan budaya di Indonesia saat ini memberi peluang bagi siapapun untuk melakukan korupsi.

Dia mencontohkan sistem yang berlaku pada pembahasan hingga penetapan APBN dan APBN-P. Setelah APBN-P ditetapkan, pencairan anggaran yang mencapai ratusan triliunan rupiah tersebut biasanya dilakukan pada bulan September dan Oktober. Sementara Desember sudah harus dilaporkan pertanggungjawaban penggunaan anggaran tersebut.

“Bagaimana bisa duit triliunan itu bisa habis dalam 1-2 bulan. Sementara ada tuntutan penilaian kinerja efektif salah satunya dari sisi penyerapan anggaran. Situasi sistem inilah yang memberi peluang korupsi. Sehingga siapapun yang masuk dalam sistem ini, meskipun dia merupakan orang yang sangat baik, pasti akan terjebak melakukan korupsi. Jadi korupsi ini soal sistem,” jelas Susetyawan, sebagaimana ditulis  detik.com, Selasa (8/5/2012).

Masih banyak lagi contoh sistem bobrok namun dipertahankan, misalnya  betapa hukum tumpang-tindih, hanya membela kepentingan orang-orang kaya, tata kelola kekayaan alam yang didominasi asing, pendidikan yang tidak berdasarkan karakter bangsa yang berPancasila, pasti banyak yang setuju bahwa itu tidak benar dan akan merongrong kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, mengapa masih tetap terjadi?

Joserizal Jurnalis

Joserizal Jurnalis

Joserizal Jurnalis, Presidium Mer-C, berpendapat bahwa maraknya korupsi di negara kita ini adalah sebuah konspirasi internasional yang distilahkannya sebagai  invisible hand (tangan misterius). “Invisible hand merupakan kekuatan yang tidak terlihat mencoba untuk mengatur negara di bidang ekonomi, politik intelijen atau yang lainnya. Jika suatu negara kuat dalam sisi militer, tangan misterius ini masuk ke dalam isu HAM. Jika suatu negara kuat dalam dalam sisi ekonomi, dia masuk dalam isu kapitalis (pasar bebas). Dan jika dalam suatu negara maju dalam sisi teknologi, maka mereka masuk dalam isu dampak senjata nuklir”.

Joserizal percaya, salah satu program kerja the invisible hand di Indonesia adalah melakukan rekayasa degradasi moral. “Beberapa contohnya adalah memasukan narkoba ke sendi-sendi kehidupan,  mental korupsi, perzinahan, penyebaran penyakit. Sehingga mengakibatkan pejabat tidak memiliki intergritas terhadap apapun,” tuturnya.

Semakin marak isu korupsi dipermasalahkan dewasa ini. Tidak hanya di wilayah dalam negeri saja, tapi sekarang korupsi telah meluas hingga melewati batasbatas negara menjadikannya sebagai kejahatan transnasional.

Masalah korupsi sudah merupakan ancaman yang bersifat serius terhadap stabilitas dan keamanan masyarakat nasional dan internasional dan telah melemahkan institusi dan nilai-nilai demokrasi serta nilai-nilai keadilan serta membahayakan pembangunan berkelanjutan dan penegakan hukum. Pernyataan ini sudah merupakan prinsip umum hukum internasional dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Apakah itu semua adalah aksi spionase internasional untuk melemahkan bangsa kita, dengan memanfaatkan mental korup pejabat-pejabat tertentu? Eli Cohen, si Agen Mossad itu, 45 tahun yang lalu telah membuktikan bahwa ia bisa memanfaatkan strateginya itu di Suriah. (Tkr, dari berbagai sumber)