Jatim 2012, Kasus Narkoba Naik, Laka Lantas Turun

Kombespol Hilman Thayib

Kombespol Hilman Thayib

Surabaya, Sergap – Peredaran narkotika jenis pil daftar G semakin meningkat di Jatim. Jika pada tahun 2011 lalu barang bukti daftar G yang berhasil disita sebanyak 1.184.766 butir, berati pada tahun 2012 naik. “Tingginya peredaran pil daftar G karena dijual di Apotek, tapi mestinya pembeli harus dengan resep dokter,” kata Kombespol Hilman Thayib, Kabid Humas Polda Jatim, kepada wartawan Minggu (6/1).

Peredaran  narkotika jenis pil daftar G (berbahaya) paling mendominasi. Hal itu dapat dilihat dari hasil sitaan barang bukti Polda Jawa timur (Jatim)Jatim, yakni 1.371.033 butir. Sedangkan barang bukti paling sedikit yang berhasil disita pihak kepolisian adalah heroin dengan jumlah 11,70 gram.

Pihaknya menangkap pemakai maupun pengedar pil daftar G karena tidak dilengkapi surat dan resep dari dokter. Sebab obat itu sangat berbahaya jika dikonsumsi tanpa resep dokter. “Karena tergolong obat keras,” jelasnya

Tapi masyarakat kerap menyalahgunakan untuk keperluan pengganti ineks dengan tujuan untuk mencari kesenangan dari dampak mengosnsumsi obat itu. Apalagi obat itu harganya cukup murah per butir berkisar Rp 1.000 hingga 5.000. “Biasanya obat itu beredar dan dikonsumsi oleh pecandu obat-obatan berkantong tipis,” papar Hilman.

Lalu barang bukti yang berhasil disita dan jumlahnya cukup besar adalah narkotika golongan IV sebanyak 96.404 butir pada tahun 2012. Jumlah itu mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2011 lalu yang berjumlah 203.508 butir.

Narkotika yang mengalami kenaikan barang bukti yang berhasil disita pada tahun 2012 berupa ganja seberat 68,1 kg, sementara barang bukti ganja pada tahun 2011 sebanyak 9,7 kg.

Untuk barang bukti narkotika jenis ekstasi yang berhasil disita pada tahun 2012 sebanyak 2.169,8 butir sedangkan pada tahun 2011 96.075 butir.   Narkotika jenis Sabu, barang bukti yang disita pada tahun 2012 mengalami peningkatan yakni sebanyak 3.870,78 gram dari yang sebelumnya pada tahun 2011 sebanyak 3.501 gram.

Terakhir, barang bukti yang berhasil disita namun jumlahnya paling sedikit adalah heroin yakni sebanyak 11,70 gram pada tahun 2012 dan sebanyak 1,33 gram pada tahun 2011.

Sementara dari jumlah tersangka kasus narkoba, pada tahun 2012 sebanyak 5.301 sedangkan pada tahun 2011 ada 3.039 tersangka. “Tersangka kasus Narkoba naik signifikan pada tahun ini,” kata Hilman.

Menurun walau masih cukup besar

Sepanjang tahun 2012 ini, pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polda Jawa Timur masih cukup besar. Tercatat total ada 848.899 pengendara yang terlibat pelanggaran lalu lintas. Dan dari ratusan ribu pelanggaran tersebut terjadi korban luka sebanyak 28. 415. Angka korban tersebut bertambah 11.288 dibanding 2011 yang hanya 17.127 orang.

Walaupun demikian, jumlah pelanggaran lalu lintas itu diklaim menurun dibanding tahun 2011 yang angkanya tembus 975.763. “Kita sering melakukan operasi untuk kesadaran lalu lintas bagi pengendara sehingga jumlah pelanggaran menurun,” ujar Kombespol Hilman Thayib, Kabid Humas Polda Jatim.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, dari total pelanggaran pada tahun 2012, sebanyak 686.273 dilakukan penindakan tilang. Sedangkan 162.626 sisanya tidak dikenakan tilang. “Hanya diberikan teguran saja,” paparnya.

Sementara bentuk pelanggaran pengendara menurut Hilman terdiri dari pelanggaran Surat Izin Mengemudi (SIM), kendaraan tidak dilengkapi surat-surat, tidak menggunakan helm, pelanggaran marka jalan, pelanggaran rambu-rambu lalu lintas, dan nomor polisi (nopol) yang tidak sesuai ketentuan peraturan lalu lintas.  “Pasti kita tindak selama terjadi pelanggaran,” ungkapnya.

Hilman mengimbau, di tahun 2013 ini agar masyarakat lebih patuh terhadap peraturan lalu lintas sehingga korban laka lantas bisa ditekan sekecil mungkin. Jika tahun 2012 pihaknya telah berhasil menurunkan jumlah korban jiwa (meninggal) sebanyak 330 orang, maka pada tahun 2013, pihaknya berharap ada penurunan yang signifikan. “Kalau harapan kami ya nihil korban jiwa,” tandasnya.

Diungkapkannya, untuk korban luka berat selama tahun 2012 mencapai 2.969 orang dan pada tahun 2011 mencapai 2.428. “Korban luka berat mengalami peningkatan juga,” tandasnya

Nah, yang mengalami penurunan dalam laka lantas, tambah Hilman adalah korban meninggal dunia. Pada tahun 2011 korban tewas akibat laka lantas mencapai 5.422 orang sedangkan pada tahun 2012 mencapai 5.092 orang. “Terjadi penurunan sebanyak 330 korban jiwa,” jelasnya. (ang)

NARKOBA MUSUH KITA BERSAMA

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s