Jalan Tol Solo-Kertosono Rampung Tahun 2014

Proyek Tol Solo-Kertosono

Madiun, Sergap – Kementrian Pekerjaan Umum (PU) menyediakan anggaran awal senilai Rp 60 miliar untuk pembebasan tanah pembangunan Jalan Tol Solo-Kertosono, khusus di wilayah Kabupaten Madiun. Rencananya, uang senilai puluhan miliar ini untuk membebaskan lahan luas 2.561.354 meter persegi atau sepanjang 36,925 kilometer.

Jumlah desa yang dilalui jalan tol ini sebanyak 26 desa yang terbagi di 5 wilayah kecamatan yakni Kecamatan Jiwan, Sawahan, Balerejo, Mejayan, Wonoasri dan Saradan. Sementara yang bakal dibebaskan ini terdapat sebanyak 1.786 bidang tanah.

Plt. Asisten Pemerintahan Kabupaten Madiun, Anang Sulistijono mengatakan jika pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran pembebasan lahan sebesar Rp 60 miliar bagi masyarakat Kabupaten Madiun yang tanahnya terkena dampak pembangunan tol. Meski demikian, belum ada kesepakatan dengan warga nilai harga jual tanah yang bakal dibebaskan. “Sekarang belum ada kesepakatan harga tanah antara warga dengan Panitia Pembebasan Lahan( P2L). Kami belum tahu uang Rp 60 miliar tersebut bisa digunakan untuk membebaskan berapa banyak tanah warga,” terangnya.

Dana sebesar Rp 60 miliar tersebut merupakan jatah awal yang telah ditetapkan P2T untuk  pembebasan dibeberapa bagian lahan milik warga di Kabupaten Madiun yang terdampak dari proyek nasional tersebut. “Targetnya memang untuk dua kecamatan dari enam wilayah kecamatan yang terdampak. Tapi kalau dana tersebut masih sisa bisa dipakai untuk pembebsan daerah lain. Tetapi kalau kurang ya nanti minta lagi,” imbuhnya.

Asisten Pemerintahan ini juga mengakui jika perkembangan pelaksanaan pembangunan jalan tol Solo-Kertosono ruas Mantingan-Kertosono di Kabupaten Madiun berjalan lebih lambat dibandingkan daerah lain.

Hal ini karena terdapat beberapa faktor yang menjadi kendala, diantaranya banyaknya tahapan yang belum dilalui seperti penyiapan surat keputusan satgas dan surat keputusan penentuan harga tanah yang dikelola beberapa satuan kerja.

Ruas jalan tol Solo-Kertosono diharapkan akan selesai pada 2014 mendatang. Proyek pembangunan jalan yang menelan biaya investasi sebesar Rp10,77 triliun itu merupakan kerjasama pembangunan antara pemerintah dan swasta.

“Saya harapkan tahun 2014 sudah selesai karena tanah relatif tidak ada masalah. Semua bisa dicarikan solusinya tidak sampai deadlock seperti ruas tol lainnya,” ujar Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, seperti dikutip situs resmi Kementerian PU, Minggu (8/4/2012).

Djoko menjelaskan, konstruksi ruas tol Solo-Kertosono dibangun oleh pemerintah dan swasta. Ruas Colomadu-Karanganyar sepanjang 20,9 kilometer dan Saradan-Kertosono sepanjang 40,1 kilometer akan dikerjakan pemerintah.

Alasannya nilai kelayakan finansial tergolong rendah sebesar 17,5 persen dengan nilai konstruksi ruas tol yang menjadi tugas pemerintah itu sebesar Rp3,55 triliun.

Sementara itu, pihak swasta mendapat jatah pengerjaan ruas Karanganyar-Saradan sepanjang 120 kilometer dengan nilai konstruksi Rp. 5,57 triliun. Biaya-biaya ini masih belum termasuk dana pembebasan lahan tol sepanjang 181 kilometer sekitar Rp1,85 triliun. Sehingga, total investasi Solo-Kertosono mencapai Rp10,77 triliun.

“Tol ini di ujung-ujungnya memang menjadi tugas pemerintah untuk membangunnya. Namun, di bagian tengah akan dilakukan oleh investor,” tambah Djoko. (yan)

About these ads

2 gagasan untuk “Jalan Tol Solo-Kertosono Rampung Tahun 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s