Tahun 2013, Jumlah Guru Penerima TPP Berkurang

Guru sedang mengajar

Guru sedang mengajar

Surabaya (Sergap) - Guru penerima tunjangan profesi pendidik (TPP) tahun ini, jumlahnya diperkirakan  turun karena sebagian mereka dicoret dari data pokok pendidik (Dapodik) penerima TPP 2013.

Berdasarkan data validasi Dapodik 2013 ada sekitar 25 persen dari jumlah penerima TPP tahun sebelumnya yang dicoret. Itu artinya tahun 2013 ini, ada 30.097 guru dari yang diperkirakan tidak akan menerima TPP. Tahun lalu ada sebanyak 120.386 guru yang mendapat tambahan sebesar satu kali gaji pokok.

Hal ini diungkap oleh, Ketua (Persatuan Guru Republik Indonesia) PGRI Jatim, Ichwan Sumadi, hari Kamis (28/03/2013) di Surabaya. Ditambahkannya, sebagai contoh untuk di wilayah Kabupaten Siodarjo, tahun lalu penerima TPP ada 6.000 guru. Pada tahun ini ada 2.000 guru bersertifikasi yang tidak masuk dalam validasi data Dapodik. “Kalau mereka tidak tercantum dalam Dapodik, ya tidak bisa menerima TPP lagi,” katanya.

Mereka yang dicoret ini adalah yang tidak memenuhi persyaratan sesuai PP 74/ 2008, yakni bersertifikasi, jam mengajar minimal 24 jam per minggu dan harus linier, dan untuk memenuhi syarat tersebut tidaklah mudah.

Akibatnya, sejumlah guru harus mengajar di sejumlah sekolah demi memenuhi jam mengajarnya. Dan di antara mereka harus bersaing mendapatkan jam mengajar minimalmya. “Lebih kasihan lagi guru yang sudah sudah bersertifikat pendidik, mengajar 24 jam , tapi tidak linier seperti guru PPKN yang sudah mengajar 20 jam PPKN dan empat jam non PPKN. Mereka sudah bekerja tapi hanya karena aturan PP harus terpental ,”ungkapnya.

Ichwan Sumadi

Ichwan Sumadi

Dengan kenyataan ini, Ichwan meminta pemerintah menunda rencana validasi dan penerapan Dapodik hingga 2015 mendatang, agar ada waktu tenggang para guru ini mempersiapkan diri dan Dinas Pendidikan setempat juga memperbaiki tatanan pemetaan guru di wilayahnya.

Ditambahkan oleh Ichwan, jika Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersikukuh, maka dapat dipastikan akan ada gejolak di kalangan guru, karena penyetopan TPP ini jelas sangat merugikannya. Bahkan dampaknya akan meluas pada masalah yang lebih kompleks, yakni penurunan mutu pendidikan karena peningkatan mutu pendidikan seiring dengan peningkatan kesejahteraan guru.

“Beberapa waktu lalu kami sudah mengirim surat ke Kemendikbud terkait hal ini. Dan ada balasan Kemendikbud akan mempertimbangkan ini. Semoga saja sebelum pencairan sudah ada kejelasan masalah ini,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Harun saat dikonfirmasi belum bisa berkomentar banyak masalah ini. “Kami perlu mengaji dulu masalah ini. Biar jelas semuanya. Nanti kalau ada hasilnya saya sampaikan,” katanya. (ang)

About these ads

3 thoughts on “Tahun 2013, Jumlah Guru Penerima TPP Berkurang

  1. Ɣªήğ benar aja pencairan TPG lambat alasan data ndak valld mustahil inilah kebobrokan birokrasi negri ini, jaman ,♐ ϋ∂αђ° modern. Administrasi kacau bagaimana n apa kerja pemerintah negeri ini

  2. alangkah lebih bijaksana jika guru-guru yang mengajarnya tidak linier, oleh pemerintah diberikan kesempatan untuk mengikuti pendidikan (diklat, materikulasi) sesuai dengan pelajaran yang diampu, ( boleh menggunakan biaya sendiri atau kalau pemerintah ada dana diberikan dana oleh pemerintah ) sehingga guru dalam menerima TPP tidak terganjal oleh pp no 4 tahun 2008. trim.

  3. eko ylianto
    saya setuju aja tapi ya diberi kesempatan sampai 2015 baru diterapkan agar guru bisa menpersiapkan diri trim.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s